
Ratu Meminta kedua anaknya untuk masuk ke kamar mereka dan mengganti seragam sekolah mereka terlebih dahulu.
Sementara anaknya ke kamar, Ratu lah yang bercengkrama dengan nenek Ningrum dan nenek Nancy.
" Nek.. tumben kalian bisa bareng ke sini?" tanya Ratu pada keduanya.
" Gak apa-apa.. kami sengaja janjian mau kesini. Rindu pada kedua cicit kami.", jawab nenek Ningrum sambil tersenyum. Ia melirik ke arah Nancy seolah-olah meminta dukungan. Nenek Nancy pun mengangguk tanda menyetujui ucapan nenek Ningrum.
" Oh begitu..", ujar Ratu sambil mangut-mangut.
Tak lama kemudian, kedua Bocil tersebut nongol kembali. Kali ini mereka udah berpakaian santai.
Mereka berdua langsung menarik tangan nenek Ningrum dan nenek Nancy ke taman samping rumah. Meninggalkan Ratu yang bengong karena merasa di cuekin oleh kedua anaknya.
Mereka duduk di gazebo yang berada di pinggir kolam ikan koi. Bermacam-macam warna dan corak ikan koi.. dari yang harganya paling mahal sampai ke harganya yang paling murah.
Yang paling mahal adalah Ikan koi kohaku yang di beli dengan harga Rp 1,1 miliar.
Biar pun ikan koi ini berada di kolam yang ada di luar ruangan, tapi rindangnya pepohonan membuat ikan tersebut semakin sehat dan indah.
Karena ikan koi adalah ikan yang sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari secara langsung. kulitnya akan mudah iritasi.
" Ini peliharaan ikan koi siapa?", tanya nenek Ningrum pada Richie.
" Punya ku eyang.. ", jawab Richie sambil tersenyum.
"Banyak banget koleksinya..?",celetuk nenek Nancy.
" Iya Eyang.. yang itu harganya kayak harga mobil sport.", jawab Zevania sambil melirik ke arah Richie.
" Emm.. apa gak mubazir beli ikan semahal itu?",tanya nenek Nancy lagi.
" Semakin besar ikannya harganya semakin mahal. Apa lagi kalau corak nya semakin indah... kalau di jual nanti mungkin harganya 3 kali lipat.", terang Richie.
" Emang bisa begitu ya Ningrum?", tanya nenek Nancy pada nenek Ningrum.
" Iya bisa banget.. itulah yang di sebut investasi.", jawab nenek Ningrum sambil tersenyum simpul.
Nenek Nancy terdiam.. ia memang tak begitu mengerti tentang ikan koi dan harganya.
" Oh ya Eyang.. kami mau pergi latihan taekwondo. Gak apa-apa kami tinggal dulu ya..???", ujar Zevania berpamitan pada kedua Eyang nya tersebut.
" Iya gak apa-apa sayang.. kami juga mau istirahat dulu.", jawab nenek Ningrum sambil mengelus rambut cicitnya tersebut.
" Sampai jumpa nanti sore yaa..", ujar Richie sambil mencium tangan kedua eyangnya yang di ikuti oleh Zevania.
__ADS_1
Keduanya segera menuju mobil, yang mana Tio telah menunggu di dalamnya untuk mengantikan Ratu.
Iring-iringan mobil mewah keluar dari pagar,dan menuju jalan raya.
Nenek Ningrum dan nenek Nancy tersenyum . Mereka sangat bangga pada kedua cicit mereka tersebut. Attitude sangat bagus.
Setelah Twins pergi, kedua sahabat tersebut lajut mengobrol. Banyak hal yang mereka obrolkan. Maklum lah, biarpun sekarang mereka besanan... tapi jarak mereka cukup jauh. Tak bisa bertemu setiap hari.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sementara itu, mobil yang membawa Richie dan Zevania berjalan cukup lambat. Karena jalanan begitu padat. Sempat beberapa kali mereka terjebak di lampu merah.
Baru beberapa saat Tio menjalankan kendaraan nya.. terdengar bunyi " Brraakk" sepertinya ada yang tabrakan.
Mobil yang berjalan di depan mereka terlihat melambat.. mau tidak mau Rio pun ikut melambatkan kendaraannya. Karena mobil tersebutlah yang telah menabrak sebuah motor tua tersebut. Ia segera menyalip kendaraan di depannya dan kabur.
Terlihat keadaan yang sangat menyedihkan yang terjadi di pinggir jalan. Sebuah motor tua tergeletak menimpa tubuh seorang kakek-kakek. Sementara nenek-nenek yang di bonceng nya terlempar sekitar satu meter dari sisi jalan raya.
Nenek tersebut sedang berusaha untuk bangkit. Ia memanggil- manggil kakek tersebut dengan histeris. Tapi beberapa kali ia coba berdiri, kemudian ia terjatuh kembali.
Jalanan semakin sesak, karena banyak mobil yang berhenti untuk menonton, berphoto serta memvideokan kejadian tersebut. Tapi tak ada satu orang pun yang berniat membantunya.
