
~Aku ingin segera pulang,menunggu sangat melelahkan.Mungkin setelah pergi aku akan merasa lebih baik~
***
Hari senin,identik dengan hari sibuk.Di mana para pekerja,siswa,maupun buruh harus kembali pada rutinitis nya masing-masing.Begitu pula dengan milen yang dengan tekun nya mengisi sejumlah soal dalam bentuk lembar putih.Tak lupa pak Josh tengah mengawasi salah satu murid terbaik nya itu.
Butuh tiga hari,setelah itu milen akan terbang bersama sang mamah pulang ke tanah air tercinta.Tempat kelahirannya, yakni Indonesia.Maka hari-hari berharga terus di nikmati milen tanpa ada gangguan sehingga tubuhnya semakin membaik.
Satu hari,dua hari dan tiga hari milen bisa lalui.Di hari keempat,ia sangat sibuk dengan kepulangan nya.Ia mengemas barang yang akan di bawa nya pulang.Begitu pun dengan mitha.Karena ujian milen telah selesai,ia harus menempati janji dengan sang putra akan pulang karena kandungan alya pun menginjak awal bulan kedelapan.
Milen mengemas barang yang memang ia beli kedalam koper untuk alya,bara juga keponakan nya kelak.Ia berniat menulis surat di secarcik kertas.Panjang memang,karena milen ingin menuliskan banyak kisah untuk di baca oleh bara maupun alya.
Setelah selesai dengan surat,ia melirik kotak cantik itu.Kotak berwarna biru elektrik sebagai dasar nya.Ia membuka dan mengeluarkan isinya.
Kotak musik,yang di pesan nya itu telah jadi.Cantik dan sesuai ekspetasi yang milen inginkan.Milen berencana akan memberikan nya di akhir ia melihat dunia ini kepada bara sang kakak.
Puas menatap kotak musik itu, milen pun bersiap untuk tuk pergi ke bandara bersama sang mamah.Mitha yang melihat milen turun pun sangat sedih di buat nya.
Mitha merasa dirinya akan kehilangan buah hati,yang selalu menyerahkan suasana hati nya.Tak sadar,mitha menitikkan airmata nya sehingga hal tersebut membuat milen ikut sedih.
"Momi don't cry....milen ikut sedih jadi nya"
"Mamah takut kehilangan milen.Seandainya milen mau mengikuti prosedur pengobatan,mungkin milen akan sembuh"
"Momi I'm fine,ngga usah sedih seperti ini.Milen menerima nya sepenuh hati.Lalu bagaimana bila milen pergi momi sedih terus?milen ngga bakal tenang momi...."
"Iya sayang,mamah akan berusaha rela dan tegar"
Mereka pun pergi ke bandara,menunggu penerbangan lepas landas.Di kabin pesawat,milen terus memeluk kotak berwarna biru elektrik itu.Ia tak mau menyimpan nya di koper atau menerima tawaran pramugari untuk menyimpan di tempat barang.
Butuh waktu lama memang sampai di jakarta,lebih tepat nya di bandara soekarno-hatta.Mitha pun menelpon sang anak,memberitahukan kepulangan nya.
Mereka sampai tepat pukul 20.00 wib.Milen menginjakkan kaki nya penuh haru, mungkin ini saat-saat berharga untuk nya.Satu bulan penuh menyusun matang-matang kebahagian terakhir nya.
Milen terlihat sangat senang mengetahui dua sosok yang di sayangi nya itu ada di depan matanya.Buru-buru ia peluk alya dengan pelan,mencium perut alya yang kini tengah berbadan dua.
__ADS_1
Selepas dengan alya,milen beralih pada bara.Kakak yang sangat di sayangi nya juga di rindukan milen selama ini.Erat sungguh erat,hingga bara sadar jika milen memeluk nya seperti tak ingin kehilangan.
