ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MENDAPAT AMUKAN TWINS.


__ADS_3

Maaf, di episode sebelumnya ada kesalahan nama pada asisten rumah tangga yang menjaga Zevania. namanya Rima bukan Irma .


Lanjut.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pulang sekolah, Dora dan Geraldine langsung berpamitan untuk pulang duluan. Begitu juga dengan Zhafran. Sementara Senja, ia tak di jemput oleh Mamanya. Karena Mamanya ada meeting, mewakili perusahaannya.Jadi ia akan ikut Zevania pulang ke rumah.


Mereka kini telah duduk manis di dalam mobil. Zevania dan Senja mengobrol layaknya anak perempuan.


Terkadang mereka berdua tertawa terbahak-bahak, dan terkadang terdengar jeritan Senja karena di goda oleh Zevania.


Richie dan Neka hanya tersenyum melihat interaksi keduanya.


Tanpa terasa, mereka telah berada di parkiran Mansion. Zevania dan Senja membuka pintu mobil dengan terburu-buru dan keduanya langsung berlari ke dalam Mansion. Di ikuti oleh Richie yang berjalan dengan santai.


Zevania dan Senja langsung berlari ke kamar. Sesampainya di kamar mereka langsung meletakkan tas di atas meja belajar dan menghempaskan tubuh mereka ke kasur.


Setelah itu mereka tertawa bersama-sama.


" Enak banget ya kalau tiap hari kita kaya gini ya..", ucap Zevania sambil memiringkan tubuhnya menghadap Senja.


Senja pun ikut memiringkan tubuhnya menghadap Zevania.


Dielusnya wajah cantik Zevania dengan lembut.


" Kamu kesepian?", tanya Senja lembut.


Zevania menganggukkan kepalanya. Mata berkaca-kaca. Sejujurnya, sama seperti anak umumnya yang seumuran dengan dirinya. Ia juga pengen punya teman bermain, teman belajar dan juga teman yan melakukan banyak.


Tapi tinggal di lingkungan seperti tempat tinggalnya, hal tersebut sangat lah mustahil bin mustahal.


Senja mengelus rambut Zevania yang menutupi wajah cantik sahabatnya tersebut.


" Mulai sekarang, tiap hari sepulang sekolah.. aku akan ikut kalian. Sorenya setelah Mama pulang kerja baru aku pulang. Gimana?",tanya Senja sambil tersenyum lembut.


" Benaran?", tanya Zevania tak percaya.


" Iya princess.", jawab Senja sambil mencubit hidup bangir Zevania.


Zevania langsung memeluk tubuh Senja. menenggelamkan wajahnya di dada sahabatnya tersebut.


" Makasih Nja'..", ucap Zevania lirih.


" Sama-sama sayang.", jawab Senja sambil mengelus rambut Zevania dengan lembut.


Dari tadi, Richie sebenarnya ingin masuk ke dalam kamar adiknya. Tapi terhenti ketika ia mendengarkan curhatan adiknya pada Senja.


Hatinya sedih mendengar curhatan kembarannya tersebut. Walau ia pun merasakan perasaan yang sama, tapi ia tidak terlalu memikirkan nya karena ia juga kurang suka bergaul dengan orang baru. Beda memang dengan Zevania yang sangat cepat akrab dengan siapa pun.


Richie pun akhirnya meninggalkan kamar adiknya. Masuk kembali ke kamarnya sambil tiduran. Menunggu adiknya dan Senja yang mendatangi kamarnya.


Benar saja, tak berapa lama kedua nya datang ke kamarnya. Mereka berdua udah ganti baju. Karena hari ini jadwal mereka latihan beladiri, jadi Senja dan Zevania pakai celana panjang berbahan katun dan juga Hoodie. Agar nyaman di pakai saat bergerak.


" Mas .makan yuk, lapar ni.", ucap Zevania sambil membaringkan tubuhnya di samping Richie.


Sementara Senja hanya berdiri memperhatikan interaksi keduanya.


" Ngajak makan, tapi dia malah tidur..gimana sih!", omel Richie sambil menarik lembut tangan adiknya.


Zevania tak membalas omelan Richie, ia hanya tersenyum pasang wajah imutnya.

__ADS_1


Mereka bertiga lalu turun menuju meja makan. Rima sudah menyiapkan makanan di atas meja. Ada ikan bakar, Udang Nestum dan juga Capcay.


