
Setelah merapikan alat sholat,alya bergegas ke kamar bara untuk mengembalikan ponsel nya yang tertinggal.
Tok....tok....tok
Setelah mengetuk pintu,alya langsung masuk ke dalam kamar bara.Karena bara pasti sangat sibuk sampai tak mendengar ketukan pintu oleh nya.Alya menghampiri bara yang sedang membaca beberapa berkas penting di meja nya. Di letakkan nya ponsel bara di meja,tentu si empunya langsung menoleh melihat orang di depannya.
"Saya hanya ingin mengembalikkan ponsel anda yang tertinggal tuan"
Kemudian alya berbalik hendak pergi,tapi langkah nya terhenti saat ia mengingat sesuatu.
"Tuan tadi ada panggilan masuk di ponsel anda"
"Siapa???"Tanya Bara yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.
"Namanya yang tertulis perempuan gila tuan"
Bara langsung menoleh, sungguh ia tak percaya jika alya mengangkat telpon dari si perempuan gila itu.
"Apa yang di katakan nya???"Kini Bara mulai penasaran dengan jawaban yang akan eluar dari alya.
"Perempuan itu hanya bilang,kenapa ga di jawab panggilan nya.Trus perempuan itu juga bisa HONEY"
Mata nya menoleh seketika mendengar alya mengatakan kata tersebut.Jika itu perempuan gila mungkin bara akan jijik mendengarnya.Tapi saat alya mengucapkan nya,entah kenapa hati bara sangat senang.Ia merasa bahagia sekali.Tak ingin tergoda,bara kemudian menyuruh alya agar kembali ke kamar milen.Ia tak mau jika alya menjadi santapan serigala buas yang tengah di landa kelaparan. Setelah alya pergi dari kamar nya,bara kembali menyibukkan dirinya dengan mengurus beberapa dokumen dan berkas penting.Ia tak mau terlalu dalam khayalan yang terus membuat nya terjebak ke lubang hitam.
****
Tak terasa hari sudah semakin sore,bara berencana mengajak milen untuk pergi ke toko buku.Sebenaranya saat hendak pergi milen mengajak ala juga,tetapi alya menolak ajakan milen secara halus.Sebenar nya milen sedikit kecewa dengan keputusan alya,tapi apa boleh buat ia pun tak bisa memaksa keinginan alya.Akhirnya bara dan milen pergi berdua,sedangkan alya menyibukkan dri dengan memasukkan di dapur.Agar saat pulang dari toko buku,milen dan bara bisa langsung makan.Ketika alya tengah sibuk memasak,seorang perempuan datang ke dalam rumah.Ia sama sekali tak merasa malu atau pun canggung.Hingga seorang pembantu menghampiri alya.
__ADS_1
"Non alya,di ruang atau ada perempuan,kata nya mau ketemu tuan bara.Non alya tau ga kemana tuan bara pergi???"Tanya pembantu tersebut.
"Kalau begitu tamu nya suruh nunggu sebentar ya Bi,saya cuci tangan dulu.Biar nanti saya yang bicara".
"Baik non....."
Pembantu tersebut kemudian kembali ke ruang tamu untuk memberitahukan perintah alya.Sedangkan alya tengah nyuci kedua tangan nya.Alya berjalan menuju ruang tamu,ia melihat seorang perempuan berbaju maroon tengah duduk manis di ruang tamu.Alya belum dapat melihat wajah jelas perempuan itu,karena ia membelakangi nya.
"Assalamualaikum mbak,cari siapa ya???"Tanya alya ramah.
Ketika si perempuan berbaju maroon itu menoleh,ia sedikit terkejut dengan kehadiran alya.Banyak pertanyaan yang muncul di kepala nya.
*Siapa dia???
Kenapa dia ada di rumah bara???
Apa hubungan nya dengan keluarga aditama???
Sepupu bara???
Atau kah istrinya???
Sebenar nya siapa dia*???
Semua pertanyaan itu berputar di kepala perempuan berbaju maroon itu.Ia kemudian berdiri kearah alya yang sedang menatap nya sambil memperlihatkan senyuman nya.
"Maaf mbak,anda cari tuan bara???"Tanya alya lagi.
__ADS_1
Perempuan itu berusaha menjernihkan pikiran nya,ia sedikit lega saat alya mengatakan kata 'TUAN' berarti pertanyaan yang ada di kepala nya salah.
"Iya,saya cari pacar saya!!!"Ucap perempuan itu berlagak sombong dan angkuh.
"Tapi tuan bara sedang pergi dengan milen mbak,mbak bisa pulang dulu."
Perempian itu terlihat sangat kesal,ia tak terima dengan perkataan alya.Menurut nya alya tengah mengusirnya dari rumah kekasihnya.
"Siap kamu yang berhak mengusir saya,huh? ??"Bentak perempuan berbaju maroon itu sambil menunjuk kearah alya.
"Astagfirullah haladzim mbak,saya ga bermaksud untuk mengusir mbak,saya hanya".
"Alah......sok alim loe,gue tau sekarang pasti loe kan yang tadi ngangkat telpon nya bara???"Tuduh perempuan itu.
"Istighfar mbak,saya memang yang angkat telpon itu,tapi saya ga bermaksud untuk mengusir mbak"
Bukan nya mengerti,perempuan berbaju maroon seksi itu malah semakin tersulut emosi.
"Saya itu pacar dari Bara aditama,kamu ga berhak usir saya dari sini!!!"
"Saya minta maaf mbak,saya ga mau mbak nunggu lama aja.Kalu misalkan mbak pengen nunggu silahkan saja,saya akan kembali ke dapur".
Alya langsung meleos pergi dari hadapan perempuan berbaju maroon itu. Ia tak ingin jika beradu argumen lebih panjang dengan perempuan itu.Karena menurut alya,ia lebih baik mundur ke timbang harus tersulut emosi.Perempuan itu kembali ke posisi duduk nya,amarah nya masih belum mereda.Ia memilih untuk membaca majalah di depan nya.
'Awas aja,setelah bara pulang,loe bakal gue adu-in ke bara,supaya dia mecat loe ' Batin perempuan itu.
Berbeda dengan perempuan itu,alya kembali sibuk di dapur dengan masakan nya.Sesekali terdengar lantunan sholawat merdu dri mulut nya.
__ADS_1
Alya memang tipikal orang yang sabar,baik rendah hati,dan tak pernah membenci orang lain.Sehingga saat ia meladeni perempuan seperti itu alya dengan sabar menghadapi nya.
Bersambung