"Hei...hei ada apa ini,lepaskan.Kau membuat kakak mu ini sesak nafas"
"Maaf,tapi jangan di lepaskan biar milen merasa tak kehilangan"
"Apa yang kau maksud,cepat Lepaskan " Ucap bara kekeh
"Di saat aku pergi mungkin kau akan merindukan kehadiran ku kak.Jadi biarkan aku memeluk ku erat"
Deg
Hal itu tentu membuat tiga orang dewasa itu berdiam diri.Mitha yang mengetahui jalan pikiran milen pun menunduk sedih.Ingin sekali ia menangis,merangkul sang anak yang tak mampu di lepas nya.
Mengetahui tak ada yang bersuara,milen pun melepas pelukan nya lada bara.Ia menatap ketiga orang itu,yang terlihat kebingungan.
"Haish.....aku bercanda, sudah lah.Sejak kapan kak bara jadi orang pendiam,dan kak alya bagaimana dengan keponakan ku apa menyusahkan " dalih milen santai
"Tentu tidak milen sayang,kak alya sangat bersyukur di titipkan malaikat kecil di rahim ini"Tunjuk alya pada perut nya.
Milen beralih pada bara yang masih asik melamun,ia tau pasti bila bara tengah memikirkan ucapan nya tadi.
"Eh apa sih,anak kecil udah jika ngomong sembarangan yah"
Bara berusaha mengejar milen yang lari terbirit-birit.Melihat tingkah kedua anaknya membuat hati mitha sedikit senang.
"Kau tau nak,di saat seperti ini lah mamah bahagia.Melihat mereka berdua berlari kesana kemari"Ucap mitha pada menantu nya
"Alya pun beruntung bisa melihat hal itu"
"Di saat kamu menjadi ibu nanti,mamah jamin kamu pun akan merasakan kebahagian yang sama"
Bara dan milen berhenti saling mengejar sarung sama lain.Milen bersembunyi di balik gamis alya yang panjang,ia tau jika alya akan membela nya.
"Kak alya,tuh lihat...kak bara buat milen cape " adu milen
__ADS_1
"Mulai ngadu nya " kesel bara
"Wekk......kak alya tuh lihat kan,kan bara tuh bikin kesal milen terus"
"Mas....udah dong,milen kan anak kecil.Dia juga pasti capek baru pulang dari paris"
"Terserah lah,dasar anak nakal"
Belum berhenti sampai di situ,milen meminta bantuan pada orang yang lewat di samping kanan nya.
"Mbak.....bisa minta tolong ngga?"
"Minta tolong apa dek?"Tanya perempuan itu
"Tolong foto in keluarga saya,bisa ngga?"
"Oh...bisa kok"
Milen memberikan ponsel yang alya pegang,ia pun mendekatkan diri dengan bara,alya juga sang mamah.
Ciss.....
Satu dua dan tiga foto yang di hasil kan membuat semburat senyum milen mengembang.Tak lupa ia mengucapkan terimakasih banyak pada perempuan yang sudah menolong nya.
"Kak alya lihat deh,bagus kan hasil nya.Untung aja kak bara ngga datar ekspresi nya,bisa ancur nih foto"
"Mulai lagi deh"Ucap mitha
"Mana mungkin wajah super ganteng kakak bisa merusak sebuah foto"
"Narsis banget jadi orang,tapi milen mau foto sama kakak berdua aja boleh ngga?"
"Tadi nyinyir sekarang nyengir mau apa sih ni bocil"Gerutu bara dalam hati
Selanjutnya ia berfoto ria bersama milen,meminta bantuan alya untuk memfotokan nya.
__ADS_1
Beberapa jepretan foto terlihat wajah bara sangat kesal dengan tingkah milen begitu pun sebaliknya.Hingga mitha menyadari bila wajah sang anak mulai pucat kembali,ia pun menyudahi malam itu.Meminta semua nya untuk pulang kerumah.
Bersambung