Zevania bertanya pada Rima, apa ia udah makan atau belum.. jawaban Irma belum. Jadi Zevania mengajak Rima untuk makan bareng. Awalnya Rima menolak, karena di paksa akhirnya ia gabung juga untuk makan bersama.


Rima awalnya ragu mau mengambil lauk, karena merasa tidak sopan. Tapi karen teguran Richie akhirnya Rima ambil juga ikan bakarnya satu ekor. Cuma ikan bakar, ia tak enak hati mau mengambil lauk yang lain.


Melihat hal tersebut, Zevania berdiri.. mengambil beberapa ekor udah Nestum menggunakan penjepit dan meletakkannya di piring Rima.


" Makan lah Mbak, jangan sungkan. Kami ingin di temenin.", ucap Zevania sambil tersenyum.


Rima tersenyum haru melihat kebaikan dari anak yang ia jaga dari kecil.


" Terima kasih princess.", ucap Rima sambil tersenyum haru.


Zevania hanya mengangguk sambil tersenyum.


" Oh ya Mbak, beberapa hari lagi Mbak ulang tahun. Mbak mau kado apa?" tanya Zevania sambil mengunyah makanan nya.


" Gak usah Mbak Zeze. Gaji yang Mbak dapat udah lebih dari cukup.", jawab Rima sambil menggoyangkan tangannya.


" Lah..ini kan bukan gaji, tapi kado Mbak.", ujar Zevania sambil mengernyitkan dahinya.


" Iya, Mbak tau. Tapi benaran deh Mbak, gak usah.", jawab Rima merasa tak enak hati.


" Atau Mbak ingin cuti pulang kampung? Nanti aku bilang sama Mommy.", tawar Zevania sambil melebarkan matanya. Hingga mata itu terbelalak indah.


" Emang boleh Mbak?" tanya Rima.


" Boleh dong..nanti aku bilang sama Mommy.", tegas Zevania sambil kembali menyuapkan makanan nya kedalam mulut.


" Makasih ya Mbak..", raut bahagia tak bisa Rima sembunyikan dari wajahnya.


Pemandangan inilah yang membuat Zevania bahagia. Melihat orang lain tersenyum bahagia.


Sementara Senja, slalu saja di buat takjub oleh keturunan keluarga Diningrat dan Mahardhika tersebut.


Ia bersyukur, berada di antara orang-orang yang di berikan kelebihan secara materi dan akhlak dan kelebihannya tersebut ia pergunakan untuk membantu dan membahagiakan orang lain.


" Oh ya Mbak, aku kok gak lihat Mbak Neti..dia kemana?", tanya Zevania.


" Dia pulang kampung Mbak.. nikah.", jawab Rima sambil mengigit udah Nestum.


" Lah kok gak kasih tau kami?", tanya Richie sambil mengerutkan keningnya.


" Udah seminggu dia pulang kampung Mas.", terang Rima.


Richie menarik napas panjang, sepertinya ia kesal karena yang mengurus segala keperluannya dari kecil tersebut pergi tanpa berpamitan sedikit pun padanya.


" Kapan dia nikahnya Mbak?", tanya Richie lagi sambil menatap tajam ke arah Rima.


" Dua hari yang lalu Mas.", jawab Rima.


" Jadi dia gak kembali lagi kesini?", tanya Richie kembali.


" Gak Mas.. dia harus jaga orang tuanya di kampung mas. Orang tuanya udah tua gak ada yang ngurus lagi.", terang Rima dengan gamblang.


Richie terdiam sambil menguyah makanannya dengan pelan.


" Ya udah Mbak, selesai makan nanti tolong minta nomer rekening sama Mbak Neti ya.",ucap Richie sambil melanjutkan makannya.


Rima hanya mengangguk, tanpa berani bertanya.

__ADS_1


Senja dan Zevania hanya terdiam. Zevania mengerti mengapa Richie sepertinya sangat kesal, karena tak bisa di pungkiri, walau Richie itu pendiam.. tapi ia tau Neti sangat menyayanginya. Sama seperti Rima.


Mereka pun akhirnya menyelesaikan makan siang tersebut tanpa ada lagi yang berbicara.


Setelah selesai makan, Richie langsung pergi menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


" Mbak Neti kenapa tega gak pamitan sama kami sih? Apa lagi sama mas Richie.", ucap Zevania sambil menatap wajah Rima.


" Aku pun gak tau Mbak.. tapi sepertinya ia takut Mbak Zeze sama mas Richie sedih.", jawab Rima berusaha membuat hati anak yang ia jaga tersebut tenang.


