
Sesampainya di bandara, tuan Diningrat segera turun dari mobil. Di ikuti oleh Ratu dan juga Twins.
Ratu segera memeluk tubuh tuan Diningrat dengan erat.
" Jaga kesehatan ya pa..", pesan Ratu sambil mengelus punggung papanya.
" Iya sayang.. kamu juga ya. Kerja jangan terlalu di paksakan. Bila lelah istirahat lah, serahkan urusannya pada asisten mu.",jawab tuan Diningrat sambil mencium pucuk rambut Ratu.
" Iya pa.", jawab Ratu sambil melepaskan pelukannya.
" Jagoan Grandfa, titip Mommy dan adik mu ya..", pesan tuan Diningrat sambil menepuk pundak Richie dengan lembut.
" Siap Grandfa.", jawab Richie sambil mengangkat jempolnya.
Tuan Diningrat tertawa sambil mencium pipi Richie dengan gemas.
" Dan kamu cantik.. jangan jauh-jauh dari mas mu.", ujar tuan Diningrat sambil mencolek hidung Zevania yang mancung.
" Jangan khawatir Grandfa.. aku juga bisa jaga diri.", jawab Zevania dengan mimik serius.
" Iya iya Grandfa tau.. tapi ada baiknya kalian slalu sama-sama.", ujar tuan Diningrat sambil tersenyum.
" Siap Grandfa..!!",jawab si Twins dengan penuh semangat.
Tuan Diningrat dan Ratu tertawa bersama.
" Assalamualaikum.. " seseorang mengucapkan salam.
" Wa'alaikum salam..", Rentak mereka menjawab dan langsung mereka memandang ke arah asal suara, ternyata Calvin sang asisten tuan Diningrat yang datang.
" Ah yang datang ternyata Oom ganteng.", celetuk Zevania dengan gaya centilnya.
" Iya nona cantik..", jawab Calvin sambil tersenyum.
Wajah Zevania langsung sumringah ketika di puji cantik oleh Calvin. Ratu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah centil putrinya.
Sementara Richie hanya tersenyum simpul.
Mata Calvin langsung beralih ke arah Richie. Sejenak ia tertegun melihat wajah Richie yang mengingatkan ia pada sosok sang almarhum.
" Wajah kalian bagaikan pinang di belah dia.", gumam Calvin pelan. Tapi masih bisa di dengar oleh siapa pun.
" Tak hanya wajahnya.. tapi semuanya nyaris sama seperti almarhum.", jawab Ratu sambil tersenyum.
Calvin hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
Ia masih ingat ketika almarhum mendatangi tuan Diningrat. Meminta izin pada tuan Diningrat untuk menjaga Ratu di sisa usianya. Waktu itu, wajah almarhum yang putih begitu pucat menandakan bahwa kondisi nya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
" Om kenapa melamun?", tanya Zevania sambil menyentuh tangan Calvin.
Calvin segera sadar dari lamunannya. Ia tersenyum sambil mengelus rambut Zevania dengan lembut.
__ADS_1
" Oom hanya rindu sama seseorang.", jawab Calvin sambil menarik napas.
" Sama Oom Richie mantan pacar Mommy..?" tanya Zevania dengan wajah serius.
Calvin tersentak kaget mendengar pertanyaan Zevania. Ia langsung memandang wajah Ratu dan tuan Diningrat.
" Iya.. mereka tau semuanya.", jawab Ratu seakan mengerti akan tatapan Calvin.
Calvin mengalihkan pandangannya pada Zevania lalu mengangguk.
" Iya cantik.. Oom sedang memikirkan almarhum.", jawab Calvin sambil tersenyum.
" Apa Oom Richie seistimewa mas Richie ku?", tanya Zevania lagi.
" Yupz ... meraka sama-sama istimewa." jawab Calvin sambil menyentuh hidung Bangir Zevania.
" Oh begituuu...", Zevania terlihat manggut-manggut.
Tingkah nya yang seperti itu terlihat semakin menggemaskan kan.
" Udah dek.. Grandfa harus segera pergi." cegah Richie untuk menghentikan Zevania untuk bertanya semakin banyak lagi.
" Oh iya.. Zeze lupa. Maafkan Zeze Grandfa.", ujarnya dengan puppy eyes nya.
Tuan Diningrat tertawa melihat tingkah menggemaskan cucunya tersebut.
" Ya udah.. Grandfa pergi dulu ya..", amit tuan Diningrat pada cucu dan juga anaknya.