Melihat hal tersebut, Richie segera memerintahkan Tio untuk turun dan membantu mereka. Tio terlihat ragu-ragu.
" Cepat Om.. bantu mereka!!", sentak Richie ketika melihat Tio hanya terdiam.
" Cepat bantu mereka.. atau aku akan memecat mu.", bentak Richie dengan wajah memerah.
"Dan perintahkan pada yang lain untuk mengejar mobil yang menabrak nya.", lanjut Richie dengan suara keras.
" Ba-baik mas..", jawab Tio dengan terbata-bata.
Ia segera keluar dari mobil, memerintahkan Neka dan Candra untuk mengejar pelaku tabrak lari tadi. Dan ia segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa kakek dan nenek tersebut ke mobil mereka. Meninggalkan sepeda motor yang udah usang tersebut.
Tapi sebelum mereka pergi, sebuah mobil polisi menghampiri mereka. Pak polisi tersebut mengetuk kaca mobil yang berada di samping Tio. Tio pun membuka kaca mobilnya.
" Selamat sore pak.. maaf, korban tabrak larinya mau di bawa kemana?" tanya pak polisi tersebut pada Tio.
"Sore juga pak.. maaf, akan kami bawa ke rumah sakit.", jawab Rio dengan sopan.
" Maaf pak.. silahkan bawa ke kantor polisi dulu untuk membuat laporan.", ujar pak polisi tersebut.
" Mohon maaf pak... Yang kakek itu butuhkan sekarang adalah rumah sakit, bukan laporan.", sela Richie dengan nada kesal.
Mata pak polisi tersebut membulat, ketika ia di sela oleh seorang anak kecil.
__ADS_1
"Maaf.. ini prosedur nya.", jawab pak polisi tersebut berusaha untuk bersikap tenang.
Richie mendengus seraya membuang mukanya mendengar ucapan pak polisi.
" Nanti kami akan membuat laporan secara resmi, setelah membawa korban ke rumah sakit. Anak buah ku sedang melakukan pengejaran terhadap mobil yang menabrak beliau. Nah lebih baik bapak ikut adil mengejar pelaku.", sergah Tio mulai kesal.
Setelah mengucapkan hal tersebut, Ia segera menutup jendela mobilnya dan tancap gas, di ikuti oleh mobil anggota bodyguard yang lain.
Polisi tersebut terlihat sangat kesal. Ia segera menghubungi kantornya untuk melacak pemilik mobil yang di kendarai oleh Tio.
Wajahnya langsung pucat ketika tau pemilik mobil tersebut dari keluarga Diningrat, Raden Ayu Diandra Maharatu Diningrat. Jadi tidaklah heran, jika bocah kecil di dalam mobil tersebut berbicara sangat lugas dan berani.
🍀🍀🍀🍀
Di sinilah sekarang mereka di depan ICU Rumah Sakit D&M. Dokter sedang menangani keduanya.
Tio segera menghubungi Ratu, menceritakan semuanya. Ratu pun berpesan, untuk menjaga kedua anaknya.. karena ia akan segera datang.
15 menit kemudian, Ratu dan Alex segera tiba di sana. Mereka terlihat sangat terburu-buru. Para karyawan rumah sakit, Security, Perawat dan juga Dokter langsung membungkuk dengan hormat ketika mereka berdua lewat. Mereka berdua hanya mengangguk.
Tepat di depan kamar ICU, kedua anaknya terlihat sedang gelisah.
Mendengar langkah kaki yang terburu-buru, Richie dan Zevania segera menoleh.
" Mommy.. Daddyyyyyyy..", seru Zevania dengan wajah senang.
Ia segera berlari kedalam pelukan Daddy nya. Sementara Ratu segera menghampiri Richie. Di peluknya anak laki-laki tersebut.
" Kalian gak apa-apa sayang?", tanya Ratu pada Richie.
" Alhamdulillah gak apa-apa Mom.. tapi gak tau kakek itu.", jawab Richie sambil menunjuk keruang ICU.
" Ya udah kita berdoa aja.. semoga mereka baik-baik saja.", ujar Ratu sambil memeluk anaknya.
" Mas Alex, Mbak Ratu.. maaf kami nyaris membahayakan keduanya. Karena berhenti di tengah jalan.", ujar Tio sang Chief bodyguard tersebut sambil menunduk.
" Mereka gak salah Mom.. aku yang memaksa mereka untuk turun dan membantu nenek sama kakek tersebut.", Richie yang menyela. Ia tak mau Mommy dan Daddy nya menyalah bodyguard nya.
" Ya udah gak apa-apa. Kalian juga baik-baik aja kan? Menolong orang itu hukumnya wajib", jawab Ratu sambil tersenyum. Menenangkan hati anaknya dan juga para bodyguard anaknya tersebut.
" Pelaku yang nabraknya sedang di kejar Neka dan Candra mas..", ujar Tio pada Alex.
" Oh ya bagus.. agar mereka bertanggung jawab atas perbuatannya.", jawab Alex sambil tersenyum.
Semua bodyguard tersebut bernapas lega. Karena tadinya mereka menyangka akan mendapatkan kemarahan dari sang majikan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.