ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.

ANAK SULTAN SEASON 2 BABY TWINS.
FLASHBACK PEREMPUAN GILA


__ADS_3

Zamiri terlihat sangat senang ketika mendengar Alex hendak membantu ia untuk sekolah kembali.


Bu Sutini dan pak Najib tersenyum, turut berharap banyak pada Alex. Untuk membiarkan seluruh anak-anak di pulau ini sekolah setinggi mungkin.


Alex menguap berkali-kali seperti ia ingin tertidur kembali. Dampak dari obat yang di berikan oleh pak Najib mulai bekerja.


" Tidurlah nak.. dengan tidur dan mengistirahatkan tubuh mu akan membuat kondisi ku cepat pulih.", ujar pak Najib.


" Ia pak, aku akan tertidur terlebih dahulu.", jawab Alex sambil membaringkan tubuhnya.


Tak menunggu lama, Alex pun tertidur dengan lelapnya.


Bu Sutini mengambil selimut, lalu ia menyelimuti tubuh Alex dengan selimut.


Bu Sutini keluar menuju teras rumah, di ikuti oleh pak Najib dan Zamiri.


" Ingat ya nak, mak...jangan sampai Alex keluar rumah. Bapak tak mau, orang tau ada orang asing di rumah kita.", pesan pak Najib pada istri dan anaknya.


" Iya pak" jawab mereka serentak.


" Apa lagi bang Alex sangat tampan, aku takut bila kak Zubaidah melihatnya.", ujar Zamiri terlihat cemas.


" Iya kamu benar nak. Aku yakin dia tak akan melepaskan Alex.", timpal Bu Sutini.


" Makanya jaga Alex jangan sampai ia keluar rumah.", pesan pak Najib sekali lagi.


Mereka akhirnya ngobrol kesana kemari. Zamiri menghayal dia akan berada di kota impian


Bersekolah, mempunyai banyak teman dan yang paling penting.. ia ingin jadi dokter.


Bu Sutini tertawa mendengar cerita khayalan anaknya .


" Aamiin nak.. emak selalu doain kamu."ujar Bu Sutini sambil mengelus rambut anaknya.


Zamiri tersenyum bahagia, begitu juga dengan pak Najib.


🍃🍃🍃🍃


3 hati telah berlalu.. luka di tubuh Alex telah mengering... badan nya pun telah kembali pulih.


Selesai mandi, Alex segera memakai pakaian yang di pinjamkan oleh pak Najib pada nya.. agak kekecilan.. tapi bisakah untuk menutupi tubuh Alex.


Seseorang mengetuk pintu, tanpa mengintip terlebih dahulu.. Alex segera membuka pintu.


Dan ternyata yang berdiri di depan pintu adalah orang-orang nya kepala suku yang sedang menagih upeti pada pak Najib dan keluarganya.


" Kamu siapa?", bentaknya dengan keras.


" Aku saudara pak Najib.", jawab Alex berusaha untuk tenang di tengah keterkejutannya.


" Kau pembohong, Pak Najib tak ada sauadara lagi.", jawab laki-laki tersebut marah.


Laki-laki tersebut segera pergi entah kemana. Alex terdiam, perasaannya menjadi tak enak.


Benar saja, tak berapa lama.. laki-laki yang tadi datang kembali dengan membawa sepuluh orang dengan senjata lengkap dan seorang gadis yang terlihat begitu angkuh.

__ADS_1


" Gedor pintunya.", perintahnya pada salah pengawalnya.


Pintu rumah pak Najib di gedor dengan keras. Alex Segera membuka pintu.


" Bisa gak pelan sedikit, hancur pintu orang orang", sentak Alex kesal.


Mata Zubaidah terbelalak kaget ketika melihat wajah Alex. Senyum manis langsung tersungging dari bibirnya.


" Maaf bang, saya tak tau kalau itu Abang.", ujar nya dengan nada sedikit genit.


Alex mengernyitkan dahinya. Ia merasa kalau perempuan ini tak beres.


" Ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya Alex sopan walaupun hatinya kesal.


" Mari ikut kami, kepala suku ingin bertemu." jawabnya dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


" Baiklah..", Alex segera menutup pintu dan mengikuti langkah Zubaidah.


Zubaidah melangkah dengan pelan, agar ia bisa berjalan berbarengan bersama Alex.


" Abang asalnya dari mana?", tanya Zubaidah ramah..


" Dari kota impian.", jawab Alex singkat.


Sebenarnya kalau mau jujur, Alex tak menyukai Zubaidah.. tapi karena ini tempat orang, mau tidak mau di harus terlihat sopan.


Sesampainya di rumah kepala suku.. ia di bawa untuk menghadap kepada kepala suku.


" Ehem.. perkenalkan siapa nama mu anak muda?", tanya kepala suku tanpa basa-basi.


" Nama saya Alex pak. Saya dari kota impian.", jawab Alex sopan.


" Maafkan pak Najib pak, ini bukan salah dia, tapi Ini kesalahan saya, Karena sayalah tak mau melapor." jawab Alex. ia tak mau karena dia keluarga bapak Najib dalam masalah.


" Tetap saja ini salah dia. Dua tau peraturan di pulau ini.", sentak nya kesal.


Alex terdiam, ia tak mampu mengucapkan sepatah kata pun lagi. Karena setiap ucapannya selalu di sanggah oleh kepala suku.


" Bawa dia ke ruang kurungan!! "perintahnya pada pengawalnya.


