Alya Love Story

Alya Love Story
Susan adriana


__ADS_3

 Bara kembali dengan milen, membawa beberapa buku.Milen pun membawa buku pesanan alya yang langsung dipulihkan oleh sang kakak.Saat pertama kali masuk ke dalam rumah,mata bara tertuju pada perempuan berbaju maroon yang tengah duduk manis di ruang tamu nya itu.Milen pun melihat arah pandangan kakak nya yang tertuju pada tamu tak diundang undang itu.


"Milen udah pulang????"Tanya alya yang berjalan mendekat kearah milen dan bara.


"Assalamualaikum kak alya, ini pesanan kak alya,ini di pilih lansung loh sama kak Bara"Bisk milen yang masih terdengar oleh bara.


"Waalaikumsalam sayang,makasih ya.Sekarang lebih baik milen ke meja makan,kak alya udah masakin kesukaan milen.Milen pasti lapar kan???"


"Iya kak"


Milen memberikan beberapa buku pada alya kemudian ia pergi ke meja makan.Sedangkan alya dan bara masih di ruang tamu.


"Tuan itu ada tamu"Tunjuk alya,yang kemudian mencoba pergi ke meja makan.


"Jangan pergi,tetap di sini"


Mendengar perintah tersebut,alya pun berhenti dan berbalik kearah bara.Ia diam menuruti perintah bara.Sedangkan perempuan berbaju maroon itu berdiri kemudian berjalan mendekat kearah bara dan alya.Perempuan itu langsung memeluk tubuh bara mesra.Ia mencoba menyinggung perasaan alya.


'Astagfirullah haladzim,ya allah maafin alya,lihat zina mata itu'Doa alya di kala. kegiatan menutup wajah nya dengan kedua lengan nya.


"Lepaskan....."Ucap bara paksa.


Perempuan itu pun melepaskan pelukan nya pada bara.Dan merangkul mesra lengan nya.


"Honey.....dia mau mengusir aku dari rumah kamu? ??"Adu perempuan itu sambil menunjuk kearah alya.


"Lepaskan...."


Perempuan itu malah mempererat genggaman tangan nya.Agar bara tak bisa melepaskan tangan nya.

__ADS_1


"Aku mau kamu pecat dia yang....dia itu kurang ajar sama aku"


Bara dengan kasar nya melepaskan genggaman tangan perempuan itu.Ia pun menatap perempuan itu jijik.


"Buat apa loe disini,bukan nya gue udah bilang ga usah campuri urusan gue lagi!!!Lebih baik loe pergi dari sini"


Bentak kan keras itu tak membuat perempuan itu tak gentar.Ia semakin ngotot untuk tetap di rumah bara.


"Aku tuh pacar kamu,kamu ga bisa gitu dong"


"Maaf,lebih baik saya pergi dari sini,mungkin ini urusan pribadi.Saya tidak mau ikut campur"


"Kamu diam disini!!!"Lagi-lagi bara tak mau alya pergi,ia ingin alya mengetahui perempuan itu.


"Bar.......aku tuh cinta sama kamu"


"Tapi bar......"


"Gue mau sekarang loe pergi dari rumah gue,dan ga usah balik lagi kesini"


Susan perempuan itu kembali merangkul lengan bara.Berharap bara bisa merubah sikap dan pikiran nya.Tapi nihil,usaha nya sia-sia karena bara malah mendorong susah menjauh dari nya.Sedangkan alya berusaha membantu susah untuk berdiri.Tapi Susan malah menghempas kasar tangan alya yang ingin membantu nya.


"Loe ga usah munafik,gue bakal ancurin hidup loe " Ucap susan yang kemudian pergi dari rumah bara.


Alya menatap kearah bara dengan tatapan kecewa nya.Ia tak pernah sekecewaa ini melihat perlakuan seorang laki-laki mengusir perempuan.


"Bukan seperti itu cara nya,mengusir seseorang terlebih itu perempuan.Walaupun anda membenci nya,tak seharusnya tuan bersikap kasar pada mbak susan. Saya memang tak tahu tentang permasalahan tuan dan mbak susan, tapi saya harap tuan tidak bersikap kasar".


"Tau apa kau menceramahi ku"

__ADS_1


"Lalu kenapa tuan memerintahkan saya agar tetap disini.Jika pada akhirnya saya harus melihat perilaku kasar anda"


Alya berlalu pergi dari hadapan bara.Ia benar benar kecewa dengan perlakuan bara kali ini.Menurut nya tidak wajar jika seseorang membenci lalu berbuat kasar.Alya menghampiri milen yang masih dengan acara makan nya itu,untung saja keputusan alya benar,menyuruh agar milen pergi kemeja makan.Jika tidak entah apa yang akan terjadi bila milen melihat tindakan kasar kakak nya.


"Milen udah selesai makan nya???"


"Belum kak,sebentar lagi"


Bara duduk di meja makan,ia menatap alya tersenyum kearah milen.Tetapi kehadiran nya seperti tak di anggap oleh alya sama sekali.


'Siapa dia,berani sekali dia mengacuhkan ku'Batin bara yang tengah menyendok nasi.Tak seperti biasa nya,alya dengan senang hati melayani bara.


"Kalau udah selesai makan,gimana kalau milen ikut kakak ke kolam renang,besok kan ada uji renang gaya dada,jadi milen harus latihan".


"Iya kak"


Milen lantas pergi bersama alya ke kolam renang.Meninggalkan bara yang masih makan itu.Mereka tak memperhatikan bara yang tengah kesal karena di tinggal sendirian.Sesampainya, milen masuk ke kolam renang sedangkan alya duduk di pinggir kolam renang sambil enakan buku yang di bawa milen tadi. Milen belajar berenang di samping kolam yang tak terlalu dalam,lateral kolam ituemiliki dua tingkatan dalam satu kolam.Salah satu nya berdiameter 1.5 meter,yang biasa di pakai berenang oleh bara.


Byur


Alya seketika terperanjat,melihat milen bergeser kearah kolam yang mungkin ia pun tenggelam.Tanpa pikir panjang alya langsung menceburkan dirinya,karena ia takut jika terjadi sesuatu pada milen.


Bara yang mendengar suara orang yang tengah menceburkan diri kekalahan pun terkejut.Ia melangkahkan kakinya cepat kearah kolam renang.


Alya meraih tubuh milen agar menepi pada   kolam yang lebih rendah,melihat itu bara kemudian membantu alya membawa milen keatas.Sedangkan alya yang masih berada di kolam itu seketika kehabisan oksigen yang membuat nya tak sadarkan diri.Melihat sang adik selamat membuat hati bara sedikit tenang.Bara masih sibuk merangkul tubuh mungil adiknya agar tak kedinginan.Sampai ia ingat di mana perempuan berhijab itu tak kunjung muncul kepermukaan.


"Kak dimana kak alya....."Ucap milen dengan suara lirih nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2