
Tak sampai di situ saja,dini hari sebelum adzan subuh berkumandang,alya merasa perut nya sangat mual.Ia beranjak ke kamar mandi untuk memuntahkan semua isi yang mengganjal di dalam perut nya.Bara yang terlelap dalam tidur nya itu merasa jika sang istri tak ada dalam dekapan nya.Bara pun terbangun mencari sosok istrinya,matanya mengarah pada kamar mandi yang lampu nya bersinar terang.
Benar saja,ia melihat alya tengah berjongkok di depan wasteful.Bara ikut memijat tengkuk leher alya agar ia merasa baikan.
"Apa lebih baik?"Tanya bara
"Iya mas,tapi badan aku lemas banget"
Bara kemudian menggendong alya sampai ketempat tidur.Ia menyibakkan selimut agar alya tak kedinginan.Bara menawarkan air putih tapi dengan cepat alya menolak nya.
"Aku panggilkan dokter yahh?....takut nya terjadi apa-apa"
"Ngga udah mas,kasihan dokter nya juga.Harus datang di waktu seperti ini"
"Tapi aku ngga bisa lihat kamu pucat sayang"
"Gimana kalo pagi...kalau aku nga mendingan,mas bisa panggil dokter.Tapi sekarang ngga usah ya?"Pinta alya
"Ya udah,kalau kamu mau nya kaya gitu,sekarang kamu mau apa?"
"Hm....mas bisa bacain aku surat Yusuf ngga?"
"Surat Yusuf!..." Ulang bara yang kebingungan
"Iya surat yusuf,katanya mas ngga mau lihat aku pucat kaya gini.Jadi penawar nya ya itu,baca surat yusuf.Bisa kan?"
"Bisa kok,mas wudhu dulu kalau gitu.Kamu tunggu di sini"
Bara wudhu,karena sang istri meminta nya untuk membacakan surat yusuf.Aneh bukan,biasanya surat yusuf itu di bacakan bila ada acara empat bulanan orang hamil.Yang maksudnya agar sang jabang bayi memiliki kepribadian yang mirip dengan nabi Yusuf.
Selepas itu,bara kembali berbaring di dekat sang istri,ia sudah siap dengan Al-Qur'an di tangan nya.Alya meletakkan kepalanya di lengan kekar milik bara,karena di situ lah ia mendapat posisi yang amat nyaman.
Bara memulai nya dengan lazad bismillah,lalu ia lanjutkan dengan membaca tiap ayat bait maupun garis surat Yusuf.Bara membaca beberapa makroh saja,karena istri pun sudah terlelap kembali di pulau mimpi.
Bara tak ikut tidur kembali,karena tak sampai habis membaca surat,suara adzan terdengar.Ia memilih untuk sholat dan berdoa agar sang Ilahi selalu memberikan nya kebahagian dunia maupun akhirat.
Pagi hari nya,karena keadaan alya yang tak baik.Bara berinisiatif untuk membuatkan bubur pagi ini.Setelah selesai,ia membawa nya naik ke atas menuju kamar nya.Memang setelah kejadian dini hari itu,alya masih belum bangun,wajah nya pun semakin pucat.
Bara mengecup pelan kening alya membuat si empunya terbangun dari tidurnya.Alya merasa badan nya sangat lemas hingga ia tak bisa merubah posisi nya.Untung saja bara sigap tanggap melihat kesulitan yang alya alami.
"Pagi sayang....ini bubur buat kamu,mas yang bikin sendiri"
__ADS_1
"Hm.....Jauhin mas,enek baunya"
"Engga kok,bukan nya kamu juga suka ama bubur"
"Ngga tau ih, ngga suka.Mas Jauhin sana bubur nya"
"Tapi kamu harus sarapan dulu,mas takut kamu sakit nanti"
Bara menyendok bubur itu,tapi alya menolak.Ia menutup mulut nya,berlari kearah kamar mandi.Bara yang terkejut pun langsung meletakkan bubur di atas meja,kemudian ia menyusul alya.
Lagi,alya memuntahkan isi di dalam perutnya yang hanya berwujud cairan itu.Saking lemas nya,alya hampir pingsan di buat nya.Untung bara sigap,ia membawa alya kembali ke tempat tidur.
Ia memerintahkan pelayan nya untuk menelpon dokter.Ia khawatir dengan keadaan alya yang tak baik-baik saja.Ia mengelus pelan punggung tangan alya.
Tak berselang lama dokter pribadi keluarga aditama datang.Ia membawa alat yang mungkin di butuhkan nya.Ia lalu memeriksa tekanan darah,dan nadi alya.
Dahi bara mengkerut melihat ekspresi wajah sang dokter,tersenyum di saat genting seperti ini.Mungkin itu yang ada di pikiran bara.
