Alya Love Story

Alya Love Story
Pulang X Pergi nya zya


__ADS_3

Apa yang salah,nomer itu adalah nomer zya tapi mengapa seorang laki-laki yang mengangkat nya.Guman zydan dalam hati


Zydan berpikir jika zya frustasi,lalu ia masuk klub malam tidur dengan pria hidung belang.Tapi semua itu di tepis jauh-jauh dari otak zydan,ia berpikir jernih untuk bertanya kembali.


"Siapa kau?dimana adik saya?apa yang kamu lakukan dengan adik saya?berapa yang kamu mau?kirim kan alamatnya sekarang juga?"Tanya zydan satu kali tarikan nafas.


Apa yang di pikirkan nya?apa dia berpikir aku menculik adiknya?.Gumam rian dalam hatinya.


"Saya minta maaf,ada kesalahan disini.Saya bukan seperti yang anda pikirkan.Adik anda memang bersama saya kemarin,tetapi sekarang sudah tidak ada karena saya menyuruh nya untuk pulang"


"Hei...bedebah apa yang sudah kau lakukan pada adik ku Huh? "Bentak zydan naik pitam.


"Tunggu,anda salah paham.Saya orang yang menyelamatkan adik anda,juga orang yang pernah bertabrakan mobil dengan adik anda.Jika anda masih ingat,saya rian.Kemarin adik anda mencoba untuk bunuh diri.Karena hari sudah malam dan zya tak mau di antar pulang,jadi saya membawa nya ke apartemen.Zya terlihat sangat kacau dan buruk,saya membantu menenangkan nya.Sebenarnya zya masih ingin berada di sini tapi karena saya tak enak dengan lingkungan sekitar,terpaksa zya saya suruh pulang.Jadi anda tuan zydan terhormat telah salah paham kepada saya"


"Apa saya bisa mempercayai orang seperti anda?"


"Tentu saja"


"Kau akan bertanggung jawab bila adik saya lebih buruk keadaan nya"


"Tidak,saya jamin itu.Pasti zya sebentar lagi akan pulang.Oh iya,sampaikan bila ponsel nya tertinggal"


"Baiklah...."


Zydan mematikan ponsel nya.Buru-buru ia keluar kamar lalu menunggu kepulangan zya di depan pintu.Benar saja,tak lama sebuah taxi terparkir di depan rumah nya.Zya turun dengan wajah tak bersahabat kala melihat zydan ada di depan rumah.


"Zya....kamu kemana?"Tanya zydan sembari memeluk nya.


Tak ada penolakan maupun penerimaan dari zya sendiri.Ia membiarkan sosok di depannya ini mencurahkan semua nya. Sebelum zysan puas akan pelukan kerinduan nya itu,zya melepasnya dengan paksa lali ia meninggalkan nya masuk ke dalam.


Baru beberapa langkah,zya menaiki anak tangga.Ali melihat nya dari dapur berhubung ia tengah  memeperhatikan sang istri tengah membuat kopi.


"Zya....dari mana kamu?"


Tau akan situasi yang terjadi selanjutnya,zydan bergegas masuk karena pendengaran nya tak salah jika sang ayah memanggil adik nya.


Benar saja,sang ayah menatap tak suka pada zya,tapi anehnya baru kali ini zydan tak melihat ketakutan dari zya.Biasanya zya akan menangis setelah di Bentak oleh sang ayah.Ia akan mengadu dan meminta bantuan padanya.


 Zya berbalik menatap sang ayah yang berjalan kearah nya.Tatapan nya penuh kemarahan,tapi di balas kecut oleh zya.Ia tak ciut atau takut pada sang ayah.Entahlah mungkin ada rasa sakit yang terlalu kuat hingga menutup rasa takut di hati zya.


"Abi....ngga usah marah-marah,nanti darah tinggi nya naik.Zya ngga nafsu buat denger abi sekarang,zya ke kamar dulu"Melenggang pergi


"Anak kurang ajar,di ajak bicara malah seperti itu " Teriak ali geram dengan sikap zya.


"Abi...udah,zya pasti capek.Nanti darah tinggi abi naik,mending sekarang abi duduk sama abang biar nanti umi bicara sama zya " Ucap yasmine menenangkan.


