
Pagi-pagi bara sudah ada di kantor,karena hari ini ada jadwal meeting pagi.Bara terlihat masih sibuk mengotak-atik isi komputer nya.Tanpa ia sadari,seseorang sudah ada tepat di depannya.
"Pagi Honey......."
Sontak saja,bara mengalihkan pandangan nya ke sumber suara.Ia tau betul suara itu,hingga membuat nya terkejut bukan main.
"Kamu......"Tunjuk bara pada perempuan itu.
Perempuan berbaju maroon yang melekat pas di tubuh nya itu sangat senang,ketika bara memandang nya lekat.Ia kemudian mendekat kearah bara dan tentu saja membelai lembut pipi bara.
"Honey.....aku tuh kangen banget sama kamu!!!"
Kini perempuan itu berusaha duduk di pangkuan bara,uang mencoba mengelus dada bara yang tertutup jas hitam itu.
"Kamu juga kangen kan sama aku???Kita udah lama ga ketemu...."
Tak ada jawaban yang keluar dari mulut bara,tapi tubuhnya yang spontan bergerak untuk menjauhkan perempuan itu dari pangkuannya.
Mendapat perlakuan tersebut tentu saja membuat hati perempuan itu kesal.Ia tak menyerah begitu saja.Perempuan itu kembali berjalan kearah bara.
"Honey.....kamu kok gitu sih sama aku???"
"Buat apa loe kesini???"
"Ya ketemu pacar aku lah.....Bara aditama tersayang"
"Apa....pacar kata mu.Sejak kapan kita masih pacaran???"
"Ya sejak dulu lah sayang......kamu tuh gimana sih"
Bara tak habis pikir dengan jalan pikiran perempuan di depannya ini.Entah lah,mungkin urat malu nya telah terputus hingga ia tak memiliki rasa malu sedikit pun.
"Di saat gue cinta mati sama Loe,trus loe kemana???.Loe mutusin gue gitu aja dan pergi ke inggris tanpa loe pedulikan perasaan gue"
"Tapi Honey....itu masa lalu,sekarang aku udah ada buat kamu.Aku janji ga akan ninggalin kamu,dan tolong jangan berbicara seperti itu,aku yakin kalau kamu tuh masih sayang kan sama aku???"
"Gue ga punya rasa lagi sama Loe.Mendingan sekarang loe keluar dari kantor gue dan keluar dari kehidupan gue selama nya".
__ADS_1
"Ga bisa bar,aku tuh cinta sama kamu"
"Ok.....kalau loe nga mau pergi.Berarti gue yang akan pergi"
Bara keluar dari ruangan nya meninggalkan perempuan itu yang masih kesal dengan sikap acuh bara pada nya.
Bara lebih memilih menghampiri Rian sekretaris nya dan memulai meeting pagi nya,ketimbang harus meladeni perempuan gila itu.
Setelah selesai meeting,bara langsung pulang ke rumah nya.Ia yakin jika perempuan gila itu masih ada di ruangan nya.Sedang Rian kembali mengurus beberapa dokumen di ruangan nya.
***
Bara memasuki kediaman nya,mata nya tak menemukan adik dan juga alya sehingga terlihat sedikit sepi.Entah kemana pergi nya milen dan alya.
Bara mencoba mencari nya ke taman belakang rumah nya.Dugaan nya benar,milen dan alya memang tengah bermain di sana.
Milen nampak sangat bahagia,saat alya membuat sebuah lelucon.Mereka berdua sangat asik bermain hingga tak mengetahui keberadaan bara yang tengah menatap mereka berdua.
Bara melangkahkan kakinya ke arah milen dan alya.Hingga kaki nya beberapa langkah lagi sampai, bara mendengar sedikit lelucon yang alya buat hingga milen tertawa lepas.
"Oh......jadi kamu buat saya Tameng lelucon???"Ucap bara yang langsung di sambut keheningan di antara alya dan milen.
Sontak alya berdiri tepat di depan bara,tubuhnya yang mungil terlihat jauh berbeda dengan bara.Bagaimana tidak,tubuh alya hanya setinggi pundak bara.
"Bukan begitu tuan,saya hanya menyamakan anda dengan serigala imut"Sangkal alya sebisa nya sambil memperlihatkan senyum nya.
Kini milen pun ikut berdiri di samping alya yang tengah menatap kakak nya itu.Milen pun berusaha membela alya di depan kakak nya.
"Iya,kak Bara itu persis ama serigala albino yang lucu,imut gitu"
"Dimana mana serigala itu menyeramkan bodoh,dan juga serigala tak pantas bersanding dengan ku!!!"
"Baiklah. ....terserah tuan saja,saya minta maaf kalau begitu.Milen ayo masuk....kita harus sholat dzuhur".Ajak alya sambil menarik tangan milen pergi.Belum sempat pergi,bara dengan cepat menarik tangan alya yang satu nya lagi.
Tentu alya berbalik ke lihat ke arah bara.Tangan nya masih di pegang kuat oleh bara,seperti tak ingin kehilangan.
"Astagfirullah haladzim tuan.....Tolong lepaskan tangan anda,kita bukan muhrim"
__ADS_1
Bara melepaskan tangan nya karena melihat keterkejutan alya yang terlihat jelas oleh nya itu.
"Maka nya jangan pergi sebelum di suruh!!!"Ketus bara pada alya.
"Kak Bara mau sholat bareng kita???"Tanya milen yang langsung di hadiahi tatapan dari alya dan bara secara bersamaan.
"Boleh????"Tanya Bara penasaran.
Milen mengangguk tanda setuju.Ia kemudian memperlihatkan puppy eye's nya pada alya,berharap ia bisa setuju pula.
Ya mau bagaimana lagi,keinginan milen tak akan bisa alya bantah.Akhirnya mereka memutuskan untuk sholat dzuhur berjamaah di rumah.
***
Setelah selesai sholat,bara kembali ke ruangan nya.Karena masih ada dokumen yang belum selesai di kerjakan nya.Sedangkan alya dan milen masih sibuk merapikan mukena setelah selesai sholat.
Tring...Tring. ...
Suara ponsel berbunyi,yang ada di samping meja.Lantas alya mengambil ponsel milik bara.Tapi yang tertinggal itu.
Nama yang tertera di ponsel bara Adalah ' perempuan gila'.Alya tak mengerti sama sekali,ia masih saja menatap layar ponsel bara.
"Angkat aja kak,siapa tahu penting!!!"Ucap milen memberikan solusi,karena melihat alya masih fokus menatap layar ponsel milik bara.
'Mungkin yang di katakan milen benar,tak ada salah nya aku mengangkat telpon Ini ' Batin Alya yang langsung menjawab panggilannya tersebut.
"Honey.....kok lama amat jawab telpon aku...."Ucap penelpon di seberang sana.
"Assalamualaikum mbak,maaf ini bukan tuan bara!!!"Jawab alya hati-hati.
"Oh...pantesan,my honey ga akan lama angkat telpon aku.Lalu kamu siapa,bisa pegang ponsel nya bara".
"Sekali lagi saya minta maaf mbak,sudah lancang.Soal nya ponsel tuan bara tertinggal,jadi saya yang angkat"
Tut....tut....tut
Panggilan tersebut tiba-tiba saja terputus.Alya mencoba menelpon kembali tapi tak di angkat.Ia pun memutuskan untuk mengembalikan ponsel milik bara ke ruang kerja nya.
__ADS_1
Bersambung