
Pelayan kantin datang membawa pesanan mereka, lalu menghidangkannya di depan mereka masing-masing sesuai pesanan.
Mata Senja berbinar melihat chicken wing yang di selimuti lelehan madu. Tanpa sadar ia menelan ludahnya. Semua tingkah Senja tak luput dari pandangan Richie. Bibir Richie tersebut tipis, sangat tipis. Hati Richie berdesir hangat.
" Makan lah..Tapi jangan lupa baca doa dulu.", ujar Richie lembut.
Senja mengangguk sambil menatap Richie, ia lalu tersenyum.
Zevania dan Zhafran saling berpandangan melihat interaksi Richie dan Senja.
Setelah membaca doa makan, mereka langsung menikmati pesanan mereka.
Senja makan dengan lahapnya. Entah lapar atau doyan, hingga lelehan madu belepotan di sudut bibirnya.
Richie memberi kode ke arah Zevania, untuk mengelap lelehan madu di sudut bibir Senja.
Zevania pun mengambil tisu lalu mengelap sudut bibir Senja. Hingga Senja menghentikan sejenak kunyahan nya.
" Madunya meleleh-leleh, entar di kerubungi tawon loh..", seloroh Zevania.
Senja tersenyum malu-malu mendengar ucapan Zevania. Zhafran tertawa terbahak-bahak sementara Richie hanya tersenyum tipis.
" Maaf..", ucap Senja.
" Aku norak banget ya...",lanjutnya terlihat sedih.
" Hei..kamu ngomong apa sih? Kamu gak norak. Siapa pun akan seperti itu kalau ketemu sesuatu yang di sukai. Sama kayak mas Richie.. lihat tu dia..!!" ujar Zevania sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Richie.
Saat itu, Richie sedang menikmati chicken wing nya. Mulutnya sampai penuh. Senja tertawa melihat cara Richie makan. Apa lagi, lelahan madunya pun meleleh di sudut bibirnya. Senja mengambil tisu, ia lalu berdiri..dan mengelap lelahan madu di sudut bibir Richie.
Richie terdiam membeku, mendapat perlakuan seperti itu dari Senja. Mata Richie menatap wajah cantik di depannya dengan tatapan lembut.
" Senja..nanti kalau kita udah besar, mau gak jadi istri ku...?", tanya Richie dengan wajah serius.
Senja terdiam mendengar pertanyaan Richie. Di tatapnya mata Richie, ingin melihat kejujuran dari bocah laki-laki tersebut. Tapi tak ia temukan kebohongan di sana.
" Tapi itu masih lama..kita masih sangat kecil.", jawab Senja sambil kembali ke tempat duduknya.
" Aku tau... aku cuma ingin memastikan bahwa kamu mau atau gak.", jawab Richie tegas.
" Baiklah.. aku mau.", jawab Senja sambil tertunduk malu-malu.
Wajah Richie menjadi cerah, senyum sumringah tersungging di bibirnya.
" Jadi, mulai sekarang.. kamu milik ku.",ujar Richie sambil menatap tajam.
Senja mengangguk sambil kembali mengangguk.
__ADS_1
" Iyeeeeeyyy..", teriak Zevania kegirangan. Fi peluknya tubuh Senja dengan erat.
" Itu artinya kamu akan menjadi saudara ku... Alias kakak ipar.", lanjut Zevania sambil tersenyum senang. Zhafran dan Richie hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan Zevania.
Senja mengangguk mendengar ucapan Zevania.
" Ayolah kita lanjut makannya.. entar waktu istirahat nya keburu habis.", ujar Richie pada kedua gadis kecil yang akan slalu menjadi tanggung jawabnya mulai dari sekarang.
Mereka kembali melanjutkan makannya. sambil sesekali Zevania minta di siapin sama Senja. Senja pun dengan telaten menuruti semua permintaan Zevania.
" Semoga gadis manja ini suatu hari nanti akan menjadi milik ku.", Bisik Zhafran dalam hati sambil matanya memandang ke arah Zevania.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jam sekolah telah berakhir. Tapi jemputan belum juga datang. Bodyguard yang bertugas menjaga Baby Twins tetap standby tak jauh dari mereka.
Zhafran, Richie, Zevania dan juga Senja masih duduk di bangku depan sekolah.
Zhafran belum di jemput, sementara Senja ia biasanya jalan kaki sendiri kalau pulang. Ibunya tak bisa menjemput, karena harus kerja. Tadi ia udah berpamitan untuk pulang duluan, tapi Richie melarang. Richie bilang, mulai hari ini.. Senja akan di antar jemput berbarengan dengan ia dan Zevania. Senja gak boleh berangkat sekolah jalan kaki. begitu juga pulangnya.
