Alya Love Story

Alya Love Story
Rencana bulan madu


__ADS_3

Zydan harus berupaya membuat zya tau jika  ia salah paham pada semua yang terjadi.Bagaimana pun cara nya,sesulit apa pun jalan nya.Zydan harus menempuh nya agar bisa membuat kebahagian kembali dalam keluarga nya.


Malam harinya sesuai yang dijanjikan,alya dan bara pergi ke kediaman ali adhari.Sebenarnya alya tau jika hal yang akan di bahas kali ini tentang zya.Karena alya merasa jika paman dan bibi nya kini telah mengetahui semua nya.


Alya tak banyak berbicara dalam mobil,melamun yang dilakukan nya sedari tadi.Begitu pula dengan bara yang lebih memfokuskan diri pada laju mobil nya.


Sesampainya mereka,zydan yang memang berada di depan rumah itu langsung menyambut kedatangan alya dan bara.Ia membawa mereka berdua masuk menemui kedua orang tua nya yang sudah menunggu di ruang tamu.


Kue dan teh telah di sajikan,semuanya telah berkumpul dan tentu ali langsung berbicara to the point pada alya dan bara juga zydan.


"Mungkin kalian berdua sudah tau perihal undangan untuk datang kemari bukan!!!"


"Tentu paman"


"Begini alya...sesuai janji paman,perusahan yang berada di Singapore akan berbalik nama dan menjadi milikmu seutuh nya.Sedangkan perusahaan pusat akan paman beri pada zya dan zydan"


"Jika memang itu yang terbaik,alya akan menerima nya.Alya tersenyum mencairkan suasana.


"Apa kau tak merasa iri bila perusahaan itu paman bagi pada kedua anak paman?"Tanya ali ragu-ragu


"Tentu saja tidak,itu memang hak mereka.Alya tidak akan menuntut atau iri pada kak zydan juga zya.Parusahaan Singapore pun surup lebih dari cukup bagiku paman...."


Melihat ketulusan hati alya,membuat zydan merasa bangga dan ikut berkomentar.


"Terimakasih alya"


"Iya kak"


"Paman juga ingin minta maaf pada kalian.Karena zya bersikap tak sopan dan berbuat ulah pada kalian berdua"


"Paman ini juga salah saya,mungkin perhatian saya membuat ada secercah harapan untuk zya"Tambah bara ikut bersuara.


"Tidak nak,zya memang anak yang bodoh.Karena Suka terhadap orang tak di kenal.Oleh karena itu,sekali lagi paman ucapkan maaf sebesar-besarnya"


"Paman....jangan seperti itu,tak akan ada yang tau rasa akan tumbuh pada siapa.Hanya allah yang maha tau,itu pun bukan salah zya untuk menyukai mas bara " Ucap alya


"Sungguh kami beruntung memiliki keponakan seperti kamu alya,dan bara paman berpesan jaga alya seperti kamu menjaga hidup mu"


"Tentu saja paman"


Zydan dan yasmine di jadikan pendengar,bukan mereka tak mau ikut andil bagian dari masalah ini.Bagi yasmine ia hanya bisa patuh dan mengikuti semua perintah ali suami nya.Karwn baggaimanaa pun suami nya telah berlaku adil pada sang putri juga alya.Berbanding terbalik dengan anak nya zydan yang memang dari awal ingin menjadi penonton saja.

__ADS_1


Pertemuan itu tak berselang lama.Karena setelah itu,alya dan bara pamit untuk pulang.Zydan mengantar mereka berdua hingga depan pintu.


"Bara,saya ucapkan banyak terimakasih karena sudah memaafkan zya begitu pun dengan mu alya.Kakak bangga punya adik kaya kamu"


"Sama-sama,saya berharap zya cepat sadar dan kembali ke rumah " bara menepuk punggung zydan pelan.


"Iya....alya juga berharap kalau kita bisa kumpul bareng lagi"


"Kakak juga berharap seperti itu alya"


"Kalau begitu kami pulang dulu."


"Hati-hati dijalan ya"Melambaikan tangan


Jalanan nya cukup senggang hingga mobil sport milik bara melesat cepat sampai rumah.Ia memarkirkan mobil nya di garasi,kemudian bara bergegas membuka pintu mobil agar alya bisa dengan mudah keluar.Bak pangeran membukakan pintu putri.


