Alya Love Story

Alya Love Story
Ketemuan


__ADS_3

Susan menatap tajam ke arah alya,sungguh ia tak suka ketika berhadapangan dengan perempuan munafik seperti dia.Susan mengira ia yang pantas bersanding di pelaminan dengan bara sang mantan pacar tercinta.


"Gue to the point aja,gue mau loe pergi jauh dari hidup bara!"


"Sudah saya katakan,walaupun apapun yang akan terjadi,saya tidak akan meninggalkan tuan bara"


"Dasar perempuan tak tau diri.Butuh bukti kah engkau agar menjauh dari hidup bara!"


Susan semakin marah,ketika alya kukuh untuk mempertahankan hubungan nya dengan bara.


"Kau lihat baik-baik,hari ini akan menjadi hari terakhirmu di jakarta.Akan lebih menyakitkan jika kau mundur lebih dulu.Tapi sudahlah...kau yang menginginkan semua ini,lihat dan perhatikan bukti nyata yang akan ku berikan padamu"


Susan segera pergi dari kafe itu,ia meninggalkan alya setelah mengatakan semua hal yang cukup menyayat hati alya.Tak sanggup lagi butiran bening itu meluncur bebas di pipi alya.Ia sudah tak tau harus melakukan apa.Berbicara pada bara pun tak ada keberanian.Cukup lama alya menangis di kafe itu hingga akhirnya ia bangkit dan pergi dari kafe tersebut.


Sopir yang membawa alya itu cukup terkejut,kala melihat mata sebab sehabis menangis.Ia tak berani bertanya pada alya,juga tak berani melaporkan nya pada bara.Sopir itu tau jika ia ketahuan mengantar alya menemui susan maka ia akan habis ketika sampai di rumah.


***


Susan berjalan tanpa arah tujuan di jalanan yang cukup sepi itu.Amarah nya masih mengebu-gebu sampai sekarang.Susan duduk di sebuah bangku yang biasa untuk menunggu bus,ia memikirkan cara supaya ia bisa memisahkan bara dan alya dengan satu panah dalam waktu bersamaan.


Lama susan termenung mencari cara,ternyata tak butuh waktu lama bagi orang jahat mendapatkan akal busuk.Susan dengan sesegera mungkin mencari kontak ponsel bara,ia menghubungi bara mencoba untuk mengajaknya bertemu.


Tut....


Panggilan itu akhirnya di jawab,setelah susan beberapa kali mencoba menelpon bara.Sedikit rasa senang menghampiri hati susan,karena bagiamana pun sedikit demi sedikit ia bisa melancarkan rencana nya.


"Hallo"Ucap bara di sebrang telpon sana.

__ADS_1


"Hai Honey....Apa kabar,udah lama banget yahh kita ngga ketemu"


"Langsung aja,kamu mau apa?"


"Jadi gini,aku ada rencana pengen ketemu sama kamu malam ini,di hotel marista"


"Nggak..."


"Kok gitu sih....honey aku tuh mau berniat minta maaf sama kamu,sebelum aku pergi keluar negri.Aku janji ngga bakal jadi penggangu hubungan kamu lagi,gimana?...."


Bara berfikir sejenak,ia mencerna satu persatu kata yang ia dengar tadi.Bara sungguh tak menyangka susan akan mengajak nya bertemu untuk minta maaf.Tapi ia juga tak bisa langsung mempercayai semua perkataan susan,terlebih apa yang sudah di lakukan susan padanya selama ini.


"Aku akan ajak alya juga"


"Jangan.....aku mau kita bertemu empat mata aja,itung-itung permintaan terakhir kali aku ke kamu"


"Ok...by honey aku tunggu kamu ya"


Di tutup nya telpon itu oleh susan.Ia lantas masuk ke sebuah bus yang sedari tadi menunggu nya.


***


Malam pun tiba,sedari tadi alya terus menerima pesan dari susan yang tentu nya berisi ancaman.Tak jarang juga susan mengiringi beberapa foto lama dirinya ketika ia masih menjadi pacar bara.


