
" Ma.. andai suatu hari nanti, papa mau kembali sama mama, apa mama mau terima?", Tanya Senja tiba-tiba.
Bu Maria terdiam beberapa saat. Ia takut untuk menjawab, takut itu akan menyakiti perasaan anaknya.
" Menurut Nja' gimana?", jawab Bu Maria balik bertanya.
" Nja' akan serahkan keputusan sepenuhnya pada mama.. apa pun itu. Nja' akan hormati keputusan mama", jawab Senja dengan keyakinan penuh.
Karena buat Senja, kebahagiaan mamanya di atas segala-galanya.
" Mama akan menolaknya. Kita berdua juga udah bahagia. Andai harus ada laki-laki dalam keluarga kita, biarlah mama cari orang lain. Mama akan belajar membuka hati untuk orang lain.", jawab Bu Maria sambil tersenyum.
Senja tersenyum bahagia. Akhirnya mamanya bisa berpikir realistis. Bahwa cinta tak menjamin kebahagiaan.
Selama ini, mama nya berusaha untuk menutup mata.. bahwa yang bersalah adalah keluarga papa..bukan papa. Tapi faktanya, dengan mudah papa menemukan perempuan lain untuk menggantikan posisi mama ketika mama terusir dari posisinya.
Bahkan, papa tak pernah membantu kami. Bahkan ketika ia tau, nenek dan istri baru papa membuat mama ku tak bisa mencari pekerjaan. Mengingat hal tersebut, membuat ku membenci papa.
" Assalamualaikum..", tanpa mereka sadari, Richie telah berdiri di hadapan mereka.
" Wa'alaikum salam.", jawab Senja dan Bu Maria nyaris bersamaan.
Richie mengulurkan tangannya pada Bu Maria. Setelah di sambut, Richie pun mencium punggung tangan Bu Maria.
" Mari Tante.. udah di tunggu di mobil.", ujar Richie pada Bu Maria.
Bu Maria mengangguk sambil mengambil tasnya yang masih tergeletak di kursi tempat ia duduk barusan. Mereka bertiga berjalan menuju mobil.
Sesampainya di dekat mobil, Richie meminta Bu Mariaa untuk duduk di depan. Sementara dia dan Senja duduk di belakang.
" Zeze kemana Rich?"tanya Senja setelah mereka masuk kedalam mobil.
" Ia di antar mama." jawab Richie sambil tersenyum.
" Ooh..", jawab Senja balas tersenyum.
Setelah itu, mereka hanya terdiam. Hingga keheningan melanda. Membuat suasana menjadi canggung.
" Makasih ya mbak.. udah jemput kami.", ujar Bu Maria sambil memandang wajah Ayu yang sedang fokus ke jalan.
" Sama-sama Bu..", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Oh ya.. mengenai Senja jangan khawatir, nanti ku jemput sekalian sama Twins... dia akan tinggal di rumah sampai Bu Maria pulang kerja. Dia akan mengikuti apa pun kegiatan Twins. Dari ngaji, les, sampai latihan ilmu beladiri. Bu Maria gak masalah kan?", sambung Ayu sambil sesekali melirik ke arah kesamping.
" Gak apa-apa mbak.. justru saya yang harus bilang terima kasih karena mbak dan keluarga mbak Ratu udah mau membantu kami berdua.", jawab Bu Maria.
" Itu permintaan dari calon menantu ibu.", jawab Ayu sambil tertawa kecil.
Bu Maria pun ikut tertawa. Sementara Richie tak menampakkan ekspresi apa pun. Ia tetap duduk santai. Seolah-okah bukan dia yang sedang di bahas.
__ADS_1
Wajah Senja telah bersemu merah, ia tak mampu menyembunyikan perasaan malu nya karena di goda oleh Ayu.
Tak terasa, mereka telah sampai di parkiran Internasional School. Richie turun terlebih dahulu, barulah setelah itu ia membukakan pintu mobil untuk Senja.
Senja turun dari mobil sambil tersenyum manis.
Setelah mencium tangan Bu Maria dan Ayu, Richie dan Senja segera berjalan menuju kelas.
" Mass..tungguin!!!", seru Zevania sambil turun dari mobil.
Richie dan Senja pun menghentikan langkah mereka.
Mereka berdua lalu menghampiri mobil yang membawa Zevania.
Ratu membuka kaca mobilnya untuk menerima uluran tangan dari Richie dan Senja.
Begitu juga dengan Alex, mereka gak turun dari mobil.. karena jalan ke kantor sebentar lagi akan macet.
" Belajar yang rajin ya nak..", pesan Ratu pada Richie dan Senja.
