Alya Love Story

Alya Love Story
Masak bareng


__ADS_3

Alya berfikir kembali setelah melihat bukti yang bara beri.Kini ia mulai membuka kembali perasaan nya untuk bara yang memang masih sangat mencintai nya pula.


"Jadi...setelah kau melihat semua ini,aku mohon beri satu kesempatan lagi untukku menjadi satu-satunya laki-laki yang mencintaimu!"


"Baiklah....aku beri satu kali lagi,tapi ku mohon jangan kecewakan aku lagi,karena aku maupun Allah tak menyukai orang yang menyepelekan sebuah hubungan"


"Terimakasih..."


Bara kembali memeluk alya yang tersenyum padanya.Kemudian bara mengajak alya untuk makan ke restoran di bawah,tetapi alya menolak nya dengan cepat.Ia ingin memasak untuk bara kali ini.


Alya melihat seluruh isi kulkas yang berada di apartemen bara.Serasa tau yang akan di masak nya,alya mencoba memotong beberapa sayuran juga mengeluarkan daging dari lemari pendingin.Bara tak tinggal diam,ia ikut dalam kegiatan yang alya geluti saat ini.Tawa dan canda mereka buat bersama.Mengobati rasa rindu yang mereka pendam selama tiga bulan terakhir.


"Lihatlah.....masakan ku menjadi aneh di tangan mu " Ucap alya.


"Apa kau salah lihat,ini sangat bagus....jangan mematahkan Semangat ku! "


"Baiklah,sekarang kita bawa kemeja  makan...."


"Aku ingin kopi special yang di buat olehmu"


"Kalau begitu tu....mas pergi lebih dulu"


Bara membawa beberapa makanan ke meja makan, sedangkan alya menyiapkan secangkir kopi panas yang di pesan oleh bara.Mungkin bara rindu dengan rasa kopi yang selama tiga  bulan ini belum lagi ia minum.


***


"Thanks you sir,I very happy.... "


Rian pulang membawa beberapa minuman kaleng,biasanya box minuman itu habis di minum oleh nya juga bara.Rian mencari keberadaan bara kekamar tapi tak menemukannya,ia pun menuju dapur mencoba mencari keberadaan bara.


Betul sekali dugaan nya, bara memang ada di meja makan.Rian sangat heran kenapa di meja makan banyak masakan,yang rian tau bara itu tak bisa masak.Jikalau masak pun rasa dan tampilan nya akan aneh.Tak mungkin jika bara membeli semua makan itu pula,secara dia terbiasa memerintah.


Ia duduk di samping kursi bara yang memang tak mengetahui kedatangan nya.Tak lupa box berisi minuman kaleng bersoda itu di relakan apik di atas meja.


"Boss.....loe masak?"


"Loe tau kan gue ngga bisa masak"


"Kalau gitu siapa dong yang masak?"


"Sekretaris rian juga di sini,kebetulan saya yang masak.Di bantu sama mas bara,silahkan di coba...."Ucap alya yang baru selesai membuat kopi itu.


"Oh....kamu ya,pantesan...yang saya tau boss ngga bisa masak.Tapi kok aneh yahh bentuk nya?"


"Gue yang bikin oon......"

__ADS_1


"Boss bentuk nya aneh banget,tapi gue coba dulu ya"


Rian mencicipi satu persatu makanan yang tersaji di atas meja.Bara dan alya melongo, karena rian mencicipi bukan satu atau dua sendok.Tapi satu piring di isi penuh.


"Loe bilang bentuk nya aneh,tapi tuh piring di isi penuh"


"Laper boss....biar bentuk nya aneh,tapi rasanya juara"


"Kalian bicara nya pake bahasa (loe-gue)berasa aneh"


"Kita udah biasa kaya gini dari kecil,aku udah anggap rian sebagian sodara semdiri"


"Bener tuh"


"Ya udah,lanjut aja makan nya.Ini kopi panas pesanan nya"


Mereka bertiga lalu makan malam bersama.Setelah selesai rian mengajak bara untuk minum bersama di ruang tengah apartemen itu.Tapi bara menolak,ia berdalih ingin membantu alya mencuci piring di dapur.