🍀🍀🍀🍀
Ratu, Richie dan juga Zevania segera masuk ke dalam mobil. Ratu pun menjalankan mobil sport nya dengan kecepatan sedang untuk keluar dari arena bandara.
Sang bodyguard terlihat mengikuti mobilnya. Bahkan 2 buah mobil sang bodyguard ada yang berada di depan mobil Ratu.
Mereka kini benar-benar siaga. Karena teguran dari tuan Diningrat menyadarkan mereka bahwa selama ini mereka udah mulai lengah.
Sementara bahaya yang mengincar penerus keluarga Diningrat tersebut ada di mana-mana.
" Mom.. kenapa Grandfa gak mau nginap?" tanya Zevania sambil memainkan smartphone nya.
" Grandfha sangat sibuk.. ada banyak pekerjaan yang menunggu nya.", jawab Ratu sambil terus fokus menyetir.
" Kasian Grandfa.. !!!", ujar Zevania sambil menekuk wajahnya.
Ratu tersenyum melihat anak gadisnya begitu menyayangi Grandfa nya.
" Oh ya Mom.. gimana kerjasama kita sama perusahan yang di batam?", sela Richie tiba-tiba.
" Berjalan lancar.. Mommy udah mengutus Oom Beno dan juga Tante Tiara kesana.", jawab Ratu.
" Kenapa mereka Mom? Bukankah seharusnya aku juga ikut kesana?", tanya Richie lagi dengan mimik serius.
__ADS_1
Ratu menghentikan kendaraannya. Ia harus menjelaskan masalah ini, agar anaknya tak salah paham.
" Belum waktunya kamu muncul nak.. biarkan CEO dari PT Richie Companyyang sebenarnya menjadi misteri. Mereka hanya tau sama Mommy dan almarhum Oom Richie.", terang Ratu sambil menatap lembut wajah anaknya.
" Kenapa harus begitu?", tanya Richie penasaran. Sepertinya ia belum puas mendengar penjelasan Ratu.
" Kamu masih terlalu kecil nak.. tugas mu sekarang belajar. Selesai kan sekolah ku secepat mungkin.. Barulah kamu bisa fokus ke perusahaan. Karena setelah kamu terjun ke dunia kerja, dunia akan tau siapa diri mu. Dan semua mata akan melihat ke arah mu!!!" jawab Ratu tetap dengan nada lembut tapi tegas.
" Baiklah Mom.. aku mengerti.", ujar Richie sambil tersenyum. Ia terlihat puas dengan jawaban Mommy nya.
Ratu mengelus rambut anaknya dengan lembut.
" Momm.. aku gak mau kerja, aku mau di rumah aja.", celetuk Zevania sambil nyengir.
" Kenapa?", tanya Richie heran.
" Dunia kerja itu kejam. Mana capek dan juga pusing lagi.", sungutnya sambil memanyunkan bibirnya.
" Bagus.. kamu temani Mommy aja di rumah.", jawab. Richie.
" Lah.. Mommy kan kerja?", tanya Zevania sambil mengernyitkan dahinya.
" Nanti aku gak akan izinkan Mommy kerja. Biar aku sama Daddy aja yang kerja. Biar kami berdua aja yang capek.", jawab Richie dengan penuh keyakinan.
Ratu tersenyum haru mendengar ucapan anaknya. Hidupnya benar-benar beruntung, di kelilingi oleh laki-laki yang mencintai nya... yang sanggup memberikan dunia untuknya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang. Karena sore ini, masih ada banyak kegiatan yang harus di lakukan oleh Twins.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di rumah. Di depan rumah mereka, terdapat beberapa mobil . Sepertinya mereka kedatangan tamu.
" Ada siapa Mom?" tanya Zevania penasaran.
" Entahlah nak.. Ayo kita masuk." ajak Ratu pada kedua anaknya.
Mereka segera masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah berserta suara langkah kaki...
Ternyata yang datang adalah nenek Nancy dan nenek Ningrum.
" Eyangggg...". jerit kedua bocah tersebut sambil berlari. Richie berlari memeluk tubuh nenek Ningrum sementara Zevania nenek Nancy.
Sementara Ratu hanya menatap mereka yang sedang berpelukan.
" Udah-udah nak...ajak eyang nya duduk.", titah Ratu pada kedua anaknya.
Kedua bocah tersebut segera membimbing kedua eyang mereka tersebut ke arah sofa.
Setelah mereka duduk, barulah Ratu mendekati dan mencium tangan kedua neneknya tersebut.
Kedua sahabat karib tersebut tetap sehat dan cantik di usia senja mereka.
BERSAMBUNG.,
__ADS_1