"Urus anak tak bersopan santun itu!!"


"Abang jaga abi baik-baik yah"


"Iya umi"


Sesuai kesepakatan yang telah di buat.Zydan dan ali duduk bersama di ruang tengah,sedangkan yasmine mencoba untuk berbicara dengan putri nya yang baru selesai mandi itu.


"Umi ada apa?"


"Pakai dulu baju kamu nak"


Zya mengangguk,ia masuk keruang ganti pakainya.Setelah 15 menit lamanya,zya keluar sembari duduk di meja rias nya.Yasmine berjalan mendekati zya,ia ngambil hairdryer untuk mengeringkan rambut zya yang basah.

__ADS_1


"Umi sama abi tuh sayang ngga sih sama zya?"Celetuk zya berkomentar.


"Kenapa zya bilang sepeti itu,tentu umi dan abi sayang sama zya.Karena zya putri umi dan abi"


"Tapi kenapa zya ngerasa kalau umi sama abi lebih sayang sama alya daripada sama zya!!!"Zya membalikkan badannya menatap wajah yasmine ibunya.


"Itu tidak benar,umi sama abi sayang alya sama kaya umi sayang sama zya.Zya lihat kalau alya ngga punya siapa-siapa lagi nak.Kadi sepantasnya umi sama abi merangkul memberinya kasih sayang"


"Umi bohong.....Abi juga sama,zya ngga suka ada disini.Alya merenggut semuanya yang zya miliki mi"


"Zya kamu salah nak...."


 "Iya,zya salah dan alya yang selalu benar dan menang.Zya tau,zya ngga di harapkan di keluarga ini kan?urusin aja tuh alya ponakan umi"


"Zya...jangan bilang seperti itu nak"


"Udah lah umi,zya muak denger nya sekarang umi lebih baik keluar"


"Tapi nak...umi"


"Udah umi keluar"


Zya menutup pintu dengan kasar hingga suara nya terdengar ketelinga zydan dan ali yang ada di ruang tamu.Mereka sangat terkejut hingga penasaran untuk melihat apa yang terjadi.


Yasmine menangis mendapat perlakuan sepeti itu.Dari kecil ia mendidik zya agar menjadi anak baik dan ramah tapi apa,dia selalu iri dan pemarah.


"Umi..."


Zydan merangkul tubuh yasmine yang terpuruk sembari menangis itu.Zydan tak habis pikir,setelah kejadian itu zya berubah 18o derajat berbanding terbalik dengan sebelum nya.


Zydan mengakui sekeras-keras zya tak mau tinggal di Indonesia,dia tak pernah menyakiti atau berbuat kasar pada kedua orang tua nya.Tapi apa,sekarang zydan melihat sendiri perubahan tersebut.


Hatinya sungguh nyeri melihat tangis air mata itu terus keluar dari pelupuk mata sang ibu.Ia mengusap nya membantu agar kembali berdiri.


"Ngga seperti itu bi..."


"Ngga seperti itu apanya,jelas-jelas anak itu sudah ngelunjak.Lebih baik dia di Inggris ketimbang disini,bikin ulah terus"


Zya tak tuli,pendengaran nya masih berfungsi baik.Ia berdiri di belakang pintu hingga suara itu terdengar sangat jelas.Zya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar nya.Zya yakin,berapa lama ia bersembunyi maka saat itu akan tiba juga.Di saat ia harus berbicara kasar pada orang tuanya.


"Iya....Abi bener,zya anak kurang ajar.Saking kurang ajar hingga abi rela memberikan semuanya aset perusahaan yang ada di Singapore untuk alya anak yang paling alim di mata abi.Zya ngga habis pikir sama abi,sebenarnya abi tuh lebih sayang alya kan ketimbang zya?"


"Zya!!!"Bentak zydan ia tak menyangka jika sang adik begitu iri dengan alya.


"Apa....abang mau marah,marah aja.Lagi pula disini ngga ada yang sayang sama zya kok.Zya hanya di anggap benalu yang merugikan bagi kalian kan.Sehingga tanpa sadar kalian tak mengetahui betapa hancur nya hati zya"


"Zya sayang....kamu salah paham nak,umi sama abi ngga sepeti itu " Ucap yasmine sembari memegang lengan zya.