Alex pun segera di paksa untuk berdiri. Alex tak tinggal diam, Alex memukul orang yang hendak membawanya. Orang tersebut terjatuh. Melihat hal tersebut, yang lain segera menyerang Alex dengan cara mengeroyok.


Alex melawan mereka dengan sekuat tenaga. Di keroyok oleh sepuluh orang, Alex akhirnya terjatuh juga.. ketika salah satu di antara mereka memukul kepala Alex dengan kayu.


Alex langsung pingsan.


" Bawa dia ke kamar belakang, aku akan mengobatinya.", perintah Zubaidah pada pengawalnya ayahnya.


" Zubaidah, jangan kau macam-macam. Bawa dia ke tempat tahanan.. setelah itu kita akan menyuruhnya pergi dari pulau ini.", sentak kepala suka


" Tidak. Aku tak akan membiarkan ia pergi. Aku juga tak mau kalian menyakiti dia. Aku menginginkan dua menjadi pendamping ku.", teriak Zubaidah.


" Zubaidah.. jangan kau bantah titah ayah mu." bentak kepala suku marah.


" Aku tak perduli.", jawab nya sambil dengan susahn payah mengangkat tubuh Alex. Akhirnya pengawal kepala suku membantu Zubaidah membawa Alex ke kamarnya.

__ADS_1


Alex di baringkan di tempat tidur, lalu ia menyuruh salah satu pelayan di rumah nya untuk membuat obat buat memar di kepala Alex.


🍃🍃🍃🍃


Alex terjaga dari pingsannya, tapi ia kaget. Karena ia berada di sebuah kamar yang cukup mewah. Ranjang terbuat dari kayu jati, dan kasur yabg empuk dan lembut.


" Aku di mana?", tanya Alex setengah bergumam.


Seseorang membuka pintu kamar, tenyata Zubaidah yang masuk.


" Kamu udah sadar?", tanya lembut.


Alex kaget setengah mati, ia langsung bangkit dari tempat tidur.


" Maaf mbak.. saya harus pulang ke rumah pak Najib.", ujar Alex sambil berdiri.


" Baiklah.. tapi minumlah dulu obat ini, agar kondisi mu membaik.", jawab Zubaidah lembut sambil menyerahkan segelas obat.


Tanpa rasa curiga, Alex segera meminumnya. Setelah selesai meminumnya Alex segera berpamitan untuk pulang. Tapi belum lagi tubuhnya sampai di depan pintu, ia langsung tumbang dan tertidur.


Dengan susah payah Zubaidah mengangkat tubuh Alex ke tempat tidur. Setelah ia membaringkan Alex, ia pun berbaring di samping Alex.


" Aku tak akan membiarkan mu pergi dari sini. Karena kamu akan menjadi milik ku dan selamanya menjadi milik ku.", ujarnya sambil tertawa bahagia.


Hari terus berlalu, dan bulan berganti tahun. Alex hanya tertidur dan tertidur. Ia terbangun ketika ia lapar, dan setelah itu ia tertidur kembali. Entah ramuan apa yang di berikan oleh perempuan gila itu pada Alex.


🍃🍃🍃🍃🍃


Sementara itu, Keluarga Najib mendapat hukuman berat karena membiarkan orang asing tinggal di rumahnya .


Pak Najib di kurung di bawah tanah, sedangkan istrinya dan Zamiri di usir di pulau tersebut.


Zubaidah semakin menggila, ia meminta ayahnya untuk menikahkan dia dengan Alex. Tapi ayahnya keberatan, karena adat di pulau tersebut.. ia harus menikah sama salah satu anak dari kepala suku pulau yang lain.


" Zubaidah.. kau dengarkan cakap ayah. Alex sudah punya istri, ia tak menginginkan kamu menjadi pendampingnya. Engkau akan sakit hati dan kecewa suatu hari nanti. Tindakan mu pada Alex sudah semakin gila. lepaskan dia, dan biarkan ia pergi. Percaya pada ayah, suatu hari nanti.. Alex akan menyebabkan petaka buat kita semua.", nasehat kepala suku dengan lembut.


" Tidak ayah, aku mencintainya.", jawab Zubaidah sambil menangis.


" Tapi percuma kamu bersamanya, tapi dia seperti mayat hidup.", ujar kepala suku masih berusaha membujuk anaknya.


" Biarlah..asal aku bisa bersamanya.", jawab Zubaidah lemah.


" Ach terserah engkaulah.. kelak kau akan terluka oleh oerbuatsn mu sendiri", sentak kepala suku sambil meninggalkan anaknya.


Zubaidah hanya menangis, mendengar ucapan ayahnya.


⭐⭐⭐⭐ FLASHBACK OFF⭐⭐⭐


" Jadi begitulah ceritanya.", Alex mengahiri cerita nya pada semua orang di sana.


" Kita harus kembali ke pulau itu, untuk membebaskan pak Najib dan mencari Bu Sutini dan Zamiri.", ujar Ratu. Ia terlihat sangat kesal mendengar cerita Alex.


" Papa akan kordinasi dengan pemerintah setempat. Untuk mendatangi pulau tersebut, memberikan penyuluhan dan sosialisasi akan pentingnya pendidikan dan menghapus hukum rimba di pulau tersebut.", jawab tuan Diningrat.


" Iya pa.. kami akan turut membantu. Aku ingin bertemu orang yang telah menyelamatkan suami dan juga Daddy dari anak-anak ku.", ujar Ratu sambil memeluk Alex.

__ADS_1


Tuan Diningrat mengangguk. Ia tersenyum melihat kebahagiaan anak kembali.


BERSAMBUNG.


__ADS_2