
Alya sungguh terkejut dengan penuturan bara.Ia juga senang jika perasaan yang di alami nya juga di rasakan oleh bara.Tapi ia masih bingung untuk menjawabnya.
"Saya....."Jawab alya ragu-ragu.
Sebenarnya di dalam hati,alya merasa bingung.Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan bara,sedangkan hatinya masih tak karuan.Apalagi bara mengkhitbah nya,bukan semata-mata mengajak nya ta'arup.
"Saya masih bingung tuan,saya harap tuan mengerti dan memberi saya waktu untuk menjawab nya"
"Tak apa,jika itu yang kau mau.Aku ingin jawaban mu nanti bisa membuat kita bersama untuk Selama-lama nya".
"Tetapi apa saya boleh tau,kenapa tuan menyukai perempuan seperti saya?Sedangkan masih banyak wanita cantik yang ingin bersama tuan!"
"Apa kau tak merasa,aku bukan hanya menyukai mu, tapi juga mencintai mu.Entahlah aku rasa kau berbeda dengan yang lain.Kau perempuan yang aku yakin akan menjadi bidadari dunia dan akhirat ku,aku juga merasa kau bisa membawa ku dari dunia kegelapan"
"Apa yang tuan katakan itu benar?Saya mengira saya sama sekali tidak cocok dengan anda tuan.Terlebih saya hanya seorang perempuan yang tuan tampung,juga perempuan miskin dari bandung"
"Saya tak peduli jika kau miskin harta,tapi hatimu kaya akan kebaikan.Hal itu pula yang membuatku mencintai mu"
Hati alya senang mendengar kata-kata yang berhasil keluar dari mulut bara.Kini ia mencoba memahami semua perasaan bara yang memang sudah tak bisa di pungkiri jika ia sudah jatuh hati padanya.
Bara mengajak alya pulang,karena hari semakin malam dan hujan semakin deras.Bara takut nanti nya alya sakit,ia tak akan tega untuk melihat nya.
Sesampainya mereka,mitha dan milen terlihat bahagia yang juga tengah menunggu kepulangan alya dan bara ,ketika dua orang yang di tunggu akhirnya pulang.
Milen menghambur memeluk alya,ia menangis karena khawatir alya pergi begitu lama.Ia sungguh sedih jika alya tak akan kembali padanya.Melihat terlihat bahagia mitha dan bara ikut senang,karena bagiamana pun milen tak akan bisa di pisahan dengan alya.
"Lebih baik sekarang kalian mandi,mamah sudah masakin, makanan special buat kalian berdua"
Bara dan alya naik kekamar masing-masing membersihkan badannya.Setelah itu bara dan alya beriringan turun kebawah menemui milen dan mitha yang sudah duduk lebih dulu di meja makan.
__ADS_1
"Kak alya kenapa?pergi nga bilang milen dulu!"
"Sudahlah milen,sekarang kan kak alya udah ada"Pungkas bara yang langsung di beri nasi dan sayur oleh mamah nya.
"Milen nga nanya sama kakak " dengus milen kesal.
"Milen sayang biarin kak alya makan dulu yahh, nanti baru nanya.Milen nga sayang apa sama kak alya"
Mendengar naséhat dari sang mamah,milen dengan sekejap diam membiarkan alya makan malam dengan tenang.Suasana menjadi hangat dan harmonis kala itu.
Setelah makan malam,mereka duduk di ruang tengah mengobrol ria.Suara milen terdengar terus mengoceh meminta penjelasan pada alya dan bara.Ia sungguh takut jika kakak nya itu tak bisa membawa alya pulang kerumah.Melihat itu mitha di buat geleng-geleng kepala.
"Mah bara mau bilang,kalau tadi bara mengkhitbah alya buat jadi istri bara " Ucap nya to the point pada sang mamah.
"Kemarin di suruh nikah sama aku nga mau,tapi ini apa??"Sindir milen pada sang kakak.
"Milen sudah lah,mamah setuju aja.Lagi pula kalian sudah pantas untuk menikah"
Mitha tersenyum senang,karena sang putra sudah mulai memperlihatkan keseriusan nya.Berbeda dengan sang mamah,milen merasa tak senang,ia sangat jengkel untuk melepaskan genggaman tangan bara.
"Kak bara lepasin,kakak tuh bukan muhrim,belum saat nya"
Milen langsung duduk di antara alya dan bara,membuat genggaman tangan bara terlepas seketika.Bara kesal melihat tingkah sang adik,sedangkan alya malah senang karena ia bisa menyembunyikan rasa malu nya pada mitha.
'Nih anak ganggu aja,aku kirim ke luar negri sama mamah baru tau rasa loh'
"Mamah berencana ke london besok dengan milen.Untuk menyelesaikan beberapa bisnis yang tertunda di sana"
Bara senang bukan main,sedangkan milen menjadi sedih dan tak terima.Ia tak mengetahui sama sekali rencana sang mamah.Ia mengira pasti kakak nya ikut campur atas hal ini.
__ADS_1
"Kok milen ikut sih mah.Kan biasa nya juga di rumah sama kak bara"
"Jadi mamah ga boleh gitu bawa anak sendiri?"
"Milen jangan ngebantah,udah kamu ikut aja"
"Apa sih kak,aku tau kalau kakak kan yang rencana-in ini.Pokonya milen ga mau ikut"
"Milen ga boleh gitu sayang,bagaimana pun mamah milen kan mau pergi sama milen.Itu juga bukan waktu yang lama"
"Tapi milen mau kak alya juga ikut.Milen takut kak alya nga aman di rumah.Apalagi satu atap sama serigala kelaparan"Sindir nya.
"Oh jadi kak bara tuh,serigala kelaparan yah.Semua nya sudah siap,tadi rian udah bilang,jadi mamah bisa pergi besok pagi sampai milen"
"Uwah.......milen nga mau pergi hiks...."Tangis nya yang langsung pergi ke kamar.
"Tante saya tenangin milen dulu ya,permisi...."Pamit alya.
Tinggal mitha dan sang anak yang masih di ruang tengah mereka masih mengobrol tentang beberapa hal.Di akhir pembicaraan,mitha mengatakan sesuatu pada bara.
"Mamah titip mantu mamah,jangan sampai lecet sedikitpun.Atau pergi sebelum pernikahan.Mamah janji,seminggu setelah mamah pulang kita urus pernikahan kamu"
"Iya mah.....mamah tenang aja,bara akan jaga alya dengan sepenuh jiwa dan raga bara"
"Mulai nih anak mamah bucin,jangan sampai jadi serigala kelaparan yah"
"Mamah udah kaya milen sih!!"
"Udah-udah,sekarang lebih baik kamu istirahat.Mamah juga mau masuk ke kamar.Selamat malam....."
__ADS_1
Mitha masuk di susul dengan bara.Mereka istirahat setelah melalui hari yang begitu panjang.Karena besok pagi meraka harus pergi ke bandara bersama.
Bersambung