
"Bagaimana dengan milen?"
"Milen!...."
"Benar,kemarin mamah dan milen pulang dari luar negri.Milen mencari kamu,orang yang sangat ia rindukan.Mengetahui kau tak di rumah,milen sangat marah hingga membenciku karena lalai menjaga kau".
Alya malah pergi keluar rumah nya,dengan cepat bara mengikuti langkah alya.Ia tak mau lagi di tinggal oleh perempuan yang sangat di cintanya itu.
Ali dan yasmine yang juga melihat semua itu ikut sedih,seperti nya keputusan nya membawa bara kebandung tak bisa memperbaiki masalah,malah terkesan memperumit.
Alya duduk di sebuah taman yang biasanya digunakan anak-anak untuk bermain.Alya menangis melihat dua pasang ayunan yang beberapa bulan ini sering dipakai alya dan milen bermain bersama.
Bara yang melihat alya menangis semakin merasa bersalah.Padahal ia sudah berjanji pada diri nya sendiri,tak akan membiarkan air mata jatuh di pipi mulus alya.
Bara ikut duduk di samping alya,tangan nya ingin sekali merengkuh tubuh perempuan yang tengah di landa kesedihan yang amat mendalam itu.Tapi niatnya ia urung kan, bagaimana mungkin ia bisa melakukan hal itu setelah semua yang terjadi.
Bara menggenggam tangan alya pasti.Alya yang mendapat perlakuan itu tentu saja menoleh pada laki-laki di depan nya yang memasang wajah serius.
"Aku mohon beri aku waktu untuk menjelaskan semua yang terjadi"
Tak ada lagi kata 'saya' yang di gunakan oleh bara ketika berbicara dengan alya.
"Katakan...."
"Kau hanya salah paham disini...Saat itu susan ingin bertemu denganku,ia ingin mengatakan permintaan maaf padamu juga padaku.Tapi setelah makan malam itu aku tak ingat sama sekali"
"Rasanya ingin sekali percaya padamu tuan bara aditama.Sayang nya hati ini menolak keras setelah semua bukti foto,video hingga yang saya lihat sendiri pun cukup untuk saya mengerti semua nya"
"Tapi...
"Tapi apa tuan? Nyatanya itu semua sudah terjadi.Maka saya berharap tuan jangan lagi mencari keberadaan saya,dimana pun saya berada,agaknya lebih baik kita tak saling bertemu.Dan untuk milen..."
"Untuk milen apa kak?"Suara yang alya kenal betul itu sangat membuatnya terkejut.Sehingga alya maupun bara berbalik ke sumber suara.
Tepat sekali,milen datang nekat ke bandung menemui alya.Mitha pun sebagai mamah nya tak tau jika milen berani kebandung di antar sopir pribadinya.
Tak sengaja milen mendengar pembicaraan bara dengan mamah nya yang hendak minta izin mencari alya.Tentu membuat milen nekat dengan membuntuti mobil sang kakak.
Seharusnya milen datang tak jauh lebih lambat dengan bara.sayang nya di perjalanan mobil yang membawa nya mendadak mati mesin.Membuat milen harus bersabar menunggu mobil nya selesai di service.
__ADS_1
"Milen..."
Alya seraya bangkit dari posisi duduk nya,ia lantas mendekat kearah milen yang sudah menangis sedari tadi.Di rengkuh nya tubuh gadis berusia 12 tahun itu dalam dekapan hangat alya.Membagi rindu yang teramat dalam,hampir satu minggu lama nya alya memendam rasa rindu itu pada milen.Alya juga ikut menangis,mencoba mengusap airmata milen dan menjelaskan.
"Dan untuk milen,kak alya ngga bisa marah...Kakak rindu banget sama milen"
"Milen pun....kak alya jangan tinggalin milen yahh...."
"Itu..."Diam alya.
"Janji?"
"Nggak bisa milen,ada banyak hal yang tidak bisa milen ketahui dan mengerti. Insyaallah untuk saat ini kita masih bersama,tapi entah hari esok,lusa dan seterusnya"
"Kenapa?..."
