Alya Love Story

Alya Love Story
Lika-liku tingkah milen


__ADS_3

Hari-hari semakin berlalu,milen merasa tubuh nya membaik.Sekedar catatan bila tubuh luar memang baik,tapi nyata nya di dalam rapuh.Terlalu rapuh hingga hembusan nafas pun dapat merobohkan nya.


Berbarengan dengan hal itu,kabar baik di sampaikan oleh bara pada sang mamah.Karena kini usia kandungan alya menginjak 7 bulan.Mereka akan mengadakan syukuran kembali seperti acara 4 bulanan.Hanya saja sang mamah juga milen belum dapat pulang,karena sekolah nya belum usai.


Entah kepinteran dari mana asalnya,mungkin bakat bawaan.Milen bisa melonjak kelas,kini milen ada di kelas 3 junior high school.Padahal umurnya masih 13 tahun.Dan lebih baik nya,dulu nilai milen sangat jelek hingga milen di beri pembimbing alya.


Sang kuasa maha membolak-balikan takdir seseorang.Hanya ia yang bisa,tak ada yang dapat menghindari nya.Berkat itu juga milen akan lulus dalam waktu yang singkat.


Bulan oktober ini adalah awal kembali nya milen ke sekolah.Ia sangat rindu,karena beberapa bulan paska terbongkar nya penyakit Leukimia yang menggrogoti tubuh mungil nya.


Milen menginjakkan kaki nya di depan sekolah tercinta,ia masuk di antar supir nya keruangan guru.Sekedar memastikan dan memberitahu keadaan milen yang sekarang.Setelah lama berbincang,milen pun di perbolehkan masuk ke kelas nya.


Beberapa teman yang seharusnya nya menjadi kakak kelas milen pun terlihat bahagia.Mereka tak membedakan bila milen adik kelas yang pintar nya luar biasa hingga loncat kelas.


Pembelajaran pertama usai,para siswa di perbolehkan istirahat.Begitu pula dengan milen,ia bersama kedua teman nya itu berjalan di lorong hendak ke kantin.


Setelah mendapat tempat duduk, milen dkk nya pun mulai memesan.Beberapa makanan ringan dan minuman dingin.Sesaat sebelum memakan makanan nya,milen ingat pembicaraan antara mamah dan kakak nya bila hari ini kandungan alya menginjak 7 bulan.Milen bersorak gembira dalam hati,ia mengeluarkan ponsel hendak menelpon alya.Kedua teman nya hanya diam,mengikuti alur saja.


"Assalamualaikum kak alya!"Ucap milen di sebrang telpon


"Waalaikumsalam  milen,tumben nelpon....Tapi kak alya seneng loh di telpon milen"


"Hehe iseng juga,milen rindu banget pengen ketemu kak alya.Rasa nya ngga mau tinggal jauh lagi deh"


"Kakak juga rindu sama milen,semoga bulan depan kita ketemu yah"


"Iya kak,sebentar lagi milen ujian,lalu mendapat kelulusan.Setelah itu milen akan pulang melihat calon keponakan milen"


Ingin nya sih begitu,semoga saja milen kuat ya-Allah.Doa milen dalam hati kecil nya


"Kak alya udah ngga sabar lihat wajah milen,pasti sekarang milen cantik banget kan?"Tebak alya


"Engga sih,gimana kalau kita video call aja kak?Mumpung ada acara juga kan?Milen bisa lihat kak bara sama yang lain"


"Ide bagus,sebentar..."


Alya memutuskan sambungan telpon milen,ia beralih pada sambungan video call.Bara yang tengah mengobrol bersama pak ustad itu terhenti kala melihat wajah sang istri yang tersenyum melihat kearah ponsel.


"Ada apa?"Tanya bara

__ADS_1


"Ini loh mas,milen telpon sekarang mau video call"


"Oh gitu"


Sambungan kembali terhubung,kini alya melihat wajah milen adik ipar yang paling ia sayang.walau di layar ponsel,tetapi ampuh mengurusi rasa rindu yang mendalam.


Milen ternyata melihat rival duel adu cekcok nya,siapa lagi kalau bukan bara.Sesekali milen memperlihatkan area kantin juga kedua teman nya.


