
Bara sangat terkejut dengan ucapan yang baru di katakan adiknya itu.Satu hari saja,satu hari saja alya perempuan berkhimar yang di tolong nya itu mengubah adiknya.
Benar-benar pencapaian yang luar biasa menurutnya.Baru tadi malam milen membentak nya dan pagi ini sudah meminta maaf.Tapi rasa terkejut nya ia tutupi dengan sangat baik.
"Tak apa " Jawab bara yang masih melahap makannya itu.
"Kak.....milen ga mau di kekang lagi!!!"
Mendengar kata itu kembali terucap oleh sang adik membuat hati bara semakin sedih.
Sakit
Ketika sang adik mengeluh atas semua perbuatan yang telah di lakukan nya.Kini terjawab semua teka-teki yang yang ada di otaknya.
Jika selama ini ia terlalu keras pada adiknya,terlalu mengekang,terlalu egois,bara hanya ingin adiknya sempurna di mata umum tak sangka akan seperti ini jadi nya.
Tak mau lagi mendengar keluhan dari sang adik,bara memilih menyudahi acara sarapan pagi nya.Memang bara ingin sekali menghabiskan makanan yang ada di depannya ini,tapi rasa sedih nya kala itu tak bisa mencegahnya untuk pergi.
"Kita bicara lagi setelah kakak pulang kerja!!"
Kata itu yang terakhir bara katakan pada sang adik sebelum ia meleos pergi ke perusahan.
Sedangkan milen tengah duduk di meja makan sambil meresapi tindakan yang telah di perbuatnya itu.
Alya kembali menghampiri milen,ia mencoba mengarahkan wajah milen agar bisa berhadapan dengan nya.
__ADS_1
"Milen udah bener kok bicaranya, kalo misalkan kak Bara sayang ama milen,pasti kak Bara akan lakuin yang terbaik buat milen....milen sabar aja yahh!!!!"
Milen mengangguk pelan,entah bagaimana bisa dalam satu hari milen sudah seperti paku yang menempel pada magnet kuat.Semua yang di katakan alya akan senantiasa milen lakukan,karena milen tau jika alya mengarahkan ia ke jalan yang lebih baik.Itu pula yang membuat milen semakin senang dengan kehadiran alya di rumahnya.
Setelah sarapan,milen di antar sopir pribadinya ke sekolah.Sedangkan alya sibuk dengan pekerjaan di rumah.Ia tak enak jika terus berdiam diri saja,alya fikir jika ia sama dengan pembantu lainnya.Maka dari itu,alya tak sungkan untuk menyapu,mengepel,dan membersihkan setiap ruangan di rumah kediaman aditama itu.
Selesai bekerja,alya berencana untuk mandi,ia ingat jika di dalam tas yang ia bawa ada satu set baju yang di bawa nya dari bandung.
Alya harus kembali mengingat dimana ia menyimpan tas yang ia bawa.Lama akhirnya alya ingat kembali.Mungkin tas nya ada di dalam kamar bara,dimana awal kedatangannya kerumah aditama.
Alya melangkah kan kaki mungilnya menuju kamar bara,ia ingin memastikan jika dugaan nya benar.
Sesampainya di kamar bara,alya mulai mencari di setiap sudut ruangan tersebut.Saat matanya bertemu dengan tas yang di bawa nya, membuat alya senang bukan ke palang.Buru-buru ia mengambil tas itu untuk bisa segera keluar dari kamar bara.Sebelum derap langkah kaki telah dulu menghampiri nya.
Alya sangat kaget dengan kedatangan bara,ia tentu mengingat jelas jika orang yang ada di hadapannya ini sudah pergi dari tadi.
Buru-buru alya menundukkan kepalanya,ia malu untuk melihat laki-laki yang bukan mahrom nya.Alya takut jika nanti Allah akan marah padanya.
Berbeda dengan alya,bara sangat bingung dengan sikap perempuan yang ada di depannya ini.Seharusnya kan alya menjawab perkataan nya,bukan menunduk seperti itu,ujarnya.
"Hei....Apa kau tuli??...Sehingga tak dapat menjawab pertanyaan ku??...Apa kau sedang berusaha mencuri berkas penting di kamarku???"
"Maaf tuan bara,saya lancang masuk ke kamar anda.Saya hanya mengambil barang yang tertinggal di kamar anda!!"
"Lalu kenapa kau tak menatap ku,apa ada yang lebih menarik di bawah sana".
__ADS_1
Alya tetap diam tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh bara.
"Hei.....Apa kau tidak tau,saat dua orang sedang berbicara,mereka harus menatap satu sama lain.Bukan menunduk seperti itu!!!"Sarkasme bara.
"Saya hanya takut jika Allah nantinya marah".
Mendengar jawaban tersebut,lantas menbuat bara menaikkan alis nya sebelah.
Heran
Kenapa ada orang yang bisa berpikir seperti itu.Bukan nya hal yang awam jika laki-laki dan perempuan berbicara sambil menatap matanya??
Perempuan di depannya malah asik dengan aksi menunduk nya kala itu.
"Karena anda bukan mahrom saja,saya takut jika nanti terlibat zina mata dengan anda tuan!!!"Jawab alya dengan suara yang semakin lirih.
Mendengar hal itu bara sangat heran,lagi lagi ia tau akan hal awam yang baru ia ketahui.Terlebih itu menyangkut agama.
Tak ingin memperpanjang keadaan,bara membiarkan alya pergi dari kamarnya.Hilang sudah semua kecurigaan nya pada alya,setelah di beri jawaban seperti itu.
Kembali nya bara bukan untuk bersantai belaka,tapi file yang akan ikut menemaninya meeting pagi ini lupa untuk ia bawa.
Sehingga mau tak mau ia harus kembali mengambil film tersebut.Setelah mendapat yang di cari,bara pun kembali pergi ke perusahaan nya,ADM group.
Bersambung.
__ADS_1