Ia menarik lengan alya agar berjalan beriringan dengan nya,bara tak peduli dengan semburat malu di wajah alya yang tak bisa lagi ia tahan.Keadaan kamar begitu sunyi sebelum kedua insan itu merebahkan badannya di ranjang King size berwarna putih dan abu itu.


Raut kelelahan di wajah sang suami membuat alya tak tega untuk melihat nya.Ia mendekati suami nya seraya mengelus lembut kening nya.Pasalnya setelah pulang kantor,alya langsung mengajak bara pergi kerumah paman nya.Memang mereka makan terlebih dahulu, tapi apalah daya kelelahan tetap saja melanda.


"Mas cape ya....Maaf ya,aku langsung ajak mas kerumah paman ali!!!"


"Engga papa,jarang-jarang kok kita kesana sekalian silaturahmi"


"Udah jangan di pikirin,mending sekarang kita tidur"


Bara membenarkan posisi nya juga alya agar tidur dengan nyenyak,bukan bara nama nya bila tidur tanpa memeluk tubuh sang istri tercinta.


"Mas ih....jangan gini dong tidur nya"


"Hm...aku suka posisi seperti ini,kamu jangan nolak yah"


"Ya udah,gih tidur"


"Malam sayang"Ucap bara sembari mencium bibir alya sekilas.


"Malam juga mas"


Kesunyian malam membuat dua insan itu terlelap dalam dekapan dan kehangatan dari selimut tebal yang menutupi sebagian tubuh mereka.


Detik jarum jam terus berputar.Tak terasa memang,bila kini sudah tiba waktu adzan.Alya yang sudah terbangun itu sedikit kewalahan karena tangan bara  yang kekar melingkar erat di tubuh nya.Menahhan nya agar tetap dalam posisi dimana enak bagi bara.

__ADS_1


 Cukup lama alya berusaha agar ia bisa terlepas dari dekapan bara tanpa membangunkan nya.Di ambil nya air wudhu lalu di lanjutkan dengan sholat subuh.Rindu kala nya dimana alya tak membuat kitab suci Al-Qur'an,selepas sholat alya sempatkan membaca beberapa lantunan ayat dengan suara merdu milik nya.Hingga alya tak sadar bila bara terbangun karena nya.


Lama bara memandangi istri nya yang tengah khusuk mengaji itu.Hingga selepas mengaji bara terbawa suasana untuk dapat mendekati alya.


"Bahagianya punya istri baik,sholehah dan pinter ngaji kaya kamu " Ucap bara sembari mendekat tubuh mungil alya dari belakang.


"Bahagianya punya suami yang sangat mencintai aku"Jawab alya  yang berhasil membuat senyuman di wajah bara terbit.


Bara membalikkan tubuh alya yang masih di balut mukena putih itu.Cantik seperti biasa,walau maké up yang dipakai alya sangat tipis terkesan lebih natural.


"Mas kok bangun sih?"


"Denger suara yang lembut kaya sutra masa aku ngga bangun!!!"


"Mana ada,mending mas bara tidur lagi,kemarin kan cape banget.Belum lagi pagi harus pergi kekantor"


"Engga ah,lihat kamu udah bikin baterai aku full tanpa perlu tidur lagi.Lagi pula aku ngga ke kantor pagi ini"


"Kenapa?...Apa mas sakit!"Tanya sembari menempelkan tangan nya pada kening bara.


"Engga,tapi karena kita mau bulan madu"


"Bulan madu?"Ulang alya


Alya mengeryitkan kening nya,sedikit terkejut di campur rasa curiga.Benar,alya curiga bila bara ngawur dalam bicara dengan nya.


"Iya sayang ku,kita kan belum bulan madu setelah menikah,dan sekarang waktu nya.Lagi pula ini juga cara biar kita dapat debay cepat kann"


"Mas apaan sih,selalu bicara nya gitu"


Alya baru sadar,bila bara memang sadar dan benar nyatanya bara ingin bulan madu bersama nya.


"Iya dong,mamah udah ngebet katanya mau lihat cucu dari kita sayang....Pokonya  pagi ini kita packing"


"Harus ya mas?"


"Harus dong....kewajiban malah"


"Kewajiban itu sholat mas,bukan Bulan madu"


"Iya deh..."

__ADS_1


Tapi pada akhirnya pun mereka tetap robahan di kasur empuk.Menunggu hingga benar-benar matahari terbit dan memperlihatkan sinar nya


Bersambung


__ADS_2