ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
MASA PERTUMBUHAN.


__ADS_3

Hari ini adalah hari Senen. Berarti semua aktivitas di mulai dari hari ini. Begitu juga dengan aktivitas belajar.


Kedua bocah kembar tersebut sedang menikmati sarapan di pagi ini. Segelas susu dan juga roti dengan selai coklat dan kacang almond.


Sementara Ratu dan Alex menikmati bihun goreng seafood . Akhir-akhir ini selera makan keduanya memang agak luar biasa.


" Momm.. tumben banget pagi-pagi makanan nya udah lumayan berat?", tanya Zevania setelah menyelesaikan sarapan nya.


" Iya sayang, Mommy pun heran. bawaannya pengen makan teruss.", jawab Ratu sambil menguyah makanannya.


" Daddy juga loh..", sambung Alex.


" Aneh ya...", jawab Zevania setengah bergumam.


" Oh.. mungkin Mommy sama Daddy lagi masih pertumbuhan ya..", ujar Zevania sambil tersenyum polos.


" Uhuuk..", Ratu tersedak mendengar ucapan Zevania.


Alex buru-buru memberikan air minum pada Ratu, sambil menepuk-nepuk lembut pundaknya.


" Ya Allah dek.. kamu pikir Mommy sama Daddy masih ABG ya..?", ujar Richie sambil menepuk jidatnya.


Ratu dan Alex tertawa mendengar ucapan Richie.


Zevania mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Richie.


" Kan bisa jadi mas..", jawabnya Keukeh.


" Iya..iya..bisa jadi.", jawab Richie sambil berdiri meninggalkan meja makan.


Zevania sedikit merajuk karena Richie tak mendukung pendapatnya.


" Ayo sayang..kita berangkat. Mommy hari ini ada meeting.", ujar Ratu sambil berdiri dan menghampiri anak gadisnya tersebut.


Zevania mengangguk sambil berdiri. Ia lalu menggandeng tangan Ratu dan berjalan menuju ruang tamu. Karena Ratu dan Zevania meletakkan tas mereka di sofa ruang tamu.


" Terus Daddy gak bareng kita Mom?", tanya Zevania sambil menggambil tasnya.


" Gak nak..soalnya Mommy sama Daddy akan sibuk banget hari ini.", jawab Ratu sambil mencium pipi putri cantiknya tersebut.


" Oh begitu..Ya udah, yang penting Mommy sama Daddy jaga kesehatan.", ujar Zevania sambil tersenyum ke arah kedua orang tuanya.


Mendengar ucapan Zevania, Alex langsung mendekat. Lalu di gendongnya anak gadisnya tersebut sambil berjalan ke teras dan di ikuti oleh Ratu dari belakang.


" Terima kasih ya sayang, udah jadi anak yg baik, Solehah dan juga pinter. Tetap lah menjadi kebanggaan Mommy dan Daddy.", ujar Alex sambil mencium kedua belah pipi Zevania.


" Sama-sama Daddy. Aku juga bangga punya Mommy dan Daddy seperti kalian." jawab Zevania sambil memeluk leher Alex engan erat.


Alex menganggukkan kepalanya sambil mencium pucuk kepala Zevania.


Zevania pun minta untuk di turunkan, karena Ratu juga udah masuk ke mobil terlebih dahulu.


Alex mendekati Ratu, dan Ratu pun membuka jendela mobilnya.


" Hati-hati sayang.. love you.", ujar Alex sambil mencium kening Ratu.


" Love you too..", jawab Ratu sambil tersenyum.


Setelah mendengar ucapan Ratu, dan ia tersenyum..Alex pun langsung berjalan menuju mobilnya yang telah di siapkan oleh salah satu bodyguard nya.


" Udah siap semua?", tanya Ratu pada kedua anaknya, sebelum ia menjalankan kendaraan nya.


" Udah Mom..", jawab Zevania dan Richie nyaris berbarengan.


" Kalo begitu, kita langsung berangkat.", ujar Ratu sambil menjalankan kendaraannya.


Di ikuti oleh mobil Alex dari belakang. Walau setelah sampai di jalan raya mereka mengambil arah yg berbeda.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah mengantarkan Twins ke sekolah, Ratu langsung tancap gas menuju kantornya.


