
Bara mencoba meminta pengertian alya dengan memegang tangan dan menatap nya lekat.Tapi alya tak bisa lagi menahan air mata yang terus mengalir deras di pipinya.Matanya hampa,hatinya hancur.Ia melepaskan tangan bara,sambil berjalan turun dari pelaminan.Tak tentu arah tujuan yang ia jalani,uang pasti ia ingin pergi dari gedung itu sesegera mungkin.
"Kak....kak alya jangan nangis,kak tolong percaya sama kak bara,milen mohon kak!"
Milen mencoba menghentikan langkah alya agar tak pergi jauh dari gedung itu,tapi kali ini alya tak lagi mendengar ucapan nya.Kaki nya terus berjalan walau banyak orang menyuruh nya berhenti.
Tak ingin diam saja,bara pun ikut mempertahankan alya agar tak pergi dari gedung itu.Tapi sia-sia saja,sesabar sabar nya orang jika sudah di beri luka hatinya maka ia pasti Akan merasa sangat kecewa bagaimanapun itu.Begitu pula yang di rasakan oleh alya,hatinya perlu ketenangan yang pasti sebelum kembali menerima kenyataan.
Haris yang melihat alya begitu sedih sehingga ia merasa semakin bersalah,seharusnya ia yang menjadi suami alya.Mungkin semua ini tak akan terjadi.Baru beberapa langkah alya keluar dari Gedung itu,tubuhnya limbrung begitu saja.Haris yang juga di dekatnya Itu pun menggendong alya masuk ke mobilnya agar ia bisa membawanya kerumah sakit.
Yasmine dan ali pun ikut dengan mobil yang lain,mereka takut terjadi apa-apa dengan alya.Pasti karena keadaan ini membuat alya tertekan dan syok sehingga ia jatuh pingsan.Bara yang hendak menyusul alya itu terhenti ketika susan memegang tangan nya kuat.
"Kamu mau kemana lagi,biarkan dia pergi"
"Lepaskan bodoh,semua ini gara-gara kamu"
Bara dan keluarganya pun ikut menyusul mobil yang membawa alya kerumah sakit.Cemas yang di rasakan bara tak seimbang dengan rasa sakit yang di rasakan oleh alya.Sampai di rumah sakit,haris kembali menggendong alya agar di tangani cepat oleh tim medis.Ia sungguh di buat khawatir dengan keadaan alya.Yasmine dan ali datang sembari ikut menunggu dokter memeriksa keadaan alya.
Setibanya bara dan keluarga besarnya,ia lantas mencari keberadaan alya.Bukan berarti ia tak tau jika yang membawa alya itu haris.Tapi karena ia tak sudi melihat alya di gendong oleh haris.Sehingga saat bertemu dengan haris yang tengah menunggu di depan ruangan alya itu,bara melayangkan sebuah pukulan yang cukup keras kewalahan wajah haris.
Bugh.....
Mendapat pukulan itu tentu harus sedikit terkejut hingga tubuhnya limbrung kelantai.Ia tak selemah itu hingga ia bangkit kembali menatap bara mencoba mencari apa kesalahan yang telah di buat nya.
"Apa yang gue lakuin sampe loe pukul gue HUH? "
"Loe masih ngga nyadar,kenapa loe gendong istri gue ban*sat"
"Trus gue harus biarin alya pingsan gitu aja,nyadar bro.....yang buat alya pingsan itu siapa!"
"Tapi dia itu istri sah gue gob*ok"
Ali mencoba melepaskan pertengkaran panas dan sengit itu.Ia menampar kedua laki-laki dewasa yang tak bisa memahami keadaan dan kondisi.
"Kalian tau di sini itu rumah sakit,kalau mau terus berantem di luar aja ngga usah di sini.Mikir.....kalian usah dewasa jan kaya anak kecil lagi"
"Tapi om...."
"Tapi paman...."
"Dan kamu bara,lebih baik kamu diam dari pada buat masalah lagi.Paman yakin alya ngga mau ketemu kamu sebelum urusan kamu itu selesai"
__ADS_1
"Aku harus tetap disini paman"
"Kalau begitu diam...."
Semua anggota keluarga cemas dengan keadaan alya.Milen tak henti-henti nya menangis.Ia pun membenci kakak ya yang terus menyakiti hati alya.Sampai dokter datang,semua orang bisa tenang karena kondisi alya baik-baik saja.
