
Tak pernah terlupa, selalu ku sebut namanya dalam setiap do’aku. Ya Allah jagalah hatinya hanya untukku, meski ada jarak yang memisahkan kita.
~Alya ainiyah~
Sudah dua bulan lama nya alya tinggal di kediaman adimata.Semenjak kedatangan nya,nilai ulangan milen selalu tinggi,tak ayal milen semakin lengket seperti lem pada alya.
Hubungan antara alya dan bara pun mulai membaik,walaupun masih ada sedikit kata-kata yang terdengar dingin dan kasar dari mulut bara.Tapi tak membuat hubungan mereka retak begitu saja.
Benih-benih cinta yang mulai tumbuh pun tak bisa di cegah,walaupun alya dan bara masih menyembunyikan perasaan nya.Tapi tetap saja rasa itu semakin besar.Merasa tak ingin kehilangan satu sama lain,ingin di perhatikan penuh,rasa cemburu yang kuat.
Pagi yang cerah ini,entah beberapa kali suara telpon terdengar dari ponsel milik bara.Tapi bara tak menghiraukan nya,ia memilih untuk meneruskan acara meeting penting nya,ia pun mematikan ponsel nya yang terus berdering itu.
Setelah selesai meeting,bara duduk di kursi kebesarannya.Membuka ponsel nya dan nampaklah berpuluh-puluh panggilan yang tertera di layar ponsel milik nya.
'Kenapa sih,perempuan gila itu ganggu hidup gue lagi'Dengus bara kesal.
Karena ponsel nya kembali berdering, mau tak mau kini bara harus mengangkat telpon nya.
"Mau apa sih loe???ganggu hidup orang aja!!!"Bentak bara di seberang telpon.
"Ih.....honey kok marah sih,aku kan kangen banget sama kamu"Ucap perempuan di s3brang telpon itu.
"Jijik amat gue di kangenin orang kaya loe"
"Kok gitu sih.....aku ada di bandara soekarno-hatta.Jadi aku mau kamu jemput aku ke bandara"
"Apa......Ogah banget,buat apa gue jemput loe".
Tut tut tut
Sambungan telpon tersebut di putus oleh bara,ia sangat kesal dengan orang yang baru saja menelpon nya.
Untuk apa ia berhubungan dengan perempuan yang telah menyakiti hati nya dan selingkuh di belakang nya.
Bara tak ingin ia tersakiti kembali oleh orang yang sama.Lebih baik ia mencari pengganti yang bisa menutup luka lamanya.
***
__ADS_1
Di ruang tengah,milen sedang asik nya di kejar oleh alya.Milen terlihat sangat sedang,sedangkan alya terlihat kelelahan di buat nya.
"Milen hati-hati.......awas jatuh"Teriak alya ketika milen hendak terjatuh karena menyenggol kursi kayu.Alya mempercepat langkah kaki nya agar bisa menggapai milen tepat.Di tarik nya milen cepat agar tak menyenggol kursi itu.
Bugh.....
Alya terjatuh setelah berupaya menyelamatkan milen. Milen yang juga kaget langsung menghampiri alya.
Bara yang juag baru kembali dari kantor pun ikut kaget sekaligus khawatir melihat alya berusaha menyelamatkan adiknya dan akhirnya ia yang terjatuh.
Bara menghampiri alya dengan wajah khawatir,ia takut terjadi sesuatu pada alya.
"Auw........"Rintih alya menahan rasa sakit yang terasa di bagian kaki kiri nya.
Bara mencoba memegang kaki alya lembut,tapi mendapat penolakan keras dari alya.
"Ga usah tuan,saya baik-baik aja"
Alya mencoba berdiri, tapi kaki nya tak kuat menahan beban tubuh nya.Alya pun kembali terjatuh sebelum bara berhasil menangkap alya.
"Kamu ga usah ngeyel,nanti malah tambah parah"
"Sakit tuan......"
"Kalau gitu aku pelan-pelan,ok"
Sebenarnya ada rasa sedih menyelimuti alya.Ini pertama kali nya alya di pijat oleh seorang laki-laki selain abi nya.Ia tak pernah mau di sentuh laki-laki selain abi nya,karena menurut alya itu adalah dosa.
"Kak....milen minta maaf hiks.....kalo milen ga lari-lari,kak alya pasti ga bakal terluka"
Alya mencoba duduk menatap milen sambil memperlihatkan senyum manisnya.
"Ga papa,yang penting kakak bisa lihat milen senyum".
""Tapi kak alya terluka,dan itu semua karena milen kak"
"Maka nya,kamu jangan jadi anak nakal"Ucap bara sambil memperlihatkan wajah keseriusan nya.
__ADS_1
"Sudah lah tuan,kaki saya hanya terkilir.Jangan marahi milen, dia masih kecil"
Mau tak mau bara harus mengalah dengan alya.Ia juga tak ingin adik jua sedih karena perkataan kasar nya.
Bara memanggil salah satu pembantu rumah nya untuk membantu alya masuk ke kamar milen.Karena selama ini alya memang tidur bersama di kamar milen.
Setelah sampai,alya kemudian berbaring kembali di ranjang,di temani milen di sisi nya.Sedangkan bara masih setia natal mereka berdua.
"Istirahatlah......agar kaki mu cepat sembuh.Jika ada yang kamu perlukan,panggil saja saya"
"Terimakasih tuan " balas alya sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Deg
Hati bara sangat senang di berikan senyum indah itu,serasa ada petasan yang menyala bebas di hatinya.
"Please......Jangan lakuin ini ke aku alya,aku takut ga bisa nahan'.Batin bara.
Ia kemudian keluar dari kamar milen,memberikan waktu yang cukup untuk istirahat alya.
Di kamar,bara terlihat tersenyum sendiri,entah apa yang merasuki jiwa dan raga nya saat ini.Sebelum surat dering ponsel membuyarkan lamunan nya.
"Halo honey.....Aku udah ada di hotel,besok aku pengen ketemu kamu"
"Ogah banget,sapa juga yang mau ketemu loe!!!"
"Ih honey kenapa sih,udah ga jemput,marah pula.Rindu ya sama aku???"
"Jijik kali gue mah,denger suara loe juga udah pengen muntah apalagi kalo lihat muka loe,gue bisa pingsan"
"Honey kamu jahat..."
"Bodo"
Tut.......
Sambungan telpon itu di putus kembali oleh bara,ia benar-benar tak mau lagi berhubungan dengan perempuan itu.
__ADS_1
Bersambung