Tak lupa menitip anak-anak pada para Bodyguard yang akan tetap di sana sampai anak-anak pulang sekolah.


Richie dan Zevania langsung masuk ke dalam kelas. Tapi sebelum itu, Zevania menghampiri Neka sang bodyguard, ia terlihat berbicara. Setelah itu ia pun segera menyusul Richie ke kelas. Dan tenyata Senja dan Zhafran juga udah datang dan udah duduk manis di tempat mereka masing-masing.


" Pagi Senja, pagi Zhafran..", sapa Zevania kepada kedua sahabatnya tersebut.


" Pagi juga cantik..", jawab Zhafran sambil tersenyum.


Dan pipi Zevania pun sontak memerah karenanya.


" Pagi juga Zeze.."jawab Senja setalah Zevania duduk di sampingnya.


Sementara Richie, langsung duduk tanpa mengucapkan sepatah katapun.


" Oh ya ada berita duka Nja'..", ujar Zevania dengan suara pelan.


Senja memiringkan kepalanya mendengar ucapan Zevania.


" Berita duka?", tanyanya sambil memandang wajah Zevania dengan mata menyipit.


" Iya Nja', Kakek Abdullah meninggal.", ujar Zevania dengan suara bergetar.


" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un..", seru Senja dengan mata terbelalak.


" Ada apa Nja'..", tanya Zhafran kaget dan juga panik.


" kakek Abdullah meninggal Fran..", jawab Zevania dengan air mata mulai jatuh di pipinya.


" Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un..", jawab Zhafran sambil mengusap wajahnya.


" Kasihan banget Jasmin..pasti dia terpukul banget.", ucap Senja pelan.


" Pulang sekolah kita ke rumah Jasmin yuk..", usul Zhafran.


" Ayo..", jawab Senja semangat.


" Kami memang mau ke sana nanti setelah pulang sekolah.", ujar Richie sambil mengeluarkan buku dari dalam tasnya.


" Iya..sekalian tahlilan.", timpal Zevania.


Mereka terus ngobrol sampai semua teman mereka datang dan duduk bangku mereka masing-masing.


Dan tak lama kemudian, Ibu Komala yang akan mengajar di jam pertama telah memasuki kelas.


Setelah mengucapkan salam dan mengabsen satu persatu murid-murid nya.. Bu Komala langsung menguarkan buku pelajarannya.


Anak-anak menyimak baik-baik ketika Bu Komala sedang menerangkan mata pelajarannya. Bahkan ketika di sisi tanya jawab, anak-anak pun dengan penuh semangat bertanya dan menjawab.


Tak terasa dua jam berlalu. Bu Komala kini telah di ganti dengan Bu Trisna. Bu Trisna mengajar untuk mata pelajaran IPA.


Untuk mata pelajaran Bu Trisna memang gak sesantai pada saat pelajaran Bu Komala. Bu Trisna adalah pencinta keheningan. Hanya suara dia aja yang boleh terdengar.


Jadi para siswa dan siswi di minta untuk benar-benar memperhatikan penjelasannya. Karena bisa dengan tiba-tiba ia meminta untuk menjelaskan kembali apa yang telah ia terangkan barusan.


Untuk siswa dan siswi lain, mungkin hal itu adalah hal yang paling berat.. tapi tidak berlaku untuk Twins. Keduanya adalah murid yang sangat cepat menangkap mata pelajaran apa pun. Terutama Richie, hanya dengan sekali mendengar ia bisa langsung mencernanya.


Keheningan kelas tersebut akhirnya terganggu dengan suara lonceng tanda waktu istirahat.


Bu Trisna pun mengakhiri sesi mengajarnya. Setelah Bu Trisna keluar, anak-anak pun langsung berhamburan menuju kantin. Yang tertinggal di kelas hanya Twins dan teman-temannya. Tapi ada satu hal yang menarik perhatian Zevania,


" Dora.. kenapa kamu gak keluar ke kantin sama Catherine?" tanya Zevania heran.


