Alya Love Story

Alya Love Story
Melahirkan


__ADS_3

Raut kepanikan lagi-lagi membuat bara takut,pasal nya sedari tadi alya merintih kesakitan mengadu bila perut nya teramat sakit.Bagaimna tidak,ia tak tega melihat wajah alya yang semakin pucat.


"Akh.....mas perut aku sakit banget..  mas...sakit. ..."


"Kamu tahan sebentar yahh, mas panggil mamah dulu"


Ia memanggil sang mamah,agar membantu nya menangani alya.


"Sayang....kaya nya istri kamu mau lahiran.Lebih baik kita bawa alya kerumah sakit"


"Iya mah"


Bara menggendong tubuh sang istri ala bridal style menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir.Tak lama ia meminta supir nya mengantarkan ia ke rumah sakit.


Mereka berdua lupa,ada satu orang yang juga mendengar rintihan kesakitan alya.Namun sangat di sayangkan,tubuh nya masih tak kuasa menopang berat badan nya sendiri.Baru satu langkah berjalan menuju pintu,kaki milen seperti mati rasa.Hingga tubuhnya limbrung ke lantai.


Di rumah sakit mitha dan bara sangat cemas,melihat wajah alya yang semakin pucat tak berdaya.


"Mas bara....sakit mas,akh.....sakit.....mas sakit...."


"Sabar yahh sayang,mas selalu ada di dekat kamu"


"Sakit mas...."


Dokter membawa alya masuk ruangan persalinan,tiga puluh menit berlalu.Akhirnya bara mendengar deru tangis bayi dari ruangan itu.Rasa cemas nya langsung sirna tergantikan oleh raut kebahagian.Ia lantas menunggu sang suster membersihkan bayi maupun ibu nya terlebih dahulu.


"Selamat pak,bayi nya laki-laki.Sangat tampan juga sehat,silahkan bapak tunggu,pasien akan di pindahkan ke ruangan inap"


"Baik dok,Terimaksih banyak..."


Tak bisa di pungkiri memang bila ia tengah bahagia,bara memeluk tubuh sang mamah.Sungguh ia tak percaya bila hari ini bara sudah sah menjadi seorang ayah.


"Mah....bara jadi ayah sekarang"


"Iya sayang,mamah pun jadi nenek.Selamat yah buat kamu.Mamah minta jaga anak kamu dan istri kamu kedepan nya"

__ADS_1


"Pasti mah....pasti"


Mereka masuk keruang inap alya,bara melihat jika istri nya itu sudah sadar.Ia dengan bahagia nya pun mendekat,mencium kening alya dengan penuh haru.Setitik air mata berhasil jatuh di pipi bara.Alya  pun dengan lembut menghapus nya.


"Mas...kenapa menangis?apa ada yang salah dengan bayi kita?"Tanya alya takut


Bara menggeleng cepat,ia lantas memeluk tubuh alya erat.Menyalurkan rasa bahagia nya yang amat mendalam.


"Makasih sayang,berkat kamu aku bisa mendapatkan kebahagian yang sangat sangat besar ini.Bayi kita sehat dan tampan seperti aku"


"Bayi kita laki-laki mas?"Tanya alya


"Iya sayang,kamu wanita yang tangguh setelah menjalani rasa sakit semua ini.Mas sangat bangga sama kamu"


"Mas aku sangat bahagia"


"Aku pun"


"Hm....kemana milen mas?aku ngga lihat dia tadi,apa ngga ikut kesini"


"Ini masih jam 2 pagi sayang,pasti milen masih tidur"


Tak berselang lama mitha  ikut masuk, ia ikut andil bagian.Memeluk tubuh alya,memberi nya ucapan selamat.


"Makasih nak,udah kasih mamah cucu yang sangat tampan.Semoga kalian berdua bisa menjaga dia dengan baik yah"


"Iya mah,sama-sama"


Dokter masuk membawa bayi mungil nan tampan itu.Ia memperlihatkan wajah nya pada semua keluarga di ruangan nya tersebut.Bara tertarik untuk menggendong darah daging nya itu.Ia tersenyum mengamati nya yang tengah terlelap damai.


"Sayang....lihat anak kita sangat tampan.Bibir nya itu....menggemaskan"


"Iya mas,jangan lupa di adzan in dulu"


Bara kemudian membacakan lafad adzan di dekat telinga sang bayi.Ia ternyata senang melihat raut kebahagian di mata semua orang.Bara menyerahkan bayi nya itu agar dapat di gendong oleh alya,Ia ikut senang melihat sang istri begitu senang melihat jagoan nya kini.

__ADS_1


Tut...tut...tut...


Suara ponsel mitha bergetar,melirik si penelpon membuat nya mundur dari ruangan itu.Ia mengangkat telpon dari asisten rumah tangga nya jika milen pingsan di depan pintu kamar nya


"Milen pingsan bi.....iya saya pulang segera"


Mitha masuk kembali,ia mengecup cucu dan menantu nya dan langsung pamit pulang.Ia tak mengucapkan bila milen pingsan di rumah.Karena tahu jika nanti nya alya maupun bara akan khawatir.


Tiba di rumah,mitha langsung ke kamar milen.Ia melihat keadaan sang anak tercinta sangat buruk.Darah dan mulut juga hidung nya itu terus keluar.Para asisten nya memberikan solusi bila milen di bawa kerumah sakit saja.Namun mitha menolak nya keras,karena ia tau milen tak akan mau.


Akhir keputusan yang di buat mitha hanya bisa menunggu kesadaran sang anak kembali.Ia ikut berbaring di sisi milen.


Pagi hari nya,milen merasakan ada benda berat menindih kepala nya.Ia mengalihkan pandangan nya ke sebelah kiri.Ternyata ada mitha, sang mamah yang juga ikut terlelap.


Mitha ikut bangun,ia bisa merasakan bila tengah di pandang.Wajah nya menyantap penuh kesedihan pada sang putri.Pucat lemas tak berdaya.


"Pagi Mom...."


"Pagi sayang,apa milen baik-baik aja semalam.Maaf mamah ngga ada di samping milen,karena harus kerumah sakit"


"Kak alya lahiran yah mom?Laki-laki atau perempuan?cantik atau tampan?milen penasaran deh"


Di saat seperti ini kamu masih mengkhawatirkan orang lain.Padahal tubuh mungil jauh lebih buruk.Gumam mitha dalam hati


"Iya sayang,kak alya udah lahiran.Bayi nya laki-laki,tampan dan sangat sehat.Keponakan milen udah lahir,mamah udah tepatin janji milen kan"


"Iya,syukurlah feeling milen bener.Pasti anak nya kak alya sama kak bara laki-laki.Jadi sekarang milen akan senang bila harus pergi"


"Sayang...hiks,kamu jangan bilang gitu,mamah ngga bisa kalau kamu pergi.Cukup papah kamu aja....jangan kamu"


"Mom....don't cry,I fine.Momi Ngga usah sedih,karena milen bahagia sekarang.Lagi pula penyakit milen ngga bakal sembuh mom,milen udah stadium akhir.Tinggal tunggu penjempuatan aja.Momi ngga usah sedih,milen pergi dengan rasa bahagia kok.Sekarang lebih baik mamah ajak milen kerumah sakit,lihat ponakan milen yang baru lahir"


"Tapi sayang....kamu belum sehat"


"I strong mom,truth me"

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2