
Yang di tinggal bukan merasa bersalah,tetapi sangat bahagia.Hatinya tengah berbunga-bunga atas semua rencana yang berhasil di lakukan nya.Susan bangun dari tidur palsunya.Senyuman licik mengembangkan cerah di wajahnya.Puas rasa yang tengah di rasakan susan saat ini.Ia lantas berjalan kearah jendela kearah hotel yang di tinggalinya.Tangan nya ia silang kan di depan dada,menatap lepas ke keramaian di luar sana.
"Rencana ku berhasil....sangat sempurna!!!"Ucapnya seraya tersenyum sendirian.
***
Bara berlari kecil keluar dari hotel itu,sambil menelpon rian sekretaris nya.Di ceritakan nya semua hal yang sudah terjadi itu,bara ingin rian mengurus nya secepat mungkin dan sebaik mungkin.Setelah telpon itu terputus,barulah bara memikirkan cara untuk mencari sang pujaan hati yang pastinya terluka setelah melihat kejadian tadi.
Bara semakin cemas dan khawatir kalau ia takkan bisa menemukan alya di sekitar hotel marista.Apalagi kini sudah malam,ia takut terjadi sesuatu pada alya.Bara kemudian mencari sebuah kontak telpon di ponselnya yang di beri nama samaran X.
"Saya ingin kau dan anak buahmu mencari seorang perempuan berkhimar.Akan ku kirimkan foto nya"
"Baik boss"
Bara kembali mencari alya menggunakan mobil.Berharap seperti terakhir kali,ia akan bisa menemukan alya dengan mudah.
Sedang yang di cari itu tengah berjalan sendirian di jalanan yang cukup sepi itu.Tangis nya belum reda,begitu pula hatinya yang terluka.Alya lantas duduk di sebuah bangku untuk menunggu bus,cukup lama ia termenung,menangis,mengeluarkan rasa sakit yang tengah melanda hatinya.
Gambaran itu terus saja berputar di kepalanya.Bak sebuah CD yang teru menerus di putar tanpa ada kata lelah sedikitpun.Membuatnya merasakan sakit yang amat dalam.
"Ya allah...apakah ini cobaan untuk firasat ku itu,kenapa kau buat begitu sakit untukku...Apakah ku tak berhak untuk bahagia,disaat hati ini tengah memulai lembaran baru.Tapi kau tumpahkan dengan noda yang seketika harus aku ganti.Belum cukup kah luka yang dulu engkau berikan padaku, hingga sekarang pun yang lakukan kembali.Sakit.....kala melihatnya melakukan hal seperti itu. Jika benar ini cobaan untukku,maka berilah aku kesabaran,kekuatan,dan obat yang bisa membuatku melupakan dirinya"Ucap alya yang tak tahan lagi dengan takdirku.
Belum kering air mata di pipi alya itu,belum tenang hati alya itu,saat ponselnya kembali berdering kala sang paman menelpon.Di hapusnya cepat-cepat air mata itu,agar sang paman tak mengetahui jika ia tengah bersedih dan terluka.
"Hallo.....Assalamualaikum,ada apa paman?"
"Waalaikumsalam,nak apa ku senang menangis?"Tanya ali menelisik
"Tidak paman...ada apa?"Tanya alya lagi,ia berusaha agar suara nya tak terdengar habis menangis.
"Begini,paman ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu"
"Sesuatu yang penting?Apa itu paman!"
"Husein sakit kembali,kini dokter menyarankan agar merujuk nya kerumah sakit yang ada di Singapore"
__ADS_1
"Astagfirullah haladzim ....Abi sakit lagi,bukan nya abi sudah sehat dan mampu beraktivitas seperti semula?".
"Entahlah nak,tiba-tiba ayahmu sakit kembali.Paman minta kau pulang sesegera mungkin"
"Tapi alya tak punya uang untuk pulang paman"
"Kalau begitu alya kerumah paman saja,biar nanti sopir paman yang akan mengantarkan alya ke bandung"
"Sekarang juga alya kerumah paman.Tolong katakan pada abi, tunggu alya pulang..."
