
Pesawat tujuan Singapore-Indonesia akhirnya tiba di bandara soekarno-hatta.Alya dan bara keluar di iringi dengan rian ini belakang sembari membawa koper.Rian memesan taxi untuk membawa bara dan alya pulang.Sampai di rumah rian tak langsung mampir,karena memang ia ingin cepat sampai ke apartemen milik nya.
Bara mengajak alya masuk kerumah,ia meminta alya langsung masuk ke kamar milen yang selama ini di pakai nya.Begitu pun dengan bara yang sama-sama merasa lelah.Mereka membersihkan diri yang kemudian turun untuk makan.
Alya dan bara duduk untuk makan di meja makan.Sudah tersedia beberapa makanan yang tersaji di sana.Tak lupa bibi membawa kopi pesanan bara.Bara terlihat romantis dengan memberi beberapa sayuran yang di letakkan nya di piring alya.Ia ingin jika alya sehat dan jasmani maupun rohani.Tepon alya berdering,seseorang menelpon nya.Ia kemudian menghapus telpon tersebut.Ternyata milen yang menelpon.
"Assalamualaikum...."
"Waalaikumsalam kak alya lagi apa?"
"Baru selesai makan,milen gimana disana?"
"Alhamdulillah sehat kak,milen juga betah tinggal di sini.Tapi milen kangen banget sama kakak"
"Sama kak alya juga kangen sama milen"
Bara mengambil ponsel alya.Ia kemudian berbicara pada adiknya yang tak mengetahui keberadaan nya.
"Apa disana ada mamah?"
"Kak bara!!!"Kaget milen yang tau jika alya bersama kakak nya.
"Hei....jawab ada mamah tidak " Bentak bara kesal.
"Lembut sedikit bisa ngga sih,punya kakak kandung galak amat.Sebentar milen turun dulu"Gerutu milen yang sedang kesal.
Sembari menunggu milen memberikan ponselnya pada sang mamah,aya malah menatap bara tak suka.Ia kesal saat bara mengambil ponselnya tiba-tiba.Terlebih bara berkata kasar pada milen adiknya sendiri.Bara semakin heran dengan sikap alya,ia hendak memegang pipi alya tapi dengan cepat alya menggeleng kan nya.
"Bisa kan kalau bicara sama milen itu lebih lembut"
"Tapi...."
"Tapi apa?mas bara kan kakak nya,sudah sepatutnya menjadi contoh yang baik.Pantas saja jika selama ini trus ribut sama milen"
"Oh....jadi kamu marah karena hal itu"
"Bukan marah,cuma kesel aja"
"Sama dong,tuh muka ngga usah di buat cemberut bikin aku....."
"Bikin aku apa?"Tanya alya penasaran,sehingga membuatnya menatap lurus kearah bara.
__ADS_1
"Cium"
Satu kata saja membuat alya berdiri dari hadapan bara.Ia tak mau jika bara melihat wajahnya merah padam.Alya cukup mengerti maksud dari bara,ia tak mau jika bara lepas kendali sebelum saatnya.
Bara terkekeh melihat tingkah alya yang langsung pergi dari meja makan.Ia kemudian mendekatkan kembali telpon itu di telinganya.
"Halo sayang,ada apa cari mamah?"
"Mamah harus pulang,bara mau menikah sama alya bulan depan!"
"Emangnya kamu udah ketemu sama alya?
"Udah,sekarang alya ada di rumah sama aku.Jadi bara mau mamah sama milen pulang satu minggu sebelum pernikahan bara dan alya"
"Iya....mamah pasti pulang,selamat yahh sayang,kamu udah bawa alya pulang lagi"
"Iya mah,kalau gitu bara tutup dulu....mau nyusul alya ke atas"
Tut....
Telpon itu di putus sepihak oleh bara.Ia kemudian berdiri lalu berjalan ke ruang baca di mana ia bisa menemukan alya.
Benar saja tebakan nya,alya memang tengah hari membaca di ruangan tersebut.Bara mencoba untuk mengejutkan alya sedang menutup mata alya dari belakang.
"Siapa?"
"Siapa?"
"Kau tak lucu!!"
Kesal....bara yang kemudian berjalan kedepan alya.Ia pasang wajah sejelek mungkin agar alya mau merayu nya.
"Ya kan kamu tau kalau aku ngga suka sama orang yang ngga menepati janji"
"Jadi salah aku lagi!...."
"Sebelum pulang aku bicara apa sama kamu"
Bara berpikir sejenak mengingat ucapan alya.Setelah ingat ia hanya bisa tersenyum menutupi kesalahan nya.Saat ia melanggar untuk tidak menyentuh alya.
Bara bersikap manis dengan menjewer kedua telinganya lalu ia meminta maaf.Tapi respon alya hanya diam,ia malah asik membaca kembali bukunya.
__ADS_1
"Maaf....."Kata itu tentu membuat alya kembali mengangkat kepalanya dan menatap bara.
"Sudahlah....lain kali jangan lakukan hal itu lagi"
"Aku janji.....dan ada lagi yang ingin kusampaikan padamu"
"Apa?"
"Kita akan menikah bulan depan"
"Bulan depan!.....Apa tidak terlalu cepat?"
Alya terkejut bukan main dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut bara.
"Tidak,jika bisa aku ingin menikahimu mu sekarang juga.Tapi banyak proses yang harus kita tentukan membuat ku merencanakan bulan depan"
"Apa tak ada waktu lain lagi?"
"Tidak ada,ia sudah cukup lama.Terlebih aku tak bisa menahan hawa birahi ku padamu lebih lama lagi.Dan aku ingin kamu selalu ada di samping ku untuk selama nya"
"Baiklah jika itu keputusan akhirmu"
Bara ikut duduk di kursi,bukan nya membaca ia malah sibuk memandangi wajah cantik alya.Alya pun tak ternggangu dengan bara,yang terpenting ia tetap membaca buku kesenangan nya.
Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing sebelum bara melirik ponselnya yang menunjukkan pukul satu siang.Ia kemudian berdiri mengajak alya yang mungkin terlambat menunaikan ibadah sholat dzuhur.Tentu mendapat hal itu alya ikut berdiri mengikuti arah langkah kaki bara yang hendak masuk ke kamarnya.
"Mau ikut ke kamar ku?"Tanya Bara yang mengetahui alya mengikuti langkah kakinya.
Karena masih terfokus dengan buku yang di baca nya,tentu membuat alya sedikit terkejut sambil menutup buku yang di pegang nya.
"Ti....tidak"
Buru-buru alya pergi dari depan kamar bara,ia tau jika bara tersenyum licik kearah nya.Karena itu pula ia tak membalikkan badannya.
Selesai menunaikan ibadah sholat dzuhur,entah kenapa rasa ngantuk itu menyerang alya tiba-tiba.Ia pun beristirahat di ranjang milik milen.
Sadar alya tak kunjung keluar dari kamar milen membuat bara cemas bukan main.ia kemudian berinisiatif untuk mengecek keadaan alya di kamar milen.Bara melihat alya yang tengah tertidur pulas itu.Ia mengelus lembut pipi alya yang saat di cintai nya.
"Maaf...aku selalu melanggar Janji ku padamu"
Bara pergi dari kamar milen,membiarkan alya beristirahat dengan tenaga tanpa gangguan.Ia masuk ke ruang kerja untuk mengerjakan beberapa file yang dikirim rian.
__ADS_1
Bersambung