Alya Love Story

Alya Love Story
Ancaman susan


__ADS_3

Pagi-pagi buta alya bangun dari tidurnya.Liriknya jam dinding itu tepat pukul tiga dini hati.Alya merasa kepala nya sedikit pening,tapi tak melunturkan niatnya untuk kekamar mandi.Seraya menunggu adzan subuh yang masih lama,alya membuka ponsel nya.Betapa terkejut nya ia mendapati pelan-pelan yang berisi ancaman untuknya.


Orang yang mengirim pesan tersebut ingin jika alya menjauh  dengan sendirinya.Apabila alya masih berada di dekat bara,orang itu berkata akan nekat melakukan sesuatu yang berbahaya.


Alya mencari tau siapa yang sudah mengirim pesan itu padanya.Awalnya memang tidak ada foto pada profil si pengirim.Tapi saat jam menunjukkan pukul 04.30 orang tersebut online dan mengirim beberapa pesan lagi pada alya.


'Jauhi bara,agar kau bahagia'Isi pesan tersebut.


Alya langsung menjawab tidak.Ia tak akan pernah meninggalkan bara apapun yang terjadi.Tapi orang itu semakin marah.Ia mengirim beberapa pesan dan video yang benar-benar mengancam.


Tak lama orang yang mengirim pesan ancaman itu video call.Alya dengan rasa ragu nya menjawab panggilan video call tersebut.


"Hai....hai....hai,sudah lama sejak kejadian di kafe itu bukan?"


"Susan!"Kaget alya,ternyata orang yang selama ini mengirim pesan ancaman itu adalah susan.


"Sekarang kau sudah tau aku bukan,aku mau kamu pergi jauh dari kehidupan bara"


"Saya tidak bisa..."


"Buka matamu,sadarlah....selama ini bara hanya berbelas kasih padamu"


"Itu tidak mungkin...."


"Apa kau tau,beberapa hari ini aku dan bara masih berhubungan baik.Mungkin dalam waktu dekat ini bara dan aku akan menikah"


"Tuan tidak seperti itu"


"Jauhi bara,maka akan ku pastikan hidupmu bahagia"


"Bahagiaku adalah bersama tuan,atas izin Allah pun kami bersatu"


"Alah.....pake ceramah segala,lihat saja nanti.Aku akan berikan bukti hubungan ku dan bara"


Tut....

__ADS_1


Panggilan itu berakhir,firasat alya benar kali ini.Akan ada bencana yang akan datang pada hubungan nya.


Sungguh saat ini alya sangat lah bingung,ingin sekali ia mengatakan semua nya pada bara.Tapi ia pun merasa tak punya cukup bukti untuk mengatakan yang sejujurnya.


Adzan subuh berkumandang,membuat alya berhenti sejenak dari semua hal yang membuat kepalanya pusing.Saat ini ia mencoba meminta pertolongan pada yang maha kuasa,memberikan kekuatan pada nya,keteguhan hati dan cara untuk membuka semua kedok susan.


Mungkin kali ini alya harus mempertahankan hubungan nya dengan bara yang akan di terpang badai ujian dan cobaan.Bagaimamapun juga alya harus sabar dan menguatkan hati dalam menjalani semua nya.


Selepas menunaikan ibadah sholat subuh.Alya turun kebawah untuk memasak sarapan pagi untuk bara.


Pembantu yang membantu alya memasak di dapur itu heran dengan alya yang terlihat melamun.Tak seperti biasanya,alya akan senang ketika mengobrol dengan pembantu itu.Mungkin ancaman dari susan sedikit mempengaruhi pikiran alya.Membuatnya harus bergelut dengan pikiran nya sendiri.


