Alya Love Story

Alya Love Story
Makan ice cream


__ADS_3

Suara adzan subuh membangunkan alya dari tidur nya.Ia mencoba untuk duduk,kepala nya terasa masih pening.Alya sangat kaget melihat bara yang tertidur di kursi,dengan cekatan alya memberikan selimutnya pada bara.


'Terimakasih telah menolong ku'Batin alya,kemudian ia beranjak menuju kamar mandi,mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah sholat subuh.


Setelah selesai sholat,tak lupa alya membersihkan tubuhnya agar terlihat segar kembali.Alya memakai gamis berwarna mocca dengan khimar yang di padu padankan khimar berwarna merah ati.Terkesan kalem dan cantik.


Melihat bara yang masih tidur,alya sedikit canggung untuk membangunkan nya dan mengajak nya  untuk menunaikan ibadah sholat subuh


"Tu....tuan....."Panggil alya,tapi tetap tak ada respon lebih dari Bara.


Kini alya mencoba untuk menyentuh lengan bara secara hati-hati,ia tak mau jika langsung bersentuhan dengan kulit bara.Karena ia bukaan mahrom nya.


Hm


Bara berhasil di bangunkan dengan sedikit goncangan yang alya buat.


"Ada apa???"Tanya  Bara yang masih mengucek matanya itu.


"Tuan....ini sudah waktu sholat subuh.Sebaiknya anda cepat sholat.Saya akan membuatkan sarapan untuk anda dan milen.Tolong ajak milen juga menunaikan ibadah sholat subuh Ya " Jelas alya,ia merasa sedikit takut menyampaikan hal itu pada bara.


"Apa kau sudah sehat???"


"Alhamdulillah sudah tuan,ini semua berkat tuan.Teimakasih"


"Kamu tidak perlu sungkan,jika masih tak enak badan tak perlu memasak.Masih ada pembantu yang bisa membuat sarapan untukku dan milen".


"Tak apa tuan,saya sudah sehat"


"Baiklah jika itu yang kamu mau"


Bara lekas keluar dari kamar milan,sesuai kesepakatan bara mengajak milen untuk menunaikan ibadah sholat subuh.Sedangkan alya tengah memasak di dapur untuk sarapan bara dan milen.Setelah selesai dengan kegiatan nya masing-masing,bara dan milen turun kemeja makan untuk sarapan.Seperti biasa,makanan yang di sajikan alya terlihat mengubah selera makan.


Bara dan milen terlihat menikmati sajian yang ada di depannya. Alya pun terlihat bahagia melihat mereka berdua makan dengan lahap nya.Setelah acara sarapan pagi itu,bara dan milen berangkat pada tujuannya masing-masing.Bara ke kantor dan milen kesekolah.Sebwlum masuk ke mobil,bara mengatakan sesuatu pada alya.


"Jika perempuan gila itu kembali, jangan biarkan ia masuk"


"Tapi kenapa tuan???"


"Kamu tak perlu tau alasannya".


"Baik lah saya mengerti tuan"


Bara masuk ekonomi dalam mobil,sedangkansedangkan aya kembali kedalam kamarnya untuk membaca kembali buku-buku yang di belikan oleh milen dan bara.


***

__ADS_1


Tak terasa,hari mulai sore.Milen yang baru pulang dari sekolah itu terlihat tak semangat.Melihat hal itu,alya kemudian menghampiri milen yang berada di ruang tengah.


"Adek cantik,kenapa ga senyum???"


"Ga papa kak"


"Gimana kalo kita keluar beli ice cream??"


Milen dengan spontan berubah dan menata alya penuh arti.


"Benarkah.....kita beli ice cream....yey"Sorak milen bahagia.


Alya dan milen menyusuri setiap jalan di komplek perumahan mewah itu.Alya sengaja berjalan kaki agar ia bisa menghirup udara segar bersama milen.Mulen tentu tak keberatan dengan keputusan alya.Ia juga merasa tak harus memakai mobil untuk membeli ice cream.Sesampai nya di pinggiran jalan,alya melihat gerobak penjual ice di dekat pohon besar.Tak pikir panjang,alya yang tengah menuntun milen itu berjalan kearah gerobak ice cream itu.


"Assalamualaikum pak,saya mau ice cream coklat nya satu dan ice cream strawberry satu"


"Waalaikumsalam,silahkan duduk mbak sambil nunggu ice cream nya jadi"


Alya menatap milen yang tengah  kegerahan itu ,keringat tak henti henti nya meluncur di kening milen.


