
Mobil mewah tersebut mulai membelah jalanan pinggir kota. Ayu yang menjadi sopir dan Bu Maria duduk di samping sopir.
Anak-anak duduk di belakang. Terlihat mereka sedang bercanda.. lebih tepatnya Zevania dan Senja yang sedang bercanda, sementara anak cowok duduk dengan dengan santainya.
" Aunty.. kita mau kemana?", tanya Zevania pada Ayu.
" Mau ke The Beach Cafe. Kita mau makan seafood.", jawab Ayu sambil melirik ke arah Zevania lewat kaca spion.
" Asikkk...aku mau makan udang.", seru Zevania kegirangan.
Senja tersenyum melihat Zevania kegirangan.
" Kamu suka seafood Nja'?", tanya Zevania pada Senja.
" Suka.. suka banget malahan.", jawab Senja sambil tersenyum membayangkan hidangan laut.
" Nanti kamu bisa makan sepuasnya di sana.", ujar Zevania sambil memegang tangan Senja.
" Emang boleh?", tanya Senja ragu.
" Boleh dong... Mommy sering bawa kita kesana. Dan kita boleh makan apa pun sampai puas.", jawab Zevania dengan wajah lucu.
Wajah Senja terlihat senang mendengar hal tersebut. Karena makan enak adalah hal langka buat ia dan ibunya.
Ayu dan Bu Maria hanya tersenyum mendengar celotehan gadis-gadis kecil tersebut.
" Bu..kalau boleh tau, usia ibu sekarang berapa? tanya Ayu sambil matanya tetap fokus ke jalan.
"28 tahun.", jawab Bu Maria singkat.
" Hanya berjarak satu tahun dari aku...", ujar Ayu.
" Iya.. tapi aku terlihat sangat tua. Mungkin karena aku tak terurus.", jawab Bu Maria dengan suara pelan. Ada kepedihan di dalam ucapan nya.
" Maaf..Kenapa ibu gak coba cari kerjaan?", tanya Ayu penasaran.
Bu Maria hanya terdiam sambil tertunduk, seperti ada beban berat yang menimpa pundaknya.
" Mama gak bisa nyari kerja.. karena keluarga papa slalu nyuruh orang untuk pecat mama.", celetuk Senja. Ada kemarahan lewat ucapan tersebut.
Mata ayu terbelalak kaget mendengar jawaban Senja. Begitu juga dengan Richie, Zevania dan juga Zhafran.
" Kenapa begitu?", tanya Ayu heran.
" Karena keluarga papa tak mau punya menantu mama. Dan keluarga papa juga tak mengakui aku cucunya.", jawab Senja keras. Tangis Senja pecah setelah mengucapkan hal tersebut.
Richie yang saat itu berada di samping Senja, langsung meraih tubuh Senja kedalam pelukannya. Muka Richie memerah, terlihat kemarahan terpancar dari wajahnya.
Sementara Zevania ikut menangis. Ia tak menyangka bahwa kehidupan Senja begitu berat.
Zhafran mengelus pundak Zevania. Zevania menyandarkan tubuhnya di pundak Zhafran.
" Maaf Bu.. aku tak bermaksud membuat Bu Maria dan Senja bersedih.", ujar Ayu merasa tak enak hati.
" Gak apa-apa mbak.. aku sebenarnya kaget, Senja tau apa yang telah terjadi pada ku.", jawab Bu Maria sambil melihat ke bangku belakang.. melihat gadis kecilnya yang tengah menangis dalam pelukan Richie.
__ADS_1
" Masalah kerjaan adalah masalah kecil.Ibu gak usah pusing mikirin hal tersebut mulai hari ini.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Perusahaan kami siap menampung ibu.", lanjut Ayu sambil tertawa untuk mencairkan suasana.
" Perusahaan mu akan kena imbas bila nekat mbak.", jawab Bu Maria khawatir.
Ayu hanya tertawa mendengar jawaban Bu Maria. Ia tak tau, perusahan yang menawarkan kerjaan buatnya adalah perusahan raksasa.
" Apa nama perusahaan suami ibu?" Tanya Ayu penasaran.
" PT Bima Satria.", jawab Bu Maria pelan.
" PT Bima Satria bergerak di bidang kontaktor dan pertambangan.", ujar Ayu dengan santai.
" Mbak ayu tau perusahan itu?", tanya Bu Maria terkejut.
" Yup.. aku tau. Bahkan perusahan itu baru melakukan kerjasama dengan perusahaan tempat ku bekerja.", jawab Ayu sambil tersenyum.
" Maaf.. apa nama perusahaan tempat mbak Ayu kerja?", tanya Bu Maria yang mulai tergelitik hatinya.
" PT Dewi Kencana.", jawab Ayu singkat.
Bu Maria tersentak kaget mendengar nama perusahaan tersebut. Ia lalu memandangi wajah Ayu dengan intens dari samping.
" Itu kan perusahan Mommy.", celetuk Senja.
Wajah Bu Maria semakin pucat di buatnya.
" Jangan bilang mbak adalah Ayunda Melany tangan kanan dari mbak Diandra Maharatu?", tanya Bu Maria dengan bada takut-takut.
" Yup..benar banget."
" Aduh mbak.. maafkan aku udah berlaku tak sopan.", ujar Bu Maria sambil membungkukkan tubuhnya.
" Hei Bu.. santai aja. Kita bukan lagi di kantor, Tapi lagi luar kantor. Jangan terlalu formal... anggap saja kita adalah teman, karena anak-anak kita berteman.", jawab Ayu sambil tersenyum.
