Alya Love Story

Alya Love Story
Meninggal


__ADS_3

Sore ini,dokter dan dua orang suster memeriksa kembali keadaan husein di ruangannya.Tak terlihat kehadiran alya,ali dan yasmine di sana.Karena mereka bertiga memang tengah melaksanakan ibadah sholat ashar di masjid dekat rumah sakit.


Dokter terlihat semakin serius setelah memeriksa keadaan husein.Dengan berat hati,dokter itu mengatakan yang sejujurnya pada husein.


"Dengan berat hati,saya katakan ini pak.Kanker yang ada pada tubuh anda,masuk stadium empat.Mungkin rujukan ke Singapore itu akan sia-sia.Mungkin umur bapak sudah tak lama lagi".


"Terimakasih telah merawat saya dok,lepaskan saja semua obat dan alat yang menempel pada tubuh saya.Hari ini saya ingin bahagia dan terlihat sehat di depan anak saya"


"Baik,saya akan memenuhi semua yang anda perintahkan"


"Satu lagi,jangan biarkan anak saya atau kakak dan kakak ipar saya tau tentang kondisi saya saat ini "


"Tentu pak"


Dokter memerintahkan kedua suster nya membantu mencopot alat yang memasang atau menyangga kehidupan husein.Setelah itu mereka bertiga lekas pergi,meninggalkan husein yang tengah beristirahat.


Tak lama setelah dokter pergi,alya,yasmine dan ali kembali.Mereka semua berkumpul menunggu husein bangun dan makan.Malam hari,husein terus mengeluarkan keringat dingin.Wajahnya semakin pucat kala ia tersadar dari tidurnya.Alya yang cemas seketika  dengan keadaan itu langsung memanggil dokter juga paman dan bibi nya.


Alya menangis,saat dokter menggeleng kan kepalanya.Ali meminta dokter agar memasang kembali alat di tubuh husein adiknya.Sedangkan yasmine mencoba memberi support pada alya supaya berhenti bersedih.Tapi sungguh di sayangkan,husein menolak semua yang di inginkan oleh kakak maupun anak nya.Ia memilih merasakan semua rasa sakit itu yang akan mengantar nya pada ujung hayat.


"Dokter boleh kembali keruangan " Ucap husein dengan suara lemah nya.


"Abi kenapa ngga mau di pasang lagi alat medis nya?"


"Alya....Abi ingin,untuk terakhir kali nya melihat alya senyum bahagia.Jangan ragu hadapi dunia.Abi percaya,alya bisa berdiri tegak tanpa memegang tangan abi"


"Abi.....alya mohon"


"Ali,saya mohon jaga alya seperti anak kalian sendiri.Saya titip berlian mahal yang saya punya pada kalian.Jangan biarkan dia menangis"

__ADS_1


"Husein adikku,aku berjanji akan menjaga alya dengan baik.Asalkan kau sembuh..."


"Aku sangat ingin melihat alya menikah,tapi sangat di sayangkan itu tak terjadi.Akhirnya aku menyusul fatimah disana".


Kalimat itu yang terakhir kali husein katakan,ia menutup matanya seperti orangtuanya tengah tertidur damai di bangkar rumah sakit. Tentu saja,alya menangis histeris di buatnya.Alya mencoba memegang pipi husein,menggoncangkan badan nya pelan,memeluk nya berharap ia bisa bangun kembali.Ali dan yasmine pun ikut bersedih melihat alya di tinggalkan oleh husein.


"Abi...jangan tinggalin alya bi....hiks....Abi alya mohon,abi jangan tinggalin alya!!"Tangis alya terhenti saat tubuhnya limbrung kelantai.


Ali segera mengangkat tubuh alya keatas sofa,sedangkan yasmine berteriak meminta agar dokter cepat datang.Suara yang yasmine yang kencang itu,mampu membuat dokter yang tadi memeriksa kondisi husein kembali masuk keruangan.


"Dokter...Tolong periksa adik saya"


Dokter itu kemudian memeriksa kondisi husein yang memang telah tiada itu.Dokter kemudian menggeleng pelan seraya mengatakan.