"Milen ga suka ya di ajak panas-panasan buat beli ice cream???"Tanya alya penuh selidik.


"Enggak kok kak,justru milen seneng banget di ajak beli ice cream"


"Biasa nya milen beli ice cream di mana sama kak Bara???"


"Oh....kalau kak alya beli ice cream tuh di gerobak kaya gini"


Pembicaraan mereka terhenti,ketika tukang ice cream itu membelikan dua buah pesanan alya.Di berikan nya uang pecahan 50 ribu itu pada sang penjual.Alya kemudian memberikan ice cream rasa strawberry Itu pada milen,mereka pun menikmati acara makan ice tersebut.


***


Setelah setelah meeting,bara yang sedang berjalan bersama Rian itu hendak ke ruangan nya.Sebelum seorang staf memberitahu sesuatu pada bara.


"Maaf tuan,di lobi ada perempuan yang mengaku pacar anda"


"Siapa itu??"


"Nama nya nona susan tuan".


"Kamu gitu kamu bisa pergi"


Mendengar nama itu membuat bara merasa kesal bercampur muak.Perempuan masih saja mengganggu hidup nya.Setelah lama ia pergi dari kehidupan bara.


"Urus semua berkas yang belum gue tandatangani,gue mau balik.Dan satu lagi urus juga perempuan gila itu".

__ADS_1


"Baik boss"


Bara buru-buru pergi dari katornya,ia tak mau melihat wajah yang bisa membuat nya kesal itu.Supir yang sudah menunggu itu langsung menjalankan mesin mobil menuju kediaman aditama.Tak seperti biasanya,bara memperhatikan perjalanan kerumahnya.Saat matanya bertemu dengan dua sosok yang ia kenal betul,bara dengan lantangnya nya mengatakan.


STOP


Tentu supir yang membawa bara itu setengah terkejut bukan main.Ia tak habis pikir saat bara menyuruhnya berhenti.


Bara dengan cepat keluar dari mobil dan berjalan kearah perempuan dan anak kecil yang masih melahap ice cream nya.


"Sedang apa kalian berdua???"Tanya Bara dengan ekspresi kesal yang terlihat jelas di wajahnya.


Alya dan milen langsung mengarahkan pandangannya nya ke sumber suara.Lelaki yang tengah berdiri tegap dengan kedua lengan di lipat di depan dada.Pandangan nya tajam mencari kebenaran.


"Begini,milen pulang dengan wajah kusut.Jadi aku mengajaknya membeli ice cream".


"Iya kak Bara......"


"Milen,masuk ke dalam mobil.Kak bara mau bicara sebentar dengan kak alya"


"Baiklah....."


Milen berjalan kearah mobil.Ia, meninggalkan bara dan alya yang masih mengobrol itu.


"Apa kau tak berpikir sedikit pun,kau baru saja sembuh dan langsung jalan jalan juga memakan ice cream"


"Tapi itu hanya ice cream"


"Tetap saja,bagaimana jika nanti malam kau demam.Siapa yang akan mengajari milen,siapa yang akan membuat sarapan untukku dan milen.Lalu siapa yang akan mengaji di waktu pagi hari HUH???"


Alya melongo mendengar penuturan bara.Ia belum pernah mendengar bara mengkhawatirkan nya.Saat pertama kali bertemu ia malah di hadiahi ekspresi cuek yang dingin.


"Tuan itu tak akan terjadi,saya janji...."Ucap alya yang kemudian memberikan senyum manisnya pada bara.


"Saya itu khawatir...."


Kembali,alya mendapati mendapat rasa simpati dari Bara.Hati nya sedikit senang mendengar hal itu.Sedabgkan bara yang mengucapkan kalimat itu pun ikut terkejut.


'Gue khawatir,rasa apa ini........'


"Lebih baik sekarang kita pulang " Ucap bara yang langsung meraih tangan alya dan menuntun nya menuju mobil.Mendapat perilaku tersebut,alya langsung menghentikan nya.


"Tuan,tangan anda tolong di lepaskan...."


"Ah...maaf"

__ADS_1


Bara kembali salah tingkah saat memegang tangan alya.Ia lupa jika alya bukanlah perempuan sama yang ada di sekeliling nya,yang dengan mudahnya melepaskan hawa nafsunya.Jangankan melepaskan hawa nafsu,memegang tangan nya pun tak boleh.Bara pun tau,jika alya tak suka di sentuh oleh orang yang bukan mahrom nya.


 Bersambung


__ADS_2