Alya Love Story

Alya Love Story
Bertemu


__ADS_3

Suasana pagi di Singapore sangat nyaman juga sejuk.Membuat bara giat untuk bangun dari tidur nya.Di padang nya jajaran rumah-rumah di dekat apartemen nya itu.Tak lupa sebuah senyuman terbit di wajahnya.Entah apa yang akan terjadi,yang pasti bara sangat bahagia hari ini.


Setelah mandi dan memakai pakaian rapih,bara turun ke restoran yang berada di lantai bawah apartemen yang di sewanya.Sedangkan rian yang juga rapih itu berjalan di belakang bara dengan membawa map di tangan nya.Mereka berdua sarapan lebih dulu,sebelum ia keperusahaan H&A Company yang memang mengajak bekerja sama dengan perusahaan ADM group.


Tepat pukul 10.00 waktu Singapore,bara dan rian berangkat menuju perusahaan H&A Company yang berada di pusat kota.Hanya butuh beberapa menit saja dari apartemen yang bara sewa untuk ia dan rian sampai.


Tiba di sana,bara maupun rian langsung di sambut oleh beberapa karyawan yang memang bertugas mengantar mereka ke tempat meeting di lantai 10.Baru beberapa langkah bara memasuki perusahaan itu,samar-samar ia melihat perempuan berkhimar yang memang di rindukan nya beberapa bulan ini.Wajah nya mirip sekali dengan alya sang pujaan hati.Tapi sayang bara hanya melihat sekilas Itu pun tak jelas bagi nya.Yang lebih membuat nya penasaran adalah perempuan tadi berjalan bersama dengan seorang laki-laki seumuran dengan nya.


Jika benar yang di lihat nya dalah alya,lalu siapa laki-laki yang berjalan dengan nya?


Pacar?....


Suami?....


Teman?....


Rekan kerja?....


Bara tak bisa mencari perempuan yang mirip dengan alya itu karena ia masuk lift dengan beberapa orang di dalam nya.Otak nya semakin penasaran hingga tak terasa ia sampai di lantai sepuluh.


"Ada apa boss?"Tanya rian yang melihat bara melamun.


"Tidak.."


"Kalau begitu kita mulai meeting nya.."


Bara dan rian di persilahkan masuk pada ruang meeting yang memang sudah di persiapkan lebih dulu.Cukup lama menunggu tuan rumah datang ke ruangan tersebut.Hanya ada sekretaris direktur yang menemani bara juga rian di sana.


Bara sedikit di buat marah dengan keterlambatan pemilik dari perusahaan H&A Company yang menurutnya tidak profesional.Rian yang mengetahui hal itu lantas berbicara dengan angel sekretaris yang ada di ruangan itu.


Keluhan dari rian juga bara membuat angel sedikit ketakutan karena ia terus di tatap tajam oleh bara.Ia pun menelpon direktur nya tetapi tak di angkat.Saat bara hendak pergi dengan rian,pintu ruangan itu terbuka memperlihatkan perempuan berkhimar dan laki-laki yang samar-samar bara lihat tadi di lobi.


"Sorry...."Ucap alya sembari menebar senyuman manisnya.

__ADS_1


Matanya saling bertemu di satu titik.Tak percaya akan hal yang ada di depan nya,membuat bara melangkah lebih dekat pada perempuan itu.


Di peluk nya si perempuan yang langsung terkejut bukan main.Ia sangat malu karena di peluk tiba-tiba oleh klien nya yang tak lain adalah bara.Mencoba melepas pelukan itu tapi sia-sia.


"We better leave them both!!!"


Rian,angel juga orang yang bersama alya atau ilham itu keluar memberikan waktu untuk alya maupun bara berbicara empat mata.Benar sekali,perempuan itu adalah alya.Orang yang selama ini bara rindukan kehadiran nya.Menghilang membuat jati diri bara kembali pada semula.


Pelukan itu cukup erat membuat alya tak bisa bernafas dibuatnya.Ia mencoba kembali melepaskan pelukan yang di berikan oleh bara tapi hasilnya tetap sama.