"Lepaskan...kalian semua sama saja,anggap aja alya putri kalian.Jadikan alya pewaris keluarga kalian..."


Plak


Tamparan itu cukup membuat semua nya diam untuk sementara.Tamparan keras yang di layangkan kan ali itu membuat yasmine dan zydan semakin sedih pun terkejut.


Zya mengelus pipi kanan nya yang sedikit memerah bekas tamparan sang ayah.Bukan nya menyesali perbuatan nya,zya malah tersenyum kearah sang ayah.


"Saya tidak pernah mendidik putri yang kasar seperti kamu zya"Sarkas ali geram.


"Hal itu cukup membuat zya semakin sadar,bahwa abi memang ngga sayang sama sekali ke zya.Kalau gitu,zya pamit...terimakasih untuk semua nya"

__ADS_1


Zya memutuskan pergi dari rumah tanpa membawa uang,baju,ataupun yang lain nya.Cukup bagi nya hati yang tersakiti begitu dalam.


"Zya....."


Yasmine  mencoba mengejar zya,sebelum tangan nya di tarik kasar oleh ali.Begitu pun zydan yang tak di perbolehkan untuk mengejar zya.


"Biarkan anak itu sadar atas semua kesalahan nya"


"Abi kasihan zya,dia pasti kesulitan.Umu mau bantu zya bi"


"Yasmine masuk kamar"


"Tapi..."


"Masuk!!!"


Dengan berat hati dan derai air mata,yasmine menuruti semua yang di perintahkan oleh suami nya.


"Abi....mungkin zya salah paham disini,dia mengira jika alya adalah penyebab semua masalah dalam hidup nya"


"Biarkan saja dia,anak yang selalu iri dengan milik orang lain tak akan mendapat apa-apa dalam hidup nya"


"Zydan tak percaya semua ini,zya tau darimana jika abi mau memberikan perusahaan Singapore itu pada alya!!"


"Abi pun tak tau"


"Lantas mengapa abi memberikan perusahan itu kepada alya?abang kira abi mau memberikan nya pada zya"


"Perusahaan itu memang hak mutlak yang harus alya miliki.Mana bisa abi mengambil semua harta milik kakek mu,beliau berpesan agar perusahaan nya bisa di bagi rata dengan paman husein.Tapi setelah meninggal dunia,abi berniat untuk memberikan perusahaan itu pada alya"


"Begitu rupanya..."


"Kau tak perlu khawatir zydan,perusahaan pusat H&A Company akan abi bagi rata juga beberapa lahan dan properti lain nya.Tapi setelah kejadian ini ayah tidak tau harus bagimana"


"Abi harus percaya sama abang,abang janji bakal buat zya sadar dan kembali ke rumah"


"Abi harap kamu bisa melakukan nya"


Selepas kejadian itu,ali masuk ke kamar untuk menenangkan yasmine yang ia yakini sedang bersedih.Sedangkan zydan tengah termenung di kolam renang rumah nya.Ia memikirkan semua hal yang sudah terjadi.


Semua lamunan zydan bayar seketika,kala ponsel nya berdering cukup lama.Ia melihat jika alya yang menelpon nya.


"Assalamualaikum kak....zya udah pulang belum?"


"Waalaikumsalam,zya sudah pulang.Tapi dia pergi lagi"


"Kok bisa,kenapa zya pergi lagi kak?"


"Ada masalah,lebih baik kamu kerumah nanti malam,paman juga mau bilang sama kamu"


"Iya kak,alya kesana nanti  malam sama mas bara"


"Ya udah,aku tutup dulu"


Zydan harus berupaya membuat zya tau jika  ia salah paham pada semua yang terjadi.Bagaimana pun cara nya,sesulit apa pun jalan nya.Zydan harus menempuh nya agar bisa membuat kebahagian kembali dalam keluarga nya.


***


Skip bagian ini!!!

__ADS_1


Author minta maaf di episode sebelum nya ada kesalahan yang membuat cerita nya sedikit ngawur....


Bersambung


__ADS_2