
Adzan Subuh berkumandang memecah keheningan pagi. Makhluk-makhluk ciptaan Allah telah bergegas berduyun-duyun menuju masjid. Menyambut mesra kerinduan sang khalik.
Sepasang suami istri masih bergelung di bawah selimut. Pertempuran semalam menyisakan lelah yang tak terhingga. Hingga mata itu terasa semakin rapat.
Tapi Alex berusaha melawan rasa lelah dan malas. Dengan berkali-kali menggeliatkan tubuhnya, agar peredaran darah nya menjadi lancar. Dan dapat menekan rasa kantuk dan lelahnya perlahan-lahan.
Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Semalam, ia tak sempat mandi junub. Setelah bercinta nya selesai,mereka berdua langsung tertidur..efek naik-naik ke puncak gunung.
Tak begitu lama ia berada di kamar mandi.. Tampaknya ia mandi, hanya mandi wajib aja. Setelah berganti pakaian, ia pun langsung melakukan sholat subuh. Selesai sholat dan berdoa, ia bangkit dari sajadahnya dan segera membangunkan istrinya yang terlihat masih tertidur pulas.
Di ciumnya wajah Ratu yang terlihat semakin cantik dari hari ke hari. Di usia istrinya yang telah mencapai 27 tahun, tapi masih terlihat seperti berumur 20 tahun.
" Sayang.. bangun, sholat subuh dulu.", Bisiknya di telinga Ratu.
Ratu yang merasa terganggu lantas menggeliatkan tubuhnya. Di bukanya matanya dengan perlahan.
" Bangunlah sayang.. sholat subuh dulu.", ujar Alex lembut.
" Masih ngantuk yank..", jawab Ratu sambil menutup kembali matanya.
" Iya.. tapi sholat dulu. Habis sholat nanti kita tidur lagi.", bujuk Alex dengan lembut.
Ratu akhirnya pelan-pelan duduk, tapi matanya masih tertutup rapat. Melihat hal mengemaskan tersebut, Alex tak mampu menahan tawa. Di usapnya rambut Ratu yang terlihat sedikit berantakan. Ia lalu menyingkirkan selimut yang masih menutup tubuh polos istrinya. Ia segera mengangkat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Pelan-pelan di turun kan tubuh istrinya di pinggiran Bathtub. Ratu pelan-pelan membuka matanya. Ia menggeliat tubuhnya yang terasa remuk. Lalu dengan malas ia menuju shower, membuka shower lalu membiarkan air menyiram tubuhnya. Alex hanya tersenyum melihatnya. Ia lalu keluar dari kamar mandi, membiarkan istrinya mengembalikan kesegaran tubuhnya melalui guyuran air.
Alex kemudian mengantikan baju Koko nya dengan baju kaos dan celana training. Setelah memandang tubuh melalui pantulan cermin, Ia lalu naik ke atas tempat tidur. Di sandarankan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
Tangan nya menjangkau smartphone nya yang berada di atas Nakas. Ia terlihat mengirim pesan pada seseorang.
Melihat Ratu keluar dari kamar mandi dengan tubuh di balut handuk. Alex segera menghentikan kegiatannya. Ia bangkit dari tempat tidur, membimbing tubuh Ratu yang masih berbalut handuk menuju meja rias. Di dudukannya tubuh Ratu dengan lembut. Lalu ia mengambil hairdryer. Ia mulai mengeringkan rambut Ratu. Ratu melihat pantulan dirinya yang sedang di manjakan oleh suaminya melalui pantulan kaca. Ratu lalu tersenyum. Ia bersyukur, karena bertapa beruntungnya dia. Mempunya suami yang begitu mencintainya dengan segenap jiwanya.
" Udah selesai yank..pakai baju dulu, habis itu baru sholat.", ujar Alex lembut sambil tersenyum.
Ratu mengangguk. Ia bangkit dari tempat duduk. Di ciumnya pipi suaminya sambil tersenyum. Lalu ia berjalan menuju walk in closed.
Alex hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum. Lalu ia kembali menuju tempat tidur sambil memeriksa kembali balasan pesan dari smartphone nya.
🍀🍀🍀🍀🍀
Richie Baru saja selesai menunaikan sholat Subuh. Ia keluar dari kamar, menuju kamar adiknya. Di ketuknya pintu kamar tersebut, tapi tak ada jawaban. kemudian ia memutar gagang pintu kamarnya.. dan ternyata kamarnya tak di kunci. Dengan langkah pelan ia masuk. Zevania terlihat sedang menengadahkan tangannya sedang berdoa. Richie tersenyum sambil berjalan pelan menuju tempat tidur adiknya.
Tak lama kemudian Zevania pun selesai sholat. Menoleh ke arah Richie sambil tersenyum. Zevania melipat mukena nya lalu meletakkan di tempat biasanya.
__ADS_1
Setelah itu, ia melompat duduk di samping Richie.
" Mas..turun yuk, kita sarapan.. aku lapar.", rengek Zevania pada Richie.
