
Di sini sekarang, mereka ada di rumah sakit. Di ruang inap VVIP.
Kedua bocah kembar tersebut berada di sisi kiri dan kanan Daddy nya.
Mata mereka tak lepas dari wajah Alex. Seakan-akan untuk berkedip pun mereka enggan. Takut Daddy mereka akan pergi lagi.
" Daddy.. kenapa bobok nya lama banget? Apa Deddy gak lapar? Bangunlah Dad.. habis itu kalau Daddy mau bobok lagi juga gak papa. Zeze akan jagain Daddy.", tanya Zevania dengan lembut. Sambil tangan mungilnya mengelus lembut pipi Alex.
Merasa kan sentuhan lembut di wajahnya,
Kepala Alex bergerak perlahan, matanya pun pelan-pelan membuka.
Yang pertama Alex lihat adalah wajah mungil nan cantik yang sedang mengelus pipinya.
" Kamu siapa?", tanya Alex lemah. Zevania hanya terdiam sambil menangis.. ia tak mampu menjawab.
Melihat hal tersebut, Ratu segera memanggil dokter melalui tombol darurat.
" Yank...kamu udah sadar?", tanya Ratu sambil mendekati Alex dan mengelus rambutnya.
" Kenapa wajah mu begitu mirip istri ku?. Apa ini cuma mimpi ku seperti sebelum-sebelumnya?", tanya Alex dengan mata kadang tertutup dan kadang terbuka. Sepertinya Alex belum sadar sepenuhnya, ia masih seperti sedang merasa berhalusinasi.
Ratu menangis mendengar pertanyaan Alex. Ia tak marah atau pun kecewa, ia terharu.. ternyata suaminya masih mengingatnya hingga hari ini.. bahkan dalam keadaan tak sadar pun.
" Ini aku Ratu istri mu mas.. Dan ini anak-anak kita, Richie dan Zevania.", jelas Ratu dengan air mata bercucuran.
Alex memaksakan matanya untuk terbuka lebar. Di sentuhnya wajah Ratu.
" Kamu benaran istri ku? Bukan orang yang mengaku-ngaku sebagai istri ku kan?", tanya dengan lemah.
" Bukan sayang, ini beneran aku."jawab Ratu sambil menjatuhkan tubuhnya Delam pelukan Alex.
Alex memeluk tubuh Ratu, di pandangnya wajah Ratu dengan mata sayu. p
" Temanin aku, jangan tinggalkan aku.", ujarnya sambil menatap kedalam mata Ratu. Ratu mengangguk.
Dokter Fino masuk kedalam ruangan tempat Alex di rawat dengan terburu-buru. melihat kedatangan fino,, Ratu segera melepaskan pelukannya. Ratu mundur, membiarkan Dokter Fino melakukan pemeriksaan.
" Alhamdulillah mas Alex baik-baik saja. Beberapa hari aja, kondisinya akan normal kembali.", ujar dokter Fino yang di sambut lega oleh semua keluarga.
" Ajak dia terus ngobrol, berikan rasa aman padanya. Agar kondisi psikis nya Lekas pulih.", saran dokter Fino pada Ratu.
" Terima kasih dok." ujar Ratu sambil tersenyum haru.
Dokter Fino mengangguk sambil mohon pamit untuk kembali mengunjungi pasien yang lain.
Semua pamitan pulang untuk istirahat. Yang tinggal di rumah sakit Baby Twins dan Mommy nya. Ratu ingin mengenalkan anak-anaknya pada Alex.
__ADS_1
" Yank ini anak kita Richie Andreas Mahardhika.", ujar Ratu sambil menarik lembut tangan Richie dan mendekatnya ke samping Alex.
Alex menyentuh wajah Richie, di pandangnya wajah anaknya tersebut dengan lembut. lalu ia menarik tangan anaknya dan membawa tubuh anaknya kedalam pelukannya.
" Anak ku.. maaf kan Daddy."ucap Alex lirih sambil menangis. Richie yang dari tadi hanya terdiam pun ikut menangis.
" Dad..jangan pergi lagi.", pinta Richie di sela Isak tangisnya.
" Iya sayang, Daddy janji."jawab Alex sambil menciumi pucuk rambut anaknya.
Ratu menatap kedua laki-laki hebat dalam hidupnya tersebut dengan tatapan penuh cinta.
" Huaaaaaaaaaa...", tiba-tiba suara jeritan tnagus terdengar memekakkan telinga.
" Zezeee..kenapa sayang?", tanya Ratu sambil mendekati putri cantiknya tersebut.
" Gak ada yang sayang sama Zeze. Daddy pun gak sayang Zeze.. huaaaaaaaaaa..", ucapnya sambil terus menangis.
" Ya Allah.. maafin Mommy nak." jawab Ratu sambil merangkul putri kecilnya tersebut.
" Dadd.. ini yang cantik ini, anak kita juga. Adik dari Richie, jaraknya 10 menit dari Richie. Namanya Zevania Aurora Mahardhika.", terang Ratu pada Alex.
Alex lalu menyentuh wajah Zevania. Wajah Zevania sangat cantik, perpaduan antara dirinya dan Ratu. lalu di peluknya tubuh Zevania dengan erat. Di ciumnya kedua pipinya berkali-kali.
