Alya Love Story

Alya Love Story
Rumah sakit


__ADS_3

Tengah malam alya sampai di rumah nya, memang saat ia pergi jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.Setibanya alya di rumah,ia hanya mengambil beberapa barang yang nanti nya ia bawa kerumah sakit.Karena ayah nya memang berada  di rumah sakit.Sopir yang tadi mengantar nya pun belum di suruh pergi olehnya.Sekalian juga alya menginginkan sopir pribadi paman nya itu mengantar nya kerumah sakit.Tiba di salah satu rumah sakit terpercaya di bandung,ia lantas masuk dan bertanya kemeja resepsionis.


"Assalamualaikum mbak,saya mau nanya,kamar bapak husein adhari di mana?"


"Sebentar nya mbak,saya cari dulu"


Perawat itu kemudian mencari nama yang alya sebutkan di komputer.Tak beberapa lama,perawat itu kemudian kembali menatap alya.


"Bapak husein adhari ada di kamar nomor 52.Mbak bisa lurus aja,nanti ada lift keatas.Di lantai dua,setelah keluar lift mbak bisa lurus kembali lalu belok kiri"


"Oh...terimakasih mbak,saya pergi dulu.Assalamualaikum...."


Alya mengikuti semua perintah yang di berikan perawat itu padanya.Benar saja,setelah keluar dari lift,alya langsung menemukan kamar 52.Dengan cepat ia membuka pintu itu,sungguh orang yang lima bulan ini ia rindukan itu tengah terbaring lemas tak berdaya di bangkar rumah sakit.


Air mata jatuh seketika di pipi mulusnya alya.Ia tak lagi kuat untuk menahan semua rasa rindu yang teramat dalam pada sang ayah.Ali dan yasmine yang melihat hal itu juga terenyuh.Mereka berdua ikut merasakan bagaimana rasa rindu itu.


"Maafin alya abi,alya ngga hubungan abi selama ini.Maaf selamat ini alya ngga ngurus abi dengan baik....Kalau masih ada umi disini,pasti abi baik-baik aja kan"


"Nak....biarkan ayahmu tidur dulu,dia baru saja di beri obat oleh dokter.Husein butuh banyak istirahat..."


"Baik paman...."


"Sini bibi temani kamu,agar ngga sedih lagi.Oh iya,kemana nak bara?kenapa ngga ikut?"


"Itu...."


Melihat wajah alya yang seketika sedih itu membuat heran yasmine dan ali,mereka pun tertarik untuk menanyakan apa yang sebenar nya terjadi.


"Ada apa alya,cerita sama bibi dan paman mu ini?"

__ADS_1


"Sebenarnya begini bibi,alya sudah memiliki hubungan lagi dengan tuan bara"


"Memang nya kenapa nak?Bukan nya bara sendiri yang bilang jika kalian yang akan segera menikah"


"Entahlah....Mungkin tuan bara bukanlah jodoh yang dikirimkan oleh Allah SWT untuk alya"


Mengerti dari maksud itu,membuat ali maupun yasmine tak lagi menanyakan hal yang lebih jauh pada alya,takut nya nanti alya kembali sedih.Mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk ponakan nya itu.Agar ia bisa kembali ceria seperti kecil dulu.Entah pukul berapa yang pasti,alya yang saat itu tengah sholat malam,terkejut ketika ayahnya tersadar dan melihat dirinya.


"Alya....."


Alya menoleh mendengar namanya di panggil.Alya berdiri di dekat bangkar yang di tiduri sang ayah,matanya kembali berkaca-kaca melihat kondisi ayahnya yang semakin memburuk itu.


"Abi....alya minta maaf,selama ini udah lupa mengurus abi..."


"Tidak apa-apa nak,abi mengerti semua nya sudah di jelaskan oleh nak bara"


"Bara...Memang nya abi pernah ketemu tuan bara?"


"Begitu rupanya,lantas kenapa abi ngga sembuh?padahal kan kaya gini abi jadi kelihatan tua dan ngga ganteng lagi"Hibur alya,seraya menerbitkan senyuman ayahnya.


"Abi memang sudah tua,dan lagi abi akan segera menyusul umi di sana"


"Abi ngga boleh gitu,ucapan adalah doa   bi"


"Lebih baik seperti itu nak,abi akan senang jika bersama umi.Toh abi pun tak akan kesakitan seperti ini"


"Abi harus tetap sehat,alya ngga mau kehilangan abi hiks,cukup umi aja abi....alya sayang abi,dan alya ngga bisa hidup tanpa ada abi " Tangis alya pecah.


Husein berusaha menghapus airmata alya yang terus mengalir deras di pipi nya.Ia memegang lembut tangan alya yang gemetar hebat itu.

__ADS_1


"Kalau abi sampai ngga sembuh,alya harus sabar dan kuat menjalani kehidupan ini.Alya tau kan kalau semua manusia juga akan meninggal,jadi alya harus relain abi".


"Abi....alya ngga mau,alya ngga bakal sanggup.Insyaallah abi pasti sehat,alya mohon jangan bilang kaya gitu lagi"


"Baiklah. ..tapi abi ngga bisa janji"


Tak lama kemudian adzan subuh berkumandang,ali dan yasmine memang pulang lebih dulu untuk mengambil perlengkengkapan yang mungkin di butuhkan alya.Sampai sholat subuh pun alya belum istirahat,apalagi tidur.Bagimana mungkin ia bisa tidur kalau pikiran nya seperti lembaran kertas yang menumpuk tinggi.Belum selesai dengan dengan masalah hubungannya, kini ia harus tegar dan berdiri kuat untuk merawat ayah tercinta.


***


Pagi ini adalah jadwal dokter untuk mengecek kondisi husein.Sebuah tetoskop itu di tetapkan di dada,agar dokter tersebut mengetahui keadaan husein.Saat selesai memeriksa kondisi husein,wajah dokter itu terkesan datar mungkin lebih terbilang khawatir.Tentu ekspresi itu langsung terbaca oleh ketiga keluarga yang sedari menunggu dokter itu berbicara.


"Sebaiknya kita bicarakan di ruangan saya" Ucap dokter itu yang hendak pergi lebih dulu.


"Saya juga ingin mengetahui nya dok,anda bisa berbicara disini"


"Baiklah,jadi begini....kondisi bapak husein sangat mengkhawatirkan,kanker nya mulai menyebar ke anggota tubuh lainnya.Penanganan di rumah sakit ini belum lah maksimal,sehingga saya menyarankan untuk membawa bapak husein ke Singapore sesegera mungkin"


"Apa tidak ada cara lain dok?"Tanya alya


"Itu cara yang mungkin di pilih untuk saat ini...Saya berharap pihak keluarga bisa mengambil keputusan"


"Kami pihak keluarga siap untuk pemindahan pasièn " Ucap ali mantap


"Baik,saya akan mengurus proposal nya pengajuan nya"


Dokter itu lantas pergi setelah mengatakan hal itu.Meninggalkan keluarga itu berkumpul menyatuu m dalam sebuah ruangan.


Ali dan yasmine sangat sedih kala melihat alya yang begitu sedih saat berbicara dari hati ke hati dengan sang ayah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2