Bu Maria menarik nafas panjang. ia tak menyangka, bila ia akan bertemu dengan orang no 2 dari perusahaan raksasa tersebut.
" Gimana Bu..? Apa ibu akan menerima tawaran ku untuk bekerja di perusahaan Dewi Kencana?", tanya Ayu sambil mengedipkan matanya.
" Apa aku pantas? ", tanya Bu Maria ragu dengan kemampuannya.
" Siapkan mental ibu, setelah itu bergabunglah dengan perusahan kami.", jawab Ayu sambil menepuk pundak Bu Maria lembut.
Tak terasa, mobil tersebut telah memasuki parkiran The Beach Cafe.
Ayu segera turun dari mobil, di ikuti oleh Bu Maria dan juga anak-anak.
Mobil para bodyguard pun telah tiba di tempat tersebut.
Ayu memanggil salah satu bodyguard, menyuruh mereka semua turun dari mobil. Dan mempersilahkan mereka untuk pesan makanan apa pun.
πππππ
Suasana Cafe tak begitu ramai. Mungkin karena jam makannya masih nanggung.
__ADS_1
Di pintu Cafe, Ayu dan anak-anak di sambut oleh chief security-nya pak Daniel. Pak Daniel sangat senang melihat anak-anak bos nya begitu sopan pada semua orang.
" Selamat siang mbak Ayu.", sapa Rangga sang manajer. Rangga di angkat jadi manager Cafe tersebut setelah ia dengan beraninya menghadapi Tony Sentana. Walau ia harus merekah tembakan bersarang di badannya.
" Siang juga Rangga. Gimana Cafe, ramai?", tanya Ayu sambil menjawab sapaan Rangga.
" Alhamdulillah mbak..sangat ramai. Bahkan, omset kita pun terus meningkat.", jawab Rangga dengan bangga.
" Syukurlah.. hari ini silahkan kalian masak apa pun yang ingin kalian makan.. bebas.", ujar Ayu sambil menepuk pundak Rangga pelan.
" Makasih mbak.", jawab Rangga tersenyum senang.
" Dan satu lagi mas Rangga. masing-masing karyawan mendapatkan bonus 1 bulan gaji.", timpal Richie dengan wajah serius.
Rangga tersentak kaget mendengar ucapan Richie. Ia tau Richie masih kecil, tapi Richie sering ikut mengambil keputusan ketika ia ikut Ayu meeting.
Richie memang sangat cerdas, Di usianya yang masih dini. Matanya sangat jeli dan dalam melihat suatu masalah. Keputusannya gak pernah salah. Tak heran, bila Ratu dan Ayu membiarkan Richie mengambil keputusan apa pun. Toh anak tersebut pun sangat murah hati.
Rangga memandang ke arah Ayu. Ayu pun mengangguk tanda menyetujui.
" Apa pun keputusannya adalah mutlak.", jawab Ayu sambil berlalu meninggalkan Rangga yang masih bengong.
" Terima kasih mas Richie.", seru Rangga setelah sadar dari ke terpanaannya.
Richie mengangkat jempolnya sambil tersenyum.
Bu Maria terharu melihat kebaikan Richie. Ia tak menyangka, bocah laki-laki tersebut sangat bijaksana dan baik hati. Fi balik wajahnya yang dingin, tersimpan kelembutan.
Ayu mengajak mereka ke lantai 2 Cafe tersebutlah. Terlalu beresiko membiarkan anak-anak tersebut berada di bawah. Kemungkin terburuk bisa saja terjadi. Dan Ayu gak mau mengambil resiko.
Senja terpanah melihat lantai 2 Cafe tersebut. Ruangannya di domisi warna hijau. Tempat tersebut masih terawat. karena setiap hati di bersihkan. Seminggu sekali Ayu slalu datang ke sana untuk menenangkan diri . Melepaskan penat setelah bekerja seharian.
Ayu membawa mereka ke balkon. Mulut Senja tak berhenti mengoceh ketika ia melihat ada banyak bunga mawar dan bunga anggrek.
Bu Maria tersenyum senang melihat kegembiraan terpancar dari wajah anaknya.
Sementara anak-anak masih sibuk dengan bunga, Ayu dan Bu Maria memesan apa p yang akan mereka makan..dan mengirimnya ke Siska.
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, Bu Maria dan Ayu mulai berbincang serius.
" Bu.. pikirkan lagi tawaran ku. Itu untuk masa depan Senja. Dan udah waktunya ibu bangkit.", ujar Ayu dengan wajah serius.
" Aku gak percaya diri dengan penampilan ku mbak.", jawab Bu Maria getir.
" Setelah makan, kita akan ke salon..kita mulai dengan merapikan rambut ibu. Ke spa, dan ke butik. Setelah itu, tunjukan pada suami mu.. bahwa kami bisa bangkit. ", ujar Ayu dengan penuh semangat.
" Dari mana aku dapat uang itu semua?", tanya Bu Maria setengah bergumam.
" Udah gak usah di pikirkan. Itu urusan kecil.", jawab Ayu sambil tersenyum.
Bu Maria tersenyum haru. Entah mimpi apa dia bisa ketiban bulan seperti ini.
BERSAMBUNG.
BANTU AUTHOR DENGAN LIKE, VOTE DAN JUGA KOMEN YA.. AGAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT MENULIS.
__ADS_1
SALAM CINTAπππππππππ