" Kami udah gak berteman Ze, dia marah karena aku gak mau ikut-ikutan nge-bully teman-teman kita lagi.", jawabnya sambil tersenyum sendu.

__ADS_1


Richie, Zevania, Zhafran dan Senja saling berpandangan mendengar ucapan Dora.


" Sinilah, gabung sama kita.", tawar Zevania kemudian.


" Memangnya boleh?", tanya nya dengan mimik takut-takut.


" Boleh dong.. sinilah.', jawab Zevania lagi sambil tersenyum.


Dora lalu memandang ke arah Senja, seolah-olah meminta persetujuan. Senja mengangguk sambil berdiri. Menghampiri Dora dan menarik lembut tangan Dora.


" Ayo..gabung sama kami.", ujar Senja sambil merangkul pundak Dora setelah Dora berdiri. Dora tersenyum manis mendengar ucapan Senja.


Richie menarik kursi, agar bisa di duduki oleh Dora. Dora pun kini duduk dan gabung bersama mereka.


" Aku minta maaf ya, karena udah jahat banget selama ini.. terutama sama Senja.", Dora memulai obrolannya.


" Maafin aku ya Nja'..", ucapnya lagi dengan mimik penuh sesalan.


" Udah gak apa-apa, aku udah maafin kamu kok.", jawab Senja sambil mengelus punggung tangan Dora.


" Makasih ya..", ujar Dora lagi dengan tatapan haru.


Senja tersenyum, begitu juga dengan Zevania. Hanya Richie dan Zhafran yang tak terlalu menanggapi. Mereka hanya melihat tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


" Ke kantin yuk.. aku lapar.", ujar Zevania.


" Ayolah..", jawab Zhafran sambil berdiri. Di oleh yg lain nya.


Mereka berjalan ke kantin sambil bercanda. Hingga tanpa sadar mereka telah sampai.


Richie duduk lalu di ikuti oleh Zhafran di sampingnya. Kemudian di bangku depannya duduk berurutan di mulai dengan Zevania, Dora lalu Senja.


" Kalian mau pesan apa?"tanya Zhafran.


" Pesan minum aja.. aku udah minta Om Neka untuk nganterin Pizza. Mungkin bentar lagi Sampai.", jawab Zevania.


Zhafran pun berdiri untuk memesan minuman yang di minta oleh teman-temannya.


" kapan kamu pesan?", tanya Richie heran.


" Tadi, waktu kita baru turun dari mobil mau masuk kelas..", jawab Zevania sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, Neka datang membawa 10 box Pizza dengan ukuran jumbo. Sontak hal tersebut menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di kantin.


" Maaf princess telat." ujar Neka sambil tersenyum ke arah Zevania .


" Gak apa-apa Om. Tapi kok banyak banget.", tanya Zevania sambil mengerutkan keningnya.


" Tadi Mommy Ratu yang order, katanya untuk bagi-bagi sekalian.", jawab Neka.


" Oh gitu.. letakkan satu di sini, yang lainnya di bagi-bagi kan aja.", titah Zevania sambil kembali tersenyum manis.


" Siap cantik.", jawab Neka sambil hormat ala tentara.


Mereka tertawa melihat tingkah lucu Neka, sang bodyguard tampan.


Senja membuka kotak Pizza,lalu mereka pun mulai memakannya.


Sementara Neka sedang membagikan Pizza kepada pengunjung kantin dan juga yang kerja di kantin.


Di satu meja, yang di tempati oleh Catherine dan teman-temannya. Catherine terlihat sangat kesal dan marah, karena Dora malah berteman dengan Senja. Padahal tujuannya untuk mengucilkan Dora agar Dora mau menuruti lagi kemauannya.. tapi sepertinya itu di luar prediksi nya.


" Awas aja kamu Dora, kamu akan menyesal karena udah menentang ku.", ucapnya dengan raut wajah marah.


Teman-temannya tak mengucapkan sepatah kata pun, hanya terdiam melihat kemarahan Catherine.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


IKAN DUYUNG JUALAN TOMAT, JUALAN TOMAT DI PASAR PAGI. VOTE DAN KOMEN DULU BIAR SEMANGAT.. NANTI SORE UP LAGI..🤣🤣🤣🤣


__ADS_2