Alya Love Story

Alya Love Story
Permintaan Milen


__ADS_3

Seperti biasa,suara adzan membangunkan semua insan yang terlelap dalam tidurnya.Menjadi penyeru agar tak melupakan kewajibannya terhadap sang pencipta untuk menjalankan semua perintahnya dan menjauhi semua larangan nya adalah bentuk ketakwaan seorang muslim.


Alya bangun dari tidurnya,ia segara mengambil air wudhu lalu menunaikan ibadah sholat subuh.Setelah setelah alya akan kembali melantunkan beberapa ayat suci Al-Qur'an yang senantiasa menjadi obat penenang hati nya.


Lagi


Bara terbangun karena suara merdu lantunan ayat suci Al-Qur'an yang di dengannya. Sudah 2 hari ini ia terbangun karena suara tersebut.


Tak heran bara langsung mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah sholat subuh.Seperti malam kemarin,bara kembali mengintip di ambang pintu kamar milen untuk sekedar melihat perempuan berbalut mukena putih itu melantunkan Al-Qur'an dengan suara merdu nya.


Setelah selesai membaca beberapa ayat Al-Qur'an,alya bergegas membangunkan milen.Ia tak ingin milen terlambat menunaikan shalat subuh.Sedangkan orang yang mengintip di ambang pintu sudah kembali ke kamarnya.


Pagi nya,seperti biasa milen dan bara beriringan turun ke bawah untuk menikmati sarapan pagi.Alya sudah terlihat di dapur menyajikan beberapa makanan yang kemudian di hidangkan oleh salah satu pembantu pembantu yang membantunya.


Mata milen tertuju pada gamis yang kembali alya kenakan.Gamis  pink itu yang pernah di pakai alya saat pertama kali ada di rumahnya.Milen berfikir jika alya sudah tak mempunyai lagi baju di rumahnya.Membuatnya  sedikit berinisiatif untuk meminta bara membelikan beberapa stel baju baru untuk alya.


"Pagi kak alya??"Ucap milen sembari duduk di kursi makan.Di iringi dengan hadirnya bara yang juga  ikut duduk di samping milen.


"Pagi milen sayang!!!"Jawab alya sembari memberikan senyuman manisnya pada milen.


Milen tersenyum mendapat senyuman indah itu.Tapi mata nya kembali ke arah gamis yang tengah di kenakan oleh alya.


"Kak alya pake gamis itu lagi???Memangnya ga ada lagi gamis nya??"Tanya milen yang juga membuat penasaran dari sang kakak.


Bara memang juga mengamati gamis yang alya pakai adalah gamis yang sama saat di tolong nya.


"Iya,soalnya kak alya cuma bawa 2 baju ke jakarta!!"Ucap alya yang kemudian kembali ke dapur untuk membuatkan secangkir kopi untuk bara.


Mendengar hal itu,lantas membuat hati milen kembali tergerak.Ia ingin kakak nya bisa membelikan gamis baju untuk alya.


"Kak Bara,milen mohon beliin kak alya gamis dan kerudung syar'i baru ya???"


"Untuk apa,dia kan hanya seorang pembantu....tak lebih!!!"Jawab bara dengan ekspresi dasarnya.

__ADS_1


Lihat saja,milen kini tengah menahan amarahnya.Ia tak ingin alya di samakan dengan para pembantu di rumahnya.


Brak


Sendok dan garpu yang sedang milen pakai kini di hentakkan ke meja,menghasilkan suara yang sedikit nyaring.


"Bukannya kak Bara janji,akan berubah.Apakah sesulit itu untuk membelikan kak alya gamis baru.Apakah uang kak Bara yang menggunung itu tak cukup untuk membeli beberapa baju gamis???Mamah pun tak akan pamrih untuk memberi sesuatu pada orang lain kak!!"


Milen mendorong kursi nya ke belakang.Lalu ia menuju kamarnya untuk mengambil tas dan langsung pergi ke sekolah di antar sopir pribadinya.