"Hm...kak alya tau ngga,sekarang tuh milen udah kelas tiga"


"Sungguh....kak alya ngga percaya loh,ternyata milen udah pintar yahh sekarang"


"Alah....hal begitu juga di sombongin"Ketus bara


"Idih,tuh muka di kasih gula napah biar manis.Lagian milen kan bilang ke kak alya bukan kak bara.Sorry....milen ngga butuh pujian kak bara"


"Heh anak kecil,gue perban tuh mulut kalau ada di sini yah" Kesal bara


"Udah dong,ini tuh kabar bahagia.Kok malah berantem gitu...mas juga,milen tuh adik mas,dengan prestasi nya sekarang seharusnya nya mas bangga karena milen bisa sekolah junior high school nya dalam 2 tahun"


"Tuh yang di bilang kak alya bener..orang pinter juga di katain"


"Pinter sebuah keharusan milen,terlebih kamu tuh harus cerdas.Apalagi kamu harus bekerja keras biar bantu mamah dan kakak kelola perusahaan"


"Eh dasar,di omongin ngeyel"


Seandainya bisa,milen sangat bahagia kak.Milen pun berharap bisa sembuh dan bantu kalian,tapi kalau ngga bisa pun ngga papa.Toh di sana milen ngga sendiri,ada papah yang jagain.


"Lah...kok milen ngalaman Gitu " Ucap alya penasaran


"Hehe...banyak pikiran"


"Anak kecil punya banyak pikiran,mikirin apa sih"ketus bara


"Kepo...."


Lagi dan lagi mereka harus bertengkar,tak memperdulikan alya maupun teman yang ada di samping milen.Mereka berdua tak mengerti bahasa yang di ucapkan oleh milen,melihat milen bertengkar mereka tak bisa melerai jika tak tau apa yang di bicarakan.


Semua kekacauan itu harus terhenti kembali,di saat milen kembali mimisan.Tepat setelah itu alya dan bara menjadi cemas.Terlebih bara yang sudah dua kali ini melihat milen mimisan.

__ADS_1


"Milen sayang....kamu mimisan"Khawatir alya


Dengan segera milen mengelap darah dari hidung nya itu dengan tangan.Tak mau ambil pusing,milen pun berusaha menyudahi panggilan video call itau.


"Maaf kak,milen harus masuk sekarang Bell udah bunyi"


"Eh....tunggu dulu"Sergah bara menyelidik


"Ada apa kak bara?soal mimisan ini kalian ngga usah khawatir,milen baik-baik aja.Jaga keponakan milen,sekali lagi ngga usah khawatir "


Milen menutup panggilan itu,ia meminta tolong pada teman nya untuk mencarikan tissue.Sedangkan jauh di sana,milen membuat alya maupun bara cemas akan keadaan nya.Mereka menduga bila milen menutupi sesuatu hal yang penting.


Bagaimana tidak,alya dan bara paham betul bila bell belum berbunyi,dan terlihat anak-anak masih berada di kantin.Lamunan mereka berdua bayar, ketika pak ustad menghampiri.


"Jadi sudah bisa di mulai acara nya pak?"Tanya pak ustad


"Tentu,mari kita mulai"


Kembali ke milen,selepas dengan mimisan nya itu.Milen hendak kembali karena ia tak bernafsu untuk makan.Ia di antar kedua teman nya yang ikut khawatir melihat kondisi milen yang tiba-tiba pucat.Baru menyusuri lorong,milen tak kuat dengan bobot tubuh nya sendiri.Kaki nya gontai untuk melangkah.


Bruk....


Milen pingsan,kedua teman nya tentu panik setengah mati.Mereka lalu mencari bantuan,untung saja ada guru lewat.Sehingga milen cepat di bara keruangan UKS sekolah.


Guru yang memeriksa kesehatan milen sedikit ragu,ia mulai memeriksa kembali kondisi milen.Akhirnya ia memutuskan mengantarkan milen pulang,karena hampir 1 jam ia tak sadarkan diri.


Di kantor,mitha begitu cemas mendapat panggilan telpon dari wali kelas milen.Ia buru-buru pulang dengan keadaan yang sangat cemas.


Di rumah mitha melihat sang putri tengah terbaring lemas di kamar nya,ia melihat guru yang membawa nya pun masih terduduk.Mereka berbincang mengenai keadaan milen,tak bisa di pungkiri jika milen mulai rapuh.


Guru tersebut pun menyarankan milen untuk homeschooling atau belajar di rumah.Sehingga aktivitas tak terlalu berat,guru tersebut pun akan setia menjadi pembimbing nya di rumah.


Mitha tak tau harus berbuat apa,ia akhirnya menyetujui saran guru bernama Josh itu.Yang ia takutkan adalah milen tak bisa mengikuti ujian akhir dalam waktu dekat ini.Karena desember ia sudah di nyatakan lulus.


"Thanks Mr.Josh...."


"No problem"


Mitha mengantar tuan Josh itu ke depan pintu,setelah pergi mitha kembali duduk di samping milen.Ia mengelus Ranu unggal panjang hitam milen.

__ADS_1


'Momi tidak akan kuat bila kamu terus seperti ini,Momi ingin melihat milen sehat bukan pucat seperti ini.Fighting Girls.....fighting....I love you so much'


Bersambung


__ADS_2