Alya Love Story

Alya Love Story
Usil


__ADS_3

Alya masuk ke kamar milen,mencari nya tapi tak menemukan yang.Ia bergegas turun kebawah berharap milen ada di bawah.Dugaan nya benar,milen tengah meminum air dari kulkas.


"Milen sayang,seharusnya milen kembalin ponsel nya kakak bara.Toh milen pinjam hanya sebentar bukan???"


"Buat apa milen kasih kak,lagian kak bara ga akan bisa buka isi ponsel nya.Mending buat kakak aja,sejak pertama kali ponsel kak alya kan mati"


"Ya ga bisa gitu dong sayang.....itu ponsel milik kak bara,kakak minta milen cepet kembaliin"


Bukan nya mengembalikan ponsel bara.Milen malah tersenyum ga jelas,seraya meneguk kembali minumannya.Alya kebingungan melihat milen yang tak seperti biasa.Waktu menunjukkan pukul 19.00 malam,kini bara dan milen tengah lahap menikmati makan malam yang sudah di sajikan terlebih dahulu oleh alya.


"Dimana ponsel kakak???"


"Kak Bara tau nga,kalau makan itu nga boleh berbicara"(Tetap makan)


"Kembaliin ponsel kakak,ada file yang harus kakak kerjakan"


"Kata kak alya,makan itu ga boleh bicara.Dan lagi ponsel kakak ga bakal milen kasih...."(Tetap makan)


"Milen......"


Milen sama sekali tak menggubris perkataan bara,ia lebih asik menikmati makan malam nya.Alya melihat perang dingin yang tengah terjadi hanya diam,ia tak ingin menengahi kali ini.Takut kena imbas juga.Setelah selesai makan,milen hendak naik ke kamarnya,tetapi dengan cepat alya menghentikan nya.


"Milen sayang.....kak alya minta milen kembaliin ponsel kak bara,kasihan kan kak bara ga bisa kerja"


Sebenarnya milen tak rela harus memberikan ponsel milik kakak nya itu.Tapi karena alya yang meminta,apalah daya nya.Akhirnya ia berikan juga ponsel itu pada sang pemilik yang juga berdiri di sebelah alya.


'Di kasih pun ga bakal bisa kerja tuh CEO dingin.hehe......'Tawa milen dalam hatinya.Setelah memberikan ponsel itu,milen masuk ke kamar untuk melaksanakan sholat,belajar kemudian tidur.

__ADS_1


Tinggal lah kini alya dan bara yang asih berdiri di depan tangga menuju lantai dua.Perasaan terasa canggung dia antara alya dan bara.Tak ada yang mau mengawali pembicaraan.Hanya diam dalam beberapa detik,dengan mengumpulkan banyak keberanian,akhirnya alya mengatakan sesuatu.


"Kalau begitu saya ke kamar dulu tuan"


"Terimakasih sudah bantu mengambil kan ponsel saya"


"Tak apa tuan......"


Alya melangkah kan kakinya menaiki anak tangga.Bara yang masih diam mematuhi itu merasa sangat bahagia.Beberapa hari ini,ketika ia mendapat senyuman manis alya sejetika membuat hati nya melayang jauh keangkasa.Rasa aneh yang semakin menjadi membuat hati bara selalu berdetak kencang saat bersama alya.Entah rasa apa,yang pasti bara tak mengetahui nya. 


***


Seperti biasa,setelah membangunkan milen,alya langsung kedapur untuk memasukan sarapan pagi.Para pembantu dengan senang membantu alya memasak di dapur.Bukan tanpa alasan,mereka sangat senang karena alya tipikal orang yang sabar,baik,cantik duh bidadari syurgawi pokoknya.Setelah selesai sarapan,milen dan bara kemudian pergi bersama.Tetapi sebelum pergi, bara mengingatkan sesuatu terlebih dahulu pada alya.


"Jika nanti mamah saya pulang.Tolong langsung kabari saya"


Di dalam mobil saat perjalanan,milen tak henti-henti nya tertawa.Bara yang juga tau jika milen tertawa pun bertanya.


"Kenapa ketawa terus,kaya orang gila tau"Ketus bara.


"Dih....kak Bara jutek amat.Tau rasa loh nanti kena batu nya".


"Anak kecil bicara nya kaya orang dewasa aja"


"Pokona nanti pas mamah pulang,milen bakal bilangin kalau kak bara itu jutek,judes,dingin ama adik sendiri"


"Anak kecil tau ngadu aja"

__ADS_1


"Hm...."


Seperti biasa,bara dan milen sedang tak akur.Hingga tak ada kata manis yang keluar.Bak kucing dan tikus yang yang terus bermusuhan.Setelah sampai di depan gerbang sekolah,milen meraih tangan sang kakak kemudian dicium nya.Barulah ia keluar dan mengucapkan(assalamualaikum).


 Bara sadar setelah kedatangan alya milen cepat berubah.Jika biasanya ketika bertengkar dengan nya,milen man mungkin akan bersikap manis padanya.Tapi kali ini berbeda,saat ia bertengkar,milen masih bersikap sopan dan manis padanya.Sungguh perubahan yang di bawa alya dalam hidup milen mampu membawa dampak positif padanya.Bayangkan saja,kini bara lebih rajin beribadah dan lagi ia mulai mengucapkan kata-kata manis dan sedikit menghilangkan sikap dingin dan cuek nya.


Sesampainya di kantor,bara yang hendak mengecek ponsel itu langsung terkejut.Ketika ia tak bisa memasuki isi ponselnya.Wajahnya sama sekali tak terdeteksi oleh ponsel nya.Ia teringat akan perkataan milen saat di mobil(Tau rasa loh nanti kena batu nya).


"Milen......"Teriak bara.


Rian yang berdiri di samping begitu kaget saat bar berteriak kencang memanggil nama adiknya.


"Ponsel gue ga bisa di buka..."


"Emangnya nya kenapa???"


"Pake nanya segala,ini ga bisa mendeteksi wajah gue"


"Trus...."


"Loe plin-plan ya.Di dalam ponsel gue itu ada berkas penting"


"Bara...bara,kan berkas nya masih ada di ponsel gue"


Bara diam sejenak mencerna perkataan rian.Benar juga,dia yang mengirim nya,pasti berkas asli nya masih ada padanya.Dengan begitu bar bisa meredam sedikit kemarahan nya,dan kembali pada pekerjaan nya kala itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2