" Maafin Daddy ya, karena pergi terlalu lama. Sampai Daddy tak mengenali kalian."ujar Alex sambil menangis.
Alex sedih karena ia telah kehilangan momen-momen indah bersama anak-anaknya. Ia kasihan melihat istrinya yang terpaksa membesarkan anak sendirian. Tentulah sepeninggal dirinya, kehidupan Ratu pasti lebih sulit.
" Sudahlah mas, namanya itu musibah. Udah jalan dari Allah semua jadi seperti ini." jawab Ratu bijak.
Richie dan Zevania terlihat sangat bahagia. Kedua bocah tersebut tak henti-hentinya tersenyum.
,
🍃🍃🍃🍃🍃
2 hari setelah selesai di rawat di rumah sakit.. Akhirnya Alex di sini, kembali ke rumah yang telah lama sangat ia rindukan.
Semua berkumpul di sini, menyambut kedatangannya dengan penuh suka cita.
Kondisi Alex pun telah benar-benar pulih. Walaupun sesekali ia masih sering menguap.
" Bro... sebenarnya apa yang terjadi sama kamu selama 6 tahun ini? Kenapa kamu sampai gak bisa pulang ke rumah...?", tanya Dimas penasaran.
Alex menarik nafas panjang. Berusaha mengingat kembali apa yang terjadi selama 6 tahun ini.
Ratu mengelus punggungnya dengan lembut. Seakan-akan memberi kekuatan untuknya.
__ADS_1
" Baiklah.. aku akan cerita apa yang terjadi sama aku.", jawab Alex sambil memejamkan matanya.
Semua orang menunggu cerita dari Alex dengan dada deg-degan. Termasuk tuan Mahardhika, tuan Diningrat dan tuan Andreas.
⭐⭐⭐ FLASHBACK ⭐⭐⭐
Pagi itu, setelah menyalakan mesin jetski nya. Alex segera melaju membelah lautan. Ia terus berkeliling dari satu pulau ke pulau lain dengan mengunakan jetski tersebut.
Tapi ketika ia sampai di dekat pulau ujung, tiba-tiba ombak besar menghantam jetski nya. Ia terlempar dari jetski, badannya menghantam dinding karang dengan kerasnya. Sementara jetskinya hilang entah kemana.
Alex telah pingsan, ia tergeletak di bebatuan yang berada tak jauh dari dinding karang. Keadaannya sangat menggemaskan, krosnya terluka.. begitu juga dengan bahunya.
Keadaan alam benar-benar sangat menyeramkan. Angin bertiup dengan kencang, hujan turun dengan lebatnya serta ombak yang bergulung-gulung dan mengganas.
Hari kedua setelah badai, seorang laki-laki tua berjalan menyusuri pinggir laut. Ia sepertinya akan mencari ikan , karena ada jala yang ia panggul di pundak kanannya.
Mata laki-laki tua itu terbelalak, ketika ia melihat sesosok tubuh tergeletak penuh luka.
Ia mendekati tubuh Alex dan menyentuhnya. Terdengar rintihan yang sangat pelan keluar dari bibir Alex.
" Ehh..dia masih hidup.", ucap laki-laki itu seorang diri.
Si lelaki tua itu segera berlari masuk kedalam pulau. Tak berapa lama, ia kembali lagi dengan seorang anak laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun dan seorang perempuan yang berusia sekitar 40 tahun.
" Ayo Mak, kita bawa balik rumah.", perintah laki-laki tersebut.
" Tapi bila tau kepala suku kita bisa kena amuk.", jawab perempuan tersebut terlihat bimbang.
" Itu urusan nanti, sekarang kita obati dulu luka-luka nya..setelah ia sembuh, kita suruh dia pergi."ujar laki-laki tersebut tegas.
Akhirnya mereka bertiga segera membopong tubuh Alex untuk di bawa ke rumah. Untunglah, posisi rumah mereka tak jauh dari bibir pantai dan terpisah dari para tetangga.
Tubuh Alex di baringkan di tikar pandan yang telah di siapkan oleh anaknya pak tua tersebut.
" Zam, tolong ambil air minum .", perintah laki-laki tua tersebut pada anaknya.
Zam segera berlari kecil menuju dapur dan membawa gelas dan teko berisi air putih.
Pak tua menuangkan air kedalam gelas, lalu mengangkat kepala Alex.. dan pelan-pelan ia membantu Alex untuk minum. Alex minum hingga 3 gelas air putih. Ia benar-benar haus.
" Terima kasih.", ucap Alex pelan.
Laki-laki tua itu mengangguk sambil tersenyum.
" Istirahatlah, nanti luka-luka nya akan kami obati.", perintahnya pada Alex. Alex mengangguk sambil berusaha untuk tersenyum.
" Mak..bikin teh dan juga makanan buat dia. Dia pasti lapar banget.", perintah laki-laki tersebut pada istrinya.
__ADS_1
Istrinya mengangguk lalu berlalu menuju dapur dan Alex hanya di jaga oleh Zam anak psk tua tersebut. Sementara pak tua keluar rumah, entah pergi kemana.
BERSAMBUNG.