Alya Love Story

Alya Love Story
Jalan-jalan


__ADS_3

Hari ini bara berencana mengajak alya jalan-jalan.Sehingga membuat nya menjadi giat bekerja,ia bermaksud menyelesaikan beberapa dokumen tepat jam 19.00 malam.Tetapi sayang,dokumen itu masih menumpuk.Bara tak khawatir karena  pekerjaan nya bisa di handle oleh rian sekretaris nya.


"Semua dokumen ini kamu urus!"


"Emangnya boss mau kemana sih?"


"Nanya mulu"


"Mau dinner sama alya kan?Habisnya  sekarang tuh sering pulang cepet.Gak kaya biasanya,jadi urusan kantor saya yang ngerjain"


"Oh...jadi kamu keberatan?Kalau gitu saya cari yang baru buat ganti posisi kamu"


"Eh....engga boss,kan cuma nanya.Nga kasihan apa sama temen sendiri"


Bara malah meninggalkan rian yang masih berbicara itu.Ia tak ingin pusing dengan semua  perkataan rian yang membuat nya bingung.Sesuai rencana,bara pulang kemudian menghampiri alya yang tengah duduk manis  di ruang tengah.


"Cepat siap-siap,kita akan pergi!!"


"Kemana?"


"Jangan banyak tanya,cepat ganti baju"


"Baiklah..."


Alya lantas pergi dari hadapan bara.Sedangkan bara duduk di ruang tengah menunggu alya kembali.Ia menyuruh seorang pelayan mengambil kan jus Orange dingin,karena bara merasa sangat haus.


Tak lama,alya kembali dan langsung mengajak bara yang tengah duduk memainkan ponselnya itu.Dengan cepat bara menoleh kearah alya yang sudah dulu melangkahkan kakinya keluar rumah.


"Hei....tunggu saya"


Tanpa di gubris,alya malah terus berjalan mengacuhkan bara.Sampai di depan mobil,bara menarik lengan alya pelan.Sontak saja alya terkejut bukan main mendapat perlakuan tersebut.


"Kau....Siapa yang menyuruhmu meninggalkan ku?"


"Bukan kah tuan yang bilang sendiri,cepat karena kita akan pergi"

__ADS_1


"Tapi kau tak harus seperti itu padaku"


"Baiklah tuan,sekarang saya mohon lepaskan tangan anda.Kita bukan muhrim....."


"Kau ini,selalu mengatakan kita bukan muhrim.Aku sudah mengkhitbah mu,lagi pula tinggal menunggu mamah pulang.Apa pegang tangan pun tak boleh"


"Tidak boleh tuan,karena hal tersebut bisa menjadi fitnah"


"Tapi saya sudah mengkhitbah mu,yang saya tau orang ta'arup pun boleh berpegangan tangan.Lalu kenapa kita tidak"


"Tapi...."


"Sudah masuk mobil"


Setelah lama berdebat,akhirnya bara bisa membawa alya pergi jalan-jalan,tujuan mereka adalah mall atau pusat perbelanjaan.


Bukan tak bisa bara  mengajak alya  ketempat yang lebih romantis,tapi ia  menginginkan dinner sekaligus berbelanja.Dan lagi alya tak menuntut jika ia membawanya ke mall.


Setibanya mereka,bara kembali memegang tangan alya.Ia sama sekali tak peduli saat alya hendak melepas genggaman nya.Bara malah semakin erat menggenggam nya.


Entahlah,alya harus siap dengan semua pandangan orang padanya.Bagaiman pun bara pasti akan melindungi nya.Karena hal itu pula alya menguatkan hatinya.


Bara mengajak alya ke sebuah wahana yang baru saja di resmi kan.Dengan penuh cekatan ia menggenggam tangan alya erat.Merwka berdua terlanjur dalam asik nya wahana tersebut.Alya pun tak lagi canggung walau banyak pasang mata melihat kearah nya.Mereka pasti menduga siapakah dirinya yang bisa berjalan bersama CEO bara aditama.


