Alya Love Story

Alya Love Story
Kopi


__ADS_3

Alya masuk ke dapur untuk membuat kopi,di lihat nya ada beberapa OG dan OB yang kelihatan lelah itu.Alya memberanikan diri untuk bertanya kepada mereka.


"Assalamualaikum semua,saya di suruh tuan bara membuat kopi,boleh bergabung??"


"Waalaikumsalam salam,silahkan mbak.Kami juga tengah membuat kopi untuk para karyawan yang bekerja"


"Kalau begitu sekalian aja,saya yang buat.Kalian pada capek kan,mending istirahat dulu!!"


"Aduh nga papa mbak,ini pekerjaan Kami "


"Lagian mbak juga di suruh pak boss"


"Jika kalian sakit nantinya, maka gaji kalian akan di potong.Apa kalian tak akan menyayangkan??"


Mereka menoleh satu sama lain.Memang benar jika bekerja terlalu lama bisa membuat mereka sakit.Dan pada akhirnya mereka mempersilahkan alya membuat kopi.


30 menit alya selesai membuat? Sekitar 50 cup kopi yang siap di bagikan pada setiap karyawan.Tak Lyva juga kopi special pesanan bara.


Alya  berniat untuk kembali membantu para OG dan OB itu untuk membagikan kopi pada semua karyawan.


"Tolong ya ini di bawa dulu ke tuan bara,saya ingin bantu bagi in kopi ini dulu buat para karyawan"


Seorang OB dengan sigap mengambil cangkir berisi kopi di tangan alya,kemudian berjalan menuju ruangan bara.


Sedangkan yang  OG dan OB lainya membantu alya membagikan kopi pada setiap karyawan.


**Tok tok


Pintu ruangan bara berbunyi,lalu seseorang kemudian masuk kedalam,membawa secangkir kopi dalam nampan yang di bawa nya.


"Buatkan kopi aja lama banget!...."Ucap  bara yang sama sekali tak menoleh dari layar laptopnya.


"Maaf tuan"


Serasa bukan suara yang di kenal nya menbuat bara berhasil mengalihkan pandangan nya.Benar saja,bukan alya yang tengah berdiri membawa kopi itu,melainkan salah satu OB nya.


Bara sungguh kesal dengan alya,ia berfikir jika alya berusaha kabur.Ia menatap tajam ke arah OB yang tengah meletakkan kopi di meja nya itu.


"Apa kau melihat perempuan berkhimar ? ?"Tanya Bara yang masih terlihat kesal itu.

__ADS_1


"Tentu tuan,ia membantu para OG dan OB membuat kopi untuk para karyawan"


Penuturan tersebut berhasil membuat amarah bara sedikit mereda,ini ada rasa penasaran yang memuncak di hatinya.


'Apa yang tengah di lakukan perempuan itu sebenarnya'Batin bara dalam hati.


Kini ia buat menginterogasi kembali OB yang membawa kopi tersebut.


"Apa ini kopi buatan nya??"


"Tentu tuan,perempuan itu membantu kami para OG dan OB yang kelelahan karena permintaan untuk  di buat kan kopi,dan perempuan itu dengan baik hatinyaenwarkan diri membantu kami".


Penjelasan tersebut membuat hati bara lega,kecurigaan nya tentang kabur nya alya itu tak benar.


"Lantas kemana perempuan itu sekarang??"


"Dia membantu membagikan kopi kepada para semua karyawan tuan"


Bara dengan cepat melesat pergi dari ruangan nya,ia mencari keberadaan perempuan berkhimar yang di bawanya itu.Bara turun ke lantai bawah mencari sosok alya.


Benar saja ucap OB yang membawa kopi ke ruangannya itu,iya melihat sendiri dengan jelas,jika alya menawarkan kopi pada para karyawan.Senyuman tulus yang di berikan alya pada karyawan nya itu lulus membuat bara sedikit kesal.


Sehingga dengan sekejap perempuan berkhimar itu menghentikan aktivitasnya,dan dengan rasa takut ia menoleh ke sumber suara.


Benar saja,suara yang alya kenal itu adalah bara aditama.Yang tengah memperlihatkan wajah kekesalannya.


Buru-buru alya berjalan ke arah bara, ia tak mau mendapat semprotan yang lebih pedas.


'Ya allah lindungi hamba mu ini ' doa alya di tengah rasa takut nya di kala berhadapan dengan bara.


Bara menatap tajam ke arah alya yang sudah di depannya ini.Wajah nya masih terlihat kesal karena perbuatan alya.


"Bukan nya saya suruh kamu buat kopi??"


"Maaf tuan,kan sudah ada OB yang antar tadi.Lago pula itu buatan saya"


"Trus kenapa kamu nga kembali keruangan saya??"


"Saya bantu OG dan OB tuan membuat kopi untuk para karyawan"

__ADS_1


"Itu kan tugas mereka,saya gaji buat  kerja"


"Tapi menolong itu perbuatan yang baik...."


Tak mau memperpanjang masalah, alya mencari cara agar dinding kekesalan bara luluh lantah.


 "Maafkan  saya tuan...."Alya mencoba membuat wajah se-imut mungkin agar bara luluh dan memaafkannya.


Bara sungguh tak kuasa melihat wajah super imut alya.Ia benar-benar tergoda.Sehingga kekesalannya hilang seketika.


'Kalo terus begini,nanti aku bisa kelepasan Nih ' Batin bara yang masih menatap dalam alya.


Para karyawan yang sibuk melihat kegiatan yang tidak biasa itu sangat heboh di buatnya.Mereka semua mengira jika alya adalah perempuan yang sedang dekat dengan bara,karena bisa di lihat dengan jelas bara sangat lekat menatap perempuan berkhimar di depannya itu.


"Baik saya maafin"


"Makasih..."


Para karyawan semakin kagum dengan alya, bagaimana tidak seorang bara aditama yang terkenal dingin dan cuek itu bisa dengan mudah memaafkan seseorang. Mungkin dugaan mereka benar.


'Cinta bisa membuat seseorang berubah'.


"Kalian kenapa liat-liat,lanjut kerja nya"


Dengan secepat kilat mereka bubar dan bekerja kembali.Swdangkan bara menarik tangan alya dan membawa nya kembali ke ruangan.


Di lift,bara masih dengan santai nya memengang tangan alya.Sedangkan si empunya terlihat merona.


"Tu...tuan......"


"Apa " Jawab bara datar tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"Tangan nya tolong di lepas, kita bukan mahrom,nanti dosa"


Dengan cepat bara melepas tangan alya yang di genggaman nya itu.Alya elegan tangannya,ia tertunduk tanpa berani menoleh pada bara.


Sesampainya di ruangan,alya kembali duduk di sofa sedangkan Bara kembali bekerja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2