
"Apa yang kalian lakukan disini?dan mengapa kalian bisa bersama juga mengobrol seperti itu.Ada hubungan apa sebenarnya kalian itu"Tanya zya meminta penjelasan.
Alya sedikit terkejut dengan tatapan zya yang begitu kesal melihat nya dengan bara.Mereka berdua sama-sama berdiri menatap wajah zya.Alya tersenyum,ia memperkenalkan bara pada zya begitu pula dengan zydan selalu penonton sedari tadi.
"Zya ini bara SUAMIKU...."
💥Duar
Ledakan itu berasal dari hati zya paling dalam.Hati nya sungguh hancur dengan ucapan alya.Bukti nyata itu berhasil keluar membasahi pipi zya.Alya semakin bingung dengan respon zya.
Apa yang di katakan nya salah?
Apa yang membuat zya menangis?
Apa ada apa ini?
Apa aku terlalu bodoh?
Alya kemudian bertanya karena rasa penasaran yang terus menggangu nya.
"Ada apa?....kenapa kamu menangis zya?"Tanya alya.
"Ja-jadi selama ini kamu sudah menikah?"Tanya zya pada bara,ia tak peduli dengan pertanyaan alya padanya.Saat ini yang ia butuhkan hanya jawaban,jawaban kepastian dari mulut bara sendiri.
"Kalian sudah saling mengenal?...mas ini zya dan itu kak zydan.Mereka sepupu aku yang kemarin mengunjugi rumah kita".
Bara diam,ia juga terkejut kalau tau zya itu sepupu alya.
"Kenapa diam!!!jawab pertanyaan ku bara,apa benar kamu suami alya?"Bentak zya sembari memukul dada bara.
Zydan mencoba melerai ulah sang adik,ia ikut sedih bahwa pria yang selama ini adiknya tunggu itu menikah dengan sepupu yang selalu adik nya benci.
Zydan memang tau,semenjak kejadian di Inggris itu.Ia sama sekali tak pernah melihat zya berinteraksi atau berhubungan dengan lelaki lain selain keluarga dan rekan kerja.Bagi nya cukup menanti orang yang bisa membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Zya sudah cukup...."Lerai zydan mencoba menghapus airmata yang terus jatuh itu.
"Zya...alya istriku"
__ADS_1
💥Duar
Lagi,dentuman itu kembali menghancurkan isi hati zya saat ini.Baru tadi pagi ia mendapatkan ketenangan dari sosok yang ada di depan nya ini.Lalu kenapa saat ini ia menolehkan luka pada hati nya,saat zya tau jika bara saja yang bisa menyembuhkan nya.
"Kamu jahat,selama ini aku berpikir setelah sekian lama kita bertemu kita bisa bersama bara.Aku menunggu mu,sangat menunggumu,kau cinta pertama ku,tapi dengan tega nya kau sakiti perasaanku. Tapi kenapa harus dia....dia yang selalu ku benci dari kecil"
Tangis zya sungguh pecah,ia sangat marah,sedih,sakit,juga kecewa.Sebegitu besarnya restoran hingga semua pelanggan lain melihat kearah mereka berada.
Alya bingung,sungguh ia tak tau dengan keadaan yang tengah terjadi saat ini.Ia tak tau jika sudah berbuat salah,yang terpenting ia mengatakan fakta sebenarnya .
"Zya maaf....jika kau menganggap ku seperti itu.Tapi sungguh,aku tak mencintaimu,lagi pula kita bertemu itu hanya kebetulan.Terlebih aku hanya menolong mu"Perjelas bara
"Tidak......kau jahat padaku,setelah penantian ku ini,kau balas dengan omong kosong!!!"
"Zya aku minta maaf!!"
"Cukup!!!...kau benar-benar keterlaluan bara,aku kecewa padamu"
Zya pergi dengan derai air mata,zydan sungguh bingung ia harus menampar pria di depan nya ini atau pergi mengejar adiknya.Bagaimana pun saat itu bara merupakan orang yang asing bagi zya dan dirinya.Jadi Itu pun bukan sepenuhnya kesalahan bara.
Akhirnya,zydan pergi ke meja kasir membayar makanan yang tadi di beli nya bersama dia.Lalu ia lanjutkan mencari zya adiknya.
"Alya....mas janji akan jelaskan semuanya di rumah.Lebih baik kita pulang sekarang,bawa semua barang mu"
"Baiklah..kita pulang sekarang"
Bara mengajak alya untuk pulang setelah membayar makanan yang mereka pesan.Di parkiran bara dan alya bertemu kembali dengan zydan yang kebingungan mencari zya.
"Kak.....kak zydan belum ketemu sama zya?"
"Belum,kakak kehilangan jejak zya"
"Boleh kita membantu,lagi pula ini pun salah ku Juga " Pinta bara.
"Apa tak masalah"
"Tentu tidak kak,biar alya dan mas bara bantu cari zya"
__ADS_1
"Baiklah....Terimakasih "
Mereka berpencar mencari ke jalanan barang kali zya lari karena frustasi.Zydan sungguh takut jika ia tak bisa membawa pulang zya.Terlebih ali dan yasmine hari ini akan pulang kerumah.Ia tak tau lagi melihat ekspresi kedua orang tuanya,bila tau sang adik tak ada di rumah.
***
Perempuan berambut Bob itu terlihat sangat kacau.Ia berdiri di dekat batas jembatan yang airnya cukup deras.Air mata terus-menerus mengalir membasahi pipi nya.Beberpa kendaraan terlihat lalu lalang tak memperhatikan atau memperdulikan perempuan yang tak lain adalah zya itu.
Hati yang hancur selalu membuat sengsara jiwa dan raga.Terluka yang membuat akal sehat merana.Jalan pintas selalu jadi solusinya.Zya rasa dengan bunuh diri ia bisa melepas semua rasa yang ada di hatinya,kecewa,terluka,tak bahagia semua bisa hilang dengan sekejap.
"Akh.......aku benci kau alya,kenapa kau selalu bahagia di atas penderitaan ku.Hiks...aku benci,sangat membenci kau.Aku bisa gila jika bara tak menjadi milikku"
Zya mengambil langkah pasti menaikkan satu persatu kaki nya ke pembatas jembatan itu.Seperti nya zya tak menyadari jika sebuah mobil tengah memperhatikan nya.
Laki-laki itu bergegas turun,ia berlari dengan langkah cepat agar dapat menggapai zya.Satu langkah lagi,mungkin zya pulang hanya tinggal nama.
Grep
Laki-laki itu memegang erat zya,tak lupa ia membantu nya untuk turun dan menepuk ke sisi jembatan.Bukan ucapan terimakasih,malah teriakan dan pukulan yang di terima nya.
"Lepaskan......biarkan aku mati!!!!"Ucap zya seraya memukul lengan yang tengah merangkul nya itu.
"Jangan gegabah, hidup hanya satu kali.Semua pasti ada jalan lain.untuk memperbaiki masalah"
"Rian....lepaskan,biarkan aku mati hiks....aku ngga peduli,hidupku sudah hancur!!!"
Rian,laki-laki yang tengah menenangkan zya.Ia memang dalam perjalanan pulang,tak sengaja ia melihat zya dan kisah selanjutnya kalian pasti tau.
"Di dunia ini semua masalah ada solusinya,jadi jangan seperti orang gilang yang seenaknya bunuh diri"
"Aku memang gila,gila karena perempuan sialan itu mengambil nya dariku"
"Sudahlah... Tenang kan diriku, akan kuat antar kau pulang?"
"Aku ngga punya rumah....aku ngga punya keluarga yang sayang sama aku!!!"
"Ok,kalau gitu kamu ikut ke apartemen ku untuk sementara waktu"
__ADS_1
Diam adalah persetujuan bagi rian,ia membawa zya masuk ke mobil lalu menyalakan mesin menuju apartemen nya.Beberpa kali ia melirik zya,wajahnya terlihat sebab karena terus-menerus menangis.
Bersambung