Alya sedikit takut kala melihat foto-foto itu,bagaimana tidak bara maupun susan terlihat bahagia.Terlebih jika alya mengingat kembali ucapan susan untuknya.Ia pun takut jika nantinya bara kembali pada susan dan benar jika ia hanya di kasihan semata.


Tak terasa jam menunjukkan pukul 20.00,bara merapikan semua berkas yang ada di meja nya.Ia berniat pergi ke hotel marista sesuai rencana yang telah di buat nya tadi.Bara sengaja tidak mengajak rian untuk ikut bersamanya.Karena hari itu kebetulan sekali banyak tugas yang harus di kerjakan,membuat rian harus rela kerja lembur.Mobil mewah itu terparkir rapih di barisan mobil lainnya di depan hotel marista.Bara kemudian masuk ke restoran yang ada di hotel tersebut.Matanya menatap sosok yang sedari tadi ia cari.

__ADS_1


Seksi,cantik, menawan,pusat perhatian itu adalah karakteristik dari susan.Bagimana tidak,semua pandangan mata laki-laki yang ada di restoran itu menatap kagum padanya.Tak ayal seorang bara aditama pernah kepincut cinta dengan perempuan itu.Terlebih dulu bara adalah laki-laki yang di cap playboy.Bara duduk memasang wajah datarnya di depan susan.Sedangkan susan sendiri sebisa mungkin memperlihatkan wajah memelasnya.


"Jadi apa yang ingin kau katakan"


"Sepertinya kau ingin cepat pergi sayang,sudah aku katakan tadi.Jika aku mengajak mu kesini itu untuk meminta maaf,atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan pada alya dan dirimu"


"Baiklah....kalau begitu aku pergi"


"Tunggu....Santai saja,aku sudah memesankan makan dan minum untuk menebus segala dosaku.Please......"


Bara yang hendak pergi itu akhirnya mengurungkan niatnya.Kemudian ia duduk kembali,seraya menunggu pesanan susan datang. Akhirnya setelah 15 menit,pesanan susan datang.Seorang pelayanan membawa beberapa hidangan yang di siapkan khusus untuk bara dan susan.


Tak di sangka,susan memberi sebuah kode berbentuk kedepan mana pada pelayan yang kembali membawa wine itu.Seperti ada rencana di balik kebaikan susan kali ini.Pelayan itu pergi meninggalkan susan dan bara yang tengah menikmati hidangan itu.


Cekrek.....


Seseorang mengambil foto susan yang hendak menyuapi bara sepotong steak itu.Padahal nyatanya tak seperti itu,bara menolak semua perlakukan susan yang mulai lancang padanya.Dikirimkan foto itu pada nomor alya yang lebih dulu di beri oleh susan.Sedangkan susan melancarkan aksinya yang sempat tertunda itu.


Susan mengacungkan gelas berisi wine itu pada bara,ia ingin bara bisa menikmati nya bersama.Niat awal ingin menikmati wine dan pulang kerumah itu hancur,saat bara merasakan kepala pusing tiba-tiba.Susan yang tau akan reaksi itu,cepat-cepat meminta pertolongan pada orang sekitar. Berharap membawa bara ke kamar hotel nya.Setelah di rasa tepat,rencana selanjutnya kemudian di mulai.


Susan mengirim pesan pada alya yang berisi " Sebuah kebakaran tidak akan terjadi apabila tak ada api yang mengawalinya.Datanglah ke hotel marista kamar 405,kau akan mendapatkan bukti yang aku janjikan".


Alya yang mendapat pesan itu sungguh tak percaya,foto dan pesan itu mengarahkan ia pada keraguan akan hubungan nya kali ini.Terlebih ketika ia melihat bara tengah menikmati hidangan makan malam bersama susan.


'Ya Allah,lindungi taun bara,semoga tidak terjadi apa-apa padanya.Selamatkan hubungan kami,agar kami bisa bersatu dalam sebuah ikatan dengan Ridho-Mu'Doa alya yang bergegas menuju hotel marista.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2