Alya Love Story

Alya Love Story
Kezel


__ADS_3

"Hm...."


"Siapa cepat katakan!..."


"Itu tidak penting,lebih baik tuan bara pulang karena saya hendak bekerja kembali"


"Tidak,aku akan tetap disini menunggumu!"


"Kalau begitu tunggu saja"


Alya kembali duduk di meja kebesaran nya menyelesaikan beberapa berkas penting yang di berikan oleh angel sekretaris nya.Sedangkan bara sibuk mengotak-atik isi ponsel nya.Cukup lama kegiatan itu berlangsung sebelum ilham masuk keruangan tersebut memberikan map merah yang harus di tandatangani alya.


"Aya ini berkas dari divisi pemasaran, seperti nya kali ini meningkat pesat"


Aya ucapnya,cih mencari perhatian rupanya.Belum tau kali gue ini calon suami nya.Simpan di mana itu mata,sampe gue ngga kelihatan.


Dengus bara yang tak di gubris oleh ilham.Ia malah sibuk mengobrol dengan alya.


"Makasih ya ham berkas nya....nanti aku kasih ke angel deh.Soalnya ini masih banyak yang aku kerjain"


"Mau aku bantu?"


"Nggak usah,masalah itu biar saya yang bantu.Kamu keluar aja dari sini " sinis bara yang mulai mendekat kearah alya dan ilham berada.


Ilham kemudian keluar karena alya pun menolaknya secara halus.Alya lantas kembali memeriksa berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Lah sekarang gue di kacangin,tapi dia senyum-senyum ama si ilham.


Bara kesal dengan sikap alya yang malah mengacuhkan nya.Di ambil nya berkas-itu dari hadapan alya.Sehingga alya menoleh kearah bara.Alya sungguh bingung dengan sikap bara yang sedari tadi terus cemberut.Apalagi saat bibirnya ia manyun kan kesamping kanan.Membuat alya ingin sekali tertawa.


"Kenapa tertawa?"


"Habis nya lucu"


"Nggak ada yang lucu kok disini!..."


"Tuan...jutek amat,nanti tampan nya hilang loh"


"Sembarangan kalo bicara"


"Ih bener tuh,udah kaya  gurita aja.Mayun terus kerja nya,kenapa sih!"


"Kamu bilang kenapa?..."


"Iya.."


"Aku tuh ngga suka kamu senyum manis ke orang lain.Apalagi si ilham tuh,pake panggil aya segala.Ngapain coba..."


"Ya kan udah biasa dia bilang gitu sama aku..."


"Tetap aja aku ngga suka lihat nya.Pokonya senyum manis kamu itu cuma buat aku seorang"

__ADS_1


"Lah tuan kan udah punya mbak susan"


Mendengar kata susan,membuat bara menjadi sangat marah.Emosinya ingin sekali meledak detik itu juga.Tapi karena takut alya  tersakiti nantinya,membuat bara memilih pergi.


Alya merasa sangat bersalah dengan ucapan nya yang menyinggung bara.Ia tau jika bara sangat kesal ketika ia  mengatakan hal itu.Terlebih bara malah pergi ketimbang membalas perkataan nya.Membuat hatinya  semakin merasa bersalah saja.


Alya mencoba kembali bekerja dan berusaha melupakan hal yang baru saja terjadi.Tapi nyatanya,tetap tak bisa.Rasanya  ia sangat bersalah dengan membuat bara marah seperti itu.Hal itu tentu membuat alya semakin gundah.Akhirnya ia menunda semua pekerjaan nya untuk mencari keberadaan bara yang mungkin masih ada di perusahaan.


Ilham yang melihat alya tergesa-gesa itu mencoba menghampirinya lalu bertanya.


"Aya kamu mau kemana?"


"Ah...kamu lihat  bara lewat nggak?"


"Iya,dia tadi masuk kemobil lalu pergi.Memang nya ada urusan apa?"


"Tidak ada,kalau begitu aku pergi dulu"


Alya memesan taxi untuk mengantar nya ke apartemen yang di tinggali bara juga rian.Sebelumnya,alya menelpon angel untuk memberinya nomer ponsel rian.


Setelah berhasil,alya meminta alamat tempat tinggal bara juga rian.Rencana nya alya ingin meminta maaf atas semua ucapan yang sudah di katakan pada bara.