Selesai wahana tersebut,bara kemudian mengajak alya ke toko buku.Ia tau persis jika alya akan suka ketempat seperti itu.Tentu alya dengan senang hati membeli beberapa buku yang menarik untuk di baca.


Setelah itu acara jalan-jalan tersebut belumlah usai,bara membawa alya ke beberapa toko pakaian.Mulai dari gamis,khimar,ciput,sarung lengan,dan lain nya bara beli untuk alya.


Tak di sangka,kebahagian bara dan alya itu tak luput dari pantauan perempuan cantik bertubuh seksi itu.Wajahnya merah menahan amarah.Kekesalan memuncak di hatinya,rasanya ia ingin sekali menghampiri bara dan alya yang tengah tersenyum bahagia itu.


'Lihat saja,dalam tiga hari ini akan kurebut bara darimu.Tiga hari pula aku pastikan kau akan jauh dari hidupku dan bara'Batin susan yang kemudian pergi dari tempat persembunyian nya.


Sedangkan bara dan alya yang tidak mengetahui jika ada yang kesal dan benci karena kebahagian mereka itu terus saja jalan-jalan.


Tak lupa untuk menutup jalan-jalan kali ini,bara mengajak alya makan di sebuah restoran bernuansa kebarat-baratan.Saat alya di beri buku menu,wajahnya sangat bingung ingin memesan apa.Sebenarnya saat kuliah S1 dulu alya pernah di ajak ke restoran yang seperti itu.Tapi alya sama sekali tidak memesan makanan.Karena ia tau jika daging yang di pakai adalah daging ****.Karena menurut ajaran agama islam mereka yang muslim tidak boleh memakan daging ****,bukan saja memakan daginganya,menyentuh nya pun sudah di haram kan.Bara yang tau akan hal itu dengan cepat menentukan pilihan nya sekaligus pilihan untuk alya.

__ADS_1


"Saya pesan steak medium wave,dengan anggur 1976.Dan untuk dia tolong bawakan,soup chicken sous tomatoes,minum nya jus orange"


"Baik pak...."


Pelayanan itu langsung pergi dari hadapan bara dan alya.Bara yang melihat alya kebingungan itu kemudian mencoba menenangkan nya.


"Tak apa,semua yang di pesan itu halal kok!"


"Sungguh?"


"Iya....Apa kau tak percaya padaku?"


"Tidak...Karena jika saya percaya pada anda itu musrik tuan.Tapi saya akan tetap menurut"


"Baiklah...lupakan itu,apa kau senang hari ini?"


"Tentu tuan,saya sangat senang.Tapi anda tak harus membelikan baju lagi.Saat bersama tante mitha pun saya di belikan banyak baju,dan sekarang oleh anda tuan"


"Jangan menolak semua yang sudah saya berikan, terlebih rasa sayang ku ini"


Pipi alya sungguh merah menahan rasa malu yang di buat oleh bara tadi.Ia menundukkan kepalanya tanpa mau melihat kearah bara.Sampai makanan itu tiba,baru alya kembali pada posisi awal.


Di makan nya pelan makanan yang sudah di pesan terlebih dahulu itu.Bara sangat menikmati acara makan malam nya itu.Bukan saja makanan nya yang enak,tetapi pemandangan di depan mata nya pun enak di pandang.


Bara memotong kecil daging itu yang kemudian di arahkan pada alya.Ia berharap alya meunang memakan daging tersebut.Alya yang bingung pun hnya diam tanpa ingin memakan daging tersebut.


"Makanlah...."


Melihat bara memasang wajah memelasnya seperti itu membuat alya tak tega,ia pun dengan lembut memakan daging yang di sodorkan oleh bara.


"Apakah enak?"


"Iya....."


Tak tersangka acara makan malam itu selesai.Hambir 2 jam lebih bara dan alya berada di mall.Merekamemutuskan untuk pulang kerumah karena pun sudah mulai gelap gurita.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2