"Baiklah, kalau begitu paman tutup dulu.Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam..."
Alya dengan segera memesan ojek online untuk mengantarkan kerumah paman ali.Tak butuh waktu lama seorang driver online itu datang dan mengantar alya kerumah paman ali.
Setelah membayar ojek itu, alya lantas masuk kerumah yang cukup besar.Walau tak sebesar kediaman aditama.Alya kemudian bertanya pada satpam yang berjaga, ia mengatakan ingin bertemu sopir pribadi paman nya.
Satpam itu tentu pergi mencari sang sopir untuk alya.Hanya butuh waktu kurang lebih sepuluh menit satpam itu kembali membawa seorang sopir yang usia yang sudah cukup tua.
"Iya saya alya pak"
"Non alya mau di antar pulang kebandung sekarang?"Tanya nya lagi.
"Iya,abi sedang sakit.Jadi saya harus cepat-cepat pulang.Bapak bisa antar saya sekarang kan?"
"Bisa non,tadi juga tuan sudah bilang kesaya.Kalau begitu saya ambil mobil dulu..."
Alya menunggu sopir itu mengambil mobil.Kemudian ia langsung berangkat malam itu juga.Karena sekarang yang terpenting adalah kesehatan sang abi ketimbang hati nya yang hancur itu.
Di perjalanan,ponsel alya terus berbunyi.Ternyata itu semua panggilan masuk dari bara yang tak di jawab oleh alya.Merasa jengkel akan hal itu membuat alya mencopot kartu ponselnya.Sehingga tak ada lagi suara dari ponsel nya.
***
Bara terus uring-uringan,seraya mengacak rambutnya kasar.Sungguh ia tak tau lagi harus mencari kemana keberadaan alya.Tak lama ponsel nya berbunyi.Bara Sangat berharap jika alya yang menelpon dirinya.Sayang seribu sayang,bukan alya yang menelpon melainkan X.Membuat hati bara semakin gelisah di buat nya.
__ADS_1
"Hallo boss,kami ngga berhasil menemukan perempuan yang boss minta"
"Kalian bisa kerja ngga sih.Cari satu perempuan aja ngga dapat"
"Maaf boss"
"Terus cari sampai ketemu"
"Baik"
Bara semakin frustasi di buatnya.Bara berfikir keras dimana aja bisa menemukan alya.Tujuan nya terkejut pada rumah.Pikirnya,mungkin ia bisa menemukan alya di rumah.Karena beberapa jam ini bara hanya keliling hotel marista dan beberapa sudut jalan dekat rumah nya.
Secepat mungkin bara membawa mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kediaman nya.Sesampainya ia,bara lantas masuk kekamar milen,tetapi tak menemukan alya.Ruang baca pun tak ada.Semua baju dan perlengkapan alya masih komplit di kamar milen.
Kemudian bara turun kembali,ia berteriak keras memanggil semua pembantu di rumah nya.Ia lantas bertanya pada semua orang tentang alya.Tapi nihil, tak ada seorang pun yang melihat alya pulang setelah pergi tadi.
Para pembantu sungguh di buat takut oleh bara.Entah kenapa mereka merasa bara kembali pada jati diri dulu yang amat keras dan kejam.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada tuan bara?"
"Saya juga ngga tau"
"Serem amat,ngambek nya"
"Kayak nya ada yang salah dengan tuan bara"
"Mungkin juga"
Ucap para pembantu itu yang bisik-bisik melihat tingkah laku bara yang terkesan galak.
Bara duduk di ruang tengah,ia tak tau lagi harus mencari kemana alya.Terlebih lusa sang adik dan mamahnya pulang dari luar negri.Ia harus mengatakan apa jika tau alya tak ada di rumah.
Kamu kemana alya,saya mohon jangan salah paman.Kembalilah biar ku jelaskan semua nya padamu.Aku harus mengatakan apa pada milen nanti,saat ia tau orang yang sangat di sayangi nya tak Ada.
Batin bara di kala termenung nya itu.
__ADS_1
Bersambung