Alya Love Story

Alya Love Story
Demam


__ADS_3

Bara yang baru sadar itu,langsung melihat kearah kolam renang.Ia terkejut melihat alya tergeletak di dari kolam renang yang air nya jernih itu.Dengan sigap alya menceburkan diri nya kembali masuk kedalam kolam.


Di gendong nya tubuh perempuan yang rela menyelamatkan nyawa adiknya itu keatas.Wajah nya terlihat sangat pucat,alya tak kunjung sadarkan diri ketika bara memegang pipi nya.Membuat hati bara semakin cemas dan bersalah.


Milen yang melihat alya tak sadarkan diri pun ikut sedih, berkat menyelamatkan nya alya pingsan dengan wajah sangat pucat.


"Kak selamatkan kak alya hiks " Tangis milen pecah,ia tak ingin kehilangan seseorang yang ia sayangi.


Bara dengan penuh kehati-hatian menekan dada alya pelan,agar air yang terminum oleh alya bisa termuntahkan.Tak ada respon nampak dari alya.Ia masih saja tak sadarkan diri.


'Tak ada cara lain'Batin bara,oalah ragu ragu ketika hendak memberikan nafas buatan untuk alya.


Bara mendekatkan kan wajahnya pada alya,sangat beberapa centi lagi wajah mereka berdekatan.Tiba-tiba saja alya memuntahkan air,dan kesadaran nya pun mulai ia dapatkan.Melihat itu bara kemudian menjauhkan dirinya,dan mengelus pipi alya lembut.


"Syukurlah.....kamu selamat"


Alya yang masih lemas itu hanya bisa pasrah ketika bara menggendong alya ke kamera milen.Sebenarnya alya tak menginginkan hal itu,tetapi raga nya berkata lain.Ia terkulai lemas tak bisa berbuat apa-apa.


Di letakkan nya alya di tempat tidur,bara pun dengan setia duduk di samping ranjang.Sedangkan milen berada di samping bara yang juga tengah melihat kondisi alya.


"Milen sayang....cepat ganti baju nya,nanti kamu Demam " Ucap alya yang masih peduli pada milen.Padahal ia sendiri dalam keadaan tak baik.


"Saat seperti ini kamu masih mengkhawirkan orang lain.Sedangkan kondisi mu jauh lebih memprihatiunkan"


"Saya tak apa tuan,hanya saja nanti milen bisa demam,saya tak mau melihat milen sakit"


"Milen nurut sama kak alya,tapi kak alya harus nurut semua perkataan kak Bara, ok??"


Alya mengangguk kan kepala nya,ia lebih memilih melihat alya sehat ketimbang sakit.Dengan cepat milen bergegas ganti baju di ruang ganti. Kini keadaan menjadi sedikit tegang,alya merasa sedikit canggung ketika bara masih menatap nya.

__ADS_1


"Sebaiknya nya tuannya kembali,saya bisa mengurus diri saya sendiri"


"Dengan tubuh yang masih lemah itu apa kamu yakin bisa mengurus semua nya sendiri??".


"Isyaallah tuan,saya masih kuat.Terimakasih sudah menyelamatkan saya"


"Tak apa,kamu juga telah menyelamatkan adik saya.Sebaiknya kamu cepat ganti baju.Takut nya nanti demamn"


Alya sedikit tersentuh.Bara ketika mendapatkan perlakukan bara yang terlihat lembut dan tak terkesan datar ataupun cuek. Bara pun meninggalkan alya untuk istirahat,ia pun kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya yang juga ikut basah.


Hari mulai berganti malam,bara sedikit cemas saat alya tak ikut makan malam bersama nya dan milen.Ia pun mencoba memeriksa kan keadaan alya untuk mengobati rasa penasaran nya.


Di buka nya pintu kamar milen pelan,agar ia tak menggangu orang yag ada di dalam.Bara memang tau jika adiknya tengah belajar di ruang tengah bersama beberapa pembantu nya.Karena hari ini alya tak bisa mengajari milen.Jangan tanya kenapa bara tak mengajari milen.Karena bara sendiri tak pernah mengajari milen sebelum nya.


Bara melihat alya tengah terlelap,tetapi tak memperlihatkan jika ia tengah tertidur pulas.Kening nya mengeluarkan keringat,wajah nya pucat pasi.Tapi matanya tetap terpejam.Seperti menahan rasa sakit yang tengah melanda nya.


Merasa khawatir dengan keadaan alya,bara berjalan agar lebih dekat kearah alya.Ia pun menyentuh kening alya pelan,agar tak membangunkan si empunya.


Milen yang mengetahui kakak nya berada di kamarnya pun menghampirinya.


"Ada apa kak,seperti nya kak Bara sedang cemas??"


"Milen kak Bara minta tolong,suruh bibi bawa kompresan kesini"


"Memang nya kenapa kak???"


"Kak alya demam tinggi,milen ga mau kan lihat kak alya sakit"


"Kak alya sakit....pasti karena milen ya kak"

__ADS_1


"Sudahlah. ....lebih baik sekarang milen ambil kompresan"


"Baik kak"


Milen menuruti perintah bara untuk mengambil kompresan.Sedangkan bara tengah duduk di samping alya.


'Di saat seperti ini,kamu masih peduli pada keadaan adik saya.Yang sama sekali bukan siapa siapa nya.Sehingga membuat nya demam tinggi seperti ini'.


Tak lama kemudian milen membawa kompresan yang di buatkan oleh bibi dan memberikan nya pada bara.Di kompres nya kening alya secara perlahan agar si empunya tak bangun.Tapi tetap saja,alya merasa kn sesuatu yang hangat di keningnya membuat ia terdapat dari tidurnya.Matanya menangkap dua orang yang terlihat cemas padanya.Alya memusatkan kembali pandangan nya pada gadis kecil di samping bara itu.


"Milen sayang....kamu udah ganti baju ,sholat,makan,belajar kan???"Tanya alya bertubi-tubi,padahal ia masih merasa lemas di sekujur tubuhnya.


"Iya kak"


"Sekarang lebih baik milen tidur di kamar kak Bara.Biar kak Bara merawat kak alya di sini " Ucap bara pada sang adik.


"Iya kak,milen tidur dulu.Kak alya cepat sembuh, selamat malam kak"


Milen kemudian keluar dari kamar nya dan beristirahat di kamar bara sesuai dengan perintah kakak nya.


"Tuan tidak perlu repot merawat saya,dan membuat milen tidur di kamar anda".


"Jangan pedulikan milen,karena saat ini kamu sedang demam.Lebih baik kamu tidur,saya tidak akan berbuat macam macam".Jelas bara


"Tapi....."


"Tidak ada tapi tapian"


Alya mengikuti perintah bara dan mulai memejamkan matanya kembali.Sedangkan bara masih setia mengkompres alya hingga ia tertidur dengan posisi duduk di bangku menghadap kearah alya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2