
Alya masuk kembali kerumah,kini hatinya serasa lebih baik setelah kehadiran milen yang mengisi sedikit ruang yang hampa karena sepeninggal nya sang ayah.
Belum sempat alya masuk ke kamarnya,ali dan yasmine memanggil nya untuk duduk di ruang tamu.Kemudian mereka mengobrol sedikit paska kejadian tadi.
"Paman......alya boleh ke Singapore besok kan?"
"Apa tidak terlalu cepat?Apa kau tak menunggu sampai tujuh hari kematian ayahmu!"
"Bukan seperti itu paman,hanya saja takut untuk terus mengenang masa indah dengan abi!"
"Apa terjadi masalah lagi dengan hubungan mu?"Tanya yasmine yang mulai curiga.
"Tidak bibi,aku hanya ingin cepat kerja saja..."
"Jika itu sudah menjadi keputusan akhirmu, paman dan bibi tak bisa melarang"
"Terimakasih paman....bibi juga"
Alya masuk kembali ke kamar nya,hati nya bertambah senang saja.Ia mencoba untuk beristirahat dengan tidur lebih awal.
***
Di perjalanan bara terus menggerutu tak terima pada sikap menjengkelkan kan milen.Ia ingin sekali meluapkan amarah nya pada gadis kecil di samping nya yang sudah terlelap tidur nyaman.
Tapi dari kekesalan itu pula bara bersyukur karena ia bisa melihat alya kembali tersenyum.Bara pun merasa kehadiran milen lah yang lebih berarti ketimbang dirinya sendiri.
Sampai di rumah,mitha sudah menunggu kedua anaknya pulang di ruang tengah.Berharap bara sekalian membawa pulang milen adiknya.Doa nya terkabul,benar saja jika bara menggendong milen yang memang sudah tertidur.
Mitha mengikuti langkah bara yang hendak membawa milen ke kamar nya.Di baring kan nya milen yang langsung di selimuti oleh bara.Bara hendak pergi,tapi di jagal oleh mitha yang langsung menyuruhnya duduk di kursi yang memang ada di kamar milen anaknya.
Ia menatap mata anaknya,satu titik ia melihat kesedihan yang memang mitha tau itu sumber dari masalah anak nya.Mitha kemudian menggenggam tangan bara,mencoba meyakinkan nya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa lebih baik..."
"Iya mah,semua berkat milen.Karena dia alya kembali tersenyum,cukup membuat hati bara lega di buatnya"
"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?"
"Bara ngga tau mah,yang pasti alya masih diam.Entah maju atau mundur,yang terpenting sekarang bara bisa berpikir jernih dan mampu menyelesaikan masalah yang terjadi!"
"Mamah percaya padamu,tebih baik kamu istirahat...."
"Selamat malam mah..."
Bara bangkit dari posisi duduk nya,ia melangkahkan kaki jenjang nya keluar dari kamar milen menuju kamarnya.
Pagi harinya,selepas menunaikan ibadah sholat subuh,milen kemudian mengambil surat yang memang di perintahkan alya untuk di berikan pada bara kakak nya.
Milen masuk ke kamar bara,mendapati si empunya masih tertidur pulas membuat milen semakin senang.Di letakkan nya surat itu di nakas dekat tempat tidur kakak nya.Buru-buru milen pergi,takut bara keburu bangun.
Tak lama setelah milen pergi, bara mengerjapkan matanya yang mulai beradaptasi dengan ruangan kamarnya.Hari ini bara begitu malas,tak ingin pergi kerja,bahkan mandi pun.Tapi karena ia sudah libur beberapa hari,maka dengan sekuat hati dan tenaga ia melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.
Bara yang ingin mengambil ponsel yang kebetulan di atas nakas itu tak sadar,jika ada sebuah surat yang juga di letakkan bersanding dengan ponsel nya.
Saat hendak menelpon, bara kembali melirik kearah nakas.Ia kemudian mengambil surat yang ada di dalam amplop kecil berwarna putih itu.Di pandang nya beberapa kali,seperti bara sangat asing dengan surat itu.