"Saya sarankan,jangan membuat hal-hal yang bisa membuatnya stres lagi....sebentar lagi pasien akan segera siuman,jadi tak perlu khawatir"
"Terimakasih dok"
Hanya ada beberapa orang saja yang masuk ke ruangan alya karena bisa mengganggu juga pada udara yang akan di hasilkan.Bara duduk sambil memegang tangan alya.Hatinya sangat bersalah juga sedih melihat kondisi alya yang stres
karena nya.Di sisi lain haris pun ikut menunggu alya sadar.
Tak lama alya bangun dari pingsan nya,ia melihat bara yang juga cemas akan keadaan nya.Alya melepas kasar tangan bara,sungguh hatinya semakin hancur melihat wajah bara di dekatnya.
Alya memilih melihat kearah lain di mana ada paman dan bibi nya,milen dengan mamahnya,juga haris yang dengan sigap berada di ruangan itu.
"Sayang.....kamu baik-baik aja kan?"Tanya Bara khawatir.
"Tapi aku bisa jelasin semuanya,jadi tolong jangan usir aku dari sini"
"Mas.....Tolong ngertiin aku,aku mau sendiri.Lebih baik semua orang keluar aja"
"Tapi milen mau di sini sama kak alya"
Semua orang keluar kecuali milen yang mendapat ijin dari alya untuk menemaninya.Bara semakin sedih mendengar alya mengusir dan tak ingin kehadiran nya ada.Tak putus asa begitu saja,bara lalu menelpon rian sekretaris untuk mencari tau tentang semua yang sebenarnya.
"Cari semua informasi tentang kehamilan susan sekarang juga"
"Baik boss...."
Di dalam ruangan,alya masih menangis mengingat semua yang sudah terjadi.Seharusnya hari ini hari yang sangat bahagia untuk alya maupun bara,tapi karena rasa sayang sang Ilahi, semua nya menjadi hancur.
Milen duduk mencoba menenangkan perasaan alya.Walupun hati alya masih hancur,bukan berarti ia menunjukkan sisi lemah nya pada milen.Ia berusaha tegar dan kuat di depan milen.
"Kak alya harus percaya sama kak bara,bagaimana pun kak susan itu pasti mau ngacurin pernikahan kakak"
"Kakak ngga tau sayang,rasanya benar-benar sakit...."
__ADS_1
"Setidaknya kakak harus bangkit jan sedih lagi,milen selalu ada buat kakak kok"
"Makasih ya sayang"
Sampai malam harinya,alya masih belum mengizinkan ada yang masuk selain milen dan suster juga dokter.Tentu membuat bara semakin cemas di buatnya.Ia meminta semua orang pulang kerumah,begitu pula harus yang awalnya menolak untuk pulang.Tapi akhirnya semua pulang setelah bara bersusah payah membujuk nya.
Bara mencoba masuk keruangan alya,ia tak mendapat tatapan menyenangkan dari kehadiran nya.Alya lebih banyak menatap milen yang tengah meghiburnya itu.
Suster datang membawa bubur agar alya bisa memakan nya.Tapi dengan cepat bara mengambil bubur yang di bawa suster itu.Ia sendiri yang akan menyuapi alya.
"Aku ngga mau makan mas!"
"Kamu boleh benci aku,tapi aku mohon kamu jangan tolak makanan ini"
"Biar milen aja"
"Maafin milen ngga bisa kak,mamah udah kirim pak sopir buat jemput alya pulang.Kalau gitu milen pulang dulu,assalamualaikum...."Ucap milen sembari mencium lembut tangan alya.Kemudian ia pergi meninggalkannya alya dan bara berdua.
"Please.....jangan tolak aku kali ini ya"
Dengan rayuan seribu macam cara,akhirnya alya menurut dan mau memakan bubur yang di suami oleh bara langsung.
"Udah....."
"Tapi kamu makan sedikit"
"Demi Allah aku udah kenyang mas"
"Ya udah.....aku janji sama kamu,semua permasalahan hari ini akan cepat selesai!"
"Aku ngga tau mas,rasanya aku udah kecewa banget sama kamu"
"Please....buat kali ini aja,kita perbaiki hubungan kita"
"Aku akan coba,tapi jangan paksa aku untuk cepat menerima semua nya"
"Makasih atas semuanya"
Bara menjaga alya dengan sangat telaten.Ia tak mau alya terpuruk lagi karena ulah nya.Cukup baginya melihat air mata itu membasahi mata indah alya.
Bersambung
__ADS_1