ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
GIBRAN WIJAYA.


__ADS_3

" Maaf.. teman mu laki-laki apa perempuan?", tanya Zhafran.


Semua mata menatap kearah Zhafran. Kaget dengan pertanyaan Zhafran. Tapi mereka pun menunggu jawaban Jasmin.


Sambil tersenyum Jasmin menjawab.", Teman ku laki-laki, namanya Gibran Wijaya."


" Dia pasti ganteng?", tebak Zevania.


" Iya, soalnya namanya bagus.", sambung Senja mendukung pernyataan Zevania.


" Iya...dia ganteng banget.", jawab Jasmin sambil tertawa.


" Ganteng juga aku.", celetuk Richie sambil bangkit dari tempat duduknya.


Semua mata memandang kearah Richie. Zevania mengerutkan dahinya, sepertinya ia heran kenapa saudaranya tersebut terlihat tidak senang.


" Iya.. aku akui, ganteng Richi dari pada Gibran.", jawab Jasmin jujur.


Richie tersenyum mendengar jawaban Jasmin.


" Ya elah Jess, kalau ganteng Gibran juga gak apa-apa kok.", ujar Zevania sepertinya sengaja ingin tau reaksi Richie.


" Serius!!", jawab Jasmin sambil tersenyum.


Richie memandang tajam ke arah Zevania. Yang di pandangi hanya tersenyum nakal. Hatinya puas melihat saudaranya kesal.


" Peace mas..", ujar Zevania sambil mengangkat tangannya dan membuat tanda V.


Senja, Jasmin dan juga Zhafran melihat tingkah Twins tersebut.


Obrolan mereka terhenti ketika Siska dan beberapa orang pelayan membawa nampan berisi orderan mereka.


Siska menata makan tersebut sesuai dengan pesanan mereka masing-masing.


Setelah selesai, Siska pun mempersilahkan mereka untuk menikmati.


" Terima kasih Tante..", ujar mereka nyaris bersamaan.


" Sama-sama sayang.", jawab Siska sambil tersenyum.


Siska pun berpamitan untuk kembali bekerja.


Tak lama kemudian, Ayu datang menghampiri mereka.


"Aunty..ayo kita makan.", seru Senja.


" Iya Aunty ayo..", timpal Jasmin.


"Ayo.." jawab Ayu sambil duduk.

__ADS_1


" Ayo Aunty..", kini giliran si centil Zevania yang mengajak.


" Kalian makan lah.. Tapi Aunty gak bisa temani kalian, soalnya Aunty ada urusan ke hotel sebentar.", ujar Ayu sambil memandang Richie dan Zevania. Kedua anak tersebut mengangguk tanda paham. Mereka tau, bila ada hal yang sangat penting bila sampai Aunty Ayu meninggalkan mereka.


" Tapi kalau udah selesai cepat kembali ya.." pinta Richie.


" Iya sayang. Ingat ya, kalian gak boleh turun. kalau bosan di sini.. kalian bisa masuk ke dalam. Di dalam ada laptop dan juga tv, kalian bisa main game atau pun nonton tv.", pesan Ayu pada mereka.


" Iya Aunty..", jawab mereka kompak.


Ayu tersenyum sambil berdiri dari tempat duduknya. Lalu ia pun turun ke lantai satu untuk menuju ke The Beach hotel.


Setelah Ayu pergi, mereka kembali melanjutkan acara makannya. Tak ada suara, tak ada keributan. Mereka berlima makan dengan damai.


🍀🍀🍀🍀🍀


Mereka berlima telah menyelesaikan makan sekitar 30 menit yang lalu.


Karena bosan, akhirnya Zhafran mengajak mereka main game.


Karena Richie malas main game, akhirnya Zhafran main game dengan Zevania. Tenyata, Zevania jago juga main game.


Jasmin dan Senja sedang menonton film anak-anak. Mereka duduk sambil saling bersandar. Mata mereka fokus ke layar televisi.


Sementara Richie masuk ke salah satu kamar yang menjadi ruang kerja Mommy nya kalau ia lagi di sana.


Tak lupa ia mengunci pintu kamar tersebut.


Richie mulai mencari sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk. Lewat email yang masuk, Richie mengetahui..bila perusahan Mendung Sejati ada masalah terkait kepemilikan tanah yang akan di bangun hotel . Yang mengirim email tersebut adalah Maria Syailendra. Maria Syailendra adalah mama Senja. Orang yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.


