ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
DADDY UDAH DI TEMUKAN?


__ADS_3

Alex masih terlelap tidak terusik sedikit pun ketika para bodyguard menurunkan ia dari speed boat menuju Villa.


Tak ada satu orang pun yang mengeluarkan suara, semua terdiam.


Setelah sampai di kamar Ratu, Alex segera di baringkan.


" Apa yang harus kita lakukan pa?". Tanya Ratu sambil mengelus pipi suaminya yang sangat ia rindukan tersebut.


" Kita akan membawanya ke rumah sakit.", jawab tuan Diningrat.


Pintu kamar di ketuk dari luar. Setelah di persilahkan masuk, seseorang masuk kedalam kamar.


" Maaf tuan, Atuk Soleh mau masuk.. apa boleh?", tanya Alvin pada tuan Diningrat sambil membungkukkan tubuhnya.


" Biarkan dia masuk Vin.", jawab Tuan Diningrat singkat.


" Baiklah tuan, saya permisi dulu.", jawab Alvin sambil memutar tubuhnya dan keluar dari ruangan tersebut.


Tak lama kemudian, Alvin datang kembali untuk mengantar Atuk Soleh.


Tuan Diningrat segera mempersilahkan Atuk Soleh untuk melihat Alex menantunya.


Atuk Soleh mengangguk lalu mendekati tubuh Alex yang masih tertidur pulas.


" Mas Alex gak usah di bawa ke rumah sakit, ia hanya tertidur. Nanti aku akan membuat ramuan obat untuknya..", ujar Atuk Soleh sambil memandang wajah tuan Diningrat dan Ratu bersamaa.


" Baiklah Atuk, lakukan yang terbaik untuk suami ku.", Jawab Ratu dengan mimik wajah yang penuh dengan kesedihan.


Atuk Soleh mengangguk sambil berpamitan kembali, untuk turun kebawah? dan membuat ramuan herbal buat Alex.


" Istirahatlah nak, papa mau ke bawah terlebih dahulu.", ujar tuan Diningrat sambil mengelus rambut putrinya.


" Iya pa.." jawab Ratu sambil membaringkan tubuhnya di samping Alex.


🍃🍃🍃🍃


Sementara itu, Baby Twins seperti biasanya batu pulang dari sekolah. Ayu berencana mengajak kedua anak tersebut untuk jalan-jalan.


Tapi sebelum mereka keluar dari rumah, sebuah mobil memasuki halaman rumah mewah tersebut.


Ternyata Davis dan Dara yang datang. Melihat kedatangan Tante kasayangannya tersebut, kedua bocah tersebut langsung berlari untuk menyambutnya.


Mereka berebutan untuk mencium tangannya.


Hingga tubuh Dara terdorong kebelakang. Untunglah Davis telah siap sedia untuk menjaga agar istrinya tak terjatuh.


" Tante.. kenapa baru datang sekarang?" cebik Zevania.


" Tante habis dari Kalimantan sayang, ngurus perusahaan Tante di sana.", jawab Dara sambil mencium kedua pipi bocah-bocah tersebut.


Mata Zevania melirik ke perut Dara yang semakin membesar.


" Tante... kapan Tante lahiran nya? Aku gak sabar pengen punya dedek.", ujar Zevania sambil mengelus perutnya Dara.


Dara tersenyum sambil mengelus rambut Zevania.


" Tunggu 3 bulan lagi sayang." jawab Dara.


" Cowok apa cewek Tante?", tanya Richie.


" Cowok insya Allah.", jawab Dara sambil menggandeng tangan Zevania dan Richie untuk mengajak kedua bocah tersebut masuk ke dalam rumah. Karena kakinya kram, dari tadi berdiri terus.

__ADS_1


" Nah.. kalau gini kan enak ngobrol nya." ujar Davis sambil menyadarkan tubuhnya di sofa.


Richie, Zevania dan juga Dara tertawa mendengar ucapan Davis.


" Assalamualaikum...", tiba-tiba dari pintu terdengar seseorang mengucapkan salam.


" Wa'alaikum salam..", jawab mereka serentak.


Dari pintu depan masuklah Nyonya Rara dan nenek Ningsih.


" Grandma...Eyanggg.", teriak Richie dan Zevania.


Kedua anak tersebut langsung berlari menjemput nyonya Rara dan nenek Ningsih.


Richie memeluk nenek Ningsih, dan Zevania memeluk nyonya Rara. Nenek Ningsih dan nyonya Rara di tarik oleh kedua bocah tersebut ke arah sofa.


Kedua bocah tersebut sepertinya benar-benar sangat bahagia. Karena orang-orang yang mereka cintai semua datang.


" Mama.. nenek", sapa Dara dan juga Davis.


Dara hendak berdiri, tapi nenek Ningsih menghalanginya.


" Udah, duduk aja sayang.", ujar nenek Ningsih.


" Gimana keadaan mu sayang?" tanya nyonya Rara sambil memandang ke arah Dara.


" Alhamdulillah baik Mam..Mama gimana kabarnya?", tanya Dara balik bertanya.


" Baik juga nak. Jaga kesehatan ya, mama gak larang kamu kerja.. tapi tetap harus jaga kesehatan.", pesan nyonya Rara.


" Siap mam..", jawab Dara sambil tersenyum.


" Akhirnya nenek di tanya juga..", ujar nenek Ningrum sambil menarik nafas panjang.


" Hahaha.. Eyang merajukkkk..", seru Zevania sambil tertawa.


" Gak merajuk sayang, tapi sedih hati aja.", jawab nenek Ningrum sambil mengerucutkan bibirnya.


