
Milen merasa jika ia sudah tidur terlalu lama.Kenyataan tersebut pun di perkuat dengan lirikan matanya pada jam 10 malam.Ia melihat tidak ada satu orang pun di kamar nya.Lamunan nya buyar seketika kala sang mamah masuk membawa semangkok bubur di tangan nya.
Mitha duduk di samping sang anak,ia merasa sangat sedih dengan milen.Wajah pucat nya itu mengisyaratkan bila ia tengah menahan rasa sakit.Ia meletakkan bubur itu kemudian membantu milen mengubah posisi menjadi duduk bersandar.
"Mamah bawa sarapan buat milen,sekarang milen makan dulu nanti istirahat lagi"
Mitha mengacungkan sendok berisi bubur itu,tapi milen menggeleng kepala nya pelan.
"Mom.....tadi milen pingsan di sekolah,lalu kenapa milen ada di rumah sekarang?"
Mitha menarik kembali sendok itu,ia menghela nafas panjang.Sebelum akhirnya menatap milen nanar.
"Milen pingsan, kemudian di bawa ke UKS sekolah.Tapi selama 1 jam,milen ngga bangun.Wali kelas milen panik,kemudian menghubungi mamah jika milen pingsan dan di bawa pulang kerumah.Wali kelas milen pun menyarankan jika milen homeschooling"
Homeschooling?
"Trus gimana sekolah milen mah?kalau milen homeschooling milen ngga bisa ikut ujian....hiks milen harus gimana " Tangis milen pun pecah
"Honey.... no problem,kamu masih bisa ikut ujian.Wali kelas kamu pak Josh bersedia membimbing kamu selama Homeschooling"
"Jadi milen buat orang lain susah?"
"Bukan seperti itu sayang,pak Josh memang senang menjadi guru privat kamu.Terlebih kamu itu anak yang pintar dan cerdas"
Setelah perdebatan panjang itu,milen mulai menerima semua nya.Ia memakan bubur yang di bawa sang mamah,kemudian milen istirahat kembali.
Awal nya memang terlihat membosankan,sekolah sendiri dengan satu guru.Tak bisa bercengkrama dengan teman nya,maupun melakukan hal menarik lain nya.Tapi lama kelamaan milen tentu menerima nya,ia tak bisa egois dengan bahagia di atas kesusahan orang lain.
Satu minggu ia belajar tekun bersama pak Josh membuat nya ragu akan ujian nya yang di mulai hari senin.Tepat setelah weekendnya kali ini.
Milen merasa bosan terus menerus di dalam rumah,sedang mitha tengah bekerja di kantor.Milen pun berencana keluar bersama supir pribadi nya,niat nya hendak ke taman tapi di urung kan.Setelah mengambil kartu kredit VIP milik nya,milen lekas pergi.
Ia meminta sang sopir mengantar nya kerumah sakit.Benar,rumah sakit.Milen sungguh di buat sangat penasaran dengan kondisi tubuh nya yang di rasa semakin lemah tak berdaya.Tanpa dampingan sang mamah,milen berniat memeriksa kan diri sendiri.
Sampai di rumah sakit,milen bertanya pada suster yang ada di meja resepsionis.Milen bertanya di mana ruang dokter Calvin.Dokter Calvin adalah dokter yang mendiagnosa penyakit milen.Awalya sang suster ragu,karena ia berfikir untuk apa anak kecil ke rumah sakit.Itu pun tanpa ada orang tua di samping nya.
__ADS_1
Bukan milen nama nya bila ia tak bisa mencari solusi lain.Ia mengatakan memiliki urusan penting dengan dokter Calvin.Ia pun sengaja berbohong bila ia adalah keponakan dokter Calvin.Lama,suster pun menunjukkan jalan keruangan dokter Calvin.
Tok tok tok
Suara pintu di iringi dengan munculnya gadis bertubuh mungil itu.Padahal sang dokter belum meminta nya untuk masuk,tapi milen lebih dulu mendudukan bobot tubuhnya di kursi depan dokter Calvin berada.
"I'm sorry doctor Calvin..."
Belum sempat milen meneruskan kalimat nya,dokter itu menyela ucapan nya terlebih dahulu.
"Aku bisa bahasa indonesia,kau tak perlu formal padaku.Tapi aku heran dengan gadis kecil seperti mu,untuk apa datang tanpa orang tua kerumah sakit?"