"Iya ma..", jawab Richie.
" Iya Tante.", jawab Senja pun sambil tersenyum manis.
" Ya udah, kami berangkat kerja dulu ya.", pamit Ratu pada mereka.
" Assalamualaikum..", ucap Ratu dan Alex nyaris berbarengan.
" Hati-hati Om..Tante.", seru Senja sebelum mobil tersebut hilang dari gerbang sekolah.
Alex hanya menjawab dengan klakson.
Mereka bertiga berjalan menuju kelas. Di lorong sekolah, mereka berpapasan dengan para siswa dan siswi.
Para siswi terlihat mulai tebar pesona untuk menarik perhatian Richie. Tapi Richie tak pernah menggubris.
Ia tetap saja berjalan dengan langkah tenang dan santai. Tapi tatapan begitu tajam dan dingin.
Tak ada senyum sedikit pun yang terlepas dari bibirnya. Kecuali bila ia sedang berbicara dengan Senja dan Zevania.
Tatapannya akan berubah menjadi lembut dan menenangkan.
Hal tersebut tentu saja berhasil memancing reaksi dan banyak siswi. Mereka jadi membenci Senja, karena di anggap telah mengoda Richie terlebih dahulu.
Apa lagi ada beberapa siswi melihat Senja turun di mobil yang sama dengan Richie.
Semakin lengkap lah kebencian dan rasa itu mereka pada nya.
Mereka bertiga terus berjalan tanpa menggubris mereka. Zevania merangkul pundak Senja. Sambil menarik-narik rambut Senja pelan. Senja tertawa kecil melihat tingkah Zevania. Ia tau, Zevania lakukan itu untuk mengalihkan antensi nya pada orang-orang yang mereka lewati yang bersikap apatis padanya.
__ADS_1
Walau pun ia bersikap seolah-olah tak perduli.. tapi tak bisa di pungkiri, sikap mereka melukai hatinya. Ia juga manusia yang punya hati dan perasaan.
Tak terasa, mereka telah berada di depan kelas. Mereka pun langsung masuk, ternyata Zhafran telah duluan berada di dalam kelas.
" Selamat pagi Zhafran..", sapa Zevania sambil duduk di kursinya.
" Selamat pagi juga cantik. Kamu cantik banget hari ini.", jawab Zhafran sambil melontarkan godaan.
Zevania tertunduk malu mendapatkan pujian dari Zhafran.
" Cieee..ada yang malu.", goda Senja sambil mengelitikin pinggang Zevania.
Zevania tertawa terbahak-bahak karena tak tahan menahan rasa geli. Richie dan Zhafran pun ikut tertawa.
Mereka terus bercanda, sampai satu persatu siswa dan siswi berdatangan. Kelas yang tadinya hanya ada mereka berempat, kini udah ramai. Suara anak-anak gaduh memenuhi ruangan kelas tersebut.
Tak lama kemudian.. guru pun datang dan
pelajaran pertama pun di mulai.
🍀🍀🍀🍀🍀
" Ting..Ting..Ting..", bel sekolah berbunyi, tanda waktu nya untuk pulang.
Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengemasi buku-buku dan alat tulis lainnya. Lalu menyusunnya di dalam tas.
Setelah mengucapkan salam pada guru terakhir yang mengajar.. Anak-anak pun di persilahkan untuk pulang.
Murid-murid berhamburan keluar kelas. Guru tersebut haus sedikit berteriak untuk mengingatkan anak-anak, untuk tidak saling dorong.
Kelas telah sepi.. Barulah Richie, Senja, Zevania dan juga Zhafran ikut keluar.
Di parkiran, mobil Ayu telah menunggu bersama dengan mobil para bodyguard.
Setelah mencium tangan Ayu, Zevania segera masuk kedalam mobil. Di susul oleh Senja dan Richie.
" Kamu gak ikut sekalian?", tanya Ayu pada Zhafran.
" Gak usah Aunty, aku baik taksi online aja.", tolak Zhafran dengan sopan.
" Udah.. masuk aja, buat Aunty antar sekalian.", ujar Ayu.
Zhafran akhirnya ikut masuk kedalam mobil. Mereka pun akhirnya pulang.
BERSAMBUNG.
MOHON MAAF YA, AUTHOR KEMARIN PULANG KAMPUNG. JADI GAK BISA UPDATE.
TERIMA KASIH BUAT YANG MASIH SETIA DI SINI.
__ADS_1
OKE.. MULAI HARI INI KITA GAAAESSSKAEN UPDATE TIAP HARI.
SALAM CINTA DATI KU..💜💜💜💜💝💝💝💕💕💕💕💕💕💕