
" Richie bukan anak kecil biasa. Dia bisa menangkap maksud seseorang hanya dengan memperhatikan gerak geriknya aja. Apa lagi Tina Abraham tersebut, yang udah benar-benar kelihatan ingin mencelakai Senja.", jawab Ayu dengan santai.
" Iya.. yang penting perketat penjagaan terhadap anak-anak. Karena aku akan memecahkan kepalanya bila sampai ia menyentuh anak-anak ku.", jawab Ratu dengan senyum miring.
Ayu tertawa mendengar ucapan Ratu. Ucapan yang terkesan santai tapi penuh dengan nada penekanan. Membuktikan bahwa ancaman tersebut bukan main-main.
" Orang kita udah mencari latar belakang suaminya. Suaminya orang yang cukup terpandang dan cukup disegani. Suaminya baik, dan selama ini.. suaminya berusaha agar istrinya tidak ikut campur masalah keluarga abangnya.", terang Elang.
" Owh..ini menarik sebenarnya. O iya Ay..aku ingin perusahaan kita bisa kerjasama sama dengan PT Mendung Sejati . Besok kamu ajukan kerjasama kita.", titah Ratu pada Ayu.
" Siap my Queen..", jawab Ayu sambil membungkuk.
" Bagus.", ujar Ratu sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
" Richie Company atau Ratu Kencana?", tanya Ayu sambil memandang wajah Ratu.
" Richie Company. Aku ingin, keluarga Abraham kelak bertekuk lutut pada darah daging yang telah mereka buang.", jawab Ratu sambil tersenyum.
" Maksudnya?", tanya Ayu tak mengerti.
" Ayu sayang.. Richie telah meminta kepada aku, untuk menikahi Senja jika ia besar nanti. Aku setuju, tapi aku mengajukan satu syarat.", jawab Ratu sambil tersenyum.
" Syarat apa?", tanya Ayu heran.
" Dia boleh menikahi Senja, setelah ia mengambil alih Richie Company. Dan Richie setuju.", jawab Ratu sambil tertawa.
Ayu, Alex dan juga Elang pun ikut tertawa. heran dengan pemikiran Richie yang masih kelas satu SD tapi udah kayak anak SMU buah pikiran nya.
" Kayaknya umur belum 40 tahun kita udah punya cucu yank.", ujar Alex sambil tertawa.
" Wah.. pasti menyenangkan banget.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Mereka berempat kembali tertawa. Mengenang kembali awalnya kisah cinta mereka. Sempat banyak hal yang terjadi, hingga akhirnya mereka bersama kembali.
__ADS_1
Tanpa terasa, mereka mengobrol hingga hampir jam 1 dini hari. Karena angin laut semakin dingin.. akhirnya mereka kembali ke kamar masing-masing.
🍀🍀🍀🍀
Pagi-pagi sekali.. Richie udah terbangun. Ia dan Zhafran keluar dari kamar. Mereka berdua kelaparan. Berencana untuk ke restauran milik Resort tersebut, yang untungnya buka 24 jam.
Mereka berdua melangkah menuju restauran, yang ternyata di ikuti oleh 4 orang bodyguard.
Sesampainya di restauran, Richie dan Zhafran segera mencari tempat duduk. Richie memanggil ke empat bodyguard tersebut untuk bergabung bersama mereka.
Awalnya mereka menolak, karena merasakan segan. Dengan sedikit pemaksaan dari Richie akhirnya mereka mau.
Seorang waiters mendekati mereka. Menyerahkan buku menu. Mereka mulai memesan makanan, dan waiters pun dengan telaten mencatatnya satu persatu.
Setelah di rasa cukup, waiters itu pun segera pergi ke ke dapur untuk menyerahkan orderan mereka.
Sambil menunggu orderan mereka, Richie mulai membuka percakapan.
" Mas.. gimana rasanya kerja sama keluarga ku?" tanya Richie pada bodyguard tersebut. Memandang mereka satu persatu.
