
Pasalnya kedua orang tuanya telah pulang di rumah,ia berpikir jika dini hari kedua orang tuanya pulang.Tapi ternyata mereka sudah di rumah sebelum zydan pulang.
"Kenapa bang?..."
"E-engga mi"
"Oh iya,abi tadi tanya zya kemana...sama abang pergi?"
Di detik itu juga zydan berhenti tak berkutik, ia bingung harus menjawab apa.Saat dirinya sendiri tak tau menau kemana pergi nya sang adik.
"Bang.....kok bengong,zya kemana?"
"Anu...itu zya"
"Anu apa sih,yang jelas dong.Umi ngga ngerti"
Merasa jika istri dan anak laki-laki tak kunjung duduk membuat ali penasaran aja hal apa yang tengah di perdebatkan.Ali lalu mengantarkan kakinya ikut berdiri di samping sang istri bertanya pada sang anak yang sangat gugup dan cemas itu.
"Abang....udah pulang!!!zya mana,abi mau bicara penting"Tanya ali
"Anu...."
"Dari tadi tuh udah umi nanya,tapi si abang malah anu,itu,ngga jelas bi...Padahal umi juga pengen tau zya kenapa belum pulang"
"Zya main kerumah temen bi,mi...."sangkal zydan sembari mengusap kening nya penuh keringat.
Tentu kedua orang nya tak langsung percaya,karena raut muka zydan tak memastikan hal tersebut.
Ali dan yasmine membawa zydan untuk duduk di ruang tengah.Pastinya mereka akan mengintrogasi anak nya yang terlihat berbohong.
Kelemahan seorang zydan aliandra adalah berbicara bukan faktanya atau yang sering di katakan berbohong.Keringat akan mengucur di kening,sembari zydan memikirkan cara untuk memastikan orang tua nya percaya padanya.
Orang tua mana yang tak mengetahui seluk beluk anaknya bila ia mengurus nya dari kecil.Begitu pula yang di alami ali dan yasmine saat ini.
"Abi tanya,berapa tahun sekali abang sama zya pulang kesini?"Tanya ali tenang
"Tiga atau empat kali bi"
"Abang pernah lihat zya pergi kerumah temen saat pulang kerumah?"Tanya ali lagi
"Engga bi"
"Abang tau kan,zya itu orang nya gimana.Dia itu ngga suka kemana-mana,kalau bukan di Inggris sana.Jadi ngga mungkin zya main kerumah temen.Lagi pula,abi dan umi ngga tau zya punya temen disini.Jadi abi nanya sama abang sejujur-jujur nya zya kemana?"
Zydan menghela nafasnya kasar.Mungkin benar,sehebat hebat nya ia berbohong kedua orang nya pasti tau juga.Seperti peribahasa,sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga.
Jujur,kali ini zydan harus melakukan nya.Mungkin kedua orang tua nya akan mengerti dan membantu nya menyesaikan masalah yang tengah melanda dirinya.
__ADS_1
"Zydan ngga tau zya kemana bi"
"Huh...bukan nya kalian selalu bersama?"
"Abang,jangan ngawur kaya gitu.Umi ngga suka,sekarang umi tanya kemana adik kamu pergi? "Tangis yasmine.
Hati ibu mana yang sanggup mendengar bila putri nya pergi entah kemana.Terlebih sudah malam hari seperti ini.Membuat yasmine semakin cemas dengan zya.
"Umi tenang,abang akan jelasin semua nya.Tapi umi jangan nangis kaya gini,abang jadi ngga enak lihat nya mi"
"Kamu jelasin sekarang " tegas ali
"Jadi kejadian itu berawal di Inggris....."
Akhir cerita
"Zya pergi meninggalkan kami semua di restoran,abang yakin kalau zya ngga mau bara itu jadi milik alya"
"Anak umi malang sekali nasibnya,coba saja zya pulang lebih awal dan bertemu lagi dengan bara.Mungkin semua itu tak akan terjadi"
"Kenapa kamu bilang seperti itu,jelas-jelas bara itu jodoh dari alya.Anak itu saja yang salah mengartikan bentuk kebaikan dari seseorang!!!"Bentak ali
"Abi....zya itu anak kita,sudah sepantasnya kita mendukung nya"
"Tapi yang di lakukan zya itu salah umi,mungkin karena kita memanjakan nya dari kecil dia menjadi anak tak tau diri"
"Kamu masuk ke kamar aja,abi mau bicara sama umi kammu"
"Ya udah,selamat malam..."
Yasmine tak habis pikir dengan jalan otak suami nya,mengapa ia tak mengerti jika zya itu butuh dukungan dan kasih sayang dari nya.
"Semua ini salah alya abi,zya kita pergi dari rumah....seharusnya abi ngerti perasaan umi"
Kecemasan tak pernah terpikir kan di benak zya pada kakak dan kedua orang tua nya.Egois memang jika di katakan zya mementingkan dirinya sendiri.Tapi apa boleh buat,sekali keras kepala tentu tak akan berubah dengan gampang nya.
