
Semakin hari,bara terlihat uring-uringan dengan sikap alya yang menurut nya berubah 180 derajat.Ia sama sekali tak menyangka jika alya bisa menjadi orang lain menurutnya.Seperti kejadian yang membuat bara suntuk setengah hari ini.
"Mas.....ayo dong,katanya kita mau main roller coster,trus naik bianglala,masuk rumah hantu..."Rengek alya
"Ngga bisa sayang,kan dari dulu juga kamu takut ama yang gituan"
"Kata siapa?aku berani kok...apa mas yang takut?"
"Berani,cuman ngga yakin aja kita mau pergi kesana sekarang?....sedangkan tempat seperti itu buat anak kecil sayang"
"Sejak kapan wahana bermain buat anak kecil doang,dewasa juga bisa,kakek nenek juga bisa.Kalau wahana nya punya kamu baru aku percaya"Rajuk alya
Melihat mood alya berubah membuat bara menghela nafas dalam.Bara beranjak,membelai lembut khimar biru yang di pakai alya.
"Ok,kita pergi sekarang....."
Bara bersiap-siap sedang alya asik menikmati keripik kentang sembari melihat ponsel nya.Ia tak menyadari jikalau sang suami sudah selesai.
"Ayo pergi,keburu siang nanti"Titah bara berjalan lebih dulu
"Kemana?"Alya malah balik nanya
Jelas-jelas ia tau sendiri jika bara ingin mewujudkan keinginan nya tadi.Tadi dengan santai ia tak menoleh dan dengan asik nya masih berkutat di dunia nya.
"Kan kamu bilang mau ke wahana bermain,gimana sih!..."Jelas bara sedikit frustasi di buat nya
"Eh ngga jadi mas"
Bara ingin sekali memukul samsak saking kesal nya.Ia tak habis pikir dengan alya yang membuat nya terus meledak ledakan amarah nya.Pasalnya ia akan sia-sia memakai pakain rapih.
"Sayang.....kamu benar ngga mau ke wahana bermain nya?"Tanya bara lagi menahan emosi
"Engga mas,buat apa kesana juga"
Bener yah,tuh muka nyatuy amat.Tanpa ada dosa sekalipun.Kalo loe bukan istri kesayangan udah gue bebek dari tadi.Kesal bara dalam hati nya
"Terus sekarang mau apa sayang?"
"Hm....aku mau baca novel deh,kaya nya seru gitu.Mas beliin novel Fatimah azzahra sama Aisyah humaira yah "
What.....ngga salah,ini kenapa sih.Mood ya ambyar banget,ngga tau apa gue udah kesel banget.Lagi bara merutuki sekuat nya dalam hati
"Tapi aku ngga tau dimana beli nya"
"Ini ada maps dari google,mas tinggal ikuti aja arahnya.Trus ambil pesanan aku,aku udah pesen kok novel nya"
"Kamu ngga ikut?"
"Engga dong,kan aku lagi rebahan mas"
Dan untuk sepersekian kali nya bara harus menahan amarahnya.Ia harus sabar,banyak sabar malah menghadapi keinginan alya kali ini.
__ADS_1
"Ya udah kamu tunggu disini,jaga diri baik-baik"
Bara hendak pergi sebelum suara alya kembali menghentikan langkah nya.
"Mas..."
"Apa lagi sayang?kan mas mau cari novel yang kamu minta"
"Mas lupa yah..."
Alya berjalan mendekat kearah sang suami yang ia tau tengah di landa bad mood tingkat tinggi.
Cup
Ciuman manis itu membuat bara kembali terkejut,karena sekarang alya sering membuat nya serangan jantung karna tindakan nekat nya.
"Ciuman nya jan di lupain"Bisik alya
"Hm....makasih sayang"
Bara membalas ciuman alya setelah itu baru ia membeli novel permintaan alya sedari tadi.
Kebahagian tengah melanda alya dan bara saat ini,tapi mereka tak sadar bila ada yang tersakiti sangat tersakiti karena mereka berdua.
Zya,kabar nya sangat buruk.Ia terlihat gila, karena itu seseorang mengantarkan nya kerumah sakit jiwa.Zya terus mengacau berkata bila alya dan bara jahat karena berbohong padanya.
Hingga seorang suster menelpon pada rian.Karena hanya nomer nya lah yang tersimpan.Yang lain,telah di hapus oleh zya karena tak lagi memperdulikan nya.
"Kami dari pihak rumah sakit jiwa ingin memberitahukan bila pasien bernama zya sedang di rawat disini.Mungkin bapa ingin mengetahui nya,bisa datang langsung kesini"
"Apa...."
