
Sesampainya di rumah,milen langsung masuk ke kamarnya untuk mandi,akibat kegerahan tadi,membuat tubuhnya lengket dan gatal.Untuk mencegah iritasi,milen inisiatif mandi terlebih dahulu meninggalkan alya dan bara yang masih berdiri di tengah itu.
"Saya permisi tuan"
"Mau kemana kau???"
"Ke kamar milen tuan,hendak membaca buku"
"Kalau begitu saya ikut...."
"Tak usah tuan,saya hanya ingin membaca,lagi pula bukan hal yang penting.Apa tuan punya perlu???"
"Tidak,hanya saja ingin mendengarkan mu membaca.Begini saja,bawa buku mu dan pergi ke ruang baca.Saya tunggu di sana."
"Tapi tuan"
"Tidak ada tapi-tapian.Jika masih tetap menolak,saya akan berhenti mencarikan paman dan bibi mu juga memotong gajimu"
"Baiklah kalau begitu"
Bara merasa senang,kali ini ia menang mengancam alya dengan senjata yang pas.Entah mengapa hari ini rasanya bara ingin terus berada di dekat alya.Sesuai perjanjian,alya mengajak milen keruang baca.Ia tak ingin berdua saja di ruang baca.Takutnya menjadi fitnah di kalangan pembantu.Terlebih alya di istimewa kan di rumah tersebut.Bara yang juga tengah membaca buku itu seketika menoleh melihat kedatangan alya yang juga di barengi dengan datangnya milen.
'Sudah kudu ga pasti ia membawa milen.Padahal kan mau nya berdua.Ga mungkin kalo harus Ngusir milen sekarang kan😒'Batin bara sedikit kesal.Tapi apalah daya,mana mungkin ia tega mengusir adiknya agar ia bisa bersama alya.
Bara kembali membaca,diikuti dengan alya dan milen yang juga ikut membaca dalam dunia nya masing-masing.Tak terasa,waktu begitu cepat.Milen mulai bosan ketika buku yang dibaca nya telah selesai.Ia beranjak dari posisi duduk nya,kemudian berjalan kearah bara yang juga tengah serius membaca buku.
"Kak pinjam ponsel nya bentar aja"
"Buat apa???"
"Bentar aja kak,milen ada perlu kok"
__ADS_1
Bara memberikan ponsel nya pada milen.Terlihat milen sedikit kesusahan dengan sandi yang harus di masukkan agar ponsel tersebut terbuka dan bisa di gunakan.
"Ish.....pake pendeteksi wajah segala"
Milen dengan cepat,menaikkan dagu kakak nya yang sedang serius membaca itu.Setelah terarah,akhirnya ponsel bara bisa milen gunakan.
"Apa sih,pake acara pegang segala"
"Ih kakak jutek amat,milen kan cuma butuh wajah kakak doang buat buka ponsel.Ya suruh siapa di pasang deteksi wajah segala"
"Terserah kamu aja"
Dua orang dewasa itu masih saja sibuk dengan dunia nya masing-masing.Tak menghiraukan aktifitas anak kecil yang tengah mengotak-atik isi ponsel itu.
'Milen kerjain ah......Milen ganti pendeteksi wajah kak bara sama kak alya.Pasti kak bara harus cari kak alya buat buka ponsel nya'Usil milen.
Milen berjalan mendekat kearah alya,di pegang nya tangan alya oleh milen sehingga membuat si empunya menoleh.
'Misi yang terakhir,hehe'Tawa milen dalam hati nya.
Milen mencari kontak sang mama dalam ponsel kakak nya.Ia ingin berbicara dengan sang mama lewat whastapp.
Setelah di rasakan sang mama tak sibuk dan tentu nya online,milen melakukan video call dengan sang mama yang jauh di luar kota.Panggilan itu tersambung,kini milen bisa dengan jelas melihat wajah sang mama di layar ponsel milik bara.Tak lupa ia mengucapkan salam yang selalu alya ajarkan.Bara dan alya yang belum sadar pun masih asik dengan kegiatan membaca mereka.Hingga milen mengarahkan ponselnya tepat di depan wajah bara,barulah ia tersadar jika milen tengah melakukan panggilan video call.
"Mah....tau ga CEO Bara aditama yang selalu dingin tu lagi baca sekarang"
"Milen apaan ih,pake acara video call mamah " kesal bara.
"Wek....Suruh siapa ponsel nya di kasih.Lagian milen ga akan ngenali kak bara kok sama mamah.Tapi......"
Milen berbalik kearah alya,ia mengarahkan ponsel ke wajah milen.
__ADS_1
"Kak alya lihat kesini dong,ini mamah milen"
"Assalamualaikum tante,saya alya.Tutor belajarnya milen"
"Waalaikumsalam,cantik nya.....mamah jadi pengen ketemu " Ucap wanita paruh baya itu di sebrang telpon.
"Mah,kak alya itu tutor milen,sama calon menantu mamah.Mamah ngerestuin kak alya kan???"
Bara dan alya sangat terkejut mendengar penuturan milen barusan.Sehingga bara maupun alya langsung mendekat kearah milen.
"Itu ga benar Mah " Sangka bara
"Iya tante"tambah alya
"Saya masih belum kasih keputusan,besok saya akan pulang dan kasih jawaban".
"APA...."
Teriak bara yang sangat terkejut bukan main.Pasal nya sang mamah yang pulang 4 bulan sekali itu hendak datang esok hari.Panggilan video itu terputus begitu saja,milen yang merasa akan mendapat semprotan itu pun kabur begitu saja dari hadapan bara dan alya.Sedangkan bara dan alya masih terkejut dan tak percaya.
"Milen.....kembali in ponsel kakak " Teriak bara yang mulai kesal dengan tingkah adik ya itu.
"Tuan jangan marah,biar saya bantu ambilkan"
Alya bergegas keluar dari ruang baca,mencari keberadaan milen yang membawa ponsel kakaknya.
****
Buat para readers yang sudah setia membaca novel ini,author mau bilang terimakasih!!!Jangan lupa buat like dan comment nya,karena berpengaruh banget sama suasana author.
Author pun berusaha untuk up date semaksimal mungkin....
__ADS_1
Bersambung