" Ia benar. Bahkan, ketika keluarga ku kena musibah..Mbak Ratu segera memberikan bantuan. Bukan hanya untuk keluarga ku tersebut, tapi juga satu kampung.", kenang Sasi sambil tersenyum haru.
Sang bodyguard yang keluarga nya pernah tertimpa musibah bencana alam. hingga mereka kehilangan tempat tinggal.
Dan Ratu lah yang membangunkan kembali tempat tinggal mereka, tempat ibadah, sekolah bahkan Fasilitas kesehatan. Jalan-jalan di perbaiki. Bahkan, kampung tersebut menjadi kampung dengan fasilitas terbaik.
Richie tersenyum sambil manggut-manggut.
" Tuan Diningrat telah membantu adik ku. Menemukan kembali adik ku setelah ia menjadi korban Human Trafficking di Pattaya Thailand. Untung lah, belum terjadi hal buruk terhadap adik ku. Setelah itu, tuan Diningrat memberikan biaya untuk adik kuliah dan membuka usaha. Kini adik ku telah menikah dengan orang Mesir..itu pun berkat bantuan tuan Diningrat.", Cerita Ballin dengan wajah sumringah.
" Syukurlah Allah masih melindungi adik mas.", ujar Zhafran sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Aku hanya anak jalanan yang tak tau siapa keluarga ku. Aku di ambil oleh nenek Ningrum. Di sekolahkan, Di latih sedemikian rupa, hingga aku siap menghapi dunia luar. Ketika mas Richie dan mbak Senja lahir.. Nenek Ningrum segera membawa ku ke kota impian. Beliau meminta ku untuk turut menjaga kalian.", kini giliran Neka yang cerita. Neka Sambawa namanya. Wajahnya ganteng, punya badan yang bagus.. mata setajam elang, pendiam dan jarang tersenyum.
__ADS_1
Tapi sangat sopan ketika berhadapan dengan anggota keluarga Diningrat. Dia paling muda di antara semua anggota bodyguard.
Richie terharu mendengar jawaban dari semua bodyguard. Mereka adalah orang baik, yang rela mati demi menjaga bos dan keluarganya. Walau mungkin nyawa taruhannya.
" Terima kasih ya.. karena kalian udah menjaga kami dengan baik. Tapi mulai hari ini, tolong perketat penjagaan buat Senja dan Zevania. Kita gak tau, siapa saja yang ingin mencelakai mereka.. terutama Senja." titah Richie pada mereka.
Para bodyguard tersebut serentak mengangguk.
Suasana yang tadi sempat sedikit ada perubahan suhu, kini kembali mencair ketika makanan yang mereka pesan mulai memenuhi meja.
Mereka berenam mulai menyerbu makanan tersebut. Hingga hanya butuh waktu 30 menit untuk membersihkan semua isi meja.
Sambil menyeruput minuman, mereka tertawa terbahak-bahak karena makanan di atas meja habis dalam sekejap mata.
" Ada yang belum kenyang?" tanya Richie sambil memandang ke empat bodyguard bergantian.
" Gak mas Richie.. udah kenyang.", jawab Neka sambil tersenyum.
" Yang lain gimana?", tanya Richie lagi.
" Udah mas..udah kenyang banget." jawab Candra yang di aminkan oleh yang lain.
" Ya udah kalau begitu.", ujar Richie sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
Richie memanggil waiters untuk membersihkan meja mereka. Sang waiters tersebut datang bersama dengan kedua temannya.
Dalam sekejap meja tersebut telah bersih. Yang tertinggal hanya gelas yang masih berisi minuman mereka.
" Habis ini kita renang yuk.. tapi di kolam renang aja", ujar Richie pada Zhafran dsn keempat bodyguard tersebut.
" Kami masih harus kerja mas.", jawab Candra sungkan.
" Tugas mas kan jaga kami. Dan ikut kami ke kolam renang termasuk tugas juga." ujar Richie dengan wajah datar.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu.", jawab Neka sambil tersenyum.
Richie dan Zhafran pun turut tersenyum. Senang banget rasanya melihat para bodyguard tersebut tersenyum. Mereka juga butuh hiburan, agar tak terlalu tegang.