Alya memebawa piring kotor itu ke dapur untuk ia cuci.Baru saja ia berbalik hendak mengambil piring sisa nya,tapi matanya lebih cepat menangkap sosok bara yang berdiam sambil membawa piring di ambang pintu.Bara mengembangkan senyum nya pada alya yang juga salah tingkah di buatnya.


"Mau ambil ini bukan???"Tanya Bara sambil mburi kan piring kotor itu pada alya.


"Terimaksih,saya terima..."


"Saya terima nikahnya alya ainiyah binti husein adhari seprangkat alat sholat di bayar tunai.Gitu maksud kamu?"


"Cepat ataupun lambat kita akan segera menikah"


"Terserah...."


"Kok terserah,harus dong...."


Bara yang niatnya membantu alya itu malah keasikan memandang wajah alya yang terus merona di pandangi oleh bara.Hingga ia tak fokus pada pekerjaan nya.


Setelah selesai dengan mencuci piring,alya pamit pulang pada bara juga alya.Sebenarnya ia ingin memesan taxi untuk mengantar nya pulang kerumah.Tapi bara menolak keras keinginan alya.Ia akan mengantar alya sampai tujuan. Dengan berat hati,alya harus menuturi semua keinginan bara.Ia pun dia antar pulang oleh bara.


"Lusa aku akan pulang ke Indonesia,kamu mau ikut pulang bareng aku kan?"


"Aku ngga tau,kayaknya masih harus di sini...."


"Pekerjaan biar ilham yang pegang gimana?"


"Tapi kan ngga enak sama paman ali,dia udah percaya sama aku kalau perusahaan H&A Company bisa maju di tanganku".


Bara tak lagi berbicara.Ia cukup kecewa dengan alya yang menolak untuk pulang bersama nya ke Indonesia.Tau akan kemarahan bara,alya meminta pengertian agar bara mengerti.

__ADS_1


"Aku mau kamu mengerti...."


"Sudah sampai,lebih baik kamu istirahat yang cukup.Aku pulang dulu...."


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalanan Singapore.Hati nya sangat kecewa dengan sikap alya  yang menurut nya tak mau mengerti.Bara ingin jika alya itu tau begitu besarnya cinta dan sayang yang ia berikan selama ini.


 


"Ada apa dengan nya?kenapa dia tak mengerti!Sudahlah....lebih baik aku masuk saja"


Baru beberapa langkah memasuki rumahnya,mata alya tertuju pada  tamu yang tengah duduk di ruang tengah rumah nya.


Alya heran bagaimana ilham ada di rumahnya,sedangkan urusan pekerjaan biasanya mereka bicarakan di kantor.


"Ilham....ada apa kesini?"


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.Bisa kita keluar sebentar..."


Alya mengikuti arah langkah kaki ilham yang menuntun nya keluar rumah.Ilham berbalik menghadap alya yang langsung memegang tangan nya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Please....dengerin aku sekali ini aja"


"Ya udah..."


"Aku mau bilang sama kamu,kalau aku cinta dan sayang sama kamu.Bukan dari sisi pegawai dan boss tapi dari sisi teman"


Alya terdiam,mendengar perkataan ilham.Benar saja yang di katakan oleh bara,jika ilham memang menyukai nya.Ia sedikit canggung dengan keadaan di mana ia harus mengambil keputusan kembali.


Di saat hatinya mencintai bara kembali,tetapi kenapa ilham harus hadir dan memiliki perasaan padanya.Padahal alya menganggapnya sebatas teman saja.


"Kau tau jika aku menunggu bara selama ini"


"Aku tau,tapi rasa ini tumbuh dengan sendiri nya.Jadi bagaimana?..."


"Aku tak bisa,maaf.....kau bisa cari perempuan yang lebih baik dariku"


"Tapi..."


"Aku sangat mencintai bara,jadi maafkan aku sekali lagi....lebih baik kamu pulang.Sekarang sudah larut malam,biar aku panggil kau  pak sopir untuk mengnatrmu"


"Tak perlu, terimakasih....Maaf menggangu mu malam-malam"


Ilham pergi dari hadapan alya.Sedangakan alya masuk,ia sangat sedih harus mengatakan hal itu pada ilham yang selama ini sudah baik padanya.Tapi ia juga tak bisa berdalih,jika Hatinya memang sangat mencintai bara walaupun ia pernah melukai hatinya.

__ADS_1


Bersambung


 


__ADS_2