Alya Love Story

Alya Love Story
Pendapat


__ADS_3

Bara turun ke ruang tengah melihat alya dan milen sedang sibuk memakan kue.Telihat kue itu sangat indah di mata bara.Bagaimana tidak,kue yang berwarna ungu hasil dari warna buah blueberry itu tentu membuat bara ingin sekali mencicipi kue yang sedang di makan alya dan adik nya.


"Bagus sekali......kalian kue tidak mengajak    ku juga!!!"Ucap bara sambil melipat kedua tangan nya di depan dada.


Mendengar suara yang pamiliar di telinga alya dan milen,lantas membuat mereka berdua mengalihkan pandangan nya.


"Kalau begitu tuan makan bareng saya dan milen aja"Perintah alya dengan memperlihatkan senyum manis nya.


"Iya kak, kita makan bareng,lagi pula kue nya masih banyak"


Tanpa menunggu persetujuan bara,milen dengan cepat menarik tangan bara agar bisa duduk berdampingan dengan alya.Bukan apa-apa,hanya saja milen akan  lebih mudah untuk melihat kedua wajah orang yang kini sedang ia sayangi.


Blush


Wajah alya seketika merona,karena ia duduk berdampingan dengan bara,memang bukan pertama kali nya,tapi tetap saja membuat hati alya berdegup kencang ketika ia bersama bara.


A........


Milen mengarahkan potongan kecil kue itu ke mulut bara,tentu dengan senang hati bara menerima suapan dari adik nya itu.


Mereka bertiga tertarik dalam suasana bahagia.Karena sesekali terdengar suara ketawa dari milen membuat bara dan alya tersenyum.


"Kak alya......Milen berpikir gimana kalo kak alya nikah aja sama kak Bara????"


Pernyataan itu tentu membuat bara tersedak kue yang di makan nya.Tak jauh berbeda,alya pun sama terkejut nya dengan bara.


"Ih...kak Bara kenapa sih,kan milen cuma bilang kaya gitu udah terkejut nya minta ampun!!!"


"Alya.....mana mungkin  tuan bara mau sama kakak,lagian kak alya cuma guru pembantu milen belajar!!!"

__ADS_1


Jelas alya,membuat milen sedikit sedih.Bukan hanya milen,bara pun merasa tak senang dengan jawaban yang keluar dari mulut alya.Bara ingin alya mengatakan hal sebaliknya nya,mungkin hati nya akan sangat senang mendengarnya.


"Tapi kak...."Pinta milen


"Sudah lah...Kak Bara pun tak ingin menikahi seorang pembantu".


Milen sungguh sedih saat kembali mendapat penolakan, dari kakak nya.Air mata kini mulai meluncur bebas di pipi imut nya.


"Milen.....cuma pengen kak alya ada disini selamanya dengan status yang layak,milen emang masih 12 tahun,tapi milen harap kak alya bisa jadi istri buat kak bara"


Milen kemudian meninggalkan bara dan alya di ruang tengah.Tanpa menoleh sedikit pun kepada mereka.


"Milen......"Teriak bara mencoba menghentikan langkah milen, namun berhenti saat alya bersuara.


"Biarkan saya saja,mungkin itu lebih baik"


"Bukan begitu tu...tuan,hanya saja saat ini bukan lah waktu yang tepat".


Akhirnya dengan bujukan tulus dari alya,membuat bara dengan senang hati menuruti semua kemauan nya.


Alya mengetok pelan pintu kamar alya,tak ada sama sekali respon dari dalam kamar.Hanya terdengar suara isukkan yang ada di dalam kamar milen.


"Milen......Tolong buka pintu nya,kak alya mohon......"Masih tak ada respon dari dalam kamar.


"Milen kak alya mohon......"


Alya masih setia berdiri di depan kamar milen,berharap milen ingin membuka kan pintu kamar nya.Semua cara alya sudah gunakan,tapi milen masih tak membuka pintu karena.Tentu saja membuat hati alya sedih dan bersalah tentu nya.


'Mungkin ini cara satu satu nya'Keluh alya dalam hati nya.

__ADS_1


Alya menghela nafas panjang,ia berharap dengan cara terakhir yang ia punya ini,milen bisa membuka pintu kamarnya.


"Milen.....Buka pintu kamar nya,kalau enggak kak alya pergi aja dari rumah milen.Buat apa kak alya di sini kalau milen sendiri benci sama kakak!!!'


Masih tak ada respon dari milen,pintu nya pun masih tertutup rapat.Mungkin ini saat nya alya menyerah,milen sangat marah sehingga ia gagal kali ini.


Alya membalikkan badannya hendak pergi dari depan kamar milen,sebelum sebuah suara berhasil menghentikan langkahnya.


"Kak alya jangan pergi.......hiks milen sayang kak alya......."Ucap alya langsung menghambur memeluk alya erat dari arah belakang.


Alya tersenyum,akhirnya usaha nya berhasil.Walupun harus berkali kali menerima penolakan dari milen.


Alya membalikkan badannya agar berhadapan dengan milen,ia menatap lekat milen yng masih menangis itu.Ia menemukan ketakutan untuk kehilangan di mata milen,rasa sedih pun terlihat di wajah milen.


Kemudian alya mengajak milen untuk masuk kembali ke kamar nya,ia kembali memeluk milen agar meredakan isak tangis nya.


"Dengerin kakak ya......Bukan nya kak alya ga setuju sama pendapat dari milen,tapi kak alya merasa ga pantas di samping kak milen"


"Tapi kak.......Siapa yang akan menentang nya,kalo mamah pasti setuju.Karena dari kecil kak Bara pengen di jodohin sama perempuan sholehah".


"Milen sayang.......Jika bara jodoh kakak,mungkin kak alya sama kakak milen pasti bersama atas seijin allah".


"Kapan kak???"


"Kak alya nga tau pasti,tapi kalau milen pengen terwujud apa yang milen inginkan,lebih  baik milen berdoa meminta pada allah setelah sholat subuh,di jamin akan di ijabah oleh allah.


Kini milen tak lagi menangis,ia memang penurut dengan perkataan alya.Malah senyuman manis kini terlihat jelas di wajah milen.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2