"Tolong lepaskan aku,rasanya sesak sekali"


Mendengar Rintih anda kesakitan itu membuat bara melepaskan pelukan nya yang ia pun merasa sangat erat.Wajar saja,ia tak mau aku lagi kehilangan sosok perempuan yang meluluhkan lantakan isi hatinya.Bara menatap tak percaya pada alya yang masih berdiam tak menoleh sedikit pun itu.


"Kemana kamu selama ini?Kenapa membuat ku begitu tersisa?membuat ku bertanya tanya,benarkah aku tak pantas untuk dirimu?kau tau hancur hatiku saat aku kira kau  telah menolak ku!"


"Tenang.....duduk dulu di kursi"


"Jelaskan semua nya padaku!"


"Jadi surat itu milen yang...."


"Iya,selama ini kami sering berhubungan lewat telpon...."


"Kau sungguh jahat padaku,jika tau milen selalu menelpon mu,mungkin aku tak serindu ini padamu.Awas saja,biar milen ku pukul jika nanti pulang kerumah..."


" Tapi tetap saja,aku ragu-ragu untuk berada di samping mu tuan.Terlebih setelah semua yang sudah terjadi"


"Jangan khawatir soal itu,akan ku perlihatkan bukti padamu...Kumahon jangan tinggalkan aku lagi,dan jangan berkata formal padaku! "


"Akan ku coba....Lebih baik sekarang kita mulai meeting nya"


Alya memanggil kembali rian,angel dan ilham untuk masuk keruang meeting.Dua jam berlalu,meeting itu akhirnya selesai.Akhirnya perusahaan ADM group menerima semua proyek baru dari H&A Company.

__ADS_1


Setelah itu,alya mengajak bara juga yang lain nya makan di kantin perusahaan.Mereka duduk saling berhadapan.Alya duduk berdampingan dengan angel di samping kanan dan ilham di samping kiri.Sedang bara dan rian berhadapan kearah alya.


Bara memandang ilham tak suka,saat ilham mencoba memberi sayuran pada piring alya.Mengerti hal itu alya memberi isyarat pada bara jika ia hanya teman.


Tapi cemburu tetap lah cemburu.Wajah bara kini kusut di buatnya,cemberut tanpa ada senyum sedikit pun.Saking cemburu nya makanan yang di pesan kan alya sampai tak di makan oleh bara.Mata nya fokus menatap tajam pada alya juga ilham.


Setelah makan siang itu, rian ingin mengajak bara untuk pulang ke apartemen.Tapi baru mengucap satu kata,rian sudah di persembahan tatapan tajam agar ia pergi lebih dulu.


"Pergi!..."


"Kalau begitu saya pulang dulu boss!"


Bara masih diam menatap alya dan ilham tak suka.Apalagi alya dengan senang nya memberikan senyuman manis nya pada ilham yang kembali bekerja.


Kini tinggal bara dan alya yang masih di kantin perusahaan.Banyak mata memandang mereka berdua.Tentu alya merasa tak enak sehingga ia mengajak bara masuk ke ruangan nya.


Sesampainya mereka,alya mengajak bara duduk di sofa dekat meja kerjanya.Merka kemudian mengobrol seputar kejadian tadi yang membuat bara sedikit terbakar api cemburu.


"Kenapa kau tak pulang saja?"


"Haruskah?....kau mengusirku?...atau kau ingin bersama dengan manajer mu itu?"


"Kau ini bicara apa,ilham itu temanku"


Tak puas mendengar hal itu,bara meletakkan kedua tangan nya di pipi alya,lalu menatap nya lekat.


"Kau tau aku rasa jika ilham menyukai mu!"


"Itu tidak mungkin tuan,karena aku hanya menganggapnya teman..."


"Jangan panggil tuan,sekarang kau bukan pelayan ku lagi.Panggil bara saja...dan lagi siapa yang kau cinta sekarang?"


"Hm....."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2