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan,tuan bara.Saya ucapkan selamat atas kehamilan istri anda.Kandungan nya baru 3 minggu, membuat nya sangat rentan.Saya harap tuan bisa menjaga nya dengan baik"
Bara terdiam sebentar,menelaah pasti ucapan sang dokter yang mengatakan bahwa alya hamil.
"Hamil dok?...."Jawab bara bahagia
"Terimakasih dok....biar pelayan saya yang antar dok ke depan"
Sungguh bara tengah di selimuti rasa bahagia yang amat besar.Ia mengecup kening alya lembut,akhirnya setelah lama ada nyawa yang di titipkan sang kuasa dalam rahim alya.
Bara memegang tangan alya,sesekali ia mencium nya.Bara menunggu sang istri sadar,dan memberitahukan nya bila ia akan segera menjadi ibu.
Terimakasih atas kepercayaanmu,kini kami akan berjanji merawat nya dengan baik.Doa bara dalam hari nya.
Tak lama alya mendapat kesadaran nya,ia memegang kepala nya yang sedikit pusing.Alya melihat jika bara tengah tersenyum bahagia kearah nya.Membuat nya penasaran ingin bertanya.
"Mas....ada apa?"
"Aku akan jadi ayah,sayang!!!"Jawab bara to the point
"Ayah?..."Ulang alya
Seketika saja bara mengganguk,ia mengelus perut alya yang masih rata.Begitu sadar alya sangat bahagia, hingga butiran air mata jatuh di pipi nya.
__ADS_1
"Mas...aku bahagia sekali"
"Iya sayang,ada bara junior di sini"
Kini bara harus over protektif terhadap alya,karena ia tak mau ibu atau janin nya terjadi apa-apa yang tak di inginkan.Sering kali bara libur kerja,karena alya yang tak ingin di tinggal oleh nya.
Berbeda dengan bara dan alya yang bahagia,hari ini rian berniat untuk membawa zya pulang dari rumah sakit jiwa.Tapi sebelum itu,rian menyempatkan waktu untuk datang kerumah zya terlebih dahulu.
Pintu rumah itu terbuka,memperlihatkan sosok pria berkharisma dengan baju kasual nya.Ia menatap rian datar tapi tak berselang lama ia pun memeperbolehkan nya untuk masuk setelah mendengar penjelasan kedatangan nya.
"Begini,paman dan bibi.Saya ingin mengatakan jika beberapa hari ini zya di bawa kerumah sakit jiwa"
"Apa!.....rumah sakit jiwa"kaget zydan yang terdiam sedari tadi
Bukan hanya zydan,sebenarnya ali dan yasmine pun sangat terkejut.Terlebih yasmine langsung menangis histeris,sedangkan ali menyembunyikan nya dengan ekspresi datar.
"Apakah zya ingin bunuh diri kembali?"Tanya ali dengan ekspresi datar nya.
"Bi,jangan sperti itu.Zya anak kita,mana mungkin zya melakukan hal seperti itu " lirih yasmine
"Yang paman Katakan benar,zya nekat bunuh diri.Hingga ada orang yang mengantar nya kerumah sakit jiwa untuk di obati.Kini keadaan nya sudah lebih baik,dan saya lihat pun zya sudah menyadari kesalahan nya.Karena itu saya hanya ingin mengatakan bila paman dan bibi bisa,jenguk lah zya untuk sekali ini saja.Karena hari ini zya di perbolehkan keluar,dan dia terlihat sangat kesepeian"
Ali beranjak dari tempat duduk nya,ia kembali ke kamar di ikuti yasmine yang memohon agar sang suami dapat menjenguk anak nya.Kini hanya rian dan zydan yang ada di ruang tengah.
"Apa benar,zya begitu depresi?"Tanya zydan memastikan
Pasalnya beberapa pekan ini zydan di larang keras oleh ayahnya supaya tak mencari keberadaan zya.Hatinya begitu sedih mendengar zya masuk rumah sakit jiwa.
"Hm....begitu lah bang,saya pun tak tega melihat nya.Zya merasa di dunia ini ia hidup sendiri,tak ada keluarga yang menyayangi nya"
"Sebegitukah Zya saat ini " sedih zydan
"Benar bang,dia merasa jika alya penyebab semua kebahagian nya hilang"
"Rian....Tolong saja,bantu zya melupakan bara.Saya tau,jika kamu orang yang tepat di samping zya"
"Saya akan berusaha bang,kalau paman dan bibi ingin menjenguk zya saya akan tunggu jam 16.00 kita bisa membawa nya pulang bersama-sama"
"Baiklah,thanks sekali lagi"
"Iya,saya pamit ke kantor dulu"
__ADS_1
Bersambung