"Banyak hal yang sulit di jelaskan milena aditama.Lebih baik sekarang milen ikut kerumah kak alya.Akan kakak tunjukkan sesuatu pada milen"
"Baik kak alya"
Alya dan milen pergi tanpa peduli dengan bara yang masih berdiri tak percaya jika ia di tinggal seorang diri di sana.
Haish.....kau milen bawa jodohku pergi.Berani sekali kau,gadis nakal.Lihat saja,kakak mu ini akan menang untuk mendapat perhatian lebih dari alya.
Bara kembali kerumah alya,ia lantas mencari milen dan alya yang sudah sampai sedari tadi.Ternyata milen tengah mengajak alya makan,karena milen tau jika alya belum lah makan.Ali dan yasmine ikut bahagia,dengan datang nya milen cukup membuat senyuman alya kembali terbit.
Bara sedikit lega,tak bisa di pungkiri bara pun salut dengan kemampuan adik nya sendiri.Yang dengan mudah membuat senyum manis itu terukir kembali.Tak seperti nya yang hanya bisa Menoreh kan luka tanpa bisa mengobatinya.
Selesai makan,alya mengajak milen masuk kekamar nya.Bukan semata-mata alya tak suka jika orang lain melihat mereka,tapi karena alya yang ingin mengajak milen sholat berdua di dalam kamar.
Selepas sholat,milen mencium tangan alya lembut.Di rangkul nya pelan alya oleh milen.Cukup lama mereka berpelukan,sebelum alya kembali menatap mata milen.
"Kak alya mau milen jujur!..."
"Jujur apa kak?"
"Gimana milen bisa tau kakak alya disini,lalu kenapa milen datang sendiri ngga sama mamah?"
"Itu karena milen terpaksa kak,milen udah rindu banget sama kakak.Pas pulang milen marah banget tau kalau kakak ngga ada,jadi alya nekat saat kak bara mau ke bandung.Soal mamah,tenang aja kak udah milen beresin"
__ADS_1
"Seharusnya milen telpon kak alya aja,gimana kalau mamah khawatir sama milen? "
"Udah milen coba telpon kakak Sama ponsel nya mamah,tapi ngga aktif.Jadi terpaksa deh milen lakuin ini semua".
Alya ingat jika di perjalanan menuju bandung,kertu ponselnya ia cokot dan di buang ke sembarang tempat.
"Milen....kak alya sayang banget deh"
"Milen juga kak,jadi kak alya ngga usah sedih.Milen juga sedih kok pas ayah meninggal, tapi berkat mamah dan kak bara milen ngga sedih lagi.Dan sekarang milen akan menjadi obat penawar sedih kak alya"
"Ih...milen udah gede aja bicara nya"
"Iya dong kak"
"Tapi milen tetep harus pulang sama kak bara"
"Kenapa kak"
"Karena besok kakak harus pergi kesingapore milen.Kakak udah ngga bisa lagi kerja di rumah milen"
"Tapi kak..."
"Milen ngga usah sedih, nanti kak alya kasih tau tempat tinggal kakak si Singapore,.Jadi milen bisa main kesana.Dan kita juga bisa telpon atau video call"
"Iya kak alya,milen turutin semua keinginan kak alya"
"Anak pintar,satu lagi kak alya minta tong kasih surat ini setelah kepergian kak alya pada kak bara ya.Dan lagi jangan katakan kemana kak alya pergi,tinggal,ataupun tepon"
"Siap laksanakan komandan"
Alya menghabiskan cukup lama mengobrol dengan milen.Saat jam menunjukkan pukul 20.00 malam,dengan berat hati alya meminta milen merengkuh pulang pada bara.Agar bara bisa mengantar milen pulang kejakarta.
Ali dan yasmine pun tau jika ini adalah salah satu penolakan yang di buat alya untuk bara,walupun dengan cara halus sekalipun.
Bara tak bisa berkutik saat milen menangis minta pulang padanya.Sedangkan sopir yang tadi membawa milen sudah lebih dulu pulang ke jakarta.Mau tak mau bara harus pulang ke jakarta bersama milen adiknya.
"Hati-hati di jalan ya milen " Ucap alya seraya melambaikan tangan nya pada milen juga bara.
Bersambung
__ADS_1