" Tapi ya gini caranya Mbak. Aku sebenarnya kesel banget.", ujar Zevania sambil cemberut.


Mereka telah menyelesaikan makan siang mereka.


" Ya udah Mbak.. jangan lupa nomer rekeningnya." ucap Zevania sebelum ia dan Senja meninggalkan meja makan.


Setelah Zevania dan Senja pergi, Rima segera mengeluarkan handphone dari saku celananya. Lalu ia coba untuk menghubungi Neti.


Tak lama kemudian panggilannya pun tersambung. Rima menceritakan semuanya tanpa di kurang atau pun di tambahin. Mendengar cerita Rima, Neti menangis sesenggukan. Ia benar-benar sedih meninggalkan anak asuh nya tersebut. Tapi apa boleh buat, untuk berpamitan pun rasanya ia tak sanggup.


Neti menikah dengan pacarnya yang telah di pacarinya selama 6 tahun lebih. Sangat lama hubungan mereka. Dan ketika ia mengundurkan diri, Ratu dan Alex sempat kaget. Tapi setelah mereka mendengar alasannya, akhirnya mereka mengizinkan.


Bahkan, Ratu dan Alex memberikan amplop sebesar lima ratus juta sebagai ucapan terima kasih karena telah mengurus Richie selama ini.


Neti bercerita, karena rumahnya udah jelek.. akhirnya uang tersebut di pakai sebagian untuk memperbaiki rumahnya agar layak huni.


Tapi Neti kaget, ketika Rima meminta nomer rekeningnya. Tapi setelah di jelaskan baru lah ia mengerti. Ia pun akhirnya mengirimkan nomor rekening tersebut.


Setelah mengakhiri panggilannya, Rima segera membereskan meja makan. Mengelap meja dan mencuci piring. Selesai semuanya ia lalu segera berjalan menuju kamar Richie untuk memberikan nomor rekening tersebut.


Richie menerima nomer rekening tersebut sambil mengucapkan terima kasih.


Setelah Rima pergi, ia lalu mengambil handphonenya di atas Nakas. lalu ia mulai menelpon Mommy nya.


Tak butuh lama, panggilan nya segera tersambung. Sesibuk apapun Ratu, bahkan saat meeting dengan klien pun ia akan menerima panggilan tersebut bila itu dari keluarganya. Apa lagi dari anaknya atau yang menjaga anaknya.


" Hallo sayang..", sapa Ratu sambil tersenyum.


" Halo juga Mom.. Mom bisa Transfer uang ke nomer rekening yang udah aku kirim ke nomer Mommy gak Lima ratus juga?", tanya Richie tanpa basa-basi.


" Tunggu Mommy belum baca pesan dari kami.", jawab Ratu.


" Iya udah, Mommy baca terus Mommy kirim ya..dah Mommy", Richie pun mengakhiri panggilannya tanpa menunggu jawaban dari Mommy nya.


Ratu meletakkan handphonenya dan melanjutkan kembali meeting dengan kliennya.


Setelah satu jam, meeting pun selesai. Sebelum pergi dari ruang meeting tersebut, Ratu membuka aplikasi pesanan. Ia menemukan no rekening atas nama Neti Hariani . Ia tersenyum, sepertinya Richie telah mengetahui bila Neti tidak bekerja lagi sama mereka dan juga ia akan tinggal di kampung untuk mengurus orang tuanya.


Ratu segera mentransfer uang sebesar lima ratus juga sesuai permintaan anaknya. Lalu ia screenshot bukti transfer tersebut dan ia kirim pada Neti dan juga pada anaknya.


" Ya Allah bu, kenapa transfer lagi banyak banget. ", ucap Neti dari seberang sana setelah panggilan telpon tersambung.


" Itu dari Richie, sebagai ucapan terima kasih dari dia. Karena udah menjaga dan merawatnya dari bayi.", jawab Ratu.


Neti menangis mendengar ucapan Ratu. Makin besar rasa bersalahnya karena tidak berpamitan pada Richie dan juga Zevania.


" Udah, jangan nangis. Pergunakan uang tersebut untuk membantu perekonomian kalian agar lebih baik lagi ."pesan Ratu.


" Iya Bu, terima kasih.", jawab Neti.


" Jangan sungkan untuk telpon juga kamu dalam kesulitan," pesan Ratu sebelum ia mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Ratu menarik napas panjang, sepertinya ia harus bersiap di amuk Twins karena tak memberi tahu bila Neti tak bekerja lagi sama mereka


BERSAMBUNG.


__ADS_2