Sebenarnya alya takut jika sesuatu terjadi pada hubungan nya,bagaimana pun rasa cinta itu tumbuh di hatinya.Ia takut ketika kembali merasakan kehilangan orang yang di cintai.Sebelum mengenal bara,jauh di masa kuliah memang alya pernah dekat dengan seseorang yang tak lain teman nya sendiri.Rasa cinta lama kelamaan tumbuh di antara mereka.Sayang nya si pria harus pindah keluar negri karena alasan keluarga. Saat itulah alya merasa kehilangan sosok yang di cintai nya.


Sarapan telah selesai dan di hidangkan apik di meja makan.Tak lama bara turun dengan setélan jas yang melekat sempurna di tubuhnya.Bara menyapa alya yang masih melamun di meja makan itu.


"Selamat pagi...."


Tak ada jawaban,membuat bara terheran-heran dengan alya.Tangan nya melambaikan ke wajah alya tapi masih tak di respon.Bara kemudian duduk di kursi,ia lantas menatap kearah alya.Kesal masih tak di respon membuat bara bangkit dan memegang kursi yang tengah di duduki alya.Bara menatap dekat sangat dekat hingga tak ada jarak yang tersisa.


"Astagfirullah haladzim tu...tuan " Kaget alya seraya berdiri.


Bara pun ikut berdiri menatap tajam ke arah alya yang tengah malu di buatnya.Sehingga membuatnya menunduk tak menampakkan wajahnya.


"Kau sedang memikirkan apa,huh?"Tanya Bara menelisik tajam.


Alya terkejut, bagaimana bisa bara menebak pikiran nya dengan mudah.Alya mencoba untuk membuat alasan yang logis agar bara tak curiga.


"Ehm....itu anu tuan,saya hanya...."


"Hanya apa?"


"Rindu " Ucap alya.


"Pada saya?Kata dilan rindu itu berat,biar saya saja"

__ADS_1


Alya tertawa kecil mendengar bara berbicara seperti itu.Sedangkan bara,ia malah twrheran-heran.Belum selesai ia berbicara bara malah menyombongkan dirinya.


"Saya rindu pada abi juga milen"


"Saya kira kamu rindu pada saya"


"Kenapa harus rindu,kan kita selalu bersama.Hanya terpisahkan sebuah kamar saja"


"Akan ku dobrak dinding penghalang itu,agar kita bisa bersama".


"Sabar...."


Bara duduk kembali di kursi,ia lantas menyantap sarapan pagi yang sudah alya siapkan khusus untuk nya.Tak lupa secangkir kopi untuk mengawali hari yang di racik asri dari sang bidadari(ea...😂)


Author:"Si bara jadi bucin mulu deh sama alya,untung aja tuh tembok dari pemisah.Kalau ngga,habis tuh alya di babad bang bara"😆


Selesai sarapan,bara pergi ke kantor seperti biasanya.Sedangkan alya yang biasanya membaca itu kini malah gelisah menatap layar ponsel nya.


Sebuah pesan kembali di kirimkan oleh susan membuat hati nya semakin khawatir.Alya merasa hari ini akan terjadi sesuatu padanya.Terlebih kata-kata susan itu terbilang kejam dan sadis.Dqri pesan itu,susan kemudian menelpon alya.


"Aku tunggu di kafe mawar jam 10.00"


Tut...


"Susan....susan...."


Susan mengajak bertemu di kafe nanti,membuat alya terus cemas di buatnya.Ia tak bisa berpikir jernih sedikitpun.Jam terus saja berjalan,tak terasa kini pukul 10.00 pagi.


Alya buru-buru masuk ke mobil dengan sesegera mungkin ia ke kafe yang di janjian oleh susan.Hanya butuh waktu 15 menit saja dari kediaman aditama,alya sudah sampai di depan kafe tersebut.


Alya masuk mencari perempuan berambut sepatu dengan pakaian seksi pastinya.Tepat di ujung dekat jendela itu,susan melambaikan tangan nya agar alya menghampiri nya.


Alya duduk menatap datar kearah susan,sungguh ini pertama kali nya alya merasa tak menyukai seseorang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2