Rian benar-benar kaget dengan ucapan suster itu,hanya beberapa hari saja tak bertemu dengan sosok perempuan yang sudah mengisi hatinya ia tu membuat rian sangat terkejut.
"Baik,saya segera kesana"
Rian membawa mobil nya dengan kecepatan penuh,ia tak peduli bila nanti ada mobil polisi mengejar nya.Yang terpenting sekarang adalah mengetahui nasihat perempuan Malang itu.
Tak habis pikir memang,mengapa zya harus melakukan hal yang membuatnya rugi sendiri.Padahal dirinya saja cantik,multitalen,juga bisa mendapat laki-laki yang jauh lebih baik ketimbang bara.
Ironis bukan,karena cinta zya bisa gila.Karena cinta zya meninggalkan keluarganya,karena cinta hidupnya hancur merana,sedangkan karena cinta pun ia hampa tersisa tubuh sedang raga telah hancur berserakan.
Sampai di rumah sakit jiwa,rian langsung dia antar suster menuju ruangan dimana zya di rawat.Keadaan nya tak baik,rambutnya acak-acakan,matanya sembab, banyak luka sayat di tangan nya.
Rian masuk dengan hati yang sungguh pilu.Ia tau bila zya telah di landa kesedihan yang akan membuat nya stres seperti ini.
"Zya...."Panggil rian lirih
Si empunya menoleh pelan kearah sumber suara.Isakan nya terhenti melihat wajah rian memandangi ya dengan sendu.
"Rian.....aku ngga gila,mereka yang jahat karena berbohong padaku.Hiks....."
__ADS_1
Rian merengkuh tubuh zya kuat,menyalurkan kehangatan yang rian tau zya tengah merindukan nya.
"Jangan seperti ini zya,lupakan dia"
"Lupakan katamu,bara harus jadi milikku.Karena alya lah penghalang di hidupku, hingga sekarang aku hancur seperti ini"
"Bara.....alya....Apa maksudmu zya?"
"Dia laki-laki yang kucinta,bara aditama.Dan alya penghalang di hidupku ini rian...."
Sungguh kaget pun terkejut,rian baru mengetahui bila laki-laki yang zya cintai ini adalah bara.Boss dan teman nya sendiri.Tapi rasa keterkejutan nya ia simpan dulu walau hatinya terus menahan rasa sakit oleh setiap ucapan zya.
"Lupakan bara,toh sekarang dia sudah bahagia.Aku harap kamu pun bahagia zya,aku tak bisa melihatmu seperti ini"
"Aku tak bisa,aku sangat mencintai nya rian,dia cinta pertama ku"
"Belajarlah untuk merelakan,benahi hatimu itu.Agar seseorang bisa masuk dan membuat mu selalu bahagia"
"Siapa?....Siapa yang bisa,ku rasa hanya bara yang bisa"
"Aku,aku akan mencintaimu tanpa sekalipun menyakitimu,bukalah hatimu,agar aku melimpahkan kasih sayang dan cintaku padamu"
Zya terdiam,ucapan Rain terdengar tulus.Tapi ia tak bisa,hati nya telah memilih bara untuk menjadi pendamping nya.
Tapi untuk detik kemudian,zya mulai sadar bila dia memang salah.Bara tak mungkin berpaling padanya karena ia miliki alya disisi nya.Lalu apa dia akan gila untuk seumur hidup,tanpa merasa ada kebahagian sedikitpun.
Zya kembali menangis meminta pelukan hangat dari rian.Kini kesadaran nya mulai menjalar keseluruh tubuh.
"Terimakasih sudah menyadarkan ku,tapi maaf aku belum mencintaimu.Aku akan mencobanya,maaf pula telah membebani mu selama ini"
"Tak apa,aku akan menerima keputusan mu.Apa kau ingin pulang?...."
Zya menggeleng pelan,ia masih butuh waktu untuk menyendiri.
"Beri aku waktu 3 hari untuk menenangkan diri disini,kau bisa menjemputku bila waktu itu memang telah habis"
"Tentu,kalau begitu aku pergi sekarang"
Rian berbalik hendak pergi,tapi lengan nya di tarik pelan membuat nya menoleh kembali.
Cup
Ciuman hangat zya berikanĀ pada orang baik seperti rian.Zya merasa dirinya tak tau malu memang,mencium orang sembarangan.Tapi karena rasa terimakasih,ia tak tau harus melakukan apa lagi
"Itu untuk ucapan terimakasih ku,maaf jika aku mengagetkan mu"
"Tidak apa-apa,lain kali jangan di ulangi.Hasratku bisa lebih besar nanti nya"
Mereka berdua tersenyum senang,mungkin inilah awal baru bagi zya dan rian.
Bersambung
__ADS_1