Richie tau, Sebentar lagi para petinggi dari Richie Company dan Mendung Sejati akan melakukan virtual meeting.


Ia mengirim pesan lewat email pada Ayu untuk ikut bergabung di meeting kali ini.


Setelah meminta izin dari Ratu, Ayu pun akhirnya mengikut sertakan Richie dalam virtual meeting. Tentu saja, Richie tidak boleh menampilkan wajah aslinya.


Akhirnya meeting pun di mulai . Richie mengikuti meeting dengan serius. Hingga hampir satu jam, barulah virtual meeting tersebut selesai.


Richie menyandarkan tubuhnya di kursi, tentu saja setelah dia menutup kembali laptop Mommy nya.


Tak lama kemudian, pintu di ketuk dari luar. Dengan malas Richie pun berdiri lalu membuka pintu. Ternyata Senja yang mengetuk pintu.


" Ada apa Nja'?" tanya Richie sambil memandang wajah cantik Senja.


" Kamu lagi ngapain?" Senja balik bertanya.


" Lagi kerja.. tapi udah selesai.", jawab Richie sambil menutup pintu, lalu ia menarik tangan Senja untuk bergabung bersama yang lain di sofa.


" Ooo...", jawab Senja sambil mengikuti langkah Richie.

__ADS_1


Mereka semua kembali bercanda bersama. Ada aja celotehan yang memancing mereka untuk tertawa.


Pintu tiba-tiba di buka, membuat mereka serentak memandang ke arah sana.


Ayu tiba sambil tersenyum.


" Udah selesai semua kalian makan?" tanya Ayu sambil menghempaskan tubuhnya di samping Jasmin.


" Udah Aunty..", jawab mereka nyaris bersamaan.


" Kalau begitu, ayo kita pulang.", ujar Ayu sambil bangkit dari tempat duduknya.


" Tapi Aunty kan belum makan?", tanya Jasmin sambil ikutan berdiri.


" Aunty makan di rumah aja.", jawab Ayu sambil mengelus rambut Jasmin.


Jasmin tersenyum mendengar jawaban Ayu.


Mereka semua menuju pintu untuk ke tangga yang akan mereka lalui untuk ke lantai satu.. Sebenarnya ada lift, Ayu sengaja mengajak mereka untuk lewat tangga biasa.


Di cafe, setelah mereka berpamitan pada Siska dan Rangga..mereka langsung menuju parkiran, masuk ke mobil dan pulang.


Para bodyguard tetap setia mengikuti mereka dari depan, samping dan belakang.


" Senja dan Zhafran langsung aunty antar ke rumah kalian masing-masing ya..", ujar Ayu.


" Iya Aunty..", jawab Zhafran dan Senja berbarengan.


Mereka semua terdiam, sibuk dengan pikiran dan kantuk mereka masing-masing.


Hingga tak terasa, mereka telah berada tepat di depan rumah Senja. Bu Maria telah menunggu di depan pintu. melihat kedatangan anaknya, ia pun langsung menyambutnya.


Ayu keluar, mengambil seragam sekolah Senja di dalam bagasi. Setelah memberikannya pada Bu Maria, Ayu pun pamit.


Bu Maria mengucapkan terima kasih berkali-kali. Apa lagi ketika ia melihat baju yang di pakai anaknya. Ia tau, dress tersebut adalah merek branded terkenal.


Zevania dan yang lain melambaikan tangannya pada Senja, ketika mobilnya mulai bergerak.


Duduk di bangku belakang sekarang tinggal Jasmin, Zhafran dan Zevania. Posisi Zhafran ada di tengah-tengah.


Jasmin mulai mengantuk, berkali-kali ia hampir terjatuh karena menahan kantuk. melihat hal tersebut, Zhafran menarik kepala Jasmin pelan.. membiarkan Jasmin bersandar di pundaknya sebelah kiri..


Begitu juga dengan Zevania, ia pun ikut menyandarkan tubuhnya di pundak sebelah kanannya Zhafran.


Jadilah sekarang Zhafran yang harus pasrah menyandarkan tubuhnya di kursi, agar kedua cewek cantik di depannya bisa istirahat dengan tenang.


Ayu melihat mereka melalui kaca spion. ia merasa geli hati sendiri, hingga tanpa sadar ia tertawa tanpa suara.


Sementara Richie pura-pura tak melihat, ia menutup matanya dengan rapat.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2