"Maaf dok,milen tau pasti dokter bingung.Tapi rasa penasaran milen ngga bisa hilang sebelum tau hal yang sebenar nya.Makanya milen nekat kesini tanpa mamah mengetahui nya"
"Bagaimana bila Mrs.Mitha mencari mu milen?"
"Aku sudah meminta izin pergi padanya,jadi dokter tak usah khawatir.Kedatangan milen kesini mau periksa penyakit milen.Dan ingin tau berapa lama milen bisa bertahan"
"Lalu mengapa gadis kecil seperti mu menolak untuk pengobatan?mungkin 25% dari uji coba kau bisa sembuh"
"Haish dokter ini,milen ngga mau kesakitan terus.Ngga mau minum obat buat nyangga hidup.Milen juga bahagia kok bisa ketemu papah disana"
Milen berjalan kearah bangkar,ia menidurkan tubuhnya.Lalu dokter menggunakan beberapa alat mengecek kondisi milen saat ini.Ia sangat terkejut, mendapat hasil yang tak begitu mengenakkan.
Mereka duduk kembali keasal,milen sudah tau dari raut wajah dokter Calvin yang berubah.Ia malah tersenyum kearah dokter,membuat dokter semakin bingung dengan tingkah yang dibuat milen.
"Kondisi milen sangat buruk,lebih baik dokter mengatakan langsung pada Mrs.Mitha,di pasti akan mengerti"
"No,milen mau dokter rahasia in kedatangan maupun laporan kesehatan milen dari Momi.Cukup milen,dokter dan tuhan yang tau"
"Tapi milen....melihat kondisi milen sekarang,dokter tidak yakin bisa milen bisa bertahan hingga lima bulan"
"Huh....."
Milen menghembuskan nafasnya lirih,mendengar hal tersebut ia malah sedih.Milen berpikir jika ia harus bertahan kurang lebih 2 bulan agar dapat melihat keponakan nya lahir kedunia.
__ADS_1
"Jadi bagaimana hasil nya dok?jujur milen ingin tau"
"Apa milen yakin,dokter ragu milen akan sedih"
"Tentu saja tidak,milen anak yang kuat.Beruntung nya sampai sekarang milen masih sehat"
"Baiklah dokter hanya bilang kondisi milen semakin memburuk.Tubuh terlihat bugar bukan jaminan untuk kesehatan organ dalam.Lemas dan mimisan akan semakin sering terjadi.Dan...."Ucapan dokter Calvin terpotong
"Dan....Apa dok,jujur saja.Apa kau tak kasihan melihat anak kecil penasaran seperti ini"
"Dan seperti yang dokter bilang,umur milen sudah tak panjang.Leukimia yang di derita milen sudah masuk stadium akhir.Kecil kemungkinan milen bisa sembuh itu 0,5%"
"Begitu....terimakasih dokter Calvin udah bantu milen sejauh ini.Tolong rahasia kan semua ini dari Momi.Kalau begitu milen pamit dokter...."
Milen beranjak, baru memegang knop pintu.Suara dokter Calvin terdengar,kemudian milen berbalik menatap dokter yang tengah memberikan secarcik kertas pada milen.
"Ini apa dokter?"
"Itu resep obat yang dapat menahan rasa sakit,mungkin milen akan membutuhkan nya"
"Tak perlu,milen yakin dengan keajaiban tuhan yang di percaya oleh milen.Ia akan membantu mengulur waktu hidup milen tanpa obat itu"
Dokter diam sejenak,ia tau tuhan yang di maksud milen adalah Allah.Ia juga tau bila milen beragam islam,jadi tak ayal dan dokter pun paham maksud ucapan milen.
"Dokter tau dan paham maksud milen,tapi itu sekedar saran dan mungkin akan berguna"
"Baiklah....milen akan menerima nya,terimakasih dokter"
Sampai di tempat menebus obat,milen mengantri dengan bersabar.Setelah giliran nya,ia menyodorkan kertas pemberian dokter Calvin itu pada suster.
"5 dollar " Ucap si suster sembari memberi obat di kantung plastik
Milen mengeluarkan kartu kredit milik nya,ia tau kartu itu di pantau pengeluaran nya oleh sang mamah.Tapi apa boleh buat,ia tak memegang uang Cash.
Suster itu pun terkejut karena gadis sekecil milen memiliki kartu kredit berjumlah ratusan dollar.Dan lebih parah nya ia datang hanya seorang diri.
__ADS_1
Setelah mendapat apa yang di inginkan,milen pun berjalan ke parkiran.Ia masuk ke mobil di ikuti supir.
Bersambung