"Pasien husein umur 47 tahun telah meninggal dunia pada pukul 19.23!!!"


Ali gemetar hebat,baru beberapa hari ini ia kembali berkumpul dengan sang adik.Tapi Allah berkehendak lain,mengambil husein agar bersanding dengan fatimah jauh disana.Yasmine mencoba menguatkan hati suami nya yang tengah bersedih itu.Ia lantas meminta dokter memeriksa keadaan alya yang juga pingsan.


 Setibanya di rumah,jenazah langsung di bawah keruang tengah agar memudahkan warga sekitar untuk melayat.


Pagi harinya,jenazah husein  langsung dikebumikan di dekat makan sang istri,fatimah.Alya masih menangis yang juga di rangkul oleh yasmine.Sejak malam alya tak tidur,ia dengan setia menemani disisi ayah nya yang mungkin ini terakhir kali bagi nya.


Mereka pulang dari kebakaran, ali sibuk berbicara dengan para warga yang ingin tau tentang kematian husein.Sedangkan yasmine dan ibu-ibu yang lain nya memasak di dapur untuk mempersiapkan acara tahlilan.


Jangan tanya dimana keberadaan alya,ia mengurungkan diri dikamar.Mengenang semua ingatan indah yang di buat bersama ayah dan kakek nya semasa hidup.Indah,namun hanya sementara.Buktinya sekarang ia hanya seorang diri.Tak ada ayah,ibu,juga kakek yang membuat hati nya terasa. hampa.Mungkin tempat bernaung nya kali ini hanya paman dan bibi.


"Alya....buka pintu nya,bibi mau bicara sama kamu"


Awal nya alya tak ingin membuka kan pintu kamarnya,ia masih ingin sendiri.Tapi karena tak enak dengan bibi nya,alya kemudian membuka pintu kamarnya mempersilahkan bibi masuk.

__ADS_1


Yasmine duduk di samping alya yang masih termenung.Hatinya juga ikut sedih melihat alya,perempuan muda yang harus menerima kenyataan saat ayahnya meninggalkan dirinya seorang diri.


Yasmine tau betul perasaan alya saat ini.Pastinya hancur,kala orang yang sangat dicintai meninggalkan nya.Terlebih ia juga memiliki anak perempuan yang mungkin umurnya lebih muda beberapa tahun dari alya.


"Alya harus tegar...alya minta sama Allah,agar husein di tempatkan di sisi yang terbaik disana!"


"Terimakasih bibi yasmine,alya juga belajar tegar untuk melangkah kedepan"


"Alya ngga perlu khawatir, jika ada sesuatu tanyakan pada bibi.Anggap bibi sebagai orang tua baru alya"


"Iya bibi,kalau begitu alya sholat dulu"


"Baiklah....bibi ke dapur lagi"


Berbeda dengan sang istri yang tengah menenangkan alya dari rasa keterpurukan nya.Ali justru mencoba memberi kabar pada bara,ia berharap bara bisa menghibur alya yang sedang bersedih.Atupun membuat alya kembali tersenyum.Jujur saja,ali sangat menginginkan alya tersenyum kembali,seperti pertama kali mereka bertemu.


Tut...


Panggilan itu menyambung,tinggal menunggu si penerima mengangkat nya.Cukup lama ali menunggu bara mengangkat ponsel nya.Karena bagaimana pun kondisi bara juga tak terbilang baik.


"Dengan siapa?jika tak penting lebih baik jangan katakan!"Ucap bara yang hendak menutup panggilan tersebut.


"Jangan....ini saya ali,saya ingin mengatakan sesuatu yang penting"


"Ah....tuan ali adhari.Maaf,saya kira yang menelpon bawahan saya.Ada apa tuan?"


"Saya tidak tau dengan masalah yang terjadi pada hubungan nak bara dan alya.Saya hanya ingin mengatakan jika husein,adik saya meninggal dunia"


"Apa...meninggal"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2