Zevania segera mendekati nenek Ningrum. Di ciumnya pipi nenek Ningrum berkali-kali hingga nenek Ningrum tertawa terbahak-bahak.


" Nanti kalau Zeze udah besar, Zeze mau tinggal di Palembang sama Eyang.", ujar Zevania sambil memeluk tubuh nenek Ningrum.


" Kenapa kau tinggal sama Eyang?" tanya nenek Ningrum lembut.


" Biar Eyang gak kesepian lagi. Biar kalau Eyang pulang kerja, ada Zeze yang nemanin Eyang.", jawab Zevania sambil mengelus pipi nenek Ningrum dengan lembut.


Hati nenek Ningrum menghangat. Ia sangat bahagia dan terharu, karena gadis kecil ini mengerti kesepiannya.


" Makasih ya sayang. Eyang akan menunggu saat itu tiba.", jawab nenek Ningrum sambil mendekap tubuh Zevania dengan erat.


" Eyang.. Richie bukan gak mau nemanin Eyang. Tapi Richie akan mengantikan Mommy bekerja. Biar Mommy di rumah aja.. biar Richie yang cari duit buat Mommy." ujar Richie sambil tersenyum.


" Mommy selama ini udah terlalu capek.", lanjut Richie dengan mata berkaca-kaca.


Nenek Ningrum, Nyonya Rara, Dara, dan juga Davis terharu. Anak kembar ini memang masih kecil, tapi cara berfikir mereka udah seperti orang dewasa.


Richie baru berumur 6 tahun. Tapi ketika Mommy nya ada meeting di kantor, ia slalu ikut. Alasannya karena ia ingin belajar cara mengahadapi klien. Terkadang Ratu dan Ayu sering senyum-senyim melihat bertapa antusiasnya ia memperhatikan setiap penjelasan dari klien.


Nanti setelah selesai meeting, ia akan memberikan komentar. Ia akan memberikan penilaian secara objektif. Semua orang akan bangga memiliki anak secerdas dan seberani dia. Yang lucunya, semua klien menyukai dia.


🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


" Gimana sayang, jam berapa mereka tiba?", tanya nenek Ningrum sama Ayu.


" Mereka udah di dalam perjalanan menuju kesini.", jawab Ayu sambil tersenyum.


" Syukurlah, semoga perjalanan mereka lancar." ujar nenek Ningrum sambil memejamkan matanya.


Suasana menjadi hening, tak ada seorang pun yang mengeluarkan suara.


Richie dan Zevania saling berpandangan. Mereka seakan penasaran, apa yang di bicarakan oleh Aunty Ayu dan Eyang Ningrum.


" Assalamualaikum.." kembali terdengar ucapan salam dari depan pintu.


" Wa'alaikum salam..", jawab mereka berbarengan.


" Opaaa... Omaaaa..", seru Richie dan Zevania, sambil berlari ke arah pintu.


Ternyata yang datang Tuan Andreas, Bu Aisyah dan juga Rafael. Richie dan Zevania segera menyalami tuan Andreas dan juga Bu Aisyah..


Lalu Zevania menarik tangan Rafael, mengajak Rafael ke taman samping rumah.


" Rafa, Napa lama gak main kesini? Ki kesepian, Mommy lagi nyari papa", tanya Zevania sambil mengerucutkan bibirnya.


" Aku juga udah sekolah, sama seperti kalian. Lagian aku kan jauh tinggal di Jakarta..", jawab Rafael sambil tersenyum.


" Iya sih.. kenapa gak minta pindah kesini aja, kan lebih enak di sini?", ujar Zevania.


" Bukan gak mau.. tapi papa kantornya kan di sana. Lagian mbak Aqila kan harus sekolah juga, kasihan kalau harus pindah." jawab Rafael.


" Nanti ada waktunya kita akan berkumpul dek.", sela Richie yang tiba-tiba telah berada di depan mereka berdua. Zevania mengangguk sambil tersenyum.


Sedang asik anak-anak tersebut mengbrol, tiba-tiba ada iring-iringan kendaraan masuk dari pintu gapura.


" Itu siapa mas?", tanya Zevania penasaran.


" Gak tau dek.", jawab Richie sambil menatap ke arah iring-iringan kendaraan tersebut.


Ketiga bocah tersebut mendekati iring-iringan kendaraan. Dari dalam mobil yang paling depan, keluarlah tuan Diningrat. Melihat yang turun adalah Grandfha nya, Richie dan Zevania segera mendekat.


" Grandfha..", panggil Richie.


Tuan Diningrat segera mendekati kedua bocah tersebut, di peluknya kedua cucunya. lalu ia pun memeluk Rafaeel.


' Ayo sayang, masuk kedalam rumah.


Grandfha ingin bicara.", ajak tuan Diningrat kepada ketiga bocah tersebut.


Rafael, Richie dan juga Zevania segera mengikuti tanpa bertanya sedikit pun.


Sesampai di ruang tamu, mereka saling bersalaman.. berpelukan dan saling menguatkan


" Alhamdulillah Alex udah di temukan. sekarang ia sedsng di lakukan periksaan di rumah sakit kita, untuk memastikan bahwa tubuhnya baik-baik saja.", terang tuan Diningrat.


" Alhamdulillah ya Allah."jawab semua orang di ruangan tersebut.


" A-paa Grandfha, Deddy udah di temukan?", tanya Richie dengan wajah kaget.


" Iya nak.. alhamdulillahhh. Tapi sekarang Deddy kalian masih di rumah sakit.", Jawa. tuan Diningrat.


Richie dan Zevania saling berpelukan.. kedua bocah kecil tersebut serentak menjatuhkan tubuhnya ke lantai. mereka berdua bersujud, mengucap syukur atas di temukan Deddy nya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2