
Setelah sang adik dengan susah payahnya ia usir pergi,kini giliran bara berjalan ke arah alya.Tentu alya buru-buru menunduk seperti biasa.
Tap
Langkah bara terhenti ketika telah sampai tepat di depan alya.Ia memandang alya tak suka,bukan karena rasa cemburu nya.Tapi karena alya yang selalu menundukkan kepalanya nya sangat ia tengah berbicara.
"Angkat saja kepala mu itu,Allah tak akan marah karena kau menatap ku!!"Ucap bara dengan nada datarnya.
Alya juga sadar,mungkin orang di depannya ini tak suka jika ia terus menunduk.Alya kemudian mengangkat kepalanya agar bisa menatap bara.
Sedetik pandangan mereka saling bertemu.Setelah itu bara mencoba mengalihkannya dengan melihat ke arah lain.
"Saya hanya ingin memberikan mu pekerjaan,untuk membantu milen dengan sekolahnya.Imbalanya akan cukup untuk merawat ayah mu yang tengah sakit!!"
Alya melongo sambil menatap ke arah bara,alya tak habis pikir jika orang yang di hadapan nya ini mau menerima kehadiran nya di samping milen,adiknya.
'Bukannya saat pertama kali,bara mencoba mengusir nya dari rumah.Tapi kenapa sekarang jadi berbeda'.Batin Alya
Ada sedikit rasa senang yang menghampiri hati alya,mungkin dengan jalan ini ia bisa membantu pengobatan sang abi dan tetap dekat dengan milen.
Tak pikir panjang,alya mengangguk mengatakan semua permintaan bara.
"Saya akan berusaha keras,membantu milen dalam tahap pembelajaran!!"
"Saya harap bisa memercayai semua perkataan mu itu " balas bara sebelum berbalik meninggalkan alya.
Raut senang kini terlihat jelas di wajah alya.Kini ia dengan leluasa mengajari milen dengan izin bara.Alya pun sangat senang ketika bara akan membiayai pengobatan sang abi atas jasanya.
__ADS_1
***
Malam hari nya,alya mencoba memberikan les tambahan untuk milen.Ia mencoba membantu nilai ulangan bahasa inggris milen yang kecil.
Berbeda dengan les yang di jalani milen selama di sekolahnya,milen justru lebih senang dan sesekali tertawa akibat tingkah konyol yang di gunakan alya untuk mempermudah cara ia memberikan ilmu nya.
Saat jam menunjukkan angka sembilan malam,milen sudah terlelap dalam tidurnya.Tak lupa alya menyuruh milen untuk menunaikan ibadah sholat isya sebelum tidur.
Melihat milen tertidur,alya sangat senang.Katena sejak dulu ia sangat menginginkan seorang adik yang lahir dari rahim sang umi.Tapi sayang nya,sang umi tak bisa melahirkan kembali karena saat alya lahir terjadi kontraksi hebat yang membuat rahim umi nya di angkat.Karena alasan itu pula,kedua orang tua alya sangat menyayangi putri semata wayang nya.Dan saat sang umi pergi ke sisi Allah,tak membuat aliran kasih sayang yang membanjiri alya habis.Masih ada sang abi yang menjadi superdad bagi nya.
Kini tujuan alya adalah membahagiakan sang abi tercinta.Dan membawa paman beserta bibi nya mengunjungi makan sang kakek.
***
Karena kehausan,setelah memberikan les tambahan bagi milen.Alya mencoba turun ke dapur untuk meneguk sedikit air agar dahaga nya bisa hilang.
Belum sempat kembali ke kamar milen,alya berpapasan dengan bara yang juga mencari pembantu nya.
Ada sedikit rasa takut menghampiri alya,tapi ia mencoba bertanya pada bara yang tengah memanggil pembantu rumahnya itu.
"Bibi sudah tidur tuan,memang nya tuan perlu apa???"Tanya alya dengan suara lembut nya.
"Saya ingin kopi!!!"Ucap bara dengan nada datar nya itu.
"Kalau begitu saya yang akan buatkan untuk tuan"
"Terserah..."Ucap bara yang kembali ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Setelah mendapat izin,alya pun membuat secangkir kopi panas untuk bara.Ia membawa nya ke kamar bara.
Tok tok tok
Alya mengetuk pintu kamar bara terlebih dahulu.Ia tak ingin masuk sebelum mendapat perintah dari tuan nya.
"Masuk"
Suara tersebut yang akhirnya membawa alya masuk ke kamar bara.Di lihat nya,bara masih sibuk menatap layar monitor nya itu.Dengan sesekali membolak-balikkan berkas yang ada di samping komputer nya.
Di letakkan nya secangkir kopi itu di dekat berkas yang tengah bara baca.Tak ada lirikkan sama sekali dari Bara, ia masih sibuk dengan dunia nya.
"Jangan terlalu sibuk bekerja,ini sudah malam,seharusnya tuan beristirahat.Jangan lupa untuk sholat terlebih dahulu.Allah tak akan senang jika hambanya melalaikan sholat hanya untuk kesibukan duniawi saja!!"Ucap alya yang kemudian berhasil mendapat lirikan dari Bara.
Tak ingin beradu pandangan,alya memutuskan untuk keluar dari kamar bara.Karena ia pun tak ingin berlama-lama bersama bara,takut nya menjadi fitnah.
Sesampai nya di kamar milen,alya merebahkan badannya di kursi panjang di dekat ranjang milen.Ia lebih senang untuk tidur di kursi dari pada harus tidur berdua bersama milen.Alya menganggap dirinya belum pantas,sehingga membuat diri nya tidur di kursi.
Di dalam kamar,bara menyempatkan untuk mencicipi kopi yang sudah di suguhkan oleh alya.Ia tertarik untuk mengetahui bagaimana rasa nya,apakah akan terasa enak seperti spageti yang di buatnya kemarin???
Di sruput nya kopi yang hangat itu,membuat bara kembali mengagumi alya yang membuat nya semakin menyukai cita rasa makanan ataupun minuman yang di buatnya.
Menurut bara,lidah nya sangat cocok dengan masakan yang telah di buat alya.Rasa nya memiliki magnet tersendiri untuk orang yang baru mencicipi nya.
Bara kembali mendengar nasihat alya yang masih dengan jelas ia ingat.Malam itu bara memutuskan untuk mengambil air wudhu dan menunaikan sholat isya.Setelah nya ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang ukuran nya sangat besar.
Tengah mengapa hari ini rasanya bara sangat senang,membuat ia terlelap dalam tidur nyenyak nya.
__ADS_1
Bersambung