Telpon tersambung,bara memerintahkan X untuk menyelesaikan masalah itu pun terus saja menatap amplop putih yang membuat bara tertarik dengan isi nya.
Setelah menelpon,bara menyimpan ponsel nya di atas kamar.Untuk menghilangkan rasa penasaran nya,bara kemudian membuka amplop itu secara perlahan.
Di baca nya dengan teliti oleh bara.Kala pertama melihat tulisan si penulis,membuat bara mengenalnya.Tulisan yang sangat indah dan rapih itu buatan alya yang sangat di kenal nya.
Isi surat itu cukup membuat bara terdiam,kata-kata bijak membumbuhi setiap kata demi kata yang mungkin isi nya sangat berarti untuk bara.
__ADS_1
Assalamualaikum wr.wb
Saya ingin mengatakan hal yang mungkin perlu di luruskan dan menjadi keputusan ku disini.Tuan.....Sesungguhnya Allah akan memaafkan hambanya,walaupun dosa nya sangat besar.Lalu kenapa saya tidak?...Saya masih kecewa dengan tuan,tapi niat untuk memaafkan sudah lebih dulu terucap di hati saja saat tuan kerumah.Sebenarnya saya tidak ingin semua ini terjadi,tapi apalah daya mungkin semua ini bentuk kasih sayang Allah pada saya.Tak bisa saya tolak rasa cinta ini masih merindu orang yang sama,yang mengkhitbah saya kala itu.Saya ingin bukti seperti dia yang memberikan bukti tentang hubungan tuan.Menunggu yang akan saya lakukan kali ini.Pasti tak pasti saya akan bersabar menjalani nya.
Cinta bukan hanya sekedar ucapan, namun harus dibarengi dengan pengorbanan. Mencintai dan dicintai itu adalah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wata’ala Saya menunggu mu bara aditama.
Wassalamualaikum wr.wb
~Alya ainiyah~
Bara terdiam,harapan nya kembali tumbuh seiring dengan surat itu datang.Alya memberikan nya satu kesempatan untuk membuktikan padanya bahwa semua ini rencana yang di buat oleh susan.
Sungguh Allah menciptakan mahluk yang sangat mulia seperti alya.Hatinya sungguh besar untuk memaafkan.Walaupun terluka berturut-turut tetapi ia tetap sabar dalam menjalani nya.
Bara yang kemudian memakai baju formal nya lantas pergi ke kantor tanpa sarapan pagi terlebih dahulu.
***
Hari ini alya di antar oleh ali dan yasmine ke bandara soekarno-hatta.Karena kebetulan pemberangkatasan alya tepat pada pukul sepuluh pagi hari.Ali mengangkat koper yang alya bawa ke bagasi mobilnya.Alya yang sudah berdiri itu kemudian di ajak masuk oleh yasmine.Sebelum mobil itu pergi,alya menatap lekat rumah yang memiliki banyak suka dan duka.
Sekitar dua jam lebih mereka di perjalanan.Tak ada perkataan yang keluar dari mulut alya,alya diam membisu.Sesampainya mereka di bandara,ali dan yasmine mengajak alya ke tempat menunggu .Beberapa kali yasmine mengajak alya untuk makan terlebih dahulu, tapi alya menolak dengan lembut.
"Jangan khawatir,disana ada manajer Ilham yang kebetulan paman pindahkan untuk membantu pekerjaan mu!"
"Terimakasih untuk semua nya paman,alya janji ngga akan kecewain paman dan bibi"
"Iya....untuk tempat tinggal sudah paman urus,nanti manajer ilham akan mengantar mu.Ketika sampai di bandara"
"Seperti nya alya harus pergi sekarang!!!aku akan rindu kalian berdua"
"Hati-hati nak"
__ADS_1
Alya memeluk ali dan yasmine satu persatu.Ia kemudian membawa satu koper yang sudah di persiapkan oleh bibi nya.Tak lama penerbangan Indonesia-Singapore lepas lantas.Ali dan yasmine kembali kerumah.Sedikit rasa cemas yang ada pada hati pasangan paruh baya itu.Tapi mereka tak bisa menolak keinginan alya,cukup melihat nya tersenyum bisa membuat hati ali dan yasmine lega.
Bersamnbung