Awalnya Senja keberatan, tapi setelah Richie kembali mengingatkan.. bahwa ia adalah miliknya, akhirnya Senja mengalah.
Yang di tunggu akhirnya datang juga. Aunty ayu lah yang menjemput mereka.
" Maaf ya, aunty telat..banyak kerjaan di kantor.", ujar Ayu sambil turun dari mobil dan menghampiri mereka.
" Mereka ikut kita aunty.. ", Jawab Richie.
" Baiklah kalau begitu... Ayolah anak-anak masuk mobil.", perintah Ayu pada mereka. mereka pun langsung masuk ke mobil. dengan Zevania duduk di depan. Sementara Senja, Zhafran dan juga Richie duduk di belakang.
Setelah memastikan semua anak-anak duduk dengan baik, Ayu segera menjalankan kendaraan nya yang di ikuti oleh mobil para bodyguard.
Yang pertama kali di antar adalah Senja. Karena rumah Senja tak begitu jauh dari sekolahan.
Jalan ke rumah Senja cukup sulit, jalannya sangat sempit. Untunglah Ayu bukan sopir kaleng-kaleng. Dengan gesitnya ia mampu melewati jalan tersebut.
Tiba lah mereka di rumah Senja. Rumah kecil dan sederhana, tapi sangat asri. Ada pohon mangga yang sedang berbuah lebat, serta kolam ikan di samping rumah. Rumah tersebut cukup terawat dengan baik. Richie turun dari mobil mengikuti Senja. Zevania pun ikut turun. Mata Richie nanar menatap ke setiap sudut rumah itu.
" Assalamualaikum..",seru Senja dari depan pintu rumahnya.
" Wa'alaikum salam...", jawab suara perempuan dari dalam.
Seorang perempuan keluar dari rumah.
" Senja udah pulang nak.. ", ujarnya.
" Iya ma...", jawab Senja lembut.
__ADS_1
" Eh ada tamu rupanya..Mari mbak.. silahkan masuk.", sapa Bu Maria sambil menghampiri Ayu yang baru saja turun dari mobil.
" Oh iya Bu.. terima kasih.", jawab Ayu sambil mengeluarkan tangan pada Bu Maria. Bu Maria pun menyambutnya dengan hangat.
" Maaf ya... anak ku telah merepotkan kalian.", ujarnya dengan perasaan tak enak.
" Gak papa Bu,sekalian anak-anak pun ingin tau rumah Senja kayaknya.",jawab Ayu sambil tersenyum.
Ke empat anak tersebut sedang berada di pinggir kolam ikan. Senja sedang memberi makan ikan-ikannya. Di bantu oleh Zevania.
Sementara Zhafran dan Richie sedang berjongkok di pinggir kolam. Memperhatikan ikan yang sedang kejar-kejaran.
" Maaf Bu, ibu tinggal berdua aja di rumah ini?", tanya Ayu hati-hati.
" Iya mbak.. Papa Senja telah lama pergi.", jawab Bu Maria sambil tersenyum kecut.
Ayu hanya terdiam mendengar jawaban Bu Maria yang terkesan mengambang. Ia tak ingin bertanya lebih banyak lagi, takutnya itu akan mengungkit luka.
" Sebentar ya mbak..", pamit Bu Maria sambil masuk kedalam rumah.
Mata Ayu menatap ke arah mobil para bodyguard yang terparkir di samping mobilnya
Para bodyguard tersebut tak akan turun dari mobil kalau tak di perintahkan. Tapi mata mereka akan terus mengawasi anak dari majikannya.
Bu Maria keluar dari dalam rumah dengan 1 teko teh. Lalu ia pun segera menuangkan 1 gelas teh untuk Ayu. Sisanya yang di teko ia berikan pada bodyguard yang berada di dalam mobil.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Senja menghentikan kegiatan nya yang tadi memberi ikan makan.
" Richie, Zevania dan Zhafran.. kesini lah.", teriak Senja.
Mendengar panggilan tersebut, ke-tiga bocah tersebut segera berlarian mendekat.
" Ni, mama udah bikin teh bunga Jasmin untuk kita.", ujar Senja sambil mengulurkan gelas satu persatu satu pada teman-temannya.
" Wahhh..teh nya enak banget.", seru Zevania sambil meminum tehnya.
" Iya..wangi banget.", celetuk Zhafran.
Richie tak berbersuara sedikit pun.. ia sedang menikmati aroma dan rasa teh tersebut.
" Senja, kamu pandai bikin teh seperti ini?",Tanya Richie sambil menatap senja.
" pandai sih gak.. tapi aku aku akan belajar bikin teh seenak ini." jawab Senja sambil tersenyum..
Richie tersenyum mendengar jawaban Senja.
__ADS_1