" Kamu udah mandi belum??", tanya Richie.
" Udah dong.", jawab Zevania sambil tersenyum.
Mendengar jawaban Zevania, Richie tersenyum lalu menarik tangan adiknya tersebut menuju pintu kamar.
Zevania tertawa-tawa senang, karena Richie slalu menuruti apa pun keinginan nya.
Mereka berdua turun menuju dapur.. terlihat para pekerja di rumah mereka telah sibuk dengan tugas mereka masing-masing.
" Mas Richie sama mbak Zeze mau sarapan?", sapa Rima yang tiba-tiba telah berada di antara keduanya.
" Iya mbak..", jawab Zevania sambil bergelayut manja di tangan pengasuhnya tersebut.
" Mau sarapan sama apa?", tanya Rima sambil tersenyum.
" Aku mau bihun kuah seafood. Udang nya di banyakin dan jangan lupa kasih Abalon.", jawab Zevania sambil tersenyum manis.
" Oke. Terus mas Richie?" tanya Rima pada Richie.
Rima mengangguk. Lalu Rima pun segera menuju dapur. Mulai menyiapkan sarapan untuk kedua anak asuhnya tersebut.
Ketika mereka berdua sedang duduk melamun di meja makan. Ratu dan Alex datang bergabung bersama mereka.
Ratu mencium kedua pipi anaknya tersebut, di ikuti oleh Alex.
" Tumben anak-anak Mommy pagi-pagi udah minta sarapan?", tanya Ratu sambil memandang wajah kedua anaknya.
Richie dan Zevania saling berpandangan sambil tersenyum.
" Entah Mom.. pagi-pagi udah kelaparan.", jawab Zevania sambil tertawa.
Ratu dan Alex pun ikut tertawa. Mereka pun meminta sarapan yang sama dengan Richie dan Zevania.
Sambil menunggu makanan di masak oleh Rima, mereka bercengkrama sambil sesekali di iringi tawa.
Sungguh awal hari yang indah. Kebahagiaan dalam sebuah keluarga tak bisa di tukar dengan apa pun. Walau pun harta setinggi gunung Semeru, bila anak-anak tak bahagia.. maka harta tersebut akan menjadi malapetaka.
Di luar sana, ada banyak anak-anak yang kehilangan masa depan nya karena hilang perhatian dari kedua orang tuanya...
__ADS_1
Orang tua mereka hanya berpikir, bahwa dengan uang bisa membeli dunia dan kebahagiaan.
Rima membawa 4 mangkok bihun kuah seafood. Wanginya sangat menggugah selera.
Wajah Zevania langsung sumringah ketika melihat udang yang telah menari-nari di depan matanya.
Dengan tidak sabaran ia segera mengecap kuahnya..
" Aaahh..panass.", jeritnya sambil menjulurkan lidah.
Ratu segera berlari dengan panik mendekati anaknya.
" Ya Allah.. hati-hati nak.", serunya sambil memegang pipi Zevania.
Mata Zevania berair karena lidahnya kepanasan. Alex senyum-senyum melihat kecerobohan anak gadisnya tersebut.
Sementara Richie menutup mulutnya sambil menahan tawa. Mata Zevania melotot ke arah Richie. Ia kesal karena saudaranya tersebut menertawakan kecerobohan nya.
" Maaf...", ucap Richie sambil tersenyum manis.
Zevania masih memanyunkan bibirnya, ia masih kesal karena di tertawakan.
Ratu kembali ke tempat duduknya sambil geleng-geleng kepala.
" Aduk-aduk dulu sayang, biar panadnya berkurang.Terus kalau mau makan jangan lupa baca doa dulu.", ujar Ratu lembut.
" Iya Mom..", jawab Zevania sambil menundukkan kepalanya.
Melihat adiknya seperti itu, Richie merasa kasihan. Ia berdiri dari tempat duduknya, lalu ia mendekati Zevania. Sambil berdiri, ia mengaduk-aduk bihun kuah milik Zevania agar cepat menjadi dingin.
" Berhati-hatilah kalau makan yang panas-panas. Lidah mu bisa melepuh di buatnya.", nasehat Richie dengan lembut.
Zevania mengangguk..matanya berkaca-kaca. Sambil tersenyum Richie mengelus rambut dik nya tersebut dengan lembut.
" Makan lah.. udah gak panas lagi.", ujarnya dengan lembut.
Zevania kembali mengangguk. Ia mengambil sendok, lalu mulai menyendok kuah bihun kedalam mulutnya.
Ratu dan Alex saking berpandangan melihat interaksi kedua anaknya. Mereka bangga melihat kedua anaknya saling menyayangi.
BERSAMBUNG.
MOHON MAAF LAMA BANGET GAK UPDATE. AYAH KU MENINGGAL TANGGAL 31 BULAN KEMARIN DI USIA 102 TAHUN. SEKARANG PUN SEDANG SIBUK-SIBUKNYA KARENA BANYAK YANG TAKZIAH DAN YASSINAN SETIAP MALAM.
__ADS_1