Pagi ini terasa begitu hangat,hingga zya mengeliat terbangun dari tidur nya.Jendela yang tak di tutup itu membuat sinar mentari masuk dengan sendirinya.Asing memang,saat pertama zya membuka mata menatap seluruh kamar itu.Pasal nya semua nya terlihat berbeda dengan kamar milik nya yang lebih glamour.
Zya duduk tanpa berniat beranjak dari tempat tidur.Ia masih mengumpulkan seluruh tenaga,jiwa,dan raganya yang belum menyatu seratus persen.Ketukan pintu itu lantas membuat zya menoleh,pasti rian membutuhkan sesuatu.Oleh karena itu pula,zya beranjak walau ia masih betah dengan posisi tadi.
"Ada apa?"Tanya nya tanpa salah
"Ada apa!...Loe ngga berniat untuk pulang kerumah?...Ini sudah siang,gue harus pergi ke kantor"
"Tak bisa kah kau membantu ku,membiarkan ku tinggal di rumah ini beberapa hari lagi"
"Hei....Apa kau belum sadar,di jaman sekarang ibu-ibu itu punya media sosial.Beda sama dulu yang sering nya nyebar gosip di jalanan komplek"
__ADS_1
"Terus masalah dan hubungan nya sama aku apa?"Ucap zya dengan wajah tanpa dosa nya.
"Eh bener yah,atas bawah apartemen ini bukan milik gue seutuh nya.Otomatis ada penghuni lain disini,terlebih ibu-ibu yang apartemen nya di atas suka nge gosip.Gue ngga mau mereka nyebar fitnah kalo gue main sama cewek di apartemen.Nanti imbasnya nya gue bisa di usir dari sini tau ngga sih"
"Parno banget sih jadi orang"
"Kalo bicara jangan sembarangan,sekarang mending loe sarapan habis itu pergi dari apartemen gue.Ada uang buat bayar tapi di meja,loe ambil sekalian.Gue mau siap-siap dulu buat kerja"
"Jadi orang galak amat!...."Gerutu zya
"Apa loe bilang.....gue masih denger tau"
"Orang ngga bilang apa-apa juga...udah sana mandi bau tau"
Mau nya sih tetap tinggal,karena jujur ia merasa lebih baik bersama rian.Sejenak ada di sana,masalah yang ada di otaknya hilang karena tingkah galak,judes,jutek milik rian.Tapi bagaimana pun zya harus mematuhi perintah yang di ucapkan oleh rian.Jika tidak ia malah menjadi benalu,yang membuat resah rian.
Akhirnya setelah setelah makan,zya keluar dari apartemen rian.Ia tak pamit karena takut menggangu rian yang tengah sibuk untuk berangkat kerja.Cukup baginya untuk mengambil uang di atas meja yang diletakkan rian.
Selepas mandi,rian mendengar sebuah bunyi dari ponsel yang berada di ruang tengah.Padahal ponsel nya ada di nakas dekat meja,rian pun mencari sumber suara tersebut.
**📞Abang zydan😈 📞Abang zydan😈
📞Abang zydan😈 📞Abang zydan😈
📞Abang zydan😈 📞Abang zydan😈
📞Umi sayang😍 📞Umi sayang😍
***
📩Umi sayang😍 📩Umi sayang😍
📩Abang zydan😈 📩Abang zydan😈**
Ternyata semalaman banyak yang menelpon ke ponsel zya.Tapi rian sama sekali tak mendengarnya,padahal ia tidur tak jauh dari tempat pengisian baterai milik zya.
Sebenarnya ada sedikit keraguan saat rian hendak mengangkat telpon tersebut.Ia tau jika ia akan masuk kedalam masalah zya saat telpon itu di jawab olehnya.Sedikit rasa kesal menyelimuti hati rian,saat zya dengan ceroboh nya meninggalkan ponsel nya.Mungkin jika ponsel itu terbawa,ia akan selamat tak masuk ke masalah yang di bawa zya.
Tapi ia tak tega jika tak mengangkat telpon itu,saat nomer bertuliskan 📞Abang zydan😈 itu terus saja menelpon.Rian tau jika orang yang pernah di temui nya itu sangat cemas dengan zya.Akhirnya rian putuskan untuk mengangkat telpon dari zydan.
"Halo....zya sekarang kamu kemana?abang jemput sekarang!kamu tau,abi sama umi nyariin kamu dari kemarin...kami semua khawatir sama kamu"
Rian tak menjawab,ia masih sibuk mendengar zydan berbicara terus menerus membuat nya sedikit paham terhadap keadaan.
"Zya.....zya tolong bicara,abang khawatir sama kamu"
"Maaf,saya bukan zya " Ucap rian memberanikan diri.
__ADS_1
Bersambung