Sedangkan alya yang baru selesai membuat kopi itu pun tak mengerti kenapa milen terlihat begitu sangat kesal saat pergi dari meja makan.


Di letakkan nya secangkir kopi itu di depan bara.Alya kemudian kembali lagi ke dapur untuk membereskan sisa memasak nya.


Berbeda dengan alya,bara yang masih duduk di meja makan itu terlihat sangat bersalah.Di otak nya kini kembali muncul banyak pertanyaan.


Baru saja kemarin ia berjanji berubah pada milen,tapi pagi ini sudah kembali rusak.Mungkin bara masih tak mengerti,apa yang menyangkut alya akan mempengaruhi milen.Entah lah.....Mungkin kasih sayang milen pun lebih condong ke arah alya ketimbang pada nya.


Akhirnya bara memutuskan untuk menuruti perintah sang adik.Bara menghubungi Rian agar bisa membeli beberapa stel gamis beserta yang lainya.


***


Di kantor,Rian menghampiri bara di dalam ruangan CEO.Rian memperlihatkan nota baju gamis dan semua keperluan lainya.


"Semua nya sudah lengkap bos,itu nota nya!!"


"Kalau begitu kirim ke rumah ku,pasti kan milen melihat semua baju gamis itu"


"Baik boss"


Rian berlalu untuk menjalankan perintah dari Bara.


Sesampainya di rumah,di letakkannya baju gamis itu di ruang tengah.Terlihat banyak memang sehingga Rian harus memanggil beberapa pelayan.

__ADS_1


Alya yang tak tau dengan kehadiran Rian di rumah pun dengan senang membolak-balikkan Novel cinta islami yang tengah di bacanya itu.


Setelah selesai menyelesaikan tugas,Rian bergegas kembali ke perusahaan.Karena pekerjaannya masih menumpuk menunggu di kerjakan.


***


Pukul 16.00 wib,milen baru kembali dari sekolah.Ia terlihat lesu memasuki rumah,karena sampai saat ini ia masih kesal pada sang kakak.


Sebenarnya milen tak ingin melihat sekeliling ruangan yang ada di rumahnya itu,karena ia merasa benar benar lemas lesu tak berdaya.Tujuannya adalah kamar yang mampu memberikan nya rebahan yang nyaman.


Baru hendak menaiki anak tangga,mata milen melirik beberapa gudibag tersusun rapih di ruang tengah.


Langkahnya kembali ke ruangan tersebut, karena rasa penasaran,milen melihat satu persatu gudibag gudibag tersebut.


Betapa terkejut dan senang nya milen ketika melihat isi gudibag yang mungkin ada belasan yang berjejer rapih di ruangan itu.


Senyuman mengukir sempurna di bibirnya,apa yang di inginkannya terkabul. Benar....sang kakak membelikan beberapa gamis dan kerudung syar'i baru untuk alya.


Buru-buru milen memanggil alya untuk menghampirinya.Tak beberapa lama alya berjalan menuju milen yang terlihat snags bahagia itu.


"Ada apa milen....Kenapa Teriak - teriak panggil kak alya??"


"Nih...buat kak alya,milen ga mau dengar penolakan. Kak alya harus pake semua nya!!"


Di berikan nya gudibag itu kepada alya yang masih terlihat kebingungan itu.Saat melihat ini gudibag itu,alya terkejut.Ia bukan main.Ia di beri gamis baju oleh milen yang bren merk nya sangat alya kenal betul akan kemahalannya.


"Milen......Kak alya ga bisa nerima ini semua"Ucap alya yang kemudian memberikan kembali gudibag itu pada milen.


"Kak alya....Milen ikhlas kok kasihnya.Lagian yang beli juga kak Bara hehehe"


"Tapi kak alya tau betul kalau harga nya mahal"


"Tetap saja uang kak Bara ga akan habis kalau cuma beli itu kak,pokoknya nya kak alay harus pake baru itu"Tawar milen final.

__ADS_1


Dengan berat hati alya menerima semua gamis itu,karena milen terus memaksanya.


Bersambung


__ADS_2