Tapi itu akhirnya datang,langsung saja alya masuk dan memberi tahu kemana ia akan pergi.Cukup 20 menit saja,alya sampai di depan apartemen yang cukup mewah,bernuansa klasik dan modern.Alya masuk ke lantai 5 untuk mencari kamar yang di tinggali oleh bara dan rian.Ia menekan bel beberapa kali berharap ada yang membuka pintu nya.


Lama alya menunggu,akhirnya ada seseorang yang membuka pintu itu dari dalam.Ternyata yang membuka nya adalah bara sendiri.Karena rian tengah hari pergi untuk mengurus beberapa keperluan.Sayang nya saat itu bara baru selesai mandi,ia hanya memakai handuk yang di lilit dari pusar hingga lutut saja. Tentu alya menjerit sambil menutup matanya spontan.


"Astagfirullah haladzim!..."


 Jerit alya yang terkejut ,sambil matanya di tutupi oleh kedua tangan nya.Alya berjalan lurus kedepan hingga jidat nya membentur jendela.


Mendengar rintihan kesakitan itu,membuat bara tak tinggal diam.Ia berjalan  kearah alya,membantu nya mengusap jidat alya yang sedikit memerah.


"Apa terasa sangat sakit?"Tanya Bara yang merasa sangat cemas.


Sedangkan alya malah tertipu malu mendapat perhatian dari bara itu.Matanya menatap dada bidang yang sangat mempesona itu.Alya tertarik untuk mengelus nya walau sedikit ragu.


"Apa kau menyukai nya?"Tanya Bara lagi.


Alya tersadar jika jari telunjuk nya berhasil memegang dadanya bidang bara yang tak terbungkus oleh kain itu.Membuat alya semakin malu dan tertunduk.


Ya allah....maafin alya.Alya khilaf udah pegang dada bara.Salah nya sendiri kan,ngga pake baju.


Bara mencoba mengangkat wajah alya agar bisa menatap nya.Ia melihat jidat alya yang tak lagi merah.Di tarik nya tangan alya itu agar masuk dalam dekapan hangat nya.


"Tuan...."


"Sekali saja, biarkan aku memeluk mu!..."


Bara sangat senang,tak ada lagi penolakan yang alya minta.Membuat nya semakin hanyut dalam perasaan.Pikiran bara kini penuh dengan hal negatif yang ingin ia lakukan bersama alya.


Bara loe tahan tuh hasrat,bisa-bisa nanti alya malah ngga mau sama laki-laki mesum kaya loe.Tunggu halal dulu bro....baru sikat.

__ADS_1


Bara mengajak alya masuk ke apartemen nya.Kemudian ia memperlihatkan alya duduk dan memberi air putih.


"Kenapa kau terus menunduk?"


"Karena tuan tak pakai baju.Kalau aku terus melihat kearah tuan itu nama nya zina mata"


"Kalau begitu kamu tunggu di sini....aku segera kembali"


Cukup lama alya menunggu bara yang memang tengah memakai baju.Merasa bosan,alya kemudian berdiri mencoba mengelilingi apartemen itu.


"Tak ada yang menarik"Pungkas bara


"Ah....tuan sudah selesai?"


"Lagi-lagi kau menyebutku tuan"


"Aku tak enak jika harus memanggil nama mu"


"Kalau begitu sayang,atau Honey, atau beb atau...."


"Mas bara aja...."


"Itu lebih baik...."


"Ada apa kesini?....kangen?..."


"Astagfirullah haladzim,bukan itu mas....aku kesini mau minta maaf soal tadi"


"Lupain aja,ngga bermanfaat kok"


"Tapi..."


"Gimana kalau kamu lihat bukti-bukti yang sudah ku dapatkan"


"Boleh..."


Bara mengajak alya melihat satu persatu bukti yang sudah di persiapkan nya tiga bulan lalu.Sedikit demi sedikit bara mencoba membangun kembali kepercayaan dan cinta alya untuk nya.


Alya berfikir kembali setelah melihat bukti yang bara beri.Kini ia mulai membuka kembali perasaan nya untuk bara yang memang masih sangat mencintai pula.


Author mau nanya pendapat para readers nih.Pasangan yang paling cocok!!!


1.Bara dan alya


2.Ilham dan alya


3.Bara dan susan


4.Ilham dan susan


5.Alya dan Haris

__ADS_1


Yang penasaran